Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 12 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 12 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 13 PART 1

Chi Won merapikan dirinya, lalu membuka pintu. Dan ternyata yang adalah Tae Yi. Chi Won menutup pintunya lagi, tapi kemudian Tae Yo berkata, “Kau membutuhkan aku jika ingin memenangkan hati ibuku.”


Yoon Yi bertanya kapan Tae Yi akan pergi. “Apa kau sudah mau menginap?” tanya Tae Yi. Yoon Yi ingin memukul adiknya, tapi Chi Won menenangkannya. Ia lalu menanyakan tujuan yang sebenarnya Tae Yi datang menemuinya.


Tae Yi lalu mengeluarkan sebuah amplop dan meminta Chi Won memberikannya pekerjaan. Chi Won mengambil amplop itu, lalu menyobeknya. Ia bilang Tae Yi tidak bisa mendapatkan pekerjaan melalui koneksi. Tae Yi hampir menangis.


Keesokan harinya, Yoon Yi terbangun lebih dulu. Yoon Yi lalu membaringkan tubuhnya di samping Chi Won. Ia melakukannya dengan hati-hati, karena Tae Yi juga masih ada disana. Ia kemudian mengecup pipi Chi Won.


Yoon Yi mengecek ponselnya yang berbunyi, lalu melihat beberapa foto kebersamaannya dengan Chi Won. Ia mengingat saat tuduhan yang menimpanya dulu.


Di kantor, Yoon Yi merasa lega karena tidak melihat berita di internet  tentang dirinya dan Chi Won. Ia juga mengecek di ‘Gosip Asisten’, dan tidak menemukan apapun disana. 


Dalam rapat, Yoon Yi terus melamun dan Chi Won menyadari itu.


Jung Ae pergi keluar ruangan untuk mengangkat ponselnya. Pak Baek yang baru saja keluar dari ruangan Hwango memberitahukan bahwa rencana makan malam dibatalkan, karena mereka semua harus lembur.


Para karyawan mengeluh. Ada yang punya rencana kencan buta, ada yang sedang merasa tidak sehat, dan ada yang terang-terangan mengatakan bahwa ia merindukan hari dimana Hwangbo hanya menghabiskan waktunya untuk makan. Mereka heran kenapa Hwangbo jadi berubah seperti itu.


Seseorang menyadari bahwa Hwangbo berubah sejak kedatangan Jung Ae. “Tapi dimana Mi Ae?” tanya Pak Baek.


Jung Ae ternyata menerima telepon dari Ibu Guru Gunwoo yang mengabarkan kalau Gunwoo mengalami kecelakaan. Ibu Guru mengatakan bahwa kemungkinan Gunwoo pergi bersama anak-anak nakal dan jatuh dari motor. Jung Ae berlari dengan panik untuk mengambil jaket dan tasnya.


Jung Ae sudah bersiap pergi, tapi bertepatan dengan Hwangbo yang keluar ruangan dan berteriak bahwa dia akan mentraktir makan mereka semua. Semua orang merasa senang, kecuali Jung Ae. Ia tetap akan pergi. Hwangbo berkata akan mengantarnya, lalu langsun menyusulnya.


Para karyawan kebingungan. Jika Hwangbo pergi, maka mereka tidak jadi ditraktir makan. “Baiklah! Pak Gong yang traktir,” kata Pak Park.


“Dan Pak Baek juga mentraktir!” kata Gye Young. Semua orang kembali senang. Pak Baek menolak, karena ia juga ingin ditraktir Pak Gong.


Dalam perjalanan, Jung Ae terus menangis. Hwangbo berusaha menenangkannya dengan berkata bahwa Gunwoo pasti baik-baik saja. Hwangbo juga bilang saat dia seumuran Gunwoo ia juga nakal. “Ini semua salahku. Aku kurang memperhatikannya. Ini semua salahku,” isak Jung Ae,


“Tidak. Kau bibi terbaik di dunia. Orang-orang akan berpikir kalau kau ibunya. Kau bukan ibunya kan?” tanya Hwangbo. Jung Ae tidak menjawab.


Ketika sampai, Jung Ae mengucapkan terima kasih dan langsung berlari ke dalam sekolah. Hwangbo berteriak bahwa dia akan menunggu Jung Ae, tapi sepertinya Jung Ae tidak mendengarnya.


Gunwoo tidak mau mendengarkan ibunya, lalu pergi meninggalkannya. Jung Ae menangis. Hwangbo melihatnya dari dalam mobil, lalu turun menghampiri Jung Ae.


Jung Ae menangis dengan kencang. “Tidak apa-apa. Kau akan baik-baik saja,” kata Hwangbo berusaha menenangkan Jung Ae. “Jangan menangis. Kau menyuruhku agar tidak menangis. Tapi kau malah menangis sedih.” Hwangbo lalu memberikan sapu tangannya.


“Berhentilah menangis,” kata Hwangbo dan Jung Ae menganggukkan kepalanya, tapi tetap saja dia menangis. Hwangbo kemudian menepuk-nepuk bahu Jung Ae.


Perhatian Yoon Yi terus tertuju pada ponselnya untuk mengecek tentang berita tentang dirinya dan bergumam bahwa tidak ada apa-apa. Ia tidak sadar bahwa ada Tuan Jo di belakangnya. “Apa yang tidak ada?” tanya Tuan Jo mengagetkan Yoon Yi.


Yoon Yi: “Apa kau mengaktifkan mata-matamu lagi?”
Tuan Jo: “Apa maksudmu?”
Yoon Yi: “Apa intelmu mendapatkan apa yang kau inginkan?”
Tuan Jo: “Intel apa? Coba lihat ponselmu. Biar kulihat apa yang kau bicarakan.”


Yoon Yi bertanya apakah mata-mata Tuan Jo ada di departemennya. Tapi Tuan Jo bersikap seolah dia tidak mengerti apa yang Yoon Yi bicarakan. “Apapun yang kau lakukan, aku tidak akan tinggal diam,” kata Yoon Yi lalu pamit pergi.


“Sepertinya ada orang berkuasa yang mendukungmu,” kata Tuan Jo lalu pintu lift tertutup. Yoon Yi jadi semakin khawatir.


Di kantor, Yoon Yi memperhatikan semua pegawai yang ada disana. Dan mulai menganalisinya satu persatu. “Apakah mungkin...”


“Pak Baek yang mau kabur dari Pak Hwangbo. Dan meminta bantuan orang lain?”


“Atau Gye Young yang memiliki cita-cita menabung sampai 100.000 dollar? Jangan-jangan dia bisa disuap dengan uang?”


“Pan Mi yang menulis novel internet pada jam kerja. Mungkin itu bukan novel, tapi laporan pengawasan?”


“Ah, tidak mungkin,” kata Yoon Yi pada dirinya sendiri. Ia kembali memperhatikan pegawai lainnya. “Tidak mungkin, tidak mungkin. Pasti bukan dari departemen kami. Kalau begitu siapa? Tidak ada yang tahu tentang kami” Lalu Changsoo datang.


Yoon Yi: “Apa itu kau?”
Changsoo: “Ya, itu aku. Aku memakan catatan yang ada tanda ciumanku, aku memakannya. Jadi kau bisa tersenyum sekarang.”
Yoon Yi: “Apa?”
Changsoo: “Hei, Pak Nam? Dia tidak bisa melindungimu. Aku yang akan melindungimu.”


Changsoo lalu mulai bernyanyi untuk Yoon Yi dengan penuh penghayatan.


Chi Won keluar dari ruangannya. Melihat Changsoo berada dekat dengan Yoon Yi, Chi Won lalu membawanya pergi menjauh. “Perutmu bisa sakit karena memakan kertas. Pergilah ke rumah sakit,” kata Chi Won sambil mendorong Changsoo. Chi Won lalu berkata pada Yoon Yi bahwa dia akan pergi ke ruangan wakil presdir.


Dalam perjalanan pulang, Hwangbo merasa heran kenapa Jung Ae bisa menangis seperti itu karena keponakannya. Dan ternyata ponsel Jung Ae yang ternyata tertinggal di mobil Hwangbo berdering.


“Adik? Mi Ae?” tanya Hwangbo. Ia lalu akan menekan tombol terima.


Di kantor wakil presdir, Tuan Jo berbasa-basi mengatakan bahwa Tuan Do tampak hebat setelah pergi liburan. Hanya Chi Won yang tahu, kalau Tuan Do menjalankan pemeriksaan di rumah sakit. Chi Won meminta mereka segera mulai bekerja.


Chi Won mengatakan bahwa departemennya akan membuat program bulanan pelapor pelanggaran.  Tuan Jo tampaknya tidak menyukai ide Chi Won dan mengatakan pada Tuan Do bahwa tidak baik jka mereka menyebarkan keburukan mereka sendiri.


Tuan Do mengingatkan kejadian kerusakan perangkat TV YB elektronik yang dilakukan Tuan Jo sebelumnya. Dan harusnya Tuan Jo merasa berhutang pada Chi Won karena mengetahuinya lebih dulu.


Tuan Jo: “Ya benar.”
Tuan Do: “Jadi, kenapa kau tidak mendukungnya dalam proyek yang diusulkan departemen video?”


Tuan Jo: “Kau bersikeras menghunus pisau ke kulitmu sendiri?”
Chi Won: “Kalau terinfeksi, kita harus membuangnya. Jika tidak, akan membusuk di dalam.”
Tuan Jo: “Apa kau tidak pernah melakukan sesuatu yang memalukan?”
Chi Won: “Aku rasa tidak.”
Tuan Jo: “Kita lihat saja.”
Chi Won: “Terima kasih.”


Tuan Jo kesal. Ia menghubungi seseorang, “Hei, bersiaplah.”


Chi Won mengajak Yoon Yi pulang bersama.


Sampai di lantai bawah, Yoon Yi terus merasa was-was. Ia menyuruh Chi Won cepat pergi. Chi Won memintanya bersikap seperti biasa saja, yaitu asisten dan atasan pergi bersama-sama.


Kemudian Yoon Yi dan Chi Won melihat semua orang memandang mereka dengan tatapan aneh. Yoon Yi lalu mengecek ponselnya.


Ia menemukan artikel berisikan fotonya dan Chi Won dengan judul ‘Atasan dan Asisten Tinggal Bersama’.


Orang-orang mulai membicarakan skandal yang dulu melibatkan Yoon Yi. “Dia wanita itu. – Dia yang memiliki skandal dengan Pak Bong. Mereka tinggal di satu rumah. Mereka pasti pacaran. – Dia sungguh tidak tahu malu. – Sekarang direktur manajemen. – Ini memang dia.....” 


Yoon Yi hampir terjatuh, dan Chi Won menahan tubuhnya. “Apa kau baik-baik saja?” Chi Won lalu melihat artikel yang ada di ponsel Yoon Yi.


Mereka kemudian melihat Tuan Jo dan Bo Na yang baru saja keluar dari dalam lift.



Epilog: 


Saat rapat, Chi Won keluar lebih dulu dan meminta Pak Bong menjelaskan sisanya.


Yoon Yi juga ikut keluar. Dan terlihat ada ekor rakun di saku celana Chi Won dan Yoon Yi juga memegang benda yang sama


Para pegawai menyadari bahwa mereka memiliki gantungan kunci yang sama.


Pak Park berkata, “Tidak. Tidak. Mereka tidak berpacaran. Aku ini ahlinya. Mereka tidak pacaran! Jadi jangan berpikir... Jangan membayangkan apapun.” Ia lalu pergi lebih dulu.


“Kalian tidak benar-benar berpikir kalau kami tidak tahu kan?”


“Aku sudah berusaha menutupi mereka berdua.”


“Kalau Chi Soo tahu, berarti semua orang tahu.”


“Tidakkah mereka terlalu jelas memperlihatkannya?


Changsoo hanya mencibir saja.


Dan sebuah papan tulis bertuliskan ‘Romantisme Kantor, Pengakuan, Chi Won dan Yoon Yi!’

4 komentar

Ditunggu lanjutannya

Ditunggu lanjutannya..gimana endingnya..ayo semangat mbak..

Astaga dragon....kebongkar juga...jung ae juga kebongkar g ya....
Lanjutkan...aku menunggumu...

Terus... berarti selama ini mereka cuma pura2 bodoh... 😅😅😅