Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 16 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 16 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 16 Part 3

Yoon Yi menyerahkan flashdisc itu kepada Chi Won. Yoon Yi bilang temannya memberikan itu dengan mempertaruhkan segalanya. Chi Won mengerti. 


Chi Won kembali ke kantornya dan mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan bukti yang selama ini mereka cari. Chi Won meminta mereka menjadikannya video dan mencetak laporannya. Tim Chi Won segera bergegas ke ruang rapat dan mulai bekerja.


Tuan Jo sangat terkejut saat Bo Na menyerahkan surat pengunduran dirinya. Bo Na bilang ia sekarang bahwa sudah sadar apa yang harus ia pilih. Bo Na memilih persahabatan. Tuan Jo mengingatkan bahwa sebentar lagi ia akan menjadi wakil presdir.


Bo Na bilang ia dulu memang kagum kepada Tuan Jo karena mendapatkan jabatannya dengan murni, namun kini ia sadar bahwa Tuan Jo mulai salah jalan. Dan Bo Na mengakui bahwa ketika ia membantu Tuan Jo, itu juga kesalahannya sendiri. Tuan Jo menebak kalau Bo Na memihak Chi Won. Tapi Bo Na tidak menjawab, dan hanya pamit pergi.


Tuan Jo marah besar. Ia berteriak bahwa karir Bo Na sudah tamat. Tuan Jo lalu menghubungi saluran 2.


Chi Won dan timnya sudah berada di ruang rapat. Mereka tampak sibuk. Chi Won juga terus memberikan pengarahan kepada timnya. Mereka bekerja sampai malam sampai terkantuk-kantuk.


Mereka sangat senang saat melihat Yoon Yi datang dan membawakan makanan. Mereka bilang mereka merindukan Yoon Yi. Gong Yoo bahkan bercanda dengan memperkenalkan Yoon Yi pada bos mereka. Mereka semua tertawa.


Tim mulai bekerja lagi. Yoon Yi mengantar minuman kepada mereka satu persatu dan menyemangati mereka. Khusus untuk Chi Won, Yoon Yi memberikan pensil yang sudah tajam. Chi Won mengucapkan terima kasih sambil menyentuh lengan Yoon Yi. Anggota tim yang lain menyoraki mereka, kecuali Changsoo. (hahaha…)


Mereka menonton video yang sudah jadi dengan serius. Chi Won bilang mereka sudah selesai dan bias pulang. Besok pagi, mereka akan mengeceknya lagi. Mereka mematikan lampu, lalu pulang.


Yoon Yi berharap tidak ada masalah sampai acara penayangan video itu.


Seseorang masuk ke ruang rapat yang sudah gelap. Dia memasukkan semua dokumen, laptop, kamera  dan semua yang ada disana ke dalam sebuah plastik besar. Setelah selesai, orang itu buru-buru pergi.


Keesokan paginya, Tuan Jo menari-nari sendiri. Ia bilang kalau ia sudah ditunjuk sebagai wakil presdir dan sudah bersiap untuk memecat Chi Won dan anggota timnya. Dia merasa harus tampil rapi untuk kesempatan itu.


Asisten baru Tuan Jo adalah Pak Yoo, asisten Tuan Do sebelumnya. Dia yang memilihkan pakaian itu untuk Tuan Jo.


Tuan Do bergumam kalau Chi Won sepertinya datang terlambat. Tuan Do lalu mengatakan bahwa itu akan menjadi rapat terakhir yang ia pimpin. Dia juga mengatakan kalau Tuan Jo yang ditunjuk menjadi wakil presdir berikutnya. Tuan Do bertanya apakah Tuan Jo ingin menyampaikan pidato.


“Aku belum ditunjuk secara resmi. Pidato apa?” tapi dia mengeluarkan naskah pidato dari sakunya dan memulai pidatonya. Tiba-tiba Chi Won dan seluruh anggota timnya masuk.


Chi Won meminta maaf karena datang terlambat. Ia mengatakan bahwa ia sudah menyiapkan video istimewa untuk mereka.


Video yang dipertontonkan adalah rekaman Pak Park, yang sudah diblur wajahnya, yang mengatakan bahwa Tuan Jo mengancam untuk menyingkirkannya dari dunia periklanan, jika tidak memberinya kupon hadiah.


Tuan Jo shock. Dalam rekaman itu Pak Park kembali berkata, “Bukan hanya kami. Pasti banyak perusahaan lain yang juga diancam olehnya. Jika kami tidak melakukan apa yang dimintanya, dia akan menyingkirkan kami dari proses tender. Kami apra kontraktor tidak berkuasa. Tuan Jo yang member kami pekerjaan, jadi dia yang berkuasa.”


Asisten baru Tuan Jo, Pak Yoo, terkejut.


Chi Won menatap Tuan Jo sambil tersenyum. Jajaran direktur mulai  membicarakannya.
Flashback..


“Sudah dapat semuanya?” tanya  Chi Won pada seseorang yang masuk ke dalam rung rapat Chi Won saat lampu sudah dimatikan.


Orang itu akan pergi, namun tidak bisa. Karena Chi Won dan semua anggota timnya masih ada disana. Mereka meminta orang itu agar menunjukkan wajahnya.


Mereka sangat terkejut, karena orang itu adalah Koo Gye Young, tim-nya Hwangbo. Ia menangis.


Gye Young meminta maaf sambil menangis. Ia bilang ia sangat menyesal. Ia melakukan itu, karena kontraknya di perusahaan akan segera berakhir padahal dia harus melunasi utang keluarganya.


Chi Won bilang hanya mereka yang tahu tentang masalah ini dan membiarkan wakil presdir Hwangbo yang memutuskan. Gye Young mengerti. “Tapi, kau harus melakukan sesuatu untuk kami,” kata Chi Won.


Tuan Jo panik dan berusaha mengatakan bahwa semua itu bohong.


Tim Audit datang dan membawa Tuan Ji pergi secara paksa.


Pak Yoo juga dibawa pergi.


Tuan Do hanya diam memperhatikan mereka.


Tuan Jo berusaha memberontak dan memukul Chi Won, namun tidak berhasil. Hwangbo bilang itu momen terakhir si antagonis yang menghibur. Tapi ia kecewa, karena ia tidak bias melihat adegan seru seperti itu lagi.


Chi Won bilang awalnya Tuan Jo tidak jahat.


Sepulang kerja, Chi Won menunggu Yoon Yi di depan kantor.


Ia terpesona melihat Yoon Yi yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum dengan memakai sepatu pemberiannya. “Pak Nam..” sapa Yoon Yi sambil melambaikan tangannya. Yoon Yi berlari kea rah Chi Won yang sudah siap memeluknya.


Chi Won: “Aku sudah menepati janjiku.”
Yoon Yi: “Belum.”
Chi Won: “Apa?”
Yoon Yi: “Kau harus pulang ke rumah, Pak Penyewa.”


Chi Won merapikan barangnya ke dalam koper, tapi Hwangbo mengeluarkannya lagi. Hwangbo berjanji akan bersikap lebih baik lagi, asal Chi Won mau tinggal bersamanya lebih lama. Hwnagbo bahkan merobek peraturan yang ia buat sendiri. “Baju olahraga?Jangan dipakai. Itu kenak-kanakan. Aku juga akan mengerjakan semua tugas rumah tangga,” kata Hwangbo. 


Chi Won menyebut Hwangbo sangat manja. Hwangbo bilang ia akan bosan jika sendirian. Tapi Chi Won bilang, induk semangnya juga akan bosan tanpanya. Hwangbo tetap merajuk. “Hyungmu akan datang berkunjung,” kata Chi Won. Hwangbo sangat senang, karena ada yang menganggapnya seorang adik.


Hwangbo mengambil bonekanya dan mengucapkan perpisahan dengan sopan, bahwa ia akan menunggu kunjungan kakaknya itu. Chi Won menyebutnya menjijikan. Tapi Hwangbo tidak peduli.


Chi Won sudah kembali ke rumah Yoon Yi. Yoon Yi memasak steak untuk merayakan Chi Won yang sudah pulang ke rumah dan dia sendiri yang sudah kembali ke departemen video. Chi Won bergumam bahwa dia suka pilihan menu Yoon Yi karena tidak perlu dibumbui lagi. (haha…)


Tiba-tiba api kompor membesar. Chi Won dengan gesit membantu Yoon Yi memadamkan apinya. Mereka sama-sama heran, kenapa Chi Won baik-baik saja (tidak mengingat traumanya), padahal apinya cukup besar.


Yoon Yi: “Aah.. mungkin karena kau bersamaku.”
Chi Won: “Aah.. ini berarti kau harus bersamaku selamanya.”


Mereka saling berpandangan. Chi Won lalu melempar semua barang yang di meja dan mendudukkan Yoon Yi di atas meja. Mereka kembali saling menatap, lalu berciuman, lalu… “Tunggu… Tunggu…” terlihat banyak pakaian yang dilempar. 


Pagi harinya, Yoon Yi bangun lebih dulu dan memperhatikan wajah Chi Won. Yoon Yi juga menyentuh bekas luka bakar di punggung Chi Won. Chi Won lalu terbangun dan bertanya kenapa Yoon Yi menyukai orang yang penuh luka sepertinya, padahal banyak orang ‘normal’ di luar sana. Yoon Yi bilang tidak ada orang ‘normal’, karena mereka semua hanya berpura-pura. “Kau sangat istimewa,” kata Yoon Yi.


Chi Won berterima kasih karena Yoon Yi sudah menyayangi orang seperti dirinya. Ia lalu mengecup Yoon Yi dan memeluknya.


Ibu Yoon Yi terkejut melihat kedatangan Chi Won ke salonnya. Ibu bertanya alasan Chi Won datang kesana. Chi Won bilang ia ingin memotong rambut. “Jauh-jauh dari Seoul?” tanya ibu lagi. Chi Won bilang teknik ibu terkenal sampai di Seoul.


Ibu bersedia memotong rambut Chi Won. Chi Won bilang ia akan menunggu sampai ibu menyukainya. Ibu mengecek rambut Chi Won dan melihat ada dua bagian di kepalanya.


“Aku tetap akan sering datang.. ibu,” kata Chi Won. Ibu tersipu, lalu bertanya apa Chi Won mau memakai pewarna rambut. “Ya. Buat aku terlihat tampan,” kata Chi Won. Ibu mulai bekerja.


Chi Won kemudian melihat penampilan barunya di depan cermin. Dia terdiam. Lalu berkata, “Astaga. Keren.” Chi Won tersenyum canggung dan berterima kasih kepada ibu. Kemudian Tae Yi datang.


Tae Yi: “Pak Chi Won, ada apa dengan rambut Anda?”
Chi Won: “Tae Yo, bawa resume-mu ke kantorku besok.”
Tae Yi: “Serius? Terima kasih, Pak!”


Chi Won lalu berpamitan pada ibu. Tapi ibu mengajaknya makan bersama terlebih dulu.


Chi Won bertanya, “Benarkah aku diajak?” Ibu menganggukkan kepalanya.

3 komentar

Liat model rambut chi won jadi ingat superman haha...

Supermaaaaaan...hoayooooo...hahhhha

iya rambutnya kayak superman he he