Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 13 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 13 Part 3

Hwangbo melihat sebuah amplop coklat yang ada di mejanya. Dengan sedih, ia menatap Jung Ae dari ruangannya.
Flashback..


Amplop coklat itu adalah pemberian Daegu, yang ia bilang berisi informasi tentang asisten ke-89 Hwangbo. Hwangbo kesal karena sebelumnya ia sudah melarang Daegu untuk melakukan itu. Tapi Daegu bilang itu merupakan informasi yang penting. Hwangbo kemudian melemparkan amplop itu dan menyuruhnya pergi.


Daegu: “Kau harus bergerak cepat sebelum para tetua...”
Hwangbo: “Keluar!”


Setelah Daegu pergi, Hwangbo menatap amplop coklat yang ditinggalkan Daegu.


Hwango dan Jung Ae berada di dalam lift menuju tempat rapat. Dengan gugup, Jung Ae menyarankan agar Hwangbo makan siang terlebih dahulu, karena waktu rapatnya yang kurang pas. “Aku tidak lapar,” kata Hwangbo dingin. Tapi kemudian, terdengar suara perut Jung Ae.


Keluar dari lift, terdengar suara, “Unnie!” Hwangbo terkejut, terlebih lagi Jung Ae.


Ternyata yang datang adalah Wang Mi Ae, adik Jung Ae. Jung Ae ketakutan. Hwangbo melihat ke arah Jung Ae. Untungnya, Kyung Rae secara tidak sengaja juga berada disana.


“Kenapa tidak mengangkat teleponku?” tanya Mi Ae. Tapi Kyung Rae bruu-buru merangkulnya dan mengajaknya pergi dan berpura-pura kalau Mi Ae memang ingin menemuinya.


Hwangbo: “Kau mengenalnya?”
Jung Ae: “Apa? Itu.. tidak.”


Mi Ae melepaskan tangan Kyung Rae dan bertanya apa yang sedang Kyungrae lakukan. Kyung Rae berkata bahwa harusnya Mi Ae ada di Chicago. Mi Ae bilang ia yang bingung kenapa kakaknya ada disana. Kyung Rae menyuruh Mi Ae tenang dan akan menceritakan apa yang terjadi padanya.


Di dalam mobil, Hwangbo diam saja, tidak seperti biasanya. Jung Ae jadi bingung sendiri. Akhirnya Hwangbo membuka pembicaraan dengan mengajak Jung Ae ikut dinas ke Hongkong. Hwangbo bertanya apa Jung Ae punya paspor, tapi Jung Ae beralasan bahwa dia punya banyak pekerjaan di kantor dan juga urusan penting di rumah.


Kecewa karena Jung Ae belum juga jujur, Hwangbo lalu menghentikan mobilnya dan menyuruh Jung Ae turun. Jung Ae bingung, tapi ia menurut saja. Setelah Jung Ae turun, Hwangbo langsung menjalankan mobilnya lagi tanpa berkata apa-apa.


Setelah bertemu Bo Na, Yoon Yi kembali ke departemennya. Namun tidak ada seorangpun disana. Ia menduga kalau mereka semua sedang keluar untuk makan siang. Yoon Yi kembali ke meja kerjanya dan melihat Chi Won yang masih bekerja.


Yoon Yi masuk ke ruangan Chi Won dan mengingatkan bahwa sudah saatnya makan siang dan bertanya apa yang ingin Chi Won makan. Saat menyebutkan jenis-jenis makanan, tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.


“Kami membawa makanan. Lihat!” teriak para pegawai. “Makanlah bersama kami.”


Mereka lalu ke pantry dna bersiap untuk makan bersama. Kursi Yoon Yi didorong agar bisa berdekatan dengan Chi Won. Semua orang tertawa, kecuali Changsoo.


Changsoo lalu memberikan makanan untuk Yoon Yi. “Yoon Yi. Ini bulgogi. Kesukaanmu. Direktur tidak tahu itu bukan? Ingatlah itu,” kata Changsoo. Yoon Yi hanya tersenyum. Mereka lalu makan bersama.


Chi Won berkata, “Tunggu. Kalian semua sudah mengetahui tentang hubungan kami?” Lalu mereka semua berebut mengatakan bahwa merekalah yang tahu lebih dulu. Mereka mengatakan bahwa hubungan Yoon Yi dan Chi Won sangat terlihat jelas.
Flashback..


 Sekarang giliran para pegawai yang diwawancarai oleh dewan kehormatan. Semuanya membela Chi Won dan Yoon Yi, bahkan Changsoo sekalipun.


Para pegawai departemen video makan bersama. Chi Won dan Yoon Yi juga merasa senang.


Tuan Do sedang memerika dokumen, ketika sekretaris masuk dan mengatakan bahwa Tuan Jo dan beberapa eksekutif datang menemuinya. Tuan Do tampak khawatir.


Dengan gaya yang lebai, Tuan Jo memohon kepada Tuan Do agar memecat Chi Won. Tuan Do berkata bahwa Dewan Kehormatan belum membuat keputusan apa-apa. Tuan Jo tidak mau menyerah, ia terus mendesaknya sampai berkata bahwa selama ini Tuan Do terlalu banyak menggunakan perasaaan pribadi.


Tuan Do terlihat tidak senang. Tuan Jo berhenti bicara dan para eksekutif pun menjadi canggung.


Setelah tamunya pergi, Tuan Do membaca petisi dari para eksekutif yang mengajukan pemecatan Chi Won. Dan juga pengajuan untuk melakukan perubahan organisasi di YB.


Jung Ae menceritakan tentang kedatangan Mi Ae ke kantor pada Yoon Yi. Jung Ae merasa ketakutan dan ia merasa kalau Hwangbo sudah tahu, karena sekarang sikapnya sangat berbeda dari biasanya. Yoon Yi memintanya tenang dan akan membahasnya bersama yang lan di rumah. Kemudian Yoon Yi harus pergi, karena Tuan Do datang ke departemen mereka.


Yoon Yi membawakan minum untuk Chi Won dan Tuan Do. Chi Won melonggarkan kerah bajunya. Saat Yoon Yi akan pergi, Tuan Do memintanya agar ikut duduk bersama mereka.


Tuan Do: “Kau pasti tertekan.”
Yoon Yi: “Tidak. Aku baik-baik saja.”
Tuan Do: “Kau tidak bosan melihatnya di kantor dan di rumah?”
Chi Won: “Katakan yang ingin Anda sampaikan.”


Tuan Do berkata bahwa mereka sebaiknya harus berpisah dulu untuk sementara. Mereka memang masih menunggu hasil keputusan Dewan Kehormatan, tapi Tuan Do meminta agar Chi Won pergi dulu dari rumah Yoon Yi.


Chi Won bertanya kenapa ia harus melakukan itu, padahal ia tidak bersalah. Tuan Do bilang terlalu banyak perhatian yang tertuju pada mereka, jadi hal itu dimaksudkan untuk menenangkan situasi. Chi Won mengingatkan bahwa sebelumnya Tuan Do selalu mengajarinya untuk menghadapi masalah, tapi kenapa sekarang menyuruhnya menghindar. “Chi Won...” kata Tuan Do.


Pulang kerja di dalam lift, Chi Won terus diam. Yoon Yi pun tidak berani menanyakan apa-apa padanya. Mereka lalu pulang ke rumah bersama.


Chi Won: “Yoon Yi, kurasa aku...”
Yoon Yi: “Kau mau pindah?”
Chi Won: “Kurasa aku harus melakukannya.”
Yoon Yi: “Kau bilang pada Tuan Do tidak akan melakukannya.”


Chi Won bilang ia sudah mempertimbangkannya dan ia rasa Tuan Do benar. Yoon Yi merasa Chi Won hanya membuat keputusan sepihak dan tidak mempedulikannya. Yoon Yi mengingatkan janji Chi Won yang berkata akan selalu menjaga dan berada di sisinya. Yoon Yi melarang Chi Won pergi.


Yoon Yi berkata ia tidak mau sendirian lagi. Tapi Chi Won berkata bahwa hal ini bukan hanya tentang mereka berdua saja. “Apa maksudmu?” tanya Yoon Yi bingung.
Flashback..


Setelah Yoon Yi keluar dari ruangan Chi Won, ternyata mereka masih melanjutkan diskusinya. Tuan Do menunjukkan dokumen tentang rencana perubahan organisasi YB.


Chi Won: “Penggabungan?”
Tuan Do: “Itu perintah dari kantor pusat. Departemen-departemen terkait akan segara diberitahu. Kau tahu kalau para eksekutif geram karena proyek laporan kesalahan yang kamu usulkan bukan? Dan ditambah alasan ini, kau memberi mereka alasan kuat untuk menghabisi departemen video.”
Chi Won: “Maksud Anda, kalian akan menghapus departemen kami?”
Tuan Do: “Mungkin saja atau aku yakin ada seseorang yang ingin menyerapnya.”


Yoon Yi menghela napasnya. Chi Won bilang Yoon Yi sudah pusing karena masalah mereka berdua, jadi dia tidak mau menambah masalah Yoon Yi lagi. YoonYi protes kenapa Chi Won tidak memberitahukannya lebih awal, padahal Yoon Yi adalah anggota departemen video sejak sebelum ia berpacaran dengan Chi Won. “Ayo!” ajak Yoon Yi.


Yoon Yi ke lantai atas dan membantu Chi Won mengepak pakaian-pakaiannya termasuk obat-obatan. Yoon Yi merasa koper Chi Won terlalu kecil dan bertanya apakah Chi Wpn punya koper yang lebih besar.


Chi Won: “Kenapa? Kau mau menyuruhku pergi untuk selamanya?”
Yoon Yi: “Tinggalkan kuncimu saat kau pergi. Jika sedang merindukanmu atau bosan, aku akan naik dan membaca komik. Tidak perlu kalau kau tidak mau.”
Chi Won: “Kau lapar? Mau makan ramyeon?”


Mereka kembali ke lantai bawah. Karena takut trauma Chi Won terhadap api kumat, Yoon Yi berkata ia yang akan menyalakan kompornya. Tapi kemudian Chi Won bisa menyalakannya sendiri. “Kalau ini aku bisa. Reaksiku berbeda-beda tergantung perasaanku, tapi saat bersama seseorang, aku selalu senang,” kata Chi Won.


Yoon Yi tersipu dan terus meninju dada Chi Won dengan mesra.


Yoon Yi kemudian duduk dan memperhatikan Chi Won yang sedang memasak.


Ramyeon sudah jadi dan Chi Won berkata bahwa Yoon Yi tidak punya mangkuk. Yoon Yi bilang ia tidak bisa mencuci piring dan mengajaknya makan dari panci saja. Yoon Yi membuka tutup pancinya dan bilang kalau ia tidak pernah menyangka akan memakan ramyeon buatan Chi Won.


Mereka makan dengan lahap, dan ternyata mereka memakan sehelai mie yang sama. Yoon Yi dengan bersemangat menyeruput mienya. Yoon Yi kecewa, karena mie itu putus secara tidak sengaja oleh Chi Won.


Tapi Chi Won membayar kekecewaan Yoon Yi dengan mengecup bibirnya. Yoon Yi kembali tersipu dan merasa senang.


Tibalah saatnya Chi Won harus pergi. Ia membawa kopernya keluar.


Chi Won: “Masuklah. Dingin.”
Yoon Yi: “Aku akan mengantarmu.”
Chi Won: “Aku tidak ingin kau melihatku pergi. Masuklah. Kau ada janji dengan teman-temanmu. Pergilah makan dan minum, serta bergembiralah.”


Yoon Yi meminta Chi Won menghubunginya jika sudah sampai. “Telepon aku sebelum tidur dan setelah kau bangun.” Chi Won menganggukkan kepalanya. Yoon Yi kemudian berjalan masuk ke rumah, ia menoleh ke belakang dan tersenyum pada Chi Won.


Di dalam rumah, Yoon Yi berusaha menyemangati dan meyakinkan dirinya kalau Chi Won nanti akan kembali.


Saat akan masuk ke mobil, Chi Won menoleh ke belakang dan menoleh rumah Yoon Yi. Kemudian ponselnya berdering.