Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Ice Binggoo Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Ice Binggoo Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Ice Binggoo Episode 2 Part 2

Seoul, 1979
Eun Suk menunggu di cafe sendirian. Man So datang nggak lama kemudian. Man so nanya gimana penampilannya. Eun Suk mengatakan kalo itu masalah besar. Man So panik. Apa terlihat aneh? Tapi Eun Suk lalu bilang kalo dia jatuh cinta sama Man So. Eun Suk tertawa. Dia berhasil ngerjain Man So. Padahal Man So-nya udah panik duluan. Man So berrterima kasih. Tapi apakah nggak papa kalo dia pakai pakaian itu? Bukankah Eun Suk bilang kalo itu adalah pakaian yang Eun Suk beli untuk ia pakai ketika wisuda? Eun Suk menepuk pundak Man So. Ia meyakinkan kalo selama Man So berhasil dengan pakaian itu, itu adalah berita bagus. Man So merasa ia harus memberi Eun Suk sebuah kartu truf sebelum ia pergi. Eun Suk tanya kenapa? Man So mengatakan wanita dalam hati Eun Suk. Ia bicara dengannya ketika mereka pertama kali pergi menemui seorang pengajar. Man So mendorong Eun Suk untuk mengingatnya. Dan bicaralah. Eun Suk mengelak. Biar gimanapun semua orang bertakdir untuk bertemu dengan belahan jiwa mereka di masa depan. 


Man so melarang Eun Suk untuk keras kepala dan mendorongnya untuk duduk. Eun Suk minta di lepaskan. Man So menyiapkan kertas dan penanya. Ia mulai membuat sketsa. Ia nanya sama Eun Suk, apa wajahnya bundar seperti bola atau...? Eun Suk menggambarkan wajahnya bundar, seperti roti kukus putih. Rambutnya lurus turun ke bahunya, matanya bulat, bibirnya seperti buah ceri dan kakinya bagus. Man So mau menggambar kaki. Kaki? Kaki? Eun Suk mengiyakan. Man So tersenyum meledeknya. Eun Suk mencoba mengelak, ia nggak bicara tentang jenis kaki yang Man So bicarakan. Man so meledek Eun Suk yang seperti itu. Eun Suk mengalihkan dengan mengoreksi kalo matanya lebih besar, mata bulat. Man So mengatakan kalo itu udah besar tapi menurut Eun Suk itu kurang bulat. Man So bertanya gimana dengan kakinya? Eun Suk malas menjawabnya. Ia ingin tahu apa yang Man So rencanakan dengan itu? Man So nyuruh Eun Suk buat nunggu aja. Eun Suk bilang ia ingin ketemu seseorang? Kalo dia berhasil dalam sebuah hubungan, ia harus minjemin Man So pakaiannya. Eun Suk tersenyum. 


Tempat Mi Mi
Man So masuk ke toko bunga. Penjualnya bertanya apa yang harus ia berikan? Man So minta satu buket bunga mawar. Ia minta dikasih yang paling cantik. Bibi itu mengiyakan. Ia lalu kesamping dan nyuruh Yong Ja buat ngasih satu buket bunga mawar. Bibi itu juga minta di kasih bunga dandelion yang banyak sebagai bonus. Man So berterima kasih. Yong Sil menemui Man So. Mereka sama-sama terkejut. Man So mengambil sketsanya dari dalam saku. Ia baru tahu kalo ternyata orang yang di sukai oleh Eun Suk adalah dia, rok pendek. Man So menawari Yong Sil sebuah tiket nonton film malam ini. Yong Sil ragu-ragu menerimanya. 


Yong Sil datang ke bioskop. Ia melihat sketsa wajahnya di samping pintu masuk. Seseorang di belakangnya mengatakan kalo hari ini Yong Sil nggak pakai rok mini. Yong Sil kenal suara itu. Ia langsung berbalik saat itu juga. Eun Suk tersenyum menatapnya. Gimana Eun Suk... Eun Suk mengatakan kalo dia menunggu. Yong Sil nanya apa Eun Suk menunggunya? Eun Suk dan Yong Sil saling lempar senyum bahagia. 


Lampu di sekitar sungai langsung menyala saat itu. Membuat suasana menjadi indah. Man So bilang kalo dia ingat. Ha Da bingung. Man So ingat apa? Man So ingat waktu ia  ketemu dengannya. Kertas sketsa itu terbang tertiup angin. Man So dan Hada berlari kesana kemari mengejarnya. Kertas itu terus terbang dan akhirnya menjauh. Apa yang bisa mereka lakukan?


Man So dan Ha Da berjalan pulang ke rumah. Ha Da nggak habis pikir dia bakal lari seperti tadi sejak SMA. Man So malah bilang kalo jantungnya serasa akan meledak setelah lari 37 tahun. Tiba-tiba ada mobil polisi lewat. Man So langsung menarik Ha Da untuk bersembunyi. Ha Da nanya kenapa mereka harus sembunyi? Man So dengan berbisik mengatakan kalo ada banyak alasan. Rambutnya terlalu panjang dan Ha Da mengenakan rok pendek. Ha da tersenyum. Man So juga ikutan tersenyum. Ia mengatakan kalo Ha Da nggak akan tertangkap. Ha Da bertanya benarkah dia nggak akan tertangkap? Man So tersenyum makin lebar. Ia mengatakan kalo Eun Suk benar. Man So mengaku sangat senang bahwa ia bisa bertemu dengan Ha Da. Di tatap seperti itu membuat Ha Da jadi malu. Ia ngajak Man So buat segera pulang kerumah. Man So bertanya apa dia tidur di rumah Ha Da malam ini?  Ha Da mengiyakan. Memangnya kemana lagi Man So akan pergi?


Cha Da mengatakan enggak. Orang bilang seseorang yang lambat belajar bisa menakutkan dalam perkembangannya. Ia biasanya bujangan tetapi setelah memilikinya, ia terbakar, bukan? Ia menarik seseorang ke rumah mereka dan meminta baju adiknya satu-satunya...Ha  Da memotong perkataan adiknya, ia kan udah bilang kalo nggak seperti itu. Ha Da membiarkannya tinggal hanya sampai ayah mereka sembuh. Cha Da bahkan nggak tahu apa-apa. Cha Da melefek kakaknya, seperti itu? Ha Da menatapnya geram.  


Man So keluar dari kamar setelah berganti baju milik Cha Da. Baik Cha Da maupun Ha Da sama-sama tertawa setelah melihat Man So. Man So bertanya pada mereka apakah sangat aneh? Ha Da nenyarankan agar Man So juga mencoba pakaian ayahnya. Seharusnya di dalam lemari di kamar itu. Man So bilang kalo ia akan melakukan itu. Ha Da dan adiknya masih tertawa setelah Man So pergi. 


Man So membuka lemari pakaian milik ayahnya Ha Da. Saat ia sedang memilih-milih baju, tanpa sengaja Man So melihat kotak di bawah. Man So mengambilnya dan mengeluarkannya dari dalam lemari. Dengan hati-hati Man So meletakkannya di atas tempat tidur. Man So membuka kotak itu. Isinya adalah jas. Man So mengamati pakaian itu. Ia membukanya dan di baliknya terdapat tulisan namanya, Go Man So. 

Flashback...


Hari itu Man So lewat di sebuah toko pakaian. Man So terperangah melihat pakaian yang di pajang di etalase. Ia terdiam cukup lama. Menatapnya sambil tersenyum. Ia sampai bggak menyadari kalo Eun Suk berdiri di belakangnya. Eun Suk memanggil Man So. Man So terkejut dan menoleh ke arah 3un Suk. Eun Suk bertanya apakah Man So menyukai itu? Man So tersenyum. Hari ini adalah harinya. Tetapi Man So bahkan nggak bisa bermimpi tentang pakaian yang serasi seperti itu. Eun Suk memperhatikan Man So. Sebelum ia pergi mengunjungi Shin Yeong, Eun Suk nyuruh Man So buat nemuin dia di cafenya. Man So bertanya apakah Eun Suk mau memeriksa nyanyiannya lagi? Man So merasa Eun Suk seperti pengajar yang bertanggung jawab. Eun Suk mengatakan kalo hubungan Man So dan Shin Yeong berjalan baik, ia akan memerlukan pakaian itu. Man So tergagap menanyakan itu miliknya? 

Flashback end...


Ha Da terpaku melihat Man So memakai pakaian ayahnya. Cha Da menanyakan bukankah pakaian itu yang ayah katakan milik orang lain? Man So tersenyum menatap Ha Da. Man So meraba bagian yang bertuliskan namanya. 


Ha Da mengajak Man So untuk mengunjungi ayahnya. Mereka membawa banyak sekali barang. Ayah Ha Da sendiri sedang duduk menghadap jendela. Man So meletakkan barang bawaannya di kursi.  Ia berjalan mendekat. Ayah Ha Da menoleh padanya. Man So tersenyum dan ayah Ha Da juga tersenyum melihatnya. Ayah Ha Da bangkit. Man So menanyakan bagaimana dengan pakaiannya? Ayah Ha Da melihat Man So dari bawah sampai atas. Man So mendekat dan memeluk ayah Ha Da. Ia menangis. Ayah Ha Da tersenyum. Man So melepaskan pelukannya dan melihat teman lamanya. 


Man So menempelkan sketsa wajah Ha Da yang ia buat saat di minimarket. Ha Da menanyakan apakah ayahnya seorang DJ di cafe? Meskipun dia telah bekerja di kantor selama hidupnya. Man So ngasih tahu kalo ayahnya Ha Da menyukai lagu-lagu terlarang. Ha Da mengerti. Itulah kenapa ayahnya selalu pergi ke cafe. Karena itu mengingatkannya pada ibu. Ayah tersenyum sambil memandang Ha Da. Ia mengatakan kalo Ha Da cantik. Yong Sil. Ha Da menggenggam tangan ayahnya sambil tersenyum. Ia mengajak ayahnya buat pergi lain kali. Ayah berterima kasih. Man So duduk di tepi tempat tidur dan tersenyum menyaksikan kedekatan antara ayah dan anak itu.


Ha Da membawa Man So ke studio FotoYeon Hui Dong. Pemiliknya menyapa mereka dengan ramah. Ia bertanya apakah mereka datang untuk foto berpasangan? Ha Da bilang enggak. Mereka nggak punya hubungan seperti itu. Man So mengatakan kalo mereka mencari seseorang yang mengambil foto disini 37 tahun yang lalu. Man So menyerahkan sketsa yang ia buat agar orang itu ingat. Tapi ia merasa nggak bisa membayangkannya dari sketsa itu. Pemilik menanyakan siapa orang itu. Man So hampir saja mengatakan kalo dia adalah kekasihnya, untung Ha Da menyikutnya sehingga yang keluar adalah anggota keluarga terkasihnya yang hilang. Ha Da tersenyum. Ha Da mengatakan pada orang itu bahwa mereka akan meninggalkan itu dan minta di hubungi bila ada pelanggannya yang mengenalinya. Ha Da juga meninggalkan nomor telponnya. Orang itu setuju. Ia akan melakukannya. Man So dan Ha Da pun pamit.  


Pemilik studio itu menghampiri temannya untuk melanjutkan permainan mereka yang sebelumnya terhenti karena kedatangan Ha Da dan Man So. Ia mengeluh, gimana bisa dia menemukan seseorang yang mengambil foto di tempatnya 37 tahun yang lalu hanya dengan sketsa wajah itu. Temannya memintanya. Ia ingin melihatnya. Pemilik studio bertanya kenapa. Teman pemilik studio melotot setelah melihat sketsa wajah itu. Ia membetulkan pisisi kacamatanya seolah belum merasa yakin dengan apa yang dilihatnya. 


Ha Da mengatakan pada Man So kalo sekarang ini jauh lebih mudah mencari di internet daripada perorangan. Ha Da nggak nyangka kalo akan sesulit ini. Ternyata mencari seseorang bukanlah hal yang mudah. Mungkin karena dia udah terlalau tua. Man So menundukkan wajahnya. Ha Da menyuruhnya untuk semangat. Mereka pasti bisa segera menemukannya. Man So tersenyum. Ia meminta maaf pada Ha Da. Seharusnya ia sedang berlibur sekarang tapi Man So malah membuatnya bekerja keras. Ha Da mengatakan kalo dia nggak papa. 


Perut Ha Da berbunyi. Man So tersenyum. Ia menarik Ha Da menuju kursi taman. Man So mengambil saputangannya dan meletakkannya di kursi. Ia mendudukkan Ha Da di atasnya. Man So nyuruh Ha Da buat nunggu sebentar. Man So berlari meninggalkan Ha Da. Ha Da bertanya Man So mau pergi kemana? Tapi Man So nggak menjawab. Ha Da meraba saputangan itu dan tersenyum. 


Cha Da yang sedang di kantor merasa heran. Kakaknya yang selalu datang bekerja meski sedang demam tinggi, meminta istirahat...ini pasti karena cinta, sarang... Cha Da bertanya-tanya kenapa mereka mencari ahjumma itu? Cha Da mencarinya di komputernya dan...ketemu. 


Man So Ingin membeli kue ikan. Ia bertanya pada penjualnya, berapa banyak yang ia dapatkan dengan 500 won? Penjualnya mengatakan harganya 1.000 won untuk 3 buah kue ikan. Man So kecewa karena uang yang ia miliki hanya 500 Won. Penjual itu mengatakan kalo dia akan memberi Man So dua. Man So berterima kasih. Ia meminta yang hangat. 


Selesai membeli kue ikan, Man So oalu kembali berlari menuju Ha Da berada. Ha Da bertanya Man So dari mana? Ia khawatir. Man So memberikan kue ikan yang tadi ia beli kepada Ha Da. Ia nyuruh Ha Da memakannya selagi hangat. Ha Da menerimanya. Jadi Man So berlari secepat itu karena ini? Man So mengangguk mengiyakan. Ha Da membukanya dan bilang kalo itu nggak hangat sama sekali. Ha Da memakannya. Ia berjalan sambil berkata siapa yang bilang ingin makan roti ikan? Man So mengambil saputangannya lalu menyusul Ha Da. Man So bertanya apa Ha Da nggak suka roti ikan? 


Hari udah malam. Salju mulai turun. Man So yang berjalan bersama Ha Da, meminta maaf. Lain kali ia akan memastikan untuk membelikannya yang hangat. Ha Da bertanya kapan itu? Hmm itu... Ha Da melarang Man So membuat janji. Dia kan nggak tahu kapan ia akan pergi. Ha Da berterima kasih atas gambarnya. Itu udah lama sekali sejak ayahnya mengenali seseorang. Ayahnya menyukai gambarnya dan bahkan tertawa. Ha Da berpikir dia sedikit lebih baik. Man So malah merasa dialah yang harusnya berterima kasih. Berkat Ha Da, Man So mengetahui bahwa Shin Yeong masih hidup. Bagi Man So, Ha Da adalah pahlawan. 


Ha Da merasa dia bukanlah orang baik seperti itu. Ha Da melakukan itu untuk membuat dirinya lebih nyaman. Ini juga bagian dari pengaturan terakhirnya. Pengaturan terakhir? Tanya Man So. Ada sesuatu seperti itu. Ha Da bertanya dahulu Man So mendengar perkataan jika kau menutup matamu kau akan kehilangan hidungmu, kan? Tetapi di 2016, adalah hal yang mudah untuk tertipu dengan mata terbuka lebar. Jadi Ha Da melarang Man So gampang percaya pada orang. Man So mengatakan kalo Ha Da bukan orang lain. Ha Da berbalik. Man So kembali mengatakan kalo Ha Da adalah orang baik baginya. Kalo gitu Ha Da minta agar Man So mengingatnya  jika Man So terbangun setelah membeku di es balok nanti. Ingatlah Ia sebagai wanita yang cukup lucu. Man So nanya kenapa harus sebagai wanita yang lucu? 


Ha Da tertawa. Ia mengambil salju dari tanah dan melemparkannya ke wajah Man So. Ha Da meminta maaf. Apa Man So baik-baik aja? Man So tersenyum. Ia baik-baik aja. Man So membalas Ha Da. Mereka tertawa. Ha Da bertanya apakah kata-kata Man So yang ingin pergi itu sungguhan? Man So nggak menjawab. Mereka main lempar-lemparan salju cukup lama. Seseorang berteriak, nyuruh mereka diam. Apa sih yang mereka lakukan? Mereka kan bukan anak-anak. 


Ha Da dan Man So tertawa. Ha Da berbisik mengajak Man So pulang sekarang. Tapi rupanya Ha Da masih belum puas bermain. Ia melempari Man So lagi kemudian berlari. Man So berniat mengejarnya tapi malah terpeleset. Ia berpegangan pada Ha Da tapi malah membuat mereka berdua terjatuh dengan posisi Ha Da yang berada di atas. Mereka terpaku sesaat. Sampai akhirnya Ha Da melepaskan sarung tangannya dan membersihkan rambut Man So sambil  mengatakan kalo Man So berubah menjadi manusia salju. Ha Da memanggil Man So. Ia bertanya kenapa badannya begitu panas? Ha Da meraba wajah Man So. Ia rasa Man So demam. Man So merasa dia baik-baik aja. Man So bangkit. Ia baik-baik aja. Man So berjalan pulang. Ha Da pikir Man So nggak baik-baik aja. Apa Man So yakin kalo dia... Man So berjalan dengan sangat cepat meninggalkan Ha Da di belakang. Ia merasa Man So harus ke rumah sakit. Ha Da mengejar Man So. 


Mereka udah sampai rumah. Ha Da masih mencemaskan Man So tapi Man So benar-benar merasa kalo dia baik-baik aja. Cha Da keluar. Ia bertanya kenapa kakaknya nggak menjawab telponnya? Ha Da nanya kenapa? Cha Da mengatakan kalo dia menemukannya. Alamat dari pemilik rumah. 


Man So menunggu di kamar sementara Ha Da bicara dengan adiknya. Ha Da bertanya apakah adiknya telah mencarinya dengan teliti? Cha Da mengiyakannya. Ia bahkan udah memastikannya dengan pusat kependudukan di sana. Alamatnya benar tapi mereka nggak bisa mengkonfirmasi apakah dia masih hidup disana atau enggak. Karena dia nggak bisa dihubungi, artinya dia nggak tinggal disana. Ha Da nanya lalu gimana? Cha Da memberi kemungkinan kalo dia bisa aja tinggal di luar negeri. Atau...udah meninggal. Man So mendengarkannya dari kamar. Ia menangis. 


Ha Da menghampiri Man So dan duduk disampingnya. Ha Da bertanya apakah Man So baik-baik aja? Man So menoleh melihat Ha Da. Tentu dia baik-baik aja. Maksud Ha Da nggak gitu, maksudnya Yoo Shin Yeong. Man So bilang kalo ia mencoba untuk baik-baik aja sambil tersenyum perih. Ha Da mencoba untuk menghibur Man So. Orang bilang kalo nggak ada kabar adalah berita bagus. Ha Da juga nggak tahu, sih, apa perkataan itu cocok untuk situasi sekarang ini apa enggak, tetapi... Man So tersenyum dan hal itu juga membuat Ha Da ikut tersenyum. 


Ha Da bertanya pada Man So apa yang ia lakukan ketika ia merasa murung? Kalo Ha Da sih pergi makan. Kebanyakan pria minum minuman keras atau... menyanyi. Apa Man So bagus dalam menyanyi? Man So menjawab kalo dia nggak terlalu bagus. Eun Suk yang bagus dalam menyanyi. Man So suka mendengarkan. 


Ha Da membawa Man So ke cafe tempat ayahnya sering datangi. Man So kagum melihat tempat itu masih ada. Ia kira mereka semua  pergi. Ha Da mengatakan kalo kadang-kadang ada suatu hal tertinggal. 


Ha Da dan Man So udah duduk di dalam cafe. Ha Da mengatakan kalo terasa aneh mengetahui bahwa disana ibu dan ayahnya pertama kali bertemu. Ha Da menanyakan apakah Man So sering datang ke cafe ini? Man So mengaku sering datang kesana untuk belajar bagaimana cara bernyanyi dari Eun Suk. Man So mencoba datang dengan Shin Yeong, tapi ia nggak bisa datang. Nggak sekalipun. 


Ha Da bertanya bagaimana ia dan Shin Yeong ketemu. Man So tersenyum mengingatnya. Kala itu Man So pergi ke rumah sakut setelah jatuh dari tangga ketika menggambar papan reklame, dan Shin Yeong ada disana. Apa Man So jatuh cinta pada pandangan pertama? Man So kira begitu. Tapi ia nggak pernah kepikiran kalo akan berakhir seperti ini. Pertama kali Man So pikir bahwa ia perlu ketemu dengannya. Bahwa Man So merasa perlu memberitahunya berapa lama ia akan menantinya. Tapi sekarang... Man So udah merasa bersyukur bisa mengetahui bahwa dia masih hidu. Karena memang itulah yang ia harapkan. 


Man So meneguk minumannya. Ha Da terpaku menatapnya. Man So bertanya padanya, apakah sekarang Ha Da percaya pada apa yang ia katakan? Ha Da menjawab enggak. Kalo dia percaya, maka cerita irang tuanya menjadi sebuah kebohongan. 


Ha Da tersenyum. Kali ini ia akan menggambar Man So. Ha Da menggambar di kaca. Tapi yang ia gambar adalah manusia salju. Man So bertanya mungkinkah itu dia? Ha Da membenarkan. Oh... Ha Da mengkoreksi maksudnya sebelumnya Man So terlihat seperti manusia salju. Itu adalah manusia salju. Man So tersenyum. Ha Da merasa seharusnya itu mudah untuk dilihat karena cahaya. 


Man So menggenggam tangan Ha Da yang lagi pegang spidol. Ia mengarahkannya untuk memperbaikinya. Perlahan, sekali lagi. Ha Da nggak melihat gambarnya tapi malah ngelihatin Man So mulu. Sambil menggambar Man So mengatakan kalo dia berharap ada seseorang seperti Ha Da disisi Shin Yeong. Ha Da nanya kenapa? Ha Da percaya padanya dan mendengarkannya, nggak peduli betapa anehnya hal yang ia katakan. Man So merasa lebih baik jika ia bersama dengan Ha Da. Udah selesai. 


Man So tersenyum melihat hasil gambarnya. Ha Da mengklaim kalo dialah yang menggambar itu. Man So bilang oke. Tapi kemudian dia tersenyum. Ha Da mengkoreksi. Maksudnya ia yang menggambar dasarnya. Man So bertanya apakah Ha Da ingin menggambar sesuatu yang lain? Ha Da mengangguk. 


Man So kembali menggenggam tangan Ha Da. Ha Da bertanya kapan Man So belajar bagaimana cara menggambar? Man So ngasih tahu ketika ia berumur 20 tahun. Pertama, ia dulu membersihkan sepatu di depan bioskop. Jadi secara kebetulan, ia ketemu dengan pemiliknya. Ia menjadi pelukis papan reklame. Ha Da bertanya apa yang dilakukan Man So sebelum itu? Man So melakukan apa yang ia bisa. Ia mengantar jajangmyeon dan menjual koran. Tapi kenapa? Karena Ha Da merasa penasaran. Tentangnya. Tangan Man So terhenti. Ia menatap wajah Ha Da. 


Man So menunggui Eun Suk di rumah sakit sambil melukis. Man So menceritakan kalo kefai teh itu masih di sana. Eun Suk menyebutkan kedai teh Mawar. Man So membenarkan. Sangat mirip dengan yang dulu tapi udah nggak sama. Eun Suk nggak ada disana. Dan dirinya juga bukan Man So yang dahulu. Eun suk mengangguk. Ia melihat apa yang Man So lukis. Sekarang Man So melihat, ia merasa sepertinya ia akan memikirkan Ha Da. 


Ha Da bekerja di Bank tapi malah melamun mulu. Rekannya memanggilnya dan mengetuk meja. Ha Da segera tersadar dan melepas earphone-nya. Temannya bertanya apa Ha Da mau keluar Negeri? Ha Da bilang enggak. Ia hanya melihat-lihat aja. Teman Ha Da merasa kakinya pegal. Ia mengangkat kakinya di atas meja. Ia membenarkan. Ha Da perlu pergi saat ia satu tahun lebih muda. Lihatlah dia, dia bahkan nggak bisa ke toilet. Ha Da tersenyum. Ia teringat kenangannya bersama Man So. Ingat semua yang oernah dikatakan oleh Man So.

"Aku harus menemukan Shin Yeongku.  Siapakah dia? Orang yang kucintai. Berarti Shin Yeong terselamatkan saat hatiku membeku. Kenyataan bahwa kami saling mencintai nggak hilang". 

Ha Da bertanya pada rekannya, nona sekretaris. Gimana rasanya sangat mencintai seseorang setengah mati? Rekan Ha Da tertawa. Menurutnya nggak ada yang seperti itu. Ia menikahi suaminya yang ia cintai setengah mati. Ha Da pikir orang yang menerima cinta seperti itu pasti bahagia. Ha Da terus ingin melarikan diri tapi nggak bisa melakukannya. Rwkan Ha Da mengatakan kalo ia aneh hari ini. Ha Da membenarkan. 


Seorang pria masuk ke studio foto (kayaknya dia adalah direktur seni yang mempekerjakan Man So di maa lalu). Pemiliknya mengatakan kalo gambar orang itu dari masa lampau. Ia nggak tahu apa hubungan mereka tapi mereka ingin mengetahui... Pria itu lalu keluar dan berlari. 


Man So melukis dengan di temani Eun Suk di sebelahnya. Eun Suk mengatakan kalo Man So menggunakan semuanya. Man So membenarkan tanpa mengalihkan matanya dari gambarnya. Man So bertanya bagaimana kabarnya Eun Suk. Apakah ia nerasa lebih nyaman melupakan semuanya dan hidup? Eun Suk agak kebingungan. Yangbpaling penting...ia udah melupakannya. Yang terpenting... Eun Suk nggak bisa mengingatnya. Th..ah.  Man So menepuk pundak Eun Suk. Man So mengangkat telpon. Ia bertanya pada orang yang di seberang, siapa yang baru aja dia katakan? 


Man So pergi menemui orang yang menelponnya. Orang itu adalah direktur seni. Man So ingat apa yang direktur seni pernah katakan dulu.

"Kalo seorang pelukis nggak bisa melukis dengan baik, apakah kau berpikir kau bisa mencari nafkah?"

Man So melangkah mendekat. Man So membungkuk memberi hormat. Direktur seni melihatnya. Ia nyuruh Man So duduk. Man So pun duduk. Nggak dingin tapi sangat buruk di siang hari. Direktur mengatakan kalo sangat menyenangkan melukis orang-orang selagi mereka hidup juga. 


Direktur kehabisan cat ia mau ngambil tapi keduluan sama Man So. Direktur bertanya apakah Ia adalah putranya Man So? Apa? Itu yang dikatakan wanita (Ha Da) yang bicara padanya. Man So membenarkan, ia adalah putranya. Man So bertanya direktur baik-baik aja selama ini, kan. Direktur mengaku melalui bebetapa hal dan hidup sebaik yang lainnya ia pikir. Man So bertanya kapan pemakamannya? Direktur menjawab udah 15 tahun. Ia kadang lupa. Nggak banyak yang menyewa pelukis bilboard juga. 


Man So tiba-tiba merasa sedih. Ia minta maaf karena nggak mengatakan apapun dan hilang waktu itu. Direktur melihat Man So. Man So beralasan kalo itu yang ayahnya minta padanya untuk di beritahukan padanya. Ayahnya pikir dia pasti khawatir. Direktur tertawa, siapa yang khawatir? Ia hidup mencari nafkah dan memikirkan hal lainnya. 
Direktur meletakkan kuasnya dan berkata sepertinya dia hidup dengan baik. 


Ha Da baru saja kembali dari makan siang bersama rekan-rekannya. Ia masuk ke sebuah toko dan membeli sarung tangan. 


Saat Ha Da kembali kr bank, teman-temannya berkerumun. Ha Da bertanya apa yang terjadi? Rekan Ha Da ngasih tahu kalo mereka akan berekan dengan cabang sebelah. Manajer lewat dan nyuruh semua orang untuk bekerja. Ya udah, mereka semua bubar dan kembali ke posisi masing-masing. 


Ha Da menemui kepala cabang di ruangannya. Ha Da hanya punya 3 bulan lagi sebelum perpanjangan kontraknya. Ha Da membenarkan bukan 3 bulan tapi 2 bulan. Kepala cabang mengatakan kalo Ha Da akan sukses kemanapun ia pergi. Karena Ha Da udah lama nggak bisa bersantai. Kepala cabang nyuruh Ha Da untuk memikirkan ini sebagai liburan selagi mengisi kembali dirinya. Sampai masa kontraknya selesai, Ha Da diminta untuk bekerja dengan tekun sampai akhir. Dan kalo Ha Da memerlukan apapun, ia bisa memberitahunya. Habis itu Ha Da udah mau pergi tapi sebentar kemudian ia mengurungkannya. Ia berbalik dan memanggil kepala cabang. Ha Da dengan berterus terang menanyakan apakah ia di berhentikan karena ia cuti waktu itu? 


Ha Da minum-minum di sebuah kedai. Ia menelpon temannya dan bertanya apakah Aurora di Finlandia sama seperti yang ada di gambar? Kalo Ha Da kesana berarti ia meninggalkan kerja secepat pisau. Bisakah seseorang melihat itu? Ha Da menanggil Mie Moon temannya. Karena dia nggak ada disini jadi Ha Da nggak punya teman minum. Kenapa dia pergi jauh sekali? Ada Jepang, Cina dan banyak negara yang dekat dengan Korea. Kenapa dia ketemu sama pria Finlandia dan bahkan nggak bisa minum alkohol bersama Ha Da? Teman Ha Da bertanya padanya dan memintanya untuk cepat datang. Kalo dia kehilangan kesempatan ini, ia nggak tahu kapan ia dapat visa kerja lagi. Minggu ini? Ha Da nggak menjawab dan hanya meneguk minumannya. Ha Da menghela nafas. Ia juga ingin pergi. Ia ingin pergi dan meninggalkan semuanya. 


Man So menunggu Ha Da pulang. Ia duduk sambil mengingat pertanyaan di rektur seni siang tadi yang menanyakan kenapa Man So mencari Shin Yeong? Apa yang akan ia lakukan? Ia bukan Man So. Tapi seorang pemuda yang datang sekarang. Apa yang akan ia lakukan? 

Man So melihat Ha Da pulang dalam keadaan mabuk dan menghampirinya. Ha Da yang mabuk bertanya pada Man So apa dia baik-baik aja? Man So bertanya alkohol macam apa yang Ha Da minum? Ha Da mengatakan sesuatu yang baik telah terjadi. Ha Da bertanya apa yang dilakukan tuan Man So disana? Man So bilang kalo dia menunggu Ha Da. 



Ha Da mendekat. Man So menunggunya? Man So membenarkan. Kenapa? Ha Da menjelaskan ada duajenis orang yang menunggunya. Orang-orang yang menuntut kerja darinya atau orang-orang yang menginginkan uang darinya. Man So menjawab kalo dia nggak termasuk dari keduanya. Lalu kenapa Man So menunggunaya? Karena Man So merasa khawatir. Ha Da tertawa mendengarnya. Man So khawatir? Ia mengkhawatirkannya? Karena Man So udah mengkhawatirkannya, Ha Da akan memberitahunya sebuah rahasia yang spesial. Ha Da menarik Man So dan membisikinya. Ia mungkin akan berimigrasi. Ha Da tertawa. Ada banyak salju disana. Kapanpun ia melihat salju, ia akan memikirkan Man So. Ha Da akan membuat manusia salju yang mirip seperti Mna So setiap hari. 


Ha Da terus melantur sampai hampir jatuh. Man So merasa nggak bisa membiarkannya dan nyuruh Ha Da naik ke punggungnya. Ha Da menolak. Ia merasa nggak mabuk. Man So nggak peduli da langsung menggendong Ha Da. Ha Da bertanya apakah Man So lelah? Man So mengatakan kalo Ha Da sedikit berat. Ha Da memukul kepala Man So. Ia rasa Man  So sangat kasar. Di saat seperti ini seharusnya Man So bilang kalo dia nggak berat sama sekali. Apa Man So juga seperti ini pada pacarnya? Man So mengatakan kalo dia nggak pernah mabuk dengan ShinYeong. Ini pertama kalinya ia menggendong seseorang. 


Ha Da menarik rambut Man So. Ia bilang Man So seharusnya bersyukur. Berkat Ha Da, ia busa melakukan semua ini. Apanya? Ha Da menariknya lagi dan kali ini lebih kuat. Man So merasa kesakitan. Ia lalu berterima kasih pda Ha Da. Ha Da nyuruh Man So untuk melakukannya dengan baik. Ha Da nggak akan membiarkan Man So menjatuhkannya. Man So mengerti. Tapi ngomong-ngomong, bisa nggak Ha Da melepaskan tangannya dari rambut Man So dan bicara? Seperti yabg Ha Da tahu, ia udah memanjangkannya selama 37 tahun. 

Bersambung...

Komentar :
Ha Da kayaknya frustasi banget ya sama hidupnya. Untung ada Man So yang menghiburnya. 

Tapi gimana nanti dengan Ha Da kalo Man So udah menemukan ShinYeong? Dan kayaknya Man So udah ada perasaan sama Ha Da melihat dari pengakuannya pada Eun Suk saat di rumah sakit.

Dan maaf dah lama nggak melanjutkan ini. Saking lamanya sampai kelupaan masih punya hutang satu episode....😊😊😊 sekali lagi, mianhae!!!

1 komentar: