Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 11 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 12 PART 1

Bona terlihat sangat kalut, mungkin yang sekarang difikirannya adalah ayah atau sahabatnya. Keputusan yang sangat sulit.


Namun akhirnya dia memutuskan sesuatu, dengan yakin dia datang keruangan Tuan Jo dan bersedia untuk ikut naik bersamanya. Tuan Jo tentu senang, kini Bona ada dipihaknya. Tugas pertama Bona adalah Chiwon dan Yoonyi, dia harus menyingkirkan mereka berdua. Kalo ada gosip yang menyebar kalo Chiwon diam-diam tinggal dengan asistennya, kesa bangsawan dan bersihnya akan segera musnah dan perusahaan yang menghargai reputasi tidaka akan mengangkat orang seperti itu jadi wakil presdir. Bona menyanggupi semua itu. *Omooo Bona, kembalilah kejalan yang benar LOL


Disepanjang jalan pulang Yoonyi terus menggerutu tentang bagaimana Dohee memanggil Chiwon dengan panggilan oppa, untuk melampiaskan kekesalannya itu Yoonyi menendang kaleng-kaleng disepanjang jalan, dan langkahnya terhenti saat melihat Chiwon dan Dohee berdua, berdiri berhadapan.

Dohee meminta untuk memulai dari awal lagi, tapi tentu Chiwon menolak, mereka sudah berakhir. Tapi Dohee tidak mau, ikatan cinta mereka telah kembali. Akhirnya Chiwon mengaku jika dirinya sudah berkencan dengan orang lain. Dohee tidak terima itu, tidak ada seorangpung didunia ini yang mengenal Chiwon sebaik dirinya. Karena Chiwon terus menolaknya akhirnya Dohee dengan cepat menciumnya, dia ingin Chiwonnya kembali padanya.


Melihat semua itu tentu Yoonyi sangat syok, dia berlari mendekat untuk menghentikan semua itu. Tapi setelah didekati itu bukan Chiwon dan Dohee, itu orang lain. HAHAHAHHAHAHAHA itu semua hanya imajinasi Yoonyi saja. Sampai orang itu bingung sendiri, Yoonyi langsung minta maaf dan pergi dengan malu. Sepanjang pulang itu Yoonyi masih saja menggerutu tentang datangnya kembali Dohee dikehidupan Chiwon.


Yoonyi pulang, dan dirumah sudah ada Taeyi yang lagi nyemil sama nonton tv, Yoonyi sudah mau marah saja tapi Taeyi dengan keahliannya langsung mengalihkan tentang Chiwon, dia mendengar sesuatu dari temannya tentang Chiwon. HAHAHHAHHAHHAHA Yoonyi yang sekarang fanatic banget sama itu orang tentu saja langsung penasaran dan meminta adiknya itu untuk mengatakan apa yang dia ketahui, tapi bukan Taeyi namanya kalo tidak menjadikan hal ini untuk memanfaatkan kakaknya, dia langsung mengeluh kelaparan.


Demi mendengar cerita Taeyi itu Yoonyi rela memasakan makanan untuk Taeyi, sambil menunggu makanannya matang mereka duduk dimeja makan, Yoonyi berusaha bersikap manis dan meminta Taeyi untuk menceritakannya. 

Taeyi : “Ternyata, dia seperti legenda di unit kami. Benar-benar seorang legenda. Pacarnya, yang seperti seorang model, datang berkuncung setiap minggu dan memberikan makanan.. pada semua dibaraknya.”

Taeyi terus saja memuji-muji tentang mantan Chiwon yang tentu saja membuat Yoonyi yang sedang masa-masa cemburu mengalahkan segalanya itu langsung kesal. Apa lagi Taeyi membanding-bandingkan dirinya dan mantan Chiwon. Tepat saat masakannya matang Yoonyi yang sangat kesal langsung bertindak brutal HAHAHAHAHAHAHA.


Taeyi keluar dari rumah yoonyi dengan ketakutan, dengan kesal dia bertanya-tanya kenapa kakaknya selalu seperti itu padanya, padahal dia tiak tau salahnya dimana.


Chiwon dan Dohee datang kerumah sakit, ternyata Tuan Do sedang dirawat disana. Saat Chiwon datang, Tuan Do sedang tertidur. Dia sedih menatap Tuan Do yang terbaring lemah ditempat tidur.


Kedatangan Chiwon itu membangunkan Tuan Do, melihat ada Chiwon, Tuan Do proter karena putrinya membawa Chiwon kesana. Chiwon yang khawatir jadi marah, kenapa Tuan Do ada dirumah sakit, ada apa sebenarnya. Tuan Do tidak mau Chiwon khawatir, itu bukan apa-apa, mereka (dokter) bilang menemukan sesuatu yang bisa saja jadi kanker. Jadi dia memeriksanya.

Chiwon : “Aku sudah bilang periksalah kesehatanmu setiap tiga bulan sekali! Kumohon berhentilah minum-minum dan merokok juga. Jangan makan-makanan yang asin. Dan.. tolong tidurlah selama 6 jam setiap hari.”

Tuan Do : “Diamlah, memangnya kau istriku apa?”
Chiwon sangat ketakutan harus kehilangan orang terdekatnya lagi, semua orang pergi meninggalkannya jadi dia tidak mau hal itu terjadi lagi.


Chiwon duduk diruang tunggu dan Dohee datang membawakan kopi untuknya. Dohee bertanya pada chiwon apa ayahnya akan baik-baik saja, Chiwon dengan yakin mengatakan kalo tuan Do akan baik-baik saja, itu pasti. 

Dohee : “Rasa takutku berkurang karena.. kau ada disisiku. Aku rasa, inilah baiknya memiliki keluarga. Kau bisa bergantung pada mereka kalau sesuatu yang besar terjadi.”

Chiwon merenungkan itu dan bertanya pada Dohee, “Apa aku pernah jadi orang yang bisa kau andalkan?” dan dengan tersenyum Dohee mengiyakannya, “Tentu saja, hanya saja kau membuat aku merasa kesepian. Tapi tetap saja menyenangkan, bertemu denganmu lagi.”


Mendengar itu Chiwon tersenyum, lalu melihat jam tangannya. Hal itu membuat Dohee bertanya apa ada orang yang menunggu Chiwon namun Chiwon tidak menjawabnya malah menyuruh  Dohee untuk pergi, Dohee pasti masih merasa jetlag, dia yang akan menunggu disana.

Dohee : “Aku pasti benar, kau merubah topic pembicaraan. Siapa? Pacarmu?”
Chiwon mengiyakannya, dan dengan masih terkejut Dohee menjawab, “Aku terluka. Bertemu denganmu seperti ini lagi.. membuat aku menginginkan kau kembali.”
Chiwon : “Dohee-ya.”
Dohee : “Kalau kau memanggil namaku seperti itu, kau akan membuat aku merasa senang. Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak mau memberikanmu pada wanita lain.”
Chiwon menghela nafas, dia hanya menatap Dohee.


Sementara Yoonyi ada diluar rumah, sedang menunggu Chiwon pulang. Dia mencemaskan Chiwon yang tidak pulang juga, apa lagi Yoonyi tau jika Chiwon sedang bersama dengan mantan istrinya. Bahkan Yoonyi sampai kelantai 2, lalu turun lagi dengan kecewa. Yoonyi berjanji tidak akan marah pada Chiwon jika Chiwon pulang saat itu, dia akan menghitung dari 100.


Sedang Chiwon dirumah sakit sedang menatap ponselnya, saat Tuan Do menggeliat dalam tidurnya, dia mendekat membenarkan selimut dan menatap Tuan Do, dia tersenyum pahit, sejak kapan mantan mertuanya itu menjadi tua.


Malam itu Yoonyi tidak tidur sampai pagi, dia terus menunggu Chiwonnya kembali.


Saat mendengar suara pintu depan terbuka Yoonyi langsung berlari keluar, Chiwon sampai terkejut dibuatnya. Yoonyi menatap Chiwon dengan berbagai perasaan, dia lega Chiwon pulang tapi juga marah karena tidak mendengar kabar Chiwon.

Chiwon : “Wah, lihatlah lingkaran hitam itu. Kau benar-benar jadi rakun. Kau tidak tidur?”
Yoonyi : “Bagaimana aku bisa tidur? Kau bilang akan menelpon, tapi kau tidak menelpon. Kau tidak bilang pergi kemana, kau membuat aku gugup seharian. Kenapa kau tidak bisa memakai jarimu yang panjang itu untuk menelponku? Kenapa kau membuat aku gila seperti ini? Dan kenapa mantan istrimu ada dikantor kita? Kenapa kau memeluknya didepan semua orang? Ahh ‘seperti ini sudah biasa bagi kami.’ ‘beginilah gaya amerika,’ begitukah? Aku sampai terkesima. Aku paling benci orang-orang seperti itu. Aku berharap bla bla bla…”


HAHAHAHAHAHAHA Itu pokoknya kalo nggak Chiwon langsung meluk Yoonyi urusannya bakal lebih panjang lagi, bisa-bisa sampai dramanya selesai Yoonyi belum selesai ngomelnya LOL. Tapi Chiwonnya sayang banget sama Yoonyi, dia tau Yoonyi sangat khawatir dan merasa lucu melihat yoonyi yang sedang cemburu.
Yoonyi awalnya terkejut dipeluk kaya gitu, setelah bisa mengendalikan dirinya dia tidak mau dipeluk dan masih ngambek tapi Chiwon tetap minta maaf, dia memang salah.


Pagi hari dirumah sakit, Dohee menyiapkan sarapan untuk ayahnya dan mengobrol ringan, tanpa sengaja dia melihat syal Chiwon yang tertinggal disofa.


Yoonyi dan chiwon tidur diranjang yang sama, saling berhadapan. Chiwon menjelaskan tentang semalam jika dirinya berada dirumah sakit, Chiwon juga menceritakan tentang penyesalannya, Tuan Do selalu bilang dirinya bosan dan meminta Chiwon untuk bermain dengannya tapi Chiwon malah selalu bersenang-senang dengan Yoonyi sampai melupakan Tuan Do. Saat melihat Tuan Do dirumah sakit, Chiwon tidak bisa menghubungi Yoonyi, dia merasa sangat menyesal. Yoonyi tersenyum mendengarkan itu, mulai sekarang sering-seringlah bermain dengan Tuan Do. 1 atau 2 hari dalam seminggu. Yoonyi akan bermurah hati membagi Chiwon bersama Tuan Do. 


Chiwon hanya menatap Yoonyi lalu memegang pipi Yoonyi, dia ingin terus melihat Yoonyi seperti ini, tapi dirinya mengantuk. Yoonyi meminta Chiwon tidur saja, dia akan meninabobokan Chiwon. 
Chiwon : “Setelah aku bangun, aku akan melakukan apapun yang kau mau. Sebagai permintaan maaf.”


Saat ibunya masuk, Gunwoo langsung pura-pura tidur, Jung Ae tau itu. Dia pamit pada Gunwoo untuk berangkat kekantor. Tidak mendapat respon, Jung Ae menambahkan kalo dia sudah membuatkan makanan dan Gunwoo harus memakannya. Dia berjanji akan pulang cepat, apa harus mereka masak daging mala mini.. tapi Gunwoo tidak bereaksi, akhirnya Jung Ae hanya bilang dia akan kembali dengan sedih.


Baru keluar dari rumah, Jung Ae dihubungi Tuan Baek yang memintanya untuk bertemu dengan Hwangbo, ini berhubungan dengan e-sports. Karena hari ini Hwangbo tidak bisa dihubungi dan tidak datang kekantor pula. Oh mungkin ini ‘hari itu’, fikir Tuan baek, dia menjelaskan pada jung Ae ada satu hari dimana Hwangbo akan menghilang. Hanya itu yang ingin Tuan Baek sampaikan.


Dirumahnya, Hwangbo memakai setelas jas sangat rapid an terlihat sangat sendu. Dia terlihat sangat sedih, tidak seperti biasanya.


Sementara Tuan Jo mengintai didepan rumah Yoonyi dengan menyamar, dia sudah membawa kamera untuk menangkap basah mereka berdua.


Sementara didalam rumah Yoonyi, Chiwon yang baru saja bangun tidur dihadapkan dengan alat bersih-bersih rumah, dia fikir Yoonyi akan meminta mereka berkencan berdua, tapi malah bersih-bersih rumah. Tapi bagi Yoonyi itu membosankan, berkencan hanya dilakukan orang baru.

Dan bagaimanapun Chiwon tidak bisa menolak, dia bersih-bersih rumah yoonyi yang sangat kotor, karena kata Yoonyi terakhir dibersihkan kemungkinan musim panas tahun lalu. Sementara Chiwon bersih-bersih, Yoonyi hanya tiduran disofa dan asik nyemil dan bermain ponselnya LOL.


Karena Chiwon sudah bekerja keras maka yoonyi akan memasakan makanan untuknya, Chiwon sudah mau menolak saja karena dia tau bagaimana kualitas masakan yoonyi.

Tapi Yoonyi langsung berlari menuju lemari es, dia menunjukkan bahan makanan, apa Chiwon mau memakan itu. Saat Chiwon melihatnya, tanggal expirednya februari 2004 HAHAHAHAHAHHA jadi yoonyi selama ini memberinya makanan seperti itu, pantas saja rasanya nggak karuan. Bagi Yoonyi itu tidak masalah, buktinya dia masih hidup sampai sekarang. Dan dengan itu Chiwon menolak keras, sebaiknya mereka makan diluar saja.


Hwangbo duduk dirumahnya, dengan didepannya ada meja kecil untuk tempat makanan, serta boneka tangan buatan ibunya. Sepertinya ini hari peringatan kematian ibunya. Dia berbicara dengan udara kosong, seolah itu ibunya yang ada disana, “Kau seharusnya memberikan aku satu foto saja, apa ini? Kurang sekali. Kalau ibu mau makan makanan yang disiapkan menantu ibu, kirimkan padaku gadis yang baik… dari atas sana ditempat ibu berada.”


Setelah beberapa saat Jung Ae datang kerumahnya memberikan berkas dari Tuan Baek. Dia melihat meja sesajen, itu apa si namanya. Aku nggak tau, pokoknya itu. Setelah selesai menandatangani berkasnya, Jung Ae menanyakan apa Hwangbo baik-baik saja…. Mengenai ibunya. Dengan senyum seperti biasanya, Hwangbo mengatakan kalo dia takut ibunya datang dan kelaparan, jadi dia khawatir dan menyiapkan meja kecil. 


Jung Ae membuatkan makanan untuk ibu Hwangbo, dia harap ibu akan menyukainya. Hwangbo hanya bengong saja, setelah sadar dia mengajak Jung Ae makan bersama mereka. Jung Ae akan menolak, tapi akhirnya dia menyetujui itu (untuk menghibur Hwangbo).


Akhirnya mereka makan bersama, dan saat mencicip sup buatan jung Ae, Hwangbo langsung menangis tersedu, sup ini rasanya sangat enak dan itu membuatnya menangis, melihat Hwangbo yang makan dengan lahap, Jung Ae mengingatkannya untuk pelan-pelan nanti dia bisa sakit. Dan Hwangbo malah menangi semakin keras, mungkin dia teringat akan mendiang ibunya. Jung ae ikut sedih melihatnya jadi dia mengusap-usap punggung hwangbo untuk menenangkannya.

Jung Ae : “Kalau anaknya menangis seperti ini, seorang ibu akan merasa patah hati. Jadi, menangislah untuk hari ini saja, dan jadilah kuat lagi besok.”
Hwangbo : “Wang-bi, jangan beritau siapapun.. kalau kau melihat aku menangis.”
Jung Ae : “Baiklah, ini rahasia diantara kita.”


Hwangbo mulai memakan masakan Jung Ae lagi saat Daegi datang, melihat ada Jung Ae jadi dia urung untuk masuk kedalam rumah.

Setelah diluar rumah dia menghubungi seseorang, mengatakan kalo hubungan Jung Ae dan Hwangbo sepertinya mencurigakan dan dia merasa harus mengungkapkannya sekarang. Huhu kayaknya Jung Ae bakal terancam deh, ketauan maksudnya^^


Chiwon dan Yoonyi baru saja makan tapi Yoonyi masih mau membeli bakpao,  katanya itu hanya untuk hidangan penutup saja. 


Diluar mereka menukan bakpao satu sama lain karena mereka membeli dengan rasa berbeda *awww ini manis banget lho, apa lagi untuk yang lagi pacaran kaya mereka.

Yoonyi rasa chiwon tidak pernah melakukan hal seperti ini dengan mantan istrinya, Chiwon membenarkan itu karena mantan istrinya tidak terlalu makan banyak. Dan mendengar itu Yoonyi langsung beralasan kalo dia sebenarnya tidak makan banyak dan bla blab la, tapi Chiwon langsung menyela kalo dia suka dengan gadis yang banyak makan^^ Yoonyi tentu saja senang, tiba-tiba dia tersadar kalo dia lupa membawa ponselnya.


Ponsel Yoonyi tertinggal di sofa dan banyak sekali pesan dari Taeyi yang mengabarkan jika ibu mereka datang, ibu mereka datang karena ada undangan pernikahan jadi dia memperingatkan Yoonyi agar tidak tertangkap saat sedang bersama Chiwon. Dan bukan Taeyi kalo tidak ada maunya, dia meminta Yoonyi memberitau Chiwon kalo dia yang memberitaukan tentang hal ini. HAHAHAHHAHAHAA adek memang gini ya.


Sementara ibu sudah sampai didepan rumah Yoonyi, dia melihat mobil yang mencurigakan. Didalamnya ada Tuan Jo yang ketidura karena menunggui Chiwon. Ibu langsung menanyakan keperluan tuan Jo saat dia sudah bangun.

Ibu : “Kenapa kau mengarahkan kameramu kerumahku? Siapa kau? Apa kau wartawan?”
Tuan Jo : “Bukan.”
Ibu : “Paparazzi?”
Tuan Jo : “Bukan urusanmu, pergi sajalah kau.”
Dan hal itu membuat ibu marah, ibu marah-marah dan malah membuka penyamaran Tuan Jo, ibu akan memanggil polisi jadi Tuan Jo langsung kabur gitu HAHAHAHAHAHA ibu emang juaranya sampai ngejar-ngejar mobil Tuan Jo gitu. 


Chiwon dan yoonyi sampai dirumah, saat masuk kehalaman mereka melihat sudah ada Dohee yang menunggu. Melihat Chiwon dan yoonyi bergandengan dia sedikit bertanya-tanya, tapi Chiwon bertanya terlebih dahulu bagaimana Dohee bisa masuk dan Dohee mengatakan kalo pemilik rumah yang mengijinkannya. 


Dohee datang untuk mengembalikan syal yang tertinggal dirumah sakit. Chiwon mengambilnya tanpa melepaskan gengamannya pada tangan Yoonyi. Saat Chiwon sedikit mendekat kearah Dohee, Yoonyi langsung menariknya mendekat kearahnya. Hal itu membuat Dohee bertanya apa dia pacar Chiwon yang waktu itu pernah bilang, dia langsung mengenalan dirinya dan dibalas hal yang sama oleh Yoonyi. 


Chiwon : “Masuklah, aku akan bicara dengannya diluar dan kembali.”
Saat itu Chiwon melepaskan gengamannya dan Yoonyi memperhatikan hal itu, dia menatap Chiwon dengan sedih, takut..


Saat Chiwon berbalik dan mengajak Dohee untuk pergi, Yoonyi langsung meraih tangannya lagi, “Tidak. Kau bilang akan melakukan apapun yang aku minta hari ini. Tinggallah bersamaku. Aku… aku tidak mau melepaskanmu.”
EPILOG


Dirumah sakit Chiwon mengupaskan buah untuk Tuan Do dan mengobrol.

Tuan Do : “Aku harus sering-sering sakit. Kapan lagi kau akan melakukan hal seperti ini padaku? Manusia memang egois.”
Chiwon : “apa maksudmu?”
Tuan Do : “aku benar-benar berharap.. kau berbahagia. Tapi melihatmu.. dan Dohee duduk berdampingan, aku mulai mendapatkan ide baru.”
Chiwon : “Paman.”
Tuan Do : “Apakah terlalu egois bagiku kalau menginginkanmu.. memanggilku ayah lagi?
Chiwon hanya menatap Tuan Do dengan sedih.

***
Ngeliat ep ini bener-bener rada bosen, Yoonyi cemburunya menurutku berlebihan. Nggak tau juga si apa mungkin harus sekhawatir itu kalo punya pacar kaya Chiwon kali ya HAHAHHAHAHAHA. Dan Tuan Do wajar kalo bersikap seperti itu, dia juga masih seorang ayah yang ingin kebahagiaan untuk putrinya, tapi kok aku malah ngeliatnya Tuan Do lebih sayang ke Chiwon daripada ke Dohee ya HAHAHAHAHAHAHA aneh juga. 

Ep ini banyak sedihnya, tapi konfliknya lemah banget, kurang greget. Jung Ae sama Hwangbo sih masih samar, aku belum ngeliat chemistry mereka.. masih kaya ibu sama anak. Padahal kasian tau Gunwoo, dia butuh ibunya perhatian eh malah ibunya paling nggak bisa kalo menolak permintaan bosnya daripada anaknya sendiri. Aku pengen ngeliat Gunwoo sama ibunya akur gitu, manislah kaya ibu sama anak.

Oh iya, yang belum konfirmasi masalah event kemarin segera konfrim ya, chat aku di no Wa yang waktu itu, aku tunggu…

Terimakasih untuk yang sudah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak. Jangan hanya karena sesuatu jadi sesuatu ya^^

7 komentar

Smg g telat updatenya bak... dtggu sll.

Ya ampyun...moga2 chiwon g nglepasin yonyi....kalo sampe dya milih ikut doheee...awas aja...ane jewerrrr....g rela..sering nih adegan kaya gini..milih ngorbanin cinta sendiri demi nemenin orang yg sakit...paling pegel ane liat itu

Ngeliat yoonyi cemburu kayak gini jadi berasa gimana ya...terlalu berlebihan,, baru juga jadian. Terlalu over kadar cemburunya, lagian chiwon jg udah jelasin kondisi Tuan Do yg lagi sakit. Cemburu boleh, tp ndak perlu berlebihan lah... Liat Sikon juga, hehehe

Wajar sih klo Yoon yi cemburu. Tp gak suka bgt krn Yoon yi gak suka masak dan kesannya bkn calon istri yg baik, malah lebih suka sama pasangan jung ae dan hwang bo. Walau blm ada chemistry tp hwangbo sdh menangis depan jung ae itu sweet bgt.

Wajar sih klo Yoon yi cemburu. Tp gak suka bgt krn Yoon yi gak suka masak dan kesannya bkn calon istri yg baik, malah lebih suka sama pasangan jung ae dan hwang bo. Walau blm ada chemistry tp hwangbo sdh menangis depan jung ae itu sweet bgt.

Oh my good bahan makanannya udah kadarluarsa apa gak sakit tubuh kalau memakanannya pantasan ja chiwon gak bisa memakannya. Alih2 irit biaya hidup malah tambah penyakit.

Oh my good bahan makanannya udah kadarluarsa apa gak sakit tubuh kalau memakanannya pantasan ja chiwon gak bisa memakannya. Alih2 irit biaya hidup malah tambah penyakit.