Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 12 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 12 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 12 PART 3

Yoon Yi tidak jadi masuk ke dalam rumah, karena ia kembali mendengar suara decitan pintu gerbang. Kemudian ia melihat sosok Chi Won berjalan ke arahnya.


Yoon Yi tersenyum lega sekaligus bahagia.


Chi Won mengulurkan tangannya, dan Yoon Yi dengan senang hati menggenggam tangan Chi Won.


“Tidak, kunciku,” kata Chi Won. Ternyata Yoon Yi salah sangka. Dia jadi malu sendiri.


Bukannya melepaskan tangan Yoon Yi, Chi Won malah menariknya semakin dekat. Yoon Yi bertanya kenapa Chi Won pergi lama sekali.


Chi Won: “Kau tadi keren sekali.”
Yoon Yi: “Apa?”
Chi Won: “Kau memegang tanganku dan bilang tidak akan melepasnkanku.”
Yoon Yi: “Apa aku membuat jantungmu berdebar?”
Chi Won: “Itu seperti aku pemeran wanita di drama.”


Yoon Yi kemudian memberatkan suaranya seolah dia seorang pria dan menepuk bahu Chi Won. “Chi Won, percayalah padaku,” kata Yoon Yi.


Yoon Yi mencari rumah sewa, namun semuanya sangat mahal. Chi Won datang dan bertanya apa yang sedang Yoon Yi lakukan. Yoon Yi bercerita kalau ibunya akan menjual salon lalu akan tinggal bersamanya. Jadi ia harus mencari tempat tinggal baru.


Yoon Yi: “Kalau kau pindah, aku juga harus pindah. Kita tidak bisa berpisah”
Chi Won: “Aku tidak berencana untuk tinggal serumah denganmu.”
Yoon Yi: “Apa maksudmu? Aku hanya akan mencari kamar yang dekat denganmu.”


Chi Won menggodanya, lalu mengajaknya sarapan bersama, tapi Yoon Yi harus pergi lebih dulu.


Dan ternyata ada yang mendengar pembicaraan mereka. “Tinggal serumah?Apa mereka berdua.. Ah...” kata Pak Park.


Tuan Jo sangat kesal, karena ia gagal mendapatkan foto Chi Won dan Yoon Yi. Ia menyayangkan harga kameranya yang mahal, tapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Ia lalu memanggil Bo Na masuk.


Tuan Jo: “Hei, mata biru, bibir merah, dandanan tebal, dan bicaranya kasar. Apa itu ibunya Yoon Yi?”
Bo Na: “Ya. Bagaimana kau tahu?”
Tuan Jo: “Ya aku tahu. Aku tidak bisa akrab dengan wanita dari keluarga itu.”


Bo Na bertanya apakah Tuan Jo gagal mendapatkan fotonya. Tuan Jo bilang mereka tidak juga keluar dari rumah. Bo Na kemudian menawarkan diri untuk mendapatkan fotonya.


Tuan Jo tentu sangat senang mendengarnya. “Tentu saja, kau temannya. Mudah bagimu untuk menusuknya dari belakang.” Ia lalu tertawa dengan sangat lebar. “Kau harus melakukannya.”


Bo Na kembali ke mejanya dan memikirkan bagaimana caranya mendapatkan foto mereka. Ia lalu mengirim pesan dan mengajak sahabat-sahabatnya makan siang bersama.


Semua orang setuju untuk ikut makan siang bersama.


Di cafe, Bo Na dan Yoon Yi terlihat canggung. Untuk memperbaiki keadaan, Yoon Yi memberikan strawberry miliknya pada Bo Na yang memang menyukainya. Bo Na kemudian bertanya kenapa Jung Ae terlihat kurus.


Jung Ae: “Tuan Hwangbo melakukan perjalanan bisnis, jadi banyak sekali yang harus disiapkan.”
Yoon Yi: “Unnie, aku akan membantumu.”
Jung Ae: “Tidak, akuakan berusaha dulu.”
Kyung Rae: “Oh.. dengan kepercayaan diri, fighting!”


Bo Na memanfaatkan kesempatan itu untuk mematikan ponselnya. Ia lalu meminjam ponsel Yoon Yi dengan alasan harus menelepon agensi. Yoon Yi dengan senang hati meminjamkannya. “Apa kau bekerja lagi?” tanya Kyung Rae. Tapi Bo Na tidak menjawab.


Bo Na lalu pergi  ke toilet dan memilih beberapa foto untuk dikirimkan ke nomornya sendiri. Bo Na tega bangeeeet..


Jung Ae menerima telepon dari Daegi yang mengajaknya bertemu, namun ia dilarang memberitahukannya pada Hwangbo. “Aku harus tahu dulu kenapa kau mengajakku bertemu, lagipula aku tidak mau menyimpan rahasia dari atasanku. Kalau kau benar-benar ingin bertemu, datanglah ke kantorku. Aku tutup teleponnya,”kata Jung Ae.


Daegi kesal. Ia lalu mengeluarkan sebuah dokumen. “Aku ingin membuatnya mudah, tapi kau malah mempersulitnya.”


Hwangbo kagum dengan semua persiapan yang dilakukan Jung Ae. “Wang Mi Ae, kau kelihatan seperti asisten sejati sekarang. Apa kau ingat bencana print 1000 lembar?Aku dulu khawatir, apakah aku harus mencari asisten yang ke-90 atau tidak.”


Jung Ae merasa malu, tapi ia berjanji akan berusaha keras.


Belatung Menyebalkan menelepon Hwang Bo. Tapi karena Hwang Bo tidak mau mendengar omelannya, dia menolak telepon itu. Lalu mengajak Jung Ae untuk memulai rapat.


Hwangbo memulai rapat dengan memberitahukan rencana perjalanan dinasnya ke Hongkong dan bertanya apakah Chi Won mau ikut.


Sementara Hwangbo dan Chi Won saling bicara, Pak Park terus memandang Chi Won dan Yoon Yi bergantian. Pak Park masih diam saja ketika Chi Won menyebut namanya.


Tangan Pak Park terus bergerak menuliskan kata ‘tinggal serumah’.


Chi Won memanggil namanya lagi. “Apa? Tinggal serumah,” kata Pak Park.


Tuan Jo tertawa seperti orang gila saat menerima foto Chi Won dan Yoon Yi yang ia dapatkan dari Bo Na. “Yaay, mereka jelas-jelas berpacaran. Mereka juga punya gantungan kunci yang sama. Ini bukti kalau mereka tinggal serumah,” katanya.


Bo Na: “Apa yang akan kau lakukan sekarang?”
Tuan Jo: “Saatnya memulai permainan. Bo Na, siapkan dokumen untukku.”
Bo Na: “Dokumen?”


Yoon Yi menerima telepon dari Bo Na, “Ya.. baiklah..”


Yoon Yi kemudian masuk ke ruangan Chi Won dan memberitahukan bahwa akan dilaksanakan rapat darurat. Yoon Yi menambahkan karena Tuan Do sebagai wakil presdir tidak ada, maka yang akan memimpin rapat adalah Tuan Jo.


Bo Na membagikan salinan dokumen, sedangkan Tuan Jo mulai membahas bahwa skandal seks perusahaan, pelanggaran kode etik pemimpin seharusnya tidak terjadi di kantor mereka.


Selama rapat, Tuan Jo terus saja memandang Chi Won. Ia bicara lagi, lalu melihat ke Chi Won lagi. Begitu saja seterusnya.


Hwangbo: “Dia mengadakan rapat darurat untuk itu saja?”
Chi Won: “Dia pasti suka mengendalikan.”


Jung Ae: “Menurutmu bukankah Tuan Jo terus saja melihatmu dan Tuan Nam?”
Yoon Yi: “Ya.”
Flashback..


Yoon Yi mengingat saat Tuan Jo memergokinya sedang berada di sebuah restoran. Tuan Jo memuji Yoon Yi yang bertambah cantik dan menduga kalau Yoon Yi sedang berkencan.


“Tidak mungkin. Itu mustahil,” gumam Yoon Yi. Teleponnya berdering dan ia mengangkatnya. Ia kemudian masuk ke ruangan Chi Won.


Chi Won mengatakan bahwa dia akan pergi ke rumah sakit dulu. Yoon Yi juga izin pulang cepat karena harus mampir ke suatu tempat. Chi Won menawarkan diri untuk mengantarnya, tapi Yoon Yi menolak.


Di rumah sakit, Chi Won membantu Tuan Do mencukur jenggotnya. Tuan Do merasakan dimanjakan di usia tuanya. Tuan Do lalu meminta Chi Won agar tidka lagi memikirkan keinginannya yang berharap dapat menjadi ayah mertua Chi Won lagi.


“Jangan pikirkan Do Hee juga. Pikirkan saja dirimu sendiri. Kau harus hidup sesuai keinginanmu,” kata Tuan Do. Chi Won mengalihkan pembicaraan.


Chi Won: “Sejak kapan ubanmu begitu banyak? Mau aku semirkan?”
Tuan Do: “Kenapa kau tidak membuka salon saja?”
Mereka lalu tertawa bersama. Lalu Chi Won melanjutkan lagi mencukurnya.


Ternyata Yoon Yi menemui Do Hee. Do Hee baru tahu kalau Yoon Yi adalah asisten Chi Won dan merasa terkejut karena Chi Won bukanlah tipe orang yang membutuhkan asisten atau juga berpacaran.


Yoon Yi menambahkan bahkan Chi Won pindah ke rumah asistennya dan itu adalah takdir. Do Hee menanyakan sudah berapa lama mereka berpacaran. 


Yoon Yi: “Kenapa itu penting bagimu?”
Do Hee: “Itu senjataku. Aku mengenal oppa selama lebih kurang 20 tahun, dan hidup bersamanya selama dua tahun.”


Selesai mencukur jenggot Tuan Do, Chi Won menelepon Yoon Yi.


Yoon Yi mengangkatnya dengan ragu dan berkata bahwa dia sedang tidak bisa bicara dan akan menelepon Chi Won lagi nanti.


Chi Won kemudian bertanya pada Tuan Do, mengapa Do Hee belum juga kembali. Tuan Do tidak tahu kemana Do Hee pergi. 


“Ya. Aku? Aku sedang bersama asisten oppa,” kata Do Hee menjawab teleponnya. Yoon Yi terkejut mendengar dirinya disebut. “Dimana? Kami ada di...”


Chi Won buru-buru pergi.


Do Hee: “Kami tidak punya rahasia. Kami selalu seperti itu. Dia benci orang yang berbohong dan melakukan sesuatu di belakangnya.”
Yoon Yi: “Jadi? Apa itu yang ingin kau katakan padaku?”
Do Hee: “Aku mengenal oppa dengan baik. Dia mungkin terlihat dingin, tapi jika kau memaksanya, dia akan terbuka. Butuh waktu lama untuk melakukannya. Aku berusaha keras, dan pada akhirnya dia tidak terbuka pada siapapun.”


Chi Won mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ketika dia sampai di cafe, Yoon Yi sudah tidak ada.


Chi Won mengatakan bahwa ia tidak menyesal telah menikah dengan Do Hee. Ia meminta maaf karena membuat Do Hee merasa kesepian selama itu. Dia juga mengucapkan terima kasih karena Do Hee sudah menjaga orang seperti dirinya.


Do Hee: “Oppa..”
Chi Won: “Tapi.. hanya itu yang aku rasakan terhadapmu.”
Do Hee: “Bagaimana perasaanmu pada wanita itu?”
Chi Won: “Aku merasa takut kalau dia akan meninggalkan aku. Kalau aku harus melepaskannya, itu membuatku takut.”


Chi Won mengingatkan bahwa saat menikah dulu, Do Hee pernah mengatakan ‘ayo bahagia bersama-sama. “Tapi.. Sekarang masri kita hidup dengan bahagia secara terpisah,” kata chi Won.


“Aku tidak percaya oppa mengatakan ini. Wanita itu benar-benar luar biasa.”


Flashback..
Yoon Yi bilang bahwa pemikiran Do Hee dan dirinya berbeda. “Betapa kerasnya kau berusaha selama 22 tahun, itu tidakada hubungannya denganku. Kau menyerah pada Pak Nam, tapi aku tidak akan menyerah padanya. Kau berusaha mengubah Pak Nam. Tapi aku, tidak mau melakukan itu. Aku mencintai Nam Chi Won, dengan semua luka yang dimilikinya.”


Chi Won pulang ke rumah. Ia ingin mengetuk pintu rumah Yoon Yi, tetapi tidak jadi. Ia naik ke kamarnya di lantai 2.


Chi Won terkejut, karena Yoon Yi ternyata sudah ada di atas dan menunggunya. Ia langsung memeluknya.


Di dalam kamar, Yoon Yi membuka dasi Chi Won, lalu mereka berciuman. Yoon Yi melepaskan kacamata Chi Won. Chi Won lalu menciumnya lagi, lalu berusaha membuka jaket Yoon Yi, tetapi resletingnya macet. Ia terus berusaha.


“Sunbaenim,” panggil seorang pria dari luar. Mereka panik.

1 komentar:

Huwa...huwa...yonyiii...anda keren sekali...suka banget ma karakter cewek yg g goyah walau dhantam ama mantannya pacar...perjuangkan cintamu...semangat