Advertisement
Advertisement

- Rabu 3.30 – Seperti yang direncanakan, akhir yang bahagia? -


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS Plus

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wednesday 3:30 PM Episode 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wednesday 3:30 PM Episode 7

Huchu sudah bangun dan belarian, sedangkan orang yang mengaku pemilik dan pengadopsinya masih tertidur.


Mereka sepertinya sudah sadar bahwa posisi tidur mereka berbahaya. Dalam keadaan mata masih tertutup, mereka lalu saling menjauh dan menghitung dalam hati, “Itu wajar. Sekarang 1, 2, 3.” Mereka bangun dari tidurnya. Lalu saling mengintip.


Sadar bahwa mereka terbangun bersama-sama, mereka lalu pura-pura tidur lagi.


Keesokan harinya di cafe, seorang pria melamar kekasihnya dengan meletakkan cincin di dalam kopinya. Si wanita sangat terharu.


Pelayan yang melihat mereka, merasa itu sangat menjijikan. Sedangkan Jae Won malah bertepuk tangan dan menganggapnya sebagai adegan dalam film klasik.


Seon Ah lalu datang dan berkata, “Ini adalah asmara yang diinginkan setiap wanita. Aku juga ingin memakai cincin.” Pelayan lalu bergumam, “Cincin di kue, cincin di kue..” lalu pergi.


“Kue?” kata Jae Won pada dirinya sendiri. Lalu muncul pesan peringatan di ponselnya, bahwa hari ini adalah ulang tahun Seon Eun Woo.


Sepulangnya ke rumah, Jae Won menyiapkan sebuah kue tart dengan banyak lilin di atasnya. Jae Won lalu mengeluarkan cincin pasangan milik Eun Woo.


Eun Woo sendiri baru akan pulang kerja saat kekasih Seung Kyu menghalangi jalannya.


Eun Woo dan kekasih Seung Kyu makan bersama. Kekasih Seung Kyu bercerita bahwa ia sedang menjalin hubungan sekantor. Karena melihat Eun Woo diam saja, dia bertanya lagi apakah Eun Woo sudah mengetahuinya. 


Eun Woo: “Aku tidak heran. Hal seperti itu bisa saja terjadi.”
Kekasih Seung Kyu: “Kau benar. Lalu kenapa kau menyembunyikannya? Bahwa kau berkencan dengan Baek Seung Kyu.


Jae Won memutuskan untuk menyimpan cincinnya lagi dan sementara ini akan merayakan ulang tahun Eun Woo saja dulu.


Lalu Jae Won melihat Huchu yang akan kejatuhan botol minuman. Ia langsung pergi ke arah Huchu dan berusaha menangkap botolnya.


Eun Woo: “Bagi yang lain itu adalah akhr, tapi bagi yang lain itu adalah awal. Seperti itulah, sulit bagi orang awam dan pemula untuk selalu bertemu satu sama lain. Karena aku adalah atasanmu, itu akan lebih sulit bagimu daripada aku. Bukankah seharusnya aku yang menangis?”


“Seung Kyu mengajak putus. Bahkan saat kami berkencan, aku merasa ada orang lain. Aku tidak mengira orang itu adalah dirimu, Aku menyukaimu. Itulah sebabnya aku mencari alasan untuk tidak membencimu. Syukurlah. Aku tidak ingin dibandingkan,” kata (mantan) kekasih Seung Kyu sambil menangis. “Kali ini juga akan menjadi akhir bagi seseorang, dan awal bagi seseorang lainnya,” lanjutnya sambil berusaha tersenyum.


Jae Won berhasil menyelamatkan Huchu dan juga botolnya. Ia bangga akan dirinya sendiri yang melakukannya dengan cepat. “Jika Eun Woo melihatku, aku bisa memamerkannya. Kenapa dia belum sampai juga?”


Eun Woo sudah sampai tangga depan rumahnya, saat ponselnya berdering. “Kau dimana? Jika ada waktU, bisakah kita bicara?”


Eun Woo menjawab, “Lain kali. Kita bicara nanti.” Seung Kyu mengerti dan menyuruhnya beristirahat. Eun Woo lalu masuk rumah, dan ternyata Seung Kyu sudah ada di sana.


Saat masuk rumah dengan lemas, ia melihat sepatu Jae Won sudah ada di sana. Eun Woo yang murung tiba-tiba mulai tersenyum saat melihat kue tart yang sudah disiapkan Jae Won. Sayangnya Jae Won sudah tidur.


Walaupun senang, Eun Woo mengeluhkan Jae Won yang membelikannya lilin kecil dan bukan yang besar. Ia lalu menyalakan lilinnya.


Eun Woo menatap Jae Won yang sudah tertidur di sofa, “Maaf karena terlambat datang. Jalan pulang terlalu jauh. Terima kasih untuk perayaan ulang tahunny,” kata Eun Woo. Lalu ia meniup lilinnya. Jae Won terbangun karenanya. Jae Won berkata pasti sulit menyalakan lilin itu.


Eun Woo bertanya kenapa Jae Won tidur sambil memeluk botol anggur. Jae Won lalu menceritakan kejadian tadi. Eun Woo lalu berkata, “Aku memujimu untuk itu.”


Eun Woo lalu menceritakan bahwa Seung Kyu sudah putus dari kekasihnya.Dia bilang dia merasa bahagia tapi wajahnya sedih. “Aku, yang merasa bahagia, sangat membencinya,” kata Eun Woo. Ia lalu akan masuk kamar, dan sebelumnya Jae Won mengucapkan, “Selamat ulang tahun..”


Keesokan harinya di kantor, mantan kekasih Seung Kyu mendapati sebuah buku cerita di meja kerjanya. Itu adalah buku yang pernah dibaca Eun Woo untuk mengatasi kesedihannya dulu.


Malam harinya di cafe, pelayan telah selesai merapikan meja dan kursi. Jae Won menyuruh pelayan mengantar Seon Ah. Pelayan tentu sangat senang.


Jae Won lagi-lagi menatap cincin pasangan Eun Woo. Lalu Seung Kyu datang dan Jae Won menggenggam erat cincinnya.


Jae Won dan Seung Kyu minum bersama. Seung Kyu memberi tahu bahwa ia berencana untuk memulai kembali hubungannya dengan Eun Woo.
Jae Won: “Kenapa kau memberitahuku?”
Seung Kyu: “Aku ingin tahu seperti apa hubunganmu dengan Eun Woo.”


Jae Won: “Apa aku belum memberitahumu? Kami cukup dekat untuk mandi bersama.”
Seung Kyu: “Bukan itu yang terjadi belakangan ini.”



Jae Won lalu mengeluarkan cincinnya. Seung Kyu terkejut dan bertanya bagaiamana cincin itu bisa ada padanya.

Jae Won: “Kau tahu? Wanita terlihat tua dan jelek pada hari Rabu jam 3.30 sore. Tapi kau meninggalkan cincin ini pada hari Rabu jam 3 sore. Sejak saat itu, pemiliknya terjebak pada hari itu, tidak peduli bagaimana waktu berjalan. Karena dicampakkan oleh orang yang dicintainya, dia memilih untuk terjebak.


Seung Kyu: “Jadi kau bertemu Eun Woo pada hari itu?’
Jae Won: “Setidaknya aku bisa sedikit menghiburnya. Kau harus melakukan apa yang kau bisa. Kau bisa mengakhiri dengan Eun Woo pada Hari Rabu jam 3.30 sore. Kemudian, kalian berdua bisa mulai dari awal lagi.”


Eun Woo datang ke toko untuk mengecek penjualan produknya.


Setelah itu ia mampir ke toko olahraga dan mencoba sepatu olahraga dengan ukuran yang besar. 


Ia kembali ke kantor dengan membawa sepasang sepatu olahraga tadi. Lalu Jae Won mengiriminya pesan, karena hari itu adalah Hari Rabu jam 3.30 sore. Eun Woo lalu pergi ke taman. Ia melangkah bahagia sambil membawa sepatunya.


Eun Woo menghentikan langkahnya saat menerima telepon dari Jae Won yang mengatakan bahwa hari ini akan menjadi proyek terakhir mereka. “Aku berhasil menyelesaikan proyek ini dengan akhir yang bahagia,” kata Jae Won yang kemudian menutup teleponnya.


Eun Woo lalu melihat sudah ada Seung Kyu di depannya. Jadi, proyek terakhir Jae Won adalah mempertemukan Eun Woo dengan Seung Kyu.


Sementara itu di rumah, Jae Won memindahkan barang-barangnya. Ia mengingat kenangan mereka berdua di rumah itu.


Flashback..
“Jika kau memberiku ruangan itu, aku akan membuat orang ini kembali kepadamu.”


Jae Won juga berpesan pada Huchu agar menjaga Eun Woo, terutama saat ada badai petir. Ia berusaha menahan kesedihannya.


Di taman, Seung Kyu mengungkapkan penyesalannya, llau bertanya, “Eun Woo, bisakah kita mulai dari awal lagi?”


Eun Woo sangat terkejut saat Seung Kyu mengeluarkan cincin mereka dari kantongnya. Ia lalu memasang cincin itu di jarinya sendiri dan juga jari Eun Woo. “Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa..” gumam Eun Woo.


Barang-barang Jae Won sudah naik ke mobil, dan ia menatap rumah Eun Woo, “Aku merasa tidak akan bisa kembali lagi,” katanya.