Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 14 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 15 Part 2

Setelah mengumumkan bahwa departemen video masuk dalam departemen yang akan direorganisasi, Tuan Bong tersenyum licik.


Chi Won dan Yoon Yi tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya saling berpandangan sedih.


Tuan Bong mengumumkan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam reorganisasi, yaitu kecukupan, profesionalisme, integritas, dan kinerja. Hasilnya akan diumumkan pada akhir bulan.


Tuan Do bilang ia akan mengakhiri rapatnya, jika sudah tidak ada bahasan lagi. Chi Won mengangkat tangannya. 


Chi Won: “Untuk departemen yang berhasil melalui evaluasi bulan ini, bolehkah kepala departemennya mendapat wewenang penuh atas penunjukkan personel?”
Tuan Bong: “Itu.. tentu. Kami akan mengizinkan itu.”


Hwangbo bertanya apakah Chi Won baik-baik saja dan menawarkan untuk meminta pamannya melakukan sesuatu. Chi Won menolak dan meminta Hwangbo agar fokus di departemennya sendiri.


Yoon Yi berkata ia akan pergi lebih dulu untuk menahan liftnya, tapi Tuan Bong melarang. Tuan Jo tiba-tiba datang menahan tangan Tuan Bong dan bertanya kenapa Tuan Bong memberikan kewenangan pada Chi Won seperti itu.


Tuan Bong tidak suka Tuan Jo menyentuh tangannya seperti itu. Ia melepaskan jasnya dan memberikan pada Yoon Yi. “Aku sudah muak. Kenapa kau terus bicara santai?” kata Tuan Bong pada Tuan Jo.


Yoon Yi tidak mempedulikan mereka, ia hanya menatap kepergian Chi Won.


Gong Yoo memberitahu Chi Won bahwa HRD memberitahu bahwa mereka sudah menemukan pengganti Yoon Yi, tapi Chi Won menolak. Chi Won bilang ia akan membiarkan kursi itu kosong sampai pemiliknya kembali.


Chi Won menatap meja asistennya yang kini kosong.


Ia membayangkan Yoon Yi masih ada disana. “Aku tidak mau orang lain menduduki kursimu,” kata Chi Won.


 Chi Won mengecek ponselnya dan mendapat pesan dari Yoon Yi yang minta diselamatkan dari penjahat itu. “Aku tunggu.” Chi Won tersenyum.


Yoon Yi juga tersenyum saat mendapat pesan balasan dari Chi Won yang mengatakan bahwa Yoon Yi berbakat dan bisa menjadi kartunis.


Senyum Yoon Yi berubah menjadi keterkejutan saat mendapat telepon dari ‘Penderitaan’. Dia ketakutan.


Tuan Bong keluar dari ruangannya dan berkata akan pergi makan siang. Ia juga mengatakan bahwa istrinya akan mulai menelepon Yoon Yi lagi. Tuan Bong meminta Yoon Yi agar tidak khawatir, karena dia sudah memberitahu istrinya bahwa mereka tidak memiliki hubungan apa-apa.


Yoon Yi berkata bahwa seharusnya Tuan Bong mengatakan pada istrinya ketika insiden itu terjadi. Tuan Bong tidak peduli. Ia lalu meminta Yoon Yi berbalik dan menyuruhnya menggunakan hak sepatu yang lebih tipis. Yoon Yi bilang hak lancip bersuara berisik, tapi Tuan Bong tetap tidak peduli.


“Dasar menjijikan. Aku harap dia ketahuan,” gerutu Yoon Yi. Ia kemudian terkejut saat istri Tuan Bong meneleponnya lagi. “Ya, Nyonya.. Kabar Anda baik?”


Hwangbo mengecek ponselnya. Ia mengirim banyak pesan tentang kapan Jung Ae kembali, tapi tidak juga mendapat balasan. Padahal maksud Hwangbo ialah agar Jung Ae beristirahat saja, tapi menurutnya sekarang ini terlalu lama.


Hwangbo menatap ke meja kerja Jung Ae yang saat itu sedang kosong.
Flashback..


Hwangbo mengingat ketika Jung Ae membawakannya banyak makanan, dan Hwangbo memakannya dengan lahap.


Ia juga mengingat saat Jung Ae membantunya menghadapi Daegu.


Ketika Jung Ae menemaninya saat hari peringatan kematian ibunya.


Hwangbo menghela napasnya dan kembali memainkan ponselnya. Ia kemudian melihat kalender peringatan hari kerja ke-100 Jung Ae yang tidak lama lagi akan segera tiba. “Aku pikir dia akan menjadi asisten pertama yang bekerja selama 100 tahun,” gumamnya.


Tuan Baek mengeluh bahwa Jung Ae sudah terlalu lama absen tanpa pemberitahuan. Yang lain berpikir kalau Jung Ae sudah punya cukup uang bahkan walau tidak bekerja. Ada juga yang kasihan pada Jung Ae karena Hwangbo terus menindasnya.


Hwangbo keluar dari ruangannya dengan lesu. Ia bahkan tidak mau rapat. Ia kemudian menatap kursi Jung Ae, lalu pergi dengan kepala menunduk.


Tuan Jo sangat terkejut saat Bo Na datang dan mengabarkan bahwa departemen video akan menayangkan tentang isu-isu departemen Tuan Jo pekan depan. “Kau serius?! Beraninya dia mencoba menyerangku!” Dia lalu berlari pergi dan Bo Na mengejarnya.


Tuan Jo berlari masuk ke departemen video. Tanpa sengaja, Chi Won membuka pintu ruangannya dan Tuan Jo tidak sempat berhenti. Ia baru berhenti di dalam ruangan Chi Won dan tangannya menyentuh pohon kaktus. Ia terlalu malu untuk menunjukkan rasa sakitnya.


“Itu kaktusku, bisakah kau lebih berhati-hati?” kata Chi Won. Para pegawai mengintip dari luar pintu. Chi Won meminta para pegawai menunggu dan bertanya pada Tuan Jo tentang keperluannya.


Tuan Jo: “Nam Chi Won! Dasar bedebah kurang ajar! Apa? Reorganisasi? Katakanlah kau beruntung dan berhasil menghindari pemecatan. Tapi saat aku menjadi wakil presdir, kalian semua akan dipecat. Karir kalian semua akan tamat di akhir bulan ini!”
Chi Won: “Pikirkan saja masa depanmu sendiri, sebelum mencemaskan anggota timku.”
Tuan Jo: “Kau mau menuduhku tentang distribusi kerja yang tidak adil? Hey, kamu punya bukti? Ada? Wawancara orang yang meracau tidak boleh disiarkan jika kau tidak punya bukti. Silakan saka. Aku akan menuntutmu atas pencemaran nama baik!”


Chi Won menantang Tuan Jo untuk menanganinya secara hukum. “Sebaiknya kau waspada.” Setelah mengatakan itu, Chi Won mengajak pegawainya pergi ke ruang rapat.


“Kurang ajar!” teriak Tuan Jo. Kemudian dia baru sadar kalau tangannya sakit karena duri kaktus.


Chi Won memulai rapatnya. Ia mengatakan bahwa materi mereka masih kurang untuk dapat disiarkan. Gong Yoo berkata bahwa para narasumber sepertinya sudah memblokir nomornya, tapi Chi Won berkata bahwa Gong Yoo masih punya kaki.


Alamat para pensiunan dari departemen perencaan iklan juga belum berhasil mereka lakukan. Chi Won mengatakan bahwa tenggat waktu mereka tinggal beberapa hari lagi, ia meminta pegawainya untuk bangkit dan bekerja dengan cepat.


Setelah Chi pergi dari ruang rapat, para pegawai bergosip bahwa suasana hati Chi Won sedang buruk dan sepertinya sudah kembali seperti dulu lagi. “Apa karena Yoon Yi tidak ada disini?” tanya Gong Goo. Tuan Park lalu mengajak mereka segera bergerak.


Chi Won ingin mengambil pensil, namun semuanya sudah tumpul. Dia menghela napasnya. Kemudian pintu diketuk dan menawarkan kopi untuknya.
Flashback..


Sebelum pindah departemen, Yoon Yi sempat memberitahukan kopi kesukaan Chi Won dan mengajarkan cara membuatnya.


Chi Won meminum kopinya. Gong Yoo kemudian masuk dan meletakkan pensil-pensil yang sudah diraut sampai lancip.


Yoon Yi juga mengatakan pada Gong Yoo, bahwa setiap hari Chi Won membutuhkan 10 pensil dan harus dibuat dengan sangat lancip, namun Chi Won tidak suka jika diraut dengan mesin. Jadi Gong Yoo harus merautnya dengan tangan setiap pagi.


Chi Won puas dengan hasil rautan Gong Yoo. Kemudian datang lagi pegawai yang membacakan agendanya hari ini. Chi Won menatap meja Yoon Yi yang kosong dan menyadari kalau Yoon Yi yang mengajarkan itu semua kepada para pegawai.


“Aku tetap membutuhkanmu.” Itu isi pesan Chi Won yang membuat Yoon Yi tersenyum.


Tuan Jo memohon kepada Tuan Bong agar berusaha keras untuk menyingkirkan Chi Won dan departemen video. Tuan Bong meminta Tuan Jo lihat saja nanti hasilnya dan meminta Tuan Jo menuangkan minum untuknya.


Tuan Jo: “Saat sudah menjadi wakil presdir, aku akan membalas bantuanmu.”
Tuan Bong: “Tentang posisi wakil presdir itu, seseorang dari kantor pusat bisa ditugaskan untuk itu.”
Tuan Jo: “Perhatikan yang Anda makan, atau Anda bisa sakit.”


Tuan Jo berkata bahwa dia sudah bekerja selama 26 tahun, jauh lebih lama dari Tuan Bong. Tapi Tuan Bong meremehkannya karena Tuan Jo hanya lulusan SMK dan tidak kuliah. Tuan Jo membalasnya dengan menyidir Tuan Bong yang mengagumkan karena bisa berkencan dengan banyak wanita.


Tuan Jo menyuruh seseorang untuk menyelidiki latar belakang Tuan Bong. Dia mengungkit skandal Tuan Bong dengan Yoon Yi dan menduga Tuan Bong memiliki masalah dengan beberapa wanita.


Hwangbo pergi ke rumah Jung Ae. Dia mencoba menghubunyinya, namun masih tidak aktif. Ia lalu menghubungi seseorang, “T-Rex?”


Jung Ae ada di rumah. Ia menatap kartu pegawainya yang menggunakan nama Mi Ae.


Gunwoo masuk ke dalam rumah bersama Hwangbo yang membawa beberapa barang. Jung Ae terkejut.


Jung Ae memberikan minum untuk Hwangbo. Hwangbo memuji rumah Jung Ae yang terasa sangat nyaman, tapi Jung Ae diam saja. Hwangbo lalu mengatakan bahwa dia membawa daging iga untuk Jung Ae dan Gunwoo. Jung Ae berterima kasih.


Hwangbo: “Ngomong-ngomong, kapan kau akan kembali? Aku sudah lelah menunggu.”
Jung Ae: “Pak, aku tidak akan kembali bekerja. Aku tidak bisa.”
Hwangbo: “Nona Wang.”
Jung Ae: “Aku tidak pantas dipanggil begitu. Seperti yang Anda bilang, aku ini palsu. Inilah identitasku yang sebenarnya. Jung Ae, si ibu rumah tangga.”


Hwangbo protes karena merasa Jung Ae membuangnya dan bertanya bagaimana bisnis olahraga mereka dengan anggota sekelompok anak muda. Hwangbo bilang itu ide Jung Ae, jadi tidak boleh berhenti di tengah jalan.


“Aku tidak akan mengizinkannya. Pengunduran dirimu tidak kuproses. Aku tidak peduli,” kata Hwangbo sambil merebahkan dirinya. Hwangbo bilang ia akan tinggal disana, jika Jung Ae tidak kembali bekerja. Dia bahkan menyuruh pegawainya untuk membawa semua laporan kesana. Ia bahkan langsung menelepon Tuan Baek. Akhirnya Jung Ae berkata, dia saja yang pergi.


Hwangbo mengejar Jung Ae dan berkata bahwa dia yang akan pergi. “Kau puas? Kau keras kepala. Bagaimana kalau begini saja? Bekerjalah sampai hari ke-100-mu. Itu tidak lama lagi. Sampai itu saja. Ya?”


Jung Ae ingin menolak, tapi Hwangbo berkata bahwa tidak pernah ada yang bertahan selama itu dalam menjadi asistennya. Hwangbo bahkan merasa, jika Jung Ae pergi, maka tidak akan ada lagi yang akan mendampinginya.


Daegu memperhatikan mereka dari dalam mobil, tidak jauh dari sana.