Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 16 Part 1

Yoon Yi pergi ke tangga darurat, tapi ia tidak jadi membuka pintunya. Ia kemudian akan kembali lagi ke ruangannya.


Tiba-tiba Chi Won menarik tangan Yoon Yi dan membawanya masuk ke area tangga darurat. Chi Won memasukkan Yoon Yi ke dalam jaketnya dan berkata ia tahu kalau Yoon Yi akan mengikutinya.


Yoon Yi berpikir kalau Chi Won pasti kecewa padanya, tapi Chi Won bilang sekarang yang penting adalah masa depan. Yoon Yi khawatir jika dia harus melakukan tugas-tugas dari Tuan Bong seperti dulu lagi. Chi berpesan, bila itu merugikan orang lain maka jangan dilakukan. “Aku percaya kau akan membuat keputusan yang tepat,” kata Chi Won.


Yoon Yi kembali dikejutkan dengan telepon dari istri Tuan Bong. “Penderitaan?” tanya Chi Won heran. Yoon Yi berkata bahwa dia ingin membuat perubahan dan meminta Chi Won untuk membantunya.


Yoon Yi pergi ke sebuah restoran. Saat istri Tuan Bong datang, angin seperti menerpa wajah Yoon Yi dengan kencang.


Mereka saling menyapa. Istri Tuan Bong memuji Yoon Yi bertambah cantik dan apakah Yoon Yi sudah punya pacar. Ia lalu bertanya kenapa Yoon Yi mau menemuinya. Yoon Yi memulai pembicaraan dengan meminta maaf, karena dulu sudah berbohong tentang Tuan Bong.


Istri Tuan Bong tidak memerlukan penjelasan Yoon Yi, karena ia sudah tahu semuanya. “Kudengar nama julukan Jang Woo adalah Bos Pelangi? Dari Senin sampai Minggu. Dia menemui wanita lain setiap hari dalam sepekan. Dahulu kamu layanan pelanggan Dasan bukan?”


Istri Tuan Bong kemudian mengeluarkan beberapa ponsel Tuan Bong yang nama asistennya di phonebooknya disamarkan menjadi, aula, yayasan pelanggan, kantor kepuasan pelanggan, pelaporan barang hilang. Istri Tuan Bong menduga mereka mengundurkan diri setelah menutupi kelakukan Tuan Bong. Istri Tuan Bong lalu menangis tersedu-sedu. Ia merasa harga dirinya terluka. “Aku mau mengambil semua yang dimiliknya dan membuatnya menjadi miskin! Aku ingin balas dendam.”


Yoon Yi berkata bahwa untuk melakukan itu, istri Tuan Bong butuh bukti kuat. Istri Tuan Bong hewan dan menduga Yoon Yi menawarkan diri untuk membantunya. “Jika seseorang dirugikan, aku harus menghentikannya,” kata Yoon Yi. “Bolehkah aku meminjam semua ponsel itu?” Istri Tuan Bong dengan senang hati menyerahkannya. 


Melalui telepon, Yoon Yi bercerita pada Chi Won bahwa istri Tuan Bong sudah mengetahui kelakuan suaminya.


Chi Won berkata sekarang Yoon Yi tinggal menghubungi para mantan asisten itu.


Tiba-tiba, Yoon Yi hampir terjatuh. Ia mengecek sepatunya dan ternyata sudah mulai aus.


Yoon Yi pergi ke toko ayah Bo Na dan sekarang sepatunya sudah selesai diperbaiki. Ia mencoba memakai sepatunya lagi dan merasa nyaman.


Yoon Yi memberi kode pada ayah Bo Na bahwa ia menyukai perbaikan sepatunya. Terlihat ada seseorang di luar yang memperhatikan mereka. Saat Yoon Yi akan keluar, Bo Na menyembunyikan tas yang dibawanya.


Bo Na: “Hak sepatuku rusak.”
Yoon Yi: “Baiklah. Sampai jumpa.”
Bo Na: “Baiklah.”


Bo Na masuk ke dalam, meletakkan tas yang dibawanya di atas meja dan melihat bekas makanan di tempat sampah. Ia kemudian menghampiri ayahnya dan bertanya dengan isyarat tangan apakah ayahnya sudah makan.


Ayah Bo Na: “Ya. Wanita yang baru pergi tadi membawakan makan siang.”
Bo Na: “Kenapa?”
Ayah Bo Na: “Dia sering datang dan makan bersama ayah, serta minum kopi.”


Saat kembali ke kantor, Bo Na merasa gelisah. Sepertinya ia sudah mulai menyadari kesalahannya pada Yoon Yi.


Yoon Yi mengirimkan pesan pada Yoon Yi bahwa ia akan pulang kerja dan bertanya apa Chi Won akan bekerja lembur. Lalu Bo Na masuk ke dalam lift, dan suasana menjadi agak canggung. Mereka tidak saling bicara. Ketika Yoon Yi akan turun baru Bo Na memanggilnya, “Yoon Yi...”


Mereka berdua pergi ke sebuah restoran. Yoon Yi mengingatkan bahwa Bo Na berpura-pura tidak tahu kalau Yoon Yi dan Chi Won berpacaran agar mereka tetap merasa nyaman. “Aku juga pura-pura tidak tahu, tentang ayahmu,” kata Yoon Yi.
Flashback..


Yoon Yi sering datang membawakan makanan untuk ayah Bo Na.


Yoon Yi berkata, “Bo Na. Jujur saja, aku sempat sangat membencimu. Betapapun aku mencoba, aku tidak akan bisa mengimbangimu. Kamu begitu baik dalam segala hal. Tapi ayahmu mengatakan bahwa sejak kau kecil, kau jarang tidur lebih dari empat jam sehari. Sejak aku tahu kau mengerahkan segenap kekuatanmu, aku tidak sanggup membencimu lagi.”


Mata Bo Na mulai berkaca-kaca. Ia meminta agar Yoon Yi membencinya, karena Yoon Yi berhak melakukan itu.


Yoon Yi tersenyum sambil meletakkan jari telunjuknya di pipi dan menunjukkan jari kelingkingnya. “Putri yang cantik. Itu bahasa isyarat pertama yang ayahmu ajarkan padaku.” Yoon Yi kembali menggerakkan tangannya lagi sambil berkata, “Jika kau tidak bisa menjadi temanku, tolong kembalilah menjadi asisten yang hebat, Ma Bo Na yang dahulu lagi.”


Kali ini Bo Na tidak bisa lagi menahan tangisnya. Ia menangis tersedu-sedu, dan menyesali semua perbuatannya.


Sambil menunggu bus, Yoon Yi saling berkirim pesan dengan Chi Won.


Bo Na masih menangis di restoran. Kyung Rae lalu datang dan menemaninya. Saat tahu, Kyung Rae sudah datang Bo Na mencoba berhenti menangis dan mengusap air matanya.


Kyung Rae berkata, “Hey, berhentilah menangis sendiri. Yoon Yi memberitahuku kalau kau ada disini. Yah sudha lama kita tidak kesini. Dulu kita sangat sering kesini. Berapa minuman yang kita belikan untuk Yoon Yi setiap kali dia dimarahi para seniornya? JIka kita menabung uang itu... Haha.. Aku akan mentraktirmu hari ini”


Chi Won memberi kejutan dengan pergi menyusul Yoon Yi ke halte. Yoon Yi menyandarkan kepalanya di bahu Chi Won dan berkata kalau akhir-akhir ini Chi Won sering muncul dan memberinya kejutan padahal dia sangat dingin saat bekerja dan tinggal bersama.


Chi Won: “Maksudmu, kau lebih suka jika kita tinggal berjauhan?”
Yoon Yi: “Aish... Kau harus tetap membayar sewa walau tidak tinggal disana. Kau sudah mengirimkan uang untuk tagihan air?”
Chi Won: “Sudah. Periksalah.”


Mereka terus berdebat tentang biaya sewa rumah. Mungkin baru akan selesai, saat busnya datang hehe..


Keesokan harinya, Yoon Yi mulai menghubungi para mantan asisten Tuan Bong. Dia memperkenalkan dirinya. “Kau mantan asisten pribadi Tuang Bong Jang Woo bukan?”


Yoon Yi bertemu mantan asisten itu yang menceritakan kalau Tuan Bong dulu suka menyuruhnya membeli pakaian dalam, memesan kamar di hotel, bahkan menyerahkan tanda terima untuk klaim dana kerja ke perusahaan. “Apakah kau punya buktinya?” tanya Yoon Yi.


Yoon Yi menemui mantan asisten lainnya yang menunjukkan foto dan rekaman percakapan/


Mantan asisten itu melakukannya, karena ia tahu Tuan Bong suka menjebak asistennya.


Yoon Yi datang ke rumah Hwangbo dan terlihat sangat mengaguminya. Yoon Yi memanggil Chi Won dan Hwangbo. Mereka datang satu persatu. “Welcome to my home,” sapa Hwangbo


Yoon Yi heran karena mereka memakai pakaian yang sama. Chi Won berkata bahwa itu adalah peraturan untuk orang yang tinggal secara gratis. Yoon Yi bilang pakaian itu cocok untuk Chi Won.


Yoon Yi memperlihatkan bukti-bukti yang ia dapatkan. Chi Won berkata itu sudah cukup banyak dan akan ia kirimkan pada reporter. “Baiklah. Akan kupercayakan kepadamu, karena kau mantan reporter,” kata Yoon Yi sambil memberi hormat.


Keesokan harinya, Tuan Bong masuk ke ruangannya sambil bernyanyi. Yoon Yi lalu mengatakan bahwa resepsionis menelepon memberitahu kalau ada tamu untuk Tuan Bong di lobi.


Tuan Bong: “Tamu? Siapa?”
Yoon Yi: “Katanya seorang wanita muda yang agak mirip model.”
Tuan Bong: “Agak mirip model? Pasti itu Mi Sun.  Ah bukan. Dia Yun Hee, Yun Hee. Tidak seharusnya dia muncul tanpa menelepon lebih dulu.”


Tuan Bong sampai di lobi dan mencari tamunya. Tapi yang ada adalah sekumpulan reporter yang langsung mengeruminya dan bertanya apakah Tuan Bong meminta asistennya menutupi perselingkuhannya dan melaporkan biaya kencan di hotelnya sebagai pengeluaran bisnis.


“Tidak. Bicara apa kalian? Aku tidak pernah melakukan itu!” sangkal Tuan Bong sambil berusaha menyingkirkan para reporter itu. Yoon Yi dan Chi Won terlihat keluar dari lift.


Tuan Bong: “Yoon Yi, beraninya kau..”
Chi Won: “Sudah kubilang, aku akan melindungi mimpi temanku. Beritamu akan menghiasa halaman depan selama sepekan. Selamat.”
Tuan Bong: “Nam Chi Won kurang ajar. Tunggu saja.”


Tuan Bong menoleh dan akan pergi, namun ia sangat terkejut.


Istri Tuan Bong melangkah dengan elegan masuk ke area kantor.


Para reporter juga terpana dengan kedatangan istri Tuan Bong yang seperti membawa angin.


“Bong Jang Woo...” kata istri Tuan Bong sambil mengepalkan tangannya.


Dengan gerak slow motion, sang istri mendekati Tuan Bong dan menarilk dasinya


Istri: “Kau sudah bersenang-senang sampai sekarang?”
Tuan Bong: “Heng Ja. Jangan bunuh aku.”
Istri: “Ya, aku istrimu, Park Heng Ja. Aku tidak akan membunuhmu. Tapi kau akan memohon agar aku membunuhmu.”
Tuan Bong: “Tidak!”


“Ayo, Jang Woo! Ikut aku!” kata istri Tuan Bong sambil menarik Tuan Bong pergi. “Mati kau!”


Para pegawai ikut mengabadikan kejadian itu.


Sebelum pergi, istri Tuan Bong berbalik dan memberi salam pada Yoon Yi.


Yoon Yi tersenyum padanya.


Tuan Jo mengejek Tuan Bong yang sebelumnya begitu sombong. “Habislah dia sekarang,” kata Yoon Yi.


Yoon Yi: “Misi selesai.”
Chi Won: “Belum. Misi yang sebenarnya dimulai sekarang.”


Yoon Yi dan Chi Won membidik Tuan Jo.