Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 12 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 13 Part 2

Chi Won berusaha membantu Yoon Yi yang hampir saja terjatuh karena lemas setelah memabca artikelnya negatif tentang dirinya. Kemudian ia menatap Tuan Jo dan Bo Na yang baru saja keluar dari lift. Tuan Jo tersenyum puas.


Chi Won merangkul Yoon Yi dan mengajaknya pergi, tapi Yoon Yi malah mundur ketakutan. Chi Won menanyakaan keadaannya, tapi Yoon Yi tidak menjawab. Ia kemudian berlari keluar dari kantor tidak menghiraukan panggilan Chi Won.


Chi Won kemudian melihat ke arah Tuan Jo. Tuan Jo malah pasang tampang menyebalkan yang maksudnya adalah dia kasihan pada Yoon Yi dan Chi Won. Chi Won kemudian berlari menyusul Yoon Yi.


Di luar, dia memanggil-manggil nama Yoon Yi, tapi tidak ada sahutan. Ia kemudian berjalan untuk mencarinya. Ia mencari sambil berusaha menghubunginya.


Tidak jauh dari kantor, ia melihat Yoon Yi sedang menangis sesenggukkan. Chi Won memanggil namanya, tapi Yoon Yi melarangnya mendekat.


“Jangan mendekat. Aku hanya.. Aku hanya ingin sendiri,” kata Yoon Yi sambil terisak.


Saat sampai di rumah pun, Yoon Yi mengunci pintunya. Chi Won terus mengetuk pintunya.


Yoon Yi masih menangis di balik selimut. Ia tidak mempedulikan ketukan pintu Chi Won dan telepon darinya.


Karena Yoon Yi tidak juga mengangkat teleponnya ataupun membuka pintunya, Chi Won kemudian menghubungi seseorang. Tidak lama kemudian Tae Yi keluar dari taksi dan berlari menuju rumah, napasnya tersengal-sengal.


Chi Won: “Kau terlambat enam menit.”
Tae Yi: “Aku membayar taksinya lebih...”
Chi Won: “Aku tidak peduli. Buka.”


Tae Yi berlari ke arah pintu dan membuka kuncinya. Dia mengatakan bahwa ia merasa sangat tersanjung dapat membantu Chi Won. “Aku yakin Grup YB membutuhkan bakat sepertiku,” kata Tae Yi.


Chi Won: “Ya. Minggir.”
Tae Yi: “ya.”
Chi Won: “Kunci.”
Tae Yi: “Baiklah.”
Chi Won: “Pergilah.”


Chi Won buru-buru masuk dan Tae Yi tidak sempat menyerahkan resumenya.


Chi Won duduk di ranjang dan bertanya apakah Yoon Yi masih ingin sendirian. Yoon Yi tidak menjawab. Kemudian Chi Won pura-pura akan pergi.


“Aku tidak bersalah. Aku sangat marah. Kenapa skandal seperti selalu mengatakan asistenlah yang merayu bosnya? Mereka tidak tahu apa-apa, tapi menatapku dengan jijik. Kenapa mereka mengatakan aku harus berhenti bekerja?” protes Yoon Yi sambil menangis.


Chi Won berusaha meyakinkan Yoon Yi bahwa tidak akan ada yang menyuruhnya berhenti bekerja. Tapi menurut Yoon Yi, perusahaan hanya akan memilih Chi Won, karena dia pernah mengalaminya. Chi Won bilang ia ada di pihak Yoon Yi dan Yoon Yi-lah yang sudah membantunya menjadi bos yang baik.


Chi Won menggenggam tangan Yoon Yi dan mengatakan bahwa ia iri pada sifat Yoon Yi yang sangat perhatian terhadap orang lain. “Jika bisa, aku ingin menjadi seperti dirimu. Jadi, untuk apa aku menyuruh orang sepertimu pergi?” tanya Chi Won.


Yoon Yi bertekad bahwa ia tidak akan menyerah, karena ia tidak melakukan kesalahan. ‘Semangat.. semangat.. “ kata Yoon Yi. Chi Won juga mengatakan hal yang sama dan membuat Yoon Yi tersenyum.


Esok paginya, Yoon Yi keluar rumah dengan dandanan seperti orang menyamar. Ia memakai topi, kaca mata hitam, dan syal. Ia menengok ke kanan dan kiri, baru kemudian ia keluar gerbang dengan setengah berlari.


Tapi dia dikejutkan dengan Chi Won yang ternyata sudah menunggunya di luar. Yoon Yi tergugup mengatakan bahwa ia mengira Chi Won sudah berangkar lebih awal. Chi Won beralasan dia terlambat bangun.


“Salju ternyata turun dengan lebat. Tadinya kukira di luar akan silau ternyata tidak. Ini hari yang tepat untuk berjuang. Ayo semangat..” kata Yoon Yi malu sambil membuka kacamatanya. Chi Won berusaha menahan tawanya.


Setelah masuk ke mobil, Chi Won meminta Yoon Yi agar tidak gugup. Ia yakin setelah mereka menjelaskan keadaan yang sebenarnya, maka keadaan dapat diperbaiki.


Sesampainya di kantor, Yoon Yi masih gugup. Ia menutupi wajahnya dengan syal. Chi Won mendekati dan memegang bahunya. “Lihat ke depan dan percaya dirilah. Ayo,” kata Chi Won. Ia kemudian menggandeng tangan Yoon Yi.


Saat mereka berjalan, tampak beberapa orang membicarakan mereka. Yoon Yi berjalan dengan penuh percaya diri sambil menunjukkan tanda pengenalnya dan Chi Won membuat tanda peace dengan jarinya.


Tapi karena terlalu banyak aksi, Chi Won lupa mengakses kartunya sehingga Chi Won menabrak pintu yang belum terbuka. (hahaha...) Yoon Yi kemudian membantunya dan Chi Won kembali melangkah dengan serius.


Di ruang pantry, para pegawai sedang berkumpul dan merasa gelisah karena mereka mendapat panggilan wawancana oleh dewan kehormatan perusahaan. Tuan park bertanya apakah semua orang sudah tahu tentang Yoon Yi dan Chi Won. Chi Soo bilang itu sekarang sudah tidak penting, menurutnya yang perlu dikhawatirkan adalah bahwa kemungkinan salah satu diantara mereka akan diminta untuk pindah departemen.


Changsoo berkata, “Tidak! Tidak boleh Yoon Yi! Aku tidak akan melepaskannya.” Tuan Park bertanya memangnya siapa Changsoo itu. “Aku akan melindungi Yoon Yi. Sebenarnya Yoon Yi dan aku..”


Yoon Yi mendapat pesan bahwa dia ada jadwal wawancara terkait mutasi pada pukul 10.


Yoon Yi yang masih sedih kemudian melihat ke ruangan Chi Won. Chi Won melambaikan tangan padanya, lalu mengepalkan tangannya untuk menyemangati Yoon Yi. Yoon Yi memaksakan dirinya untuk tersenyum.


Changsoo mengakuinya bahwa ia adalah mantan pacar Yoon Yi, tapi tidak ada satupun yang mempercayainya. Bahkan mereka mengatakan bahwa Changsoo berakting sangat baik, dan menyuruhnya membuat naskah drama saja.


Chi Won menjalani wawancara terkait artikel yang tersebar. Ia berusaha menjelaskan bahwa ia adalah penyewa di rumah Yoon Yi dan juga menyertakan bukti-buktinya.


Di waktu yang berbeda, dalam wawancaranya Yoon Yi mengatakan bahwa dulu ia dan Tuan Bong tidak pernah menjalin hubungan. “Namun sekarang...”


Chi Woon mengakui bahwa dia dan Yoon berpacaram.


Yoon Yi mengatakan bahwa jika mereka tidak bisa berada di departemen yang sama, maka Yoon Yi akan menerima mutasinya.


Chi Won juga menyatakan hal yang sama. “Tapi kami tidak mau masuk daftar tunggu atau menerima permintaan untuk mengundurkan diri.”


Jung Ae tampak mencari-cari sesuatu di meja kerjanya. Kemudian Hwangbo meletakkan ponsel di meja Jung Ae dan mengatakannya bahwa ponsel Jung Ae tertinggal di mobilnya.


Jung Ae mengucapkan terima atas ponselnya dan juga karena Hwangbo sudah mengantarnya. Hwangbo diam saja. Jung Ae lalu bertanya ada apa dengan Hwangbo. Hwangbo kemudian meminta dokumen untuk rapatnya, lalu masuk ke ruangannya.


Jung Ae mengecek ponselnya dan menemukan banyak panggilan tak terjawab dari adiknya, Mi Ae. Jung Ae sangat terkejut.


Chi Won menghubungi seseorang untuk menanyakan siapa yang meng-upload tulisan tentangnya di buletin kantor. “Ya. Baiklah. Aku mengerti.”


Yoon Yi masuk untuk menyerahkan dokumen. Chi Won memberitahu Yoon Yi bahwa orang yang menyebarkan berita itu sangat cerdik, karena ie menggunakan IP Address dari laptop seseorang yang berhenti bekerja kemarin. Chi Won bertanya apakah ada seseorang yang mencurigakan di sekitar Tuan Jo. Yoon Yi menggelengkan kepalanya.


Chi Won: “Mereka mengunggah foto selfie kita. Apa ponselmu pernah hilang atau meminjamkannya pada orang lain?”
Yoon Yi: “Tidak. Aku selalu menyimpannya...”


Yoon Yi lalu ingat bahwa Bo Na sempat meminjam ponselnya. Tapi Yoon Yi tidak mengatakannya pada Chi Won.


DI ruangannya, Tuan Jo sedang memuji Bo Na yang sangat berbakat. Ia bahkan bertanya apa ada hal yang Bo Na ingin dia perbuat pada Yoon Yi dan Chi Won. Bo Na bilang mutasi saja sudah cukup.


Bo Na berada di kafetaria bersama Kyung Rae. Ia tersenyum-senyum sendiri. Sedangkan Kyung Rae merasa kesal pada orang yang membocorkan foto-foto itu dan akan menghaluskannya dengan blender dan meminumnya.


Kyung Rae: “Jika bisa mendapatkan foto selfie itu, berarti dia orang dekat.”
Bo Na: “Mungkin orang di kantornya? Apa dia tidak pernah kehilangan ponselnya?”
Kyung Rae: “Kita bisa tanya langsung padanya.”


Yoon Yi datang dan duduk bersama mereka. Ia dan Bo Na saling bertatapan. Kyung Rae bertanya apakah Yoon Yi baik-baik saja dan Yoon Yi menjawabnya hanya dengan tersenyum. Kyung Rae lalu menepuk lengan Yoon Yi untuk menyemangatinya.


Yoon Yi: “Hei, Bo Na.”
Bo Na: “Ya?”
Yoon Yi: “Tahukah kamu?”
Bo Na: “Tahu apa?”
Yoon Yi: “Bahwa Tuan Jo pelakunya.”


Bo Na bertanya apakah Yoon Yi yakin kalau Tuan Jo pelakunya. Yoon Yi hanya ada satu orang yang mungkin melakukan itu. Bo Na lalu bertanya kenapa Yoon Yi bertanya padanya. “Karena kau asistennya,” jawab Yoon Yi.


Kyung Rae merasa ada api diantara mereka. “Kenapa kalian terus begini?” Tapi tidak ada yang mempedulikannya.


Yoon Yi: “Jujur saja padaku.”
Bo Na: “Kau mencurigaiku?”
Yoon Yi: “Ya. Kau yang meminjam ponselku.”
Kyung Rae: “Hey, Yoon Yi..”
Bo Na: “Kalau begitu, periksalah daftar pesanmu.”


Bo Na lalu pergi lebih dulu dan membuat Kyung Rae pusing. Kyung Rae berkata bahwa jika Yoon Yi mencurigai Bo Na, maka ia harus menggunakan jasa profesional untuk menyelidikinya.


Kyung Rae: “Aku mohon, jangan lakukan ini diantara teman.”
Yoon Yi: “Bagaimana jika itu terbukti?”
Kyung Rae: “Apa?”
Yoon Yi: “Bagaimana jika itu terbukti Bo Na?  Lalu bagaimana? Aku tidak bisa membuktikan hal yang tidak ingin kupercayai.”