Advertisement
Advertisement

- Rabu 3.30 – Sendirian Lagi


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: SBS Plus

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wednesday 3:30 PM Episode 8
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wednesday 3:30 PM Episode 10

Ternyata Na Yeon menggandeng tangan Jae Won saat melihat Eun Woo ada di sana sedang memperhatikan mereka. Na Yeon sengaja melakukannya.


Tae Kyung menyambut Na Yeon dengan sangat bahagia. Lalu Jae Won memperkenalkan Na Yeon dan Seon Ah.


Tae Kyung bertanya apakah sekarang Na Yeon akan tinggal di sini lagi. Seon Ah menjawab sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jae Won, “Ya. Kami berdua akan hidup bahagia bersama membuat kopi.” Jae Won tidak bisa berkata apa-apa. Dia kebingungan.


Di kantor, Eun Woo terus melamun, sampai bawahannya, mantan kekasih Sung Kyu, harus melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Eun Woo agar mendapatkan perhatiannya. “Manajer, apa kau ingat ini hari apa?”


Tim Brunch Cafe sedang menyiapkan pesanan catering. Jae Won bilang ia akan mengantarnya bersama Tae Kyung. Tapi Na Yeon meminta agar ia saja yang pergi bersama Jae Won.

Dalam perjalanan mengantarkan pesanan, Na Yeon mengatakan bahwa semenjak sembuh dia sudah berubah. Dia akan melakukan apa yang ia ingin lakukan, katakan, atau berhubungan dengan orang yang dia rindukan.


Eun Woo tengah menyiapkan acara utama peluncuran produk baru perusahannya. Tampak semua orang sibuk mempersiapkannya.


Lalu, Eun Woo melihat Jae Won bersama Na Yeon yang sedang bicara sambil tersenyum. Mereka sedang mengatur makanan yang dipesan dari cafe tadi. 


Salah satu anggota tim datang dan mengatakan bahwa makanan di cafe lezat, jadi ia memesan makanannya dari sana. Anggota yang satu lagi bertanya, “Tapi, siapa wanita di sebelahnya? Dia bukan pekerja paruh waktu sebelumnya.”
Flashback..


Awal-awal bertemu Eun Woo, Jae Won bercerita bahwa ia sangat menyukai Na Yeon, dan ingin hidup bahagia bersamanya sambil membuat kopi.


Jae Won melihat Eun Woo. Eun Woo tersenyum, tapi matanya berkaca-kaca. Ia menguatkan hatinya dan melangkah menghampiri mereka.


Jae Won tidak menyangka bahwa ia akan bertemu Eun Woo di sana. “Ini pemilik cafe sebelumnya. Ini...”


“Manajer Seon..” seseorang memanggil Eun Woo sehingga ia harus pergi sebelum Jae Won memperkenalkan Na Yeon. Mereka sudah selesai menata cateringnya, dan akan pergi meninggalkan tempat itu.


“Lama tidak bertemu,” sapa Seung Kyu. Ia lalu mengajak mereka makan malam agar semuanya dapat berkenalan.


Setelah acara selesai, mereka berempat makan malam bersama. Seung Kyu lalu bertanya ada hubungan apa antara Jae Won dan Na Yeon.
Na Yeon: “Kami berteman sejak belajar di luar negeri.”
Jae Won: “Ia juga pemilik cafe sebelumnya.”
Na Yeon melingkarkan tangannya ke tangan Jae Won: “Aku juga bisa disebut co-ownernya.”


Jae Won dan Eun Woo tersentak, tapi tidak berkata apa-apa.


Seung Kyu lalu merangkul Eun Woo dan berkata, “Kami akan menikah.” Eun Woo akan mengatakan sesuatu tapi Seung Kyu menyelanya dan berbicara hal yang lain.


Na Yeon lalu berkata jujur bahwa dia ingin menjadi wanita terakhir bagi Jae Won. Mendengar itu semakin membuat Eun Woo bersedih. Jae Won pun kesulitan untuk menyangkalnya.


Dalam perjalanan pulang Eun Woo bertanya kenapa Seung Kyu tidak memberitahunya dulu tentang makan malam tadi. “Aku ingin mengejutkanmu. Berkat temanmu, kita bisa kembali bersama. Aku senang melihat mereka. Mereka berdua terlihat serasi,” kata Seung Kyu.


Na Yeon: “Kudengar kau menemukan pemilik cincin itu. Sangat menarik jika itu adalah seseorang yang kau kenal.’
Jae Won: “Itu benar.”


Di rumah, Eun Woo menyalakan musik dan menari, tapi kesedihannya tak juga hilang. Ia melanjutkan minum birnya.


Jae Won pun tengah melakukan hal yang sama. Ia sedih mengingat saat Seung Kyu mengatakan bahwa ia akan menikah dengan Eun Woo. “Mereka baru kembali bersama. Pernikahan apa? Dia pasti sangat bahagia.”


Rabu jam 2.30 siang, Eun Woo menerima pesan proyek Rabu 3.30. ‘Datanglah ke lokasi yang tertera di peta.’ “Siapa ini?” gumam Eun Woo. Ia berpikir itu dari Jae Won. Ia tersenyum, mengambil tasnya, lalu pergi.


Eun Woo sampai di tempat yang dimaksud dan melihat seseorang berpakaian beruang. Ia tersenyum bahagia dan melangkah mendekat.


Beruang itu memberikan sebuah kotak berisi kalung. Dan ternyata beruang itu adalah Seung Kyu.


Senyum Eun Woo lenyap seketika.


Seung Kyu bertanya apakah Eun Woo menyukainya. Eun Woo menjawab iya dan berterima kasih. Tapi saat Seung Kyu akan memakaikan kalung itu di leher Eun Woo, ia bilang tidak bisa menerimanya dan Seung Kyu bertanya apa alasannya.


Eun Woo: “Saat aku tahu kalau kau yang ada dibalik topeng beruang, aku kecewa. Maafkan aku.”

Seung Kyu: “Apa karena pria itu? Kau lihat, dia sudah memiliki orang lain. Aku akan menunggumu untuk mengubah hatimu.”

Eun Woo: “Itu bukan karena siapapun. Itu karena aku. Hatiku tidak tinggal bersamamu.”
Seung Kyu: “Eun Woo..”


“Kali ini, aku akan mengusirmu,” kata Eun Woo sambil melepaskan cincinnya dan menyerahkannya kembali pada Seung Kyu.”Lebih baik kita berakhir seperti saat itu,” lanjut Eun Woo.


Seung Kyu membeli sebuah balon dan mengikatkan cincin pasangannya di sana. Lalu ia membiarkannya terbang.


“Rabu jam 3.30 sore telah lewat,” kata Eun Woo. Lalu hak sepatunya tersangkut. Dia menariknya dan mengakibatkan kakinya keseleo.


Ternyata Eun Woo berada di tengah-tengah air mancur. Dan airnya keluar saat Eun Woo masih berada di sana. Ia kesulitan untuk berjalan.


Seseorang lalu datang dan menyelamatkannya! [crstl]