Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 13 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 13 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 14 Part 1

Hwangbo: “Hei, kau ada disini?”
Chi Won: “Kau yang memintaku datang.”
Hwangbo: “Kau tidak akan datang hanya karena aku memintamu.”
Chi Won: “Aku sedang berada di sekitar sini dan sedang senggang. Aku berutang padamu karena kau sudah menyanyi untukku.”


Hwangbo yang sudah mabuk menceritakan apa yang terjadi padanya namun tidak menyebutkan siapa yang sebenarnya ia bicarakan. Ia menangis karena merasa dikhianati orang yang dia percaya, bahkan itu membuatnya merasa marah.


Yoon Yi sudah berkumpul bersama teman-temannya di rumah Jung Ae, minus Bo Na. Jung Ae membuka pembicaraan dengan meminta maaf kepada Mi Ae. Mi Ae berkata bahwa walaupun kakaknya tidak punya pilihan karena suaminya yang jahat itu, Jug Ae tetap saja tidak boleh melakukan itu.


Mi Ae meninggikan suaranya dan Kyung Rae berusaha menenangkannya. Mi Ae mengakui bahwa kakaknya memang terlalu naif. “Seharusnya kalian mencegahnya. Tapi yang satu mengusulkan dan yang satunya lagi turut serta,” kata Mi Ae.


Yoon Yi: “Bagaimana jika ketahuan? Apa yang akan terjadi padanya.”
Kyung Rae: “Kau belajar hukum di Amerika, kau pasti tahu.”
Mi Ae: “Kakak bisa dipenjara karena memalsukan dokumen dan interferensi. Kau juga, Yoon Yi.”
Yoon Yi: “Apa?”
Jung Ae: “Lantas, kita harus bagaimana? Bagaimana kalau kta ketahuan? Haruskah kita mengaku dan meminta maaf?”


Chi Won membawa Hwangbo pulang ke rumah dalam keadaan mabuk sambil berteriak bahwa dia tidak akan memaafkan siapapun. 


Chi Won membaringkan Hwangbo yang masih mengomel di sofa. “Rumahmu bagus. Menjadi orang kaya memang menyenangkan,” kata Chi Won sambil memandang berkeliling.


“Hyung... Jangan pergi. Tinggallah bersamaku,” Hwangbo mengigau.


Yoon Yi: “Kau sudah merapikan barangmu?”
Chi Won: “Kurang lebih.”
Yoon Yi: “Kau dimana?”
Chi Won: “Di wisma tamu. Sebuah rumah tradisional Korea yang sangat mewah.”
Yoon Yi: “Wah.. pacarku sangat kaya.”


Chi Won mengatakan bahwa Yoon Yi terdengar sedih. Yoon Yi menjawab itu karena Tuan Tukang Kritik  tidak ada di lantai atas. Chi Won berkata bahwa mereka bahkan belum setengah hari saling berpisah. Chi Won lalu menyuruh Yoon Yi tidur.


Yoon Yi tidak bisa tidur. Ia lalu bangun dan mencari informasi mengenai pemalsuan dokumen dan interferensi di internet. “Hah? Tidak. Aku bisa gila. Kenapa bom ini terus meledak di kiri dan kananku? Aku bisa benar-benar gila,” keluh Yoon Yi setelah membaca artikelnya. Yoon Yi juga menambahkan kalau Chi Won paling tidak suka orang yang berbohong.


Yoon Yi lalu keluar untuk mencari udara segar dan menjernihkan pikirannya. Dan ternyata Chi Won sudah ada di depan rumah. “Pak Nam?” 


Yoon Yi menghampiri Chi Won dan menarik pipinya. “Aku bukan halusinasi. Aku asli,” kata Chi Won. Yoon Yi bertanya apalah Chi Won sudah kembali. “Tidak. Aku hanya merindukanmu.” Yoon Yi bertanya bagaimana jika saat Chi Won datang ternyata ia sudah tertidur. “Kau bilang tidak bisa tidur karena aku tidak ada. Apa kau bohong?” Yoon Yi menggelengkan kepalanya manja.


Yoon Yi menatap Chi Won dengan pandangan imut dan mendekatkan wajahnya. Chi Won jadi kikuk, dan berkata, “Lihat bintang-bintangnya.” Yoon Yi hanya tersenyum.


Yoon Yi akhirnya ikut menatap langit dan menyandarkan kepalanya ke bahu Chi Won.


Esok harinya, Chi Won masih belum bangun benar dari tidurnya. Sebuah kepala muncul dari dalam selimutnya, lalu Chi Womn mengusapnya sambil tersenyum.


Kemudian ia menyadari rambut itu terlalu pendek. Ia melihat wajahnya dan itu ternyata Hwangbo. Chi Won menendang Hwangbo sampai terjatuh dari kasur. Haha... Chi Won panik, “Kenapa kau ini?!”


Hwangbo menertawai sikap Chi Won lalu mengajaknya sarapan.


Chi Won: “Kau bilang kita mau makan.”
Hwangbo: “Benar. Harus ada yang memasak.”
Chi Won: “Siapa? Aku?”
Hwangbo: “Haruskahpemilik rumah yang melakukannya?”


“Mewah sekali makanannya,” kata Hwangbo. Ia berterima kasih untuk makanannya.


“Kau juga harus makan yang banyak,” kata Hwangbo dengan gaya imut bersama bonekanya. Chi Won bilang ia bisa muntah melihatnya. Hwangbo akhirnya mendudukkan lagi bonekanya dan mulai sarapan. “Kenapa makanan kaleng bisa seenak ini?” tanya Hwangbo curiga.


Chi Won bertanya apa Hwangbo mengidap bipolar, karena sikapnya seringkali berubah. Hwangbo mulai serius lagi, ia mengatakan bahwa oang yang dia percayai bukanlah dirinya yang sebenarnya dan itu membuatnya takut. Chi Won menyuruhnya makan saja dulu.


Hwangbo kemudian menyodorkan sendok yang sudah berisi nasi, dan meminta Chi Won untuk menambahkan tuna di atasnya. Hahaha... Hwangbo lucu bangget.. Chi Won lalu menuruti keinginannya.


Di dalam lift, Hwangbo mengungkapkan bahwa ia sangat senang bisa berangkat kerja bersama Chi Won. Suasana menjadi canggung saat Tuan Jo juga masuk ke dalam lift. Tapi Hwangbo cuek saja. Hwangbo bahkan mengajak Chi Won untuk pergi ke pasar setelah pulang kerja dan meminta Chi Won memasak untuknya. Chi Won meminta Hwangbo untuk diam. 


Tuan Jo: “Apa kalian tinggal bersama?”
Hwangbo: “Kami hidup bersama. Hidup bersama.”
Tuan Jo: “Benarkah?”
Hwangbo: “ya.”


Tuan Jo mengejek Chi Won yang suka hidup bersama orang lain. “Itu lebih baik daripada mencari aib orang lain,” kata Chi Won. Tuan Jo tidak mau kalah dan terus bicara. Hwanbo sangat menikmati pertengkaran mereka berdua.


Chi Won memperingatkan agar Tuan Jo tidak mengganggu Yoon Yi dan berkata bahwa Tuan Jo bisa dikeluarkan dari perusahaan. Tuan Jo menantangnya, “Kita lihat siapa yang lebih dahulu akan dikeluarkan?”


Hwangbo menarik tangan kedua rekan kerjanya itu dan berkata dengan bersemangat, “Seru sekali! Ini lebih seru daripada drama!” Chi Won keluar lebih dulu saat pintu lift terbuka.


Hwangbo berkata bahwa dia sangat penasaran adegan berikutnya. Ia kemudian memeluk Tuan Jo dan menyuruhnya melanjutkan episode berikutnya nanti.


“Dasar gila. Dia selalu terlambat ke kantor karena menonton drama pagi,” omel Tuan Jo.


Chi Won menerima kopi yang dibawa oleh Yoon Yi dan berkata bahwa hari ini rasanya ia menemui Yoon Yi lebih menyenangkan dari biasanya. Yoon Yi tersenyum, lalu berkata bahwa ada pemberitahuan di seluruh departemen.


Pegawai departemen video akan bersiap untuk rapat. Tuan Park yakin departemen mereka solid apalagi setelah Chi Won memimpin mereka. Tapi ada juga yang bilang kalau kinerja mereka rendah. Mereka cemas karena Tuan Jo pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan mereka.


Chi Won masuk ke ruangan dan sejenak menatap para pegawainya yang sedang bersiap untuk rapat. Ia memikirkan sesuatu.


Tuan Jo kembali tertawa seperti orang gila saat membaca dokumen rencana perubahan organisasi YB. “Hahaha... Hidupku akhirnya mendapatkan seberkas cahaya.” Bo Na yang juga ada disana kemudian membawakan dokumen tentang kinerja departemen video selama tiga tahun.


Bo Na: “Departemen kita sering tumpahng tindih dengan mereka. Jadi mungkin akan mudah untuk menggabungkan keduanya.”
Tuan Jo: “Bagus. Ini sangat bagus. Akhirnya cita-citaku akan terwujud. Hahaha...”


Chi Won memimpin rapatnya dan berkata jika ingin departemen mereka selamat maka mereka harus menunjukkan nilai mereka sendiri dan menunjukkan bahwa proyek laporan kesalahan mereka sukses. Berdasarkan informasi dari bawahannya, Chi Won mengambil keputusan, “Episode pertama kita adalah ‘Distribusi Pekerjaan yang Tidak Merata di Departemen Perencaan Iklan’. Kerjakan.”


Hwangbo mengambil lagi amplop coklat yang diberikan Daegu.
Flashback..


Hwangbo mengingat kata-kata Chi Won saat di bar, bahwa mempercayai seseorang adalah keyakinan sejati.


Hwangbo akan menyobek amplopnya, tapi Jung Ae datang dan membawa kiriman fax dari Hongkong untuknya. Hwangbo bertanya apakah ada sesuatu yang ingin Jung Ae katakan padanya. Karena takut dipenjara, ia menjawab bahwa tidak ada apa-apa. Hwangbo kecewa. 


Hwangbo lalu membuka amplopnya da membaca data diri Jung Ae. Ia sangat terkejut, ditambah ketika melihat bagian kolom keluarga yang bertuliskan: suami, adik, dan putra. “Wang Jung Ae,” sebut Hwangbo.


Jung Ae sangat terkejut. “Kau siapa?” tanya Hwangbo. Jung Ae sampai menjatuhkan buku agendanya dan berdiri terpaku.


Yoon Yi bertanya apakah departemen mereka akan baik-baik saja. Chi Won bilang mereka akn mengusahakannya bersama. Yoon Yi ingin mengatakan bahwa bukan hanya dewan kehormatan dan perubahan organisasinya yang membuatnya stres, tapi juga masalah Jung Ae. Tapi ia tidak mengatakan yang terakhir. Chi Won lalu mengajaknya makan.


Di dalam lift, Yoon Yi merapikan dasi Chi Won. Karena sadar Yoon Yi agak kesulitan meraihnya, Chi Won merendahkan tubuhnya. Yoon Yi merasa sangat senang. Ia juga merapikan rambut Chi Won. “Apa kau tidak peduli pada kamera pengawas lagi?” tanya Chi Won. Yoon Yi baru sadar.


Pintu lift terbuka di lantai dasar, dan ada Tuan Bong disana. Ah, menyebalkaaan...  Mereka semua saling bertatapan.



Epilog:


Hwangbo memberikan peraturan bagi penghuni kepada Chi Won. Hwangbo bilang karena ia memberi Chi Won tempat tinggal dan makan gratis, maka Chi Won harus melakukan hal-hal yang sudah ia tulis itu.


Hahaha... Chi Won memakai training yang sama dengan Hwangbo dan berjalan dengan canggung.


“Pertama. Kau akan memakai baju yang sama dengan pemilik rumahmu.”


“Kedua. Kau akan bermain game bersama pemilik rumahmu minimal tiga jam sehari. Kau juga harus melakukan pekerjaan rumah tangga.”


Chi Won: “Kau tidak bisa tidur lagi karena aku tidak ada disana?”
Yoon Yi: “Ya. Nyanyikan nina bobo untukku.”


Yoon Yi merasa sangat senang daat Chi Won mulai menyanyi.


Di saat yang bersamaan, Chi Won juga meninabobokan Hwangbo di pangkuannya.

1 komentar:

Hahahahaha adegan terakhir lucu bgt 😂😂