Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 6 Part 2

Saat akan berangkat ke sekolah, Mu Xi berpapasan dengan Dan Yi. Mu Xi terlihat sedang marah pada Dan Yi.


Ia mengabaikan Dan Yi dan meneruskan perjalanannya. Tapi mereka tetap berjalan beriringan, karena satu arah perjalanan.


Dan Yi menengok ke arah Mu Xi, dan Mu Xi mengalihkan pandangannya dengan sengaja. Dan Yi lalu berjalan lebih dulu.


Mu Xi sedang menghapus papan tulis, lalu Shan Qi menawarinya snack. Shan Qi bertanya apakah Mu Xi sedang bertengkar dengan Dan Yi. Mu Xi tidak mengerti. Ia lalu bilang kalau dia sudah sejak lama ingin menyingkirkan Dan Yi dan mereka tidak akan pernah punya hubungan apapun selamanya.


Guru Wu meminta Dan Yi dan Mu Xi bekerja sama dalam mengurus suatu hal. Mu Xi meminta wkatu untuk memikirkannya. Sedangkan Dan Yi dengan angkuhnya bertanya, “Apa ada hal yang tidak bisa aku selesaikan sendiri?”

Guru Wu berkata, “Ini adalah pekerjaan untuk dua orang. Teman sekelasmu, Wang Liangchen dan Xu Meijing. Mereka teman baik. Dan bagus untuk berteman baik di sekolah. Tapi baru-baru ini mereka..”


Setelah kelas berakhir, Liangchen dan Meijing banyak menghabiskan waktu bersama, baik belajar, makan maupun sekedar mengobrol.


Guru Wu juga pernah melihat mereka bermain basket berdua saja.


Guru Wu bermaksud menghentikan sebuah persahabatan tulus menjadi hubungan yang berbahaya untuk seusia mereka. Guru Wu meminta bantuan Mu Xi dan Dan Yi agar mengatakan pada mereka bahwa di usia sekarang yang paling penting bagi mereka adalah fokus pada pelajaran.


Dan Yi berpendapat kalau lebih baik Guru Wu sendiri yang langsung mengatakannya pada mereka. Guru Wu bilang ia sudah mencobanya, tapi mereka berdua malah tertawa dengan sangat keras dan berkata kalau mereka hanya teman baik. Mereka bahkan memberikan sweater baru kepada Guru Wu.


Dan Yi membagi tugas mereka. Ia akan menangani Liangchen dan Mu Xi akan menangani Meijing. Tapi Mu Xi pura-pura tidak mendengarnya.


Dan Yi: “Sampai kapan kau akan mengabaikanku?”
Mu Xi: “Aku merasa mendengar suara.”
Dan Yi: “Mu Xi, kau sangat dewasa.”
Mu Xi: “Aku tidak dewasa. Komisaris studilah yang sangat matang. Tidak seperti manusia!”


Mu Xi masih marah kepada Dan Yi karena membiarkan Xiaotian dibawa oleh petugas pengawas hewan, padahal yang sebenarnya terjadi adalah Dan Yi membawa Xiaotian pulang bersamanya. Tapi Mu Xi tidak mengetahui hal tersebut.


Dan Yi kemudian berkata bahwa dia akan menangani Liangchen dan Meijing sendirian. Mu Xi menolak keras. “Apakah kamu tahu apa itu cinta? Kamu tidak berpengalaman,” tanya Mu Xi. Dan Yi mengingatkan bahwa Mu Xi juga sama sepertinya. “Setidaknya aku sudah banyak menonton film cinta,” lanjut Mu Xi.


Dan Yi: “Itu tidak nyata.”
Mu Xi: “Itu seni.”
Dan Yi “Kau kekanak-kanakkan.”
Mu Xi: “Kau yang kekanak-kanakkan.”


Mu Xi kemudian menghampiri Meijing yang sedang sibuk dengan ponselnya. Mu Xi lalu mengajaknya bicara tentang cinta dan bercerita kalau dia sedang menyukai film cinta. Meijing bertanya apa judulnya. Mu Xi menjawab, “Kambing yang Menyenangkan.”


Dan Yi tidak mau kalah. Ia juga menemui Liangchen. Tapi dia diam saja dan hanya berdiri di dekat Liangchen.


Liangchen bertanya lebih dulu, “Ada apa, Liao Dan Yi?” Dan Yi masih diam saja.


Dan Yi mengambil buku dan pulpen yang ada di tangan Liangchen. Ia lalu menuliskan sesuatu disana. Liangchen mengucapkan terima kasih karena sudah membantu mengerjakan soal tersebut.


Walaupun memulai dengan judul film yang tidak sesuai, percakapan Mu Xi dan Meijing berjalan lancar. “Ayo kita bicara beberapa rahasia,” kata Mu Xi. “Rahasiaku adalah ketika aku sendirian, aku akan bernyanyi dan menari seperti orang gila. Apa rahasiamu?”


Meijing belum berbagi rahasianya, tapi dia mendapat pesan dan harus pergi. Mu Xi tidak berhasil menahannya.


Liangchen: “Apa lagi yang bisa kubantu?”
Dan Yi: “Hubungan.”
Liangchen: “Hubungan? Maaf..”


Liangchen kemudian membaca pesan di ponselnya dan tersenyum. “Hubungan apa?” tanya Liangchen. Dan Yi bilang tidak ada apa-apa, lalu pergi lebih dulu.


Malam harinya, Mu Xi tampak menulis di meja belajarnya.


Imajinasi Mu Xi dimulai. Ia memanggil kuda dan buaya untuk bertanya tentang cinta. “Tuan Wu?” tanya Mu Xi pada si naga.


Naga Wu: “Aku orang yang realistis. Bagi seorang istri, suami berbudi luhur lebih penting daripada yang tampan. Dalam hubungan, stabil lebih penting daripada manis. Jadi aku tidak tahu banyak tentang cinta.”
Mu Xi: “Rumor mengatakan kalau istri terlihat seperti...”
Kuda: “DInosaurus.”
Mu XI: “Kenapa kau berkata begitu tentang Nyonya Wolong?”


Naga Wu membenarkan ucapan kuda bahwa istrinya memang dinosaurus. Ia kemudian mengatakan bahwa istri si kuda itu cantik tapi sangat ganas dan tangguh, karena pernah membunuh orang.


Mu Xi merasa Naga Wu dan Si Kuda tidak bisa menolongnya sama sekali.


Dan Yi memperhatikan sebuah kelereng.
Flashback...


Mu Xi kecil mengetuk-ngetukkan kelereng di meja dan Dan Yi menyuruhnya diam. Dan Yi bertanya kenapa Mu Xi tidak belajar.


Mu Xi berkata bahwa itu membosankan, dia lebih suka pertandingan. Dia bertanya kapan kakaknya akan menjemputnya, tapi Dan Yi tidak tahu. “Ayo kita bermain. Kau sudah terlalu lama membaca,” ajak Mu Xi.


Mu Xi: “Ayo main petak umpet. Jika kau menemukanku, akan ikut membaca dan belajar bersamamu.”
Dan Yi: “Aku tidak mau.”
Mu Xi: “Sebentar saja.”
Dan Yi: “Tidak mau.”
Mu XI: “Sebentar saja, ayo main.”
Dan Yi: “Baiklah.”


Mu Xi meminta Dan Yi menghitung sampai 100 dan dia akan bersembunyi. Setelah selesai menghitung, Dan Yi bukannya mencari Mu Xi, tapi ia malah melanjutkan mengerjakan latihan olimpiade matematikanya.