Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Haru ga Kita Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Haru ga Kita Episode 2 Part 2

Ji Won bermimpi buruk dalam tidurnya. Ji Won kecil sedang bersama dengan ibunya di pantai. Mereka berjalan menuju air laut. Ibu menggendong Ji Won. Ji Won minta di lepaskan. Ji Won terlepas. Ibu berteriak. 

Ji Won terbangun dari tidurnya oleh suara alarm. Itu adalah mimpi yang sama lagi. Ji Won duduk dan mematikan alarm. Laut selalu dingin dalam mimpinya. Ji Won bangkit dan membuka jendela. Ia memandang keluar lalu memejamkan matanya. Sinar matahari yang hangat menyinari gelombang dingin di musim semi. Tapi nggak dalam mimpinya. Pastinya, nggak pernah. Ji Won mandi.


Naoko mendatangi toko buku. Ia mencari buku pelajaran bahasa Korea untuk pemula. Naoko membacanya sambil tersenyum. 


Habis beli buku, Naoko pulang. Tapi dalam perjalanannya ia melihat Ji Won di sebuah cafe sedang duduk bersama seorang wanita. Tampak Ji Won tersenyum pada wanita itu. Wanita itu adalah Junko. Entah Naoko tahu apa enggak. Naoko hanya melanjutkan jalannya. Meninggalkan Ji Won. 


Junko meminta tangan Ji Won. Ji Won memberikannya tanpa ragu.  Junko akan membaca telapak tangannya. Junko mengatakan kalo Ji Won nggak beruntung dengan wanita. Nol. Itu sangat jarang. Ji Won tersenyum mendengarnya. Ia lalu menatap Junko lalu minta Junko  mengatakannya. Junko  menanyakan pada Ji Won apakah menurutnya bisa ada cinta sejati antara pria dan wanita? Ji Won tersenyum sambil bertanya apa? Junko melanjutkan perkataannya. Menurutnya itu hanyalah impuls s*ksual. 


Junko melepaskan tangan Ji Won dan meminum minumannya. Ji Won bertanya apakah terjadi sesuatu pada Junko? Junko meletakkan  minumannya dan menanyakan apa yang Ji Won sukai dari kakaknya? 
Ji Won tersenyum malu. 


Naoko masuk ke cafe itu. Ia disapa dengan ramah oleh petugas. Apakah ia sendirian? Naoko mengiyakan. Tapi... ia melihat ke arah meja Ji Won  dan terkejut saat melihat ternyata orang yang sedang bersama Ji Won adalah Junko. Ji Won langsung menengok ke belakang begitu dia dengar suara Naoko. Ji Won tersenyum dan memberi salam.


Naoko menghampiri mereka. Ia menanyakan apa yang sedang Junko lakukan? Junko segera mengemasi jaket dan tasnya. Junko pamit pada Ji Won karena harus melakukan pekerjaan paruh waktunya. Naoko mengejar Junko. Sekali lagi ia bertanya apa yang sedang Junko lakukan? Junko bilang nggak ada. Naoko merasa aneh kalo Junko ketemu sama Ji Won secara kebetulan. Junko mengatakan kalo ia hanya merasa bosan. Ada sesuatu yang nggak ia ngerti tentang pria dan wanita. Naoko menatap wajah Junko. Junko mengatakan  kalo kakaknya sangat membosankan. Apa? Ia membosankan? Tanya Naoko. Junko nggak menjawab dan pergi gitu aja. 


Naoko kemudian mendatangi Ji Won dan meminta maaf. Naoko berharap Junko nggak mengganggunya. Ia lalu duduk di hadapan Ji Won. Ji Won tersenyum dan mengatakan kalo semuanya baik-baik aja. Sekali lagi Naoko minta maaf. Ji Won hanya tersenyum. 


Seorang pelayan mendatangi meja Ji Won dan meminta ijin untuk membersihkan meja. Naoko mengiyakan dan memberikan minuman Junko tadi. Naoko sendiri memesan secangkir kopi. 
Naoko meletakkan tasnya. JI Won menanyakan buku apa yang Naoko cari? Naoko mengambilnya dan memperlihatkannya pada Ji won. Ia meletakkannya di atas meja. Ada dua buku. Yang pertama adalah kamus Korea-Jepang, dan yang kedua adalah Pelajaran Bahasa Korea untuk pemula. 


Ji Won mengambil kamusnya. Ia tersenyum. Apakah Naoko belajar bahasa Korea? Naoko mengangguk. Ia baru aja mulai jadi dia belum tahu banyak. Ji Won tersenyum. Dia bakal ngajarin Naoko (oh, jangan cuman Naoko aja, dong!!! Aku juga mau di ajarin...). 


Ji Won membuka kamus itu dan memperlihatkan pada Naoko. Naoko mendekat, mau lihat juga. Saking asiknya melihat kamus, kepala mereka jadi berbenturan. Ji Won dan Naoko tersenyum. Naoko memonta maaf sambil megangin kepalanya. 


Ji Won memandang Naoko dan bilang..."Bogoshipo" Naoko menanyakan apa artinya? Ji Won membetikan kamusnya pada Naoko agar Naoko bisa mencarinya sendiri. Naoko membalik-balikkan halamannya tapi nggak ketemu juga. Ji Won udah nggak sabar banget, tuh. Dia meraih kamus Naoko dan menutupnya. Ia meletakkannya di atas meja. Ji Won menatap Naoko dan bilang "Aitakatta" Naoko menjawab kalo dia juga. Ia lalu nanya pada Ji Won gimana caranya bilang kalo dia juga? "Nado" Naoko mengikuti "Nado" ji Won tersenyum dan Naoko membalasnya (oh, so sweat...^_^)  


Junko jalan bareng seorang pria. Tapi kayaknya lebih tua dari Junko. Junko berjalan dengan  cepat dan ninggalin pria itu di belakangnya. Pria itu nyuruh Junko berhenti. Junko menurut. 


Pria itu lalu meminta tangan Junko. Ia minta ijin buat memegang tangan Junko. Junko mengulurkan tangannya dan pria itu melompat saking senengnya. Mereka pun berjalan sambil berpegangan tangan. Pria itu tampak sangat bahagia tapi nggak demikian dengan  Junko. Junko malah terlihat risih. Ia akhirnya menghempaskan tangan pria itu. Pria itu bertanya apa tadi yang Junko lakukan? Pria itu membentak Junko, dia udah membayar ekstra untuk itu. Junko mengambil jamnya dan mengatakan kalo waktunya udah habis. Junko menantikan permintaannya lain kali. Junko lalu nyelonong pergi. 


Seorang pria lagi main basket. Ia bicara sambil melemparkan bola. "Kotor. Dia terkagum-kagum. Aku merasa sakit". 


Ji Won membayar tagihannya menggunakan kartu kredit. Tapi sayangnya kartunya nggak bisa di pakai. Naoko mengatakan kalo ia yang akan membayarnya. Ji Won melarangnya dan mengambil uang tunai dari dompetnya untuk membayar. 


Naoko dan Ji Won berjalan bersama. Naoko mengatakan dingin. Ji Won lalu melepaskan syal-nya dan memakaikannya pada Naoko. Ia lalu meraih tangan Naoko dan meniupnya. Habis itu Ji Won bertanya apakah Naoko udah merasa hangat. Naoko tersenyum, sangat hangat. Oke. 


Ji Won lalu meraih tangan Naoko yang satunya dan menggandengnya. Naoko tersenyum, begitu juga dengan Ji Won (begitu pula dengan aku). Ponsel Ji Won tiba-tiba bunyi. Ji Won mengambilnya dan membaca pesan di dalamnya. Anehnya, senyum Ji Won langsung hilang. Tapi saat menghadap Naoko, Ji Won tampak memaksakan senyumnya. Ji Won mengatakan  kalo dia akan melepaskannya. Naoko mengangguk.


Ji Won melepaskan tangan Naoko dan berjalan ke arah yang berlawanan. Naoko melihatnya tampak tergesa-gesa. Lama kelamaan Ji Won jadi berlari. Naoko meraba syal Ji Won. Ia mengejar Ji Won untuk mengembalikan syal. 


Ji Won berlari sampai menyeberang jalan. Naoko hendak menyusul tapi keburu lampu merah. Naoko nggak nyangka Ji Won masuk ke tempat pinjaman tunai cepat. Nggak menarik selama 60 hari. Naoko tampak sedih. Ia merasa Ji Won sedang kesulitan uang. 


Malam harinya, Naoko belajar bahasa Korea dengan mendengarkan kaset. Awalnya Naoko belajar dengan serius. Ia menirukan apa yang di ucapkan oleh pengajar. Tapi lama-lama dia jadi galau teringat saat melihat Ji Won masuk ke tempat peminjaman uang. Naoko beralih ke tempat tidur. Ia tiduran sambil mendengarkan kaset. Sesekali ia mengulangi pengucapan. 


Esok harinya ibu memasak dengan gembira. Naoko bangun karena mencium bau sup. Udah lama. Ibu bilang kalo dia memulai dengan merebus ayam kemarin agar rasanya meresap. Naoko mengatakan kalo ibunya nggak usah menyiapkan sesuatu yang istimewa. Tapi ibu merasa ia nggak bisa nggak melakukan apa-apa. Ibu akan meninggalkan sisanya untuk di lanjutkan oleh Naoko. Ibu akan membersihkan kamar lain. Naoko tersenyum. Ia lalu mencicipi masakan ibu.


Naoko mengepel lantai. Ia tampak bersemangat melakukannya. Junko yang mau keluar mengatakan kalo kakaknya menyia-nyiakan waktunya lagi. Naoko menjawab kalo paling enggak mereka harus menjaga kebersihan rumah. Jadi dia datang kesini lagi? Naoko nggak menjawab dan bertanya kenapa Junko nggak makan rebusan ayam bersama keluarga? Junko kayaknya nggak suka. Ia nyuruh kakaknya untuk mengganggunya. Junko melangkah melewati sepatunya dan pergi. 


Di depan Junko ketemu sama Ji Won. Dengan ramah Ji Won mengucapkan selamat sore. Dengan juteknya Junko berkata pada Ji Won, lihat siapa yang menunggunya. Naoko yang melihat Ji Won udah datang segera masuk bersiap-siap dan menyimpan peralatan pelnya. 


Ji Won berjalan menuju rumah Naoko dan Naoko sudah menunggunya di depan pintu. Lengkap dengan senyum manisnya. Ji Won mengucapkan selamat sore. Naoko tersenyum dan mempersilakan Ji Won untuk masuk. 


Ibu memberikan makanan yang ia buat kepada Ji Won. Ji Won memuji itu sangat menakjubkan. Ibu tersenyum senang. Mereka nggak punya banyak untuk di tawarkan tapi ... Ji Won memotong, ia melihat makanan itu dan berkata ada begitu banyak cintamu, bu. Ibu tetsenyum kegirangan. Cinta? Ibu menepuk ayah, apa ayah tahu cinta? Tidakkah kamu kenal orang-orang Jepang? Ji Won memanggil ibu. Ibu terkejut karena wajah Ji Won berubah. Ada apa? Tanya ibu. Ji Won bertanya apakah ibu merubah rambutnya? Ibu membenarkan. Ia memotong rambutnya karena udah terlalu lama. Naoko membenarkan. Dia juga nggak nyadar. Kapan ibu memotongnya? 


Ji Won tiba-tiba mengatakan "Yeppeseyeo". Ibu mengulangi perkataan Ji Won. Dia nggak ngerti maksud dari kata itu. Ji Won mengatakan kalo ibu cantik. Ibu makin tersipu. Ayah nyuruh udahan dan ngajak Geonbae. Mereka pun mengangkat gelas masing-masing dan sama-sama berseru "Geonbae!”


Ji Won mengangkat piringnya dan mulai menikmati makanannya. Naoko dan ibu sama-sama menunggu kata-kata Ji Won. Setelah memakannya, Ji Won memandang ibu dan mengatakan enak sekali. Ibu senang mendengarnya. Sungguh? Ayah menegur ibu, tidakkah ibu terlalu ramah? Ibu kembali berkata masisseoyeo? Dan Ji Won menjawab masisseoyeo. Ibu mengambil gelasnya dan minum sampai habis. Ayah menegurnya. Ji Won dan Naoko tersrnyum menyaksikannya. 


Ibu kedapur untuk membuat teh. Ibu melihat bayangannya di cermin. Ibu memegang pipinya dan memuji diri sendiri. Yeppeseyeo. Ayah memanggil ibu untuk membawakan teh. Ibu mengiyakan. Ia akan kesana. Ibu melihat kebawah dan melihat kaos kakinya yang berlubang. Ibu menginjak kaos kakinya dan melepaskannya. Ibu mendepak kaos kaki itu ke tong sampah. Habis itu ibu menuang teh dengan percaya diri. 


Hari udah sore. Naoko mengantar Ji Won pulang. Ji Won memuji kalo tadi itu lezat. Ji Won melihat Naoko tampak aneh. Ia bertanya apa yabg salah? Naoko mengaku nggak ada. Oh, ya, sebelum ia lupa, Naoko menyerahkan tas yang ia bawa pada Ji Won. Naoko berterima kasih. 


Ji Won membuka tas itu dan mengambil syal-nya. Ji Won pun memakainya. Naoko tampak ingin mengatakan sesuatu tapi agak ragu. Pada hari Ji Won meminjamkannya itu... Naoko mengikutinya untuk mengembalikannya. Ji Won tampak sedih dan mempercepat langkahnya. Naoko berusaha mengimbanginya. Ia minta agar Ji Won nggak marah. Tapi... Naoko hanya ingin Ji Won memberitahunya kalo dia lagi ada dalam masalah. Naoko mungkin nggak bisa membantu sama sekali tapi... Naoko berdiri di hadapan Ji Won agar ia mau berhenti dan mendengarkannya. Tapi sesaat kemudian Naoko minta maaf dan menyingkir dari hadapan Ji Won. Ia salah. Apa sih yang ia katakan? 


Pelan-pelan Ji Won mulai mengarahkan matanya pada Naoko. Ji Won belum ngasih tahu siapapun tentang itu. Ji Won berjalan sambil bercerita dan Naoko mengikutinya dari belakang. Ji Won meminjam uang itu untuk mimpinya. Mimpinya adalah untuk memulai bisnis sendiri. Ia sedang mencari studio foto. Ia menemukan properti yang bagus. Dan orang lain akan mengambilnya kalo Ji Won nggak membayar deposit dengan benar. Bank nggak akan memberinya pinjaman. Jadi dia nggak punya pilihan selain meminjam dari layanan pinjaman konsumen. 

Ji Won berbalik dan tersenyum menatap Naoko. Itu adalah langkah pertamanya menuju mimpinya. Naoko membalas tatapan Ji Won dengan perasaan sedih. 


Naoko mengambil buku tabungannya dari dalam laci. Saldonya 2.500.221 yen. Naoko seperti udah yakin dengan keputusannya. 


Naoko menemui Ji Won dan memberikan uangnya pada Ji Won. Itu nggak banyak, tapi Naoko ingin Ji Won menggunakannya. Ji Won mengambilnya dan melihat isinya adalah uang. Ji Won mengembalikan uang itu pada Naoko. Ia merasa nggak bisa menerimanya. Naoko bertanya kenapa? Naoko kembali memberikan uang itu pada Ji Won. Itu ia anggap sebagai pinjaman, jadi ia minta Ji Won mengambilnya. Mungkin nggak cukup, tapi...


Ji Won memotong ucapan Naoko. Itu bukan alasannya. Naoko menatap wajah Ji Won. Kemarin...Naoko sedang mikirin ini. Adakah yang ia ingin beli dengan uang itu? Adakah mimpi yang ia ingin capai? Nggak ada satupun. Nggak papa. Naoko mengaku juga ingin mengambil kesempatan itu pada mimpi Ji Won. Itulah mimpinya sekarang. Pikiran itu membuat Naoko merasa bersemangat. Ji Won memalingkan wajahnya. Naoko menyodorkan uangnya kembali. Itu akan membuatnya sangat senang kalo Ji Won mau menerimanya. 


Ji Won menatap mata Naoko. Naoko bertanya apakah ia mengganggu Ji Won? Ji Won mengulurkan tangannya dan meletakkannya di atas tangan Naoko. Ia berterima kasih pada Naoko. Ji Won meyakinkan kalo dia pasti akan membayarnya kembali. 

Bersambung...

Komentar :
Ini emang drama Jepang, tapi kok aku merasa ini seperti drama Korea, ya? Setiap apa yang Ji Won lakuin sama Naoko, ngasih syal-nya, niupin tangannya biar hangat, seperti romace-romance ala Korea.

Dan entah keputusan Naoko buat ngasih semua uangnya buat Ji Won adalah keputusan yang tepat apa enggak, secara mereka berdua juga baru kenal. Tapi setiap orang baik emang selalu mikir kalo semua orang baik seperti dirinya. Terlepas dari tepat enggaknya keputusan yang Naoko buat, cinta emang bisa membuat kita mengorbankan segalanya. 

2 komentar

Jiwon msh penuh misteri,,, benaran baik arau pura2 baik yah... penasaran,,, smg c4 dlnjut bak ... btw,, neh updatenya tiap minggu y per eps??