Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: KBS2
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 16 Part 2
DRAMA SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers

Keesokan harinya, Tae Yi datang ke kantor YB. Dia kagum dengan pintu otomatis yang ada di lobi. “Akhirnya aku orang YB,” kata Tae Yi. Ia lalu melihat Chi Won yang sedang berjalan menghampirinya.


Chi Won bertanya apakah pakaian Tae Yi nyaman. Tae Yi bilang kesan pertama sangat penting. Menurutnya, seorng pemagang YB harus berpenampilan meyakinkan. Chi Won lalu menyuruh Tae Yi mengikutinya.


Tae Yi berjalan kea rah lift, tapi Chi Won malah berjalan kea rah yang berlawanan. Tae Yi bertanya bukankah ia berada di arah yang benar. Tapi Chi Won tetap menyuruh Tae Yi untuk mengikutinya.


Tae Yi kecewa, karena Chi Won membawanya untuk bekerja di café Kyung Rae. Tae Yi bertanya kenapa Chi Won tidak memberikannya posisi magang di YB. Chi Won lalu mengeluarkan surat rekomendasi agar Kyung Rae bisa menerima Tae Yi.


Chi Won bilang ia akan datang setiap hari untuk memastikan Tae Yi bekerja keras selama enam bulan. Chi Won bilang ia sibuk dan meminta Kyung Rae untuk menjaganya. Kyung Rae ingin protes, tapi Chi Won tetap pergi.


Tae Yi menggerutu karena dia sudah pamer pada teman-temannya kalau dia akan magang di YB.


Kyung Rae protes, “Kau bahkan tidak cocok untuk jadi pekerja paruh waktu, tapi apa? Mau magang?” t anya Kyung Rae. Ia lalu menyuruh Tae Yi hormat, lalu masuk ke dapur.


Di halaman kantor, Tuan Do melakukan perpisahan dengan beberapa rekan kantornya. Ia memakai jaket casual, tidak seperti biasanya. Tuan Do bertanya apakah Chi Won menyukai pakaiannya. “Anda serius mau memakai itu?” tanya Chi Won sambil melihat ke sebuah motor yang sedang berjalan kea rah mereka.


Hwangbo berpesan agar Tuan Do menjaga motor itu karena itu adalah hartanya yang berharga. Chi Won bertanya apakah itu hadiah pensiun. Tapi Tuan Do mengeluarkan amplop berisi uang untuk membayar pembelian motor itu. Hwangbo bilang ia butuh biaya besar untuk mendirikan perusahaan baru.


Tuan Do memuji Yoon Yi yang sudah berhasil mengubah Chi Won menjadi seperti manusia dan menjadikannya direktur senior. Chi Won memeluk Tuan Do dan berjanji akan sering menemani Tuan Do bermain. Tuan Do memukul perut Chi Won dan tertawa.


Tuan Do bersiap pergi dengan motor barunya. (tapi second-nya, hehe)


Keempat sahabat berkumpul lagi sambil bermasker ria. Bo Na berkata ia ingin gagal wawancara asisten lagi dan mempertimbangkan untuk menjadi penyiar. Mereka tertawa dan bilang itu tidak cocok untuk Bo Na.


Kyung Rae mengajak Bo Na untuk bekerja bersamanya saja, jika tidak juga mendapatkan pekerjaan. Kyung Rae bilang gerobak kopi sedang tren di lokasi drama.
-----------------


Kyung Rae membuka gerobak kopi di lokasi drama. Gerobak kopi itu merupakan hadiah dari aktor In Gyo Jin untuk para asisten di lokasi drama. Wajah In Gyo Jin sama persis dengan Tuan Jo.


Gyo Jin yang saat itu mengantri untuk mendapatkan kopi, tidak suka saat melihat Tae Yi membersihkan spanduknya dengan memukulnya dengan serbet. Tae Yi mengenalinya sebagai Gyo Jin.

Tae Yi bilang ia adalah penggemar berat Gyo Jin. Ia meminta untuk berjabat tangan. Gyo Jin memperbolehkannya dan menawarkan diri untuk berfoto, tapi Tae Yi menolak.


Kyung Rae mengatakan pada Gyo Jin bahwa wajahnya mirip dengan kenalannya yang sekarang berada di penjara. Gyo Jin bilang wajahnya tidak pasaran. Gyo Jin lalu memesan minuman. Kyung Rae bilang sudah habis. Gyo Jin lalu pergi.


Tuan Jo yang asli berada di dalam penjara, dan Bo Na sedang mengunjunginya. Bo Na menduga pasti Tuan Jo membencinya. Tuan Jo bilang ia tidak membencinya, tapi ia merasa malu karena Bo Na melihatnya dengan pakaian seperti itu. Ia lalu mengeluarkan tawa khasnya. Tuan Jo bilang ia sudah banyak bertobat.


Bo Na tertawa tulus. Ia kemudian memberikan ponsel Tuan Jo yang diberikan tim audit kepada Bo NA. Bo Na menyalakan video yang dulu sering Tuan Jo tonton.


Video itu berisi rekaman ibu Tuan Jo yang berkeinginan melihat anaknya menjadi direktur senior sebelum ia mati. Ibu juga mengingatkan agar Tuan Jo tidak lupa makan dan jangan terlalu banyak bekerja.


Tuan Jo menangis. Ia menyesal bahwa seharusnya ia berhenti saat sudah mencapai posisi direktur senior. Ia menyesal sudah menjadi orang yang tamak. “Aku merindukan ibuku.”


Bo Na mengatakan bahwa saat menjabat direktur senior dulu, Tuan Jo sangat keren dan menjadi teladan baginya. Tuan Jo mengatakan itu semua sudah berlalu. Tuan Jo bilang bahwa Ma Bo Na-lah yang terbaik dalam segala hal. Ia juga yakin Bo Na akan segera mendapatkan pekerjaan yang baik. Dia juga akan ebrdoa setiap pagi agar atasan Bo Na nanti adalah orang yang baik.


Penjaga bilang waktu berkunjung sudah habis, tapi Tuan Jo bilang tidak boleh ada yang memotong pembicaraan Tuan Jo si pemotong. Ia berdiri dengan gagah dan merapikan bajunya. Ia menyuruh Bo Na pergi.


Tuan Baek protes, karena tim mereka yang bernama Queen’s Knight tidak juga menang kompetisi. Gunwoo menjadi salah satu diantara mereka. Tuan Baek bilang mereka harus menang paling tidak sekali saja, karena dia ingin mengkeriting rambutnya.


Mereka mengeluh mesin cetak mereka yang kembali macet. Ternyata uang Hwangbo tidak sebanyak yang mereka kira. Terdengar suara Hwangbo,”Bu Koo.. Bu Koo.”


Hwangbo protes karena tidak ada krim kocok di kopinya. Bu Koo mengingatkan mereka sudah tidak berada di YB, dan harus puas hanya dengan kopi instan. Hwnagbo mengingatkan bahwa Bu Koo sudah meneken kontrak kerja selama 20 tahun, masih tersisa 19 tahun 6 bulan lagi.


Bu Koo meminta maaf. Ia menyesali perbuatannya yang dulu menjadi mata-mata untuk Pak Jo. Tredengar pintu diketuk dan Jung Ae masuk ke ruangan Hwangbo.


Jung Ae meminta maaf karena datang terlambat karena kelas kuliahnya baru selesai. Mood Hwangbo berubah menjadi sangat baik saat melihat Jung Ae datang.


Setelah menyapa Hwangbo, Jung Ae mulai bekerja membantu rekan-rekannya memperbaiki mesin cetak, mencari dokumen dan sebagainya. Dia juga melakukan pekerjaan pribadinya dengan baik.


Hwangbo keluar dari ruangannya dengan panik dan mengatakan bahwa pelatih mereka pergi lagi. Jung Ae bilang ia akan menyalakan mesinnya dan menyuruh Hwangbo turun.


Hwangbo dan Jung Ae pergi menaiki motor bersama. Hwangbo meminta maaf karena menyusahkan Jung Ae. Jung Ae bilang ia menikmatinya karena mereka melakukan apa yang mereka inginkan.


Gong Yoo membawa banyak pemagang dan memperkenalkan departemen video pada mereka. Dia bilang mereka harus bangga karena ditempatkan disana.


Tuan Park baru saja menutup telepon dan mengeluh karena Hwangbo minta dibuatkan video humas secara gratis demi hubungan masa lalu.


Changsoo diberi minuman kaleng, tapi ia malah memberikannya pada Yoon Yi dan mengatakan bahwa itu adalah hatinya yang ke-101.


Yoon Yi bertanya apa Changsoo tidak lelah melakukan itu terus. “Tidak, Kau bisa kembali kapan pun kamu mau,” jawab Changsoo santai.


Yoon Yi masuk ke ruangan Chi Won dan membacakan agendanya. Chi Won kemudian memberikan peraturan baru kepada Yoon Yi, seperti Yoon Yi tidak boleh banyak tersenyum kepada orang lain, terlalu banyak memakai perona pipi, dan sebagainya. Chi Won bilang ia bukan sedang mengomel, tapi menunjukkan ketertarikan.


Yoon Yi: “Kalau kau tertarik padaku,kenapa kau tidak pernah menghadiri kuliahku?”
Chi Won: “Itu memalukan. Kau selalu membicarakanku di kuliah-kuliahmu, jadi itu memalukan.”
Yoon Yi: “Baiklah! Aku akan menghadiri kuliahku sendiri!”


“Yoon Yi… Yoon…” Chi Won memanggil Yoon Yi, tetapi tidak dipedulikan.


Yoon Yi memulai perkuliahannya tentang asisten di depan para karyawan lain.


Chi Won masuk ke dalam dengan mengendap-endap dan membawa sesuatu di tangannya. Tapi, dari panggung Yoon Yi melihatnya.


Karena ketahuan, Chi Won berdiri tegak dan menunjukkan buket bunga yang dibawanya sambil tersenyum. Tapi senyum Chi Won hilang, karena Yoon Yi sedang membicarakan tentang seorang atasan yang menolak kehadiran seorang asisten.
Flashback..


Dulu, Chi Won meminta Yoon Yi menghubungi HRD untuk meminta perubahan posisi kerja.


Chi Won juga mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan asisten untuk hadir dalam rapat, akrena ia sudah punya pena sendiri.


Yoon Yi menutup kuliahnya dengan mengatakan agar para atasan menjadikan asisten mereka sebagai teman terbaik. Semua peserta kuliah bertepuk tangan.


Termasuk Chi Won.


Chi Won dan Yoon Yi berdebat kapan mereka mulai saling menyukainya.  Yoon Yi menyebutkan beberap kemungkinan, tapi Chi Won tetap bilang ia tidak ingat. Yoon Yi kesal dan meminta Chi Won mengatakannya.


Chi Won membisikkan sesuatu di telinga Yoon Yi.


Yoon Yi: “Sungguh? Saat itu? Jantungmu berdebar pada saat itu?”
Chi Won: “Ya, itu benar.”


Yoon Yi sangat senang dan Chi Won mengulurkan tangannya.


Yoon Yi menyambut uluran tangan Chi Won.


Chi Won: “Aku mencintaimu, Yoon Yi.”
Yoon Yi: “Aku juga. Aku mencintaimu.”


Direktur Nam Chi Won dan Asisten Hwa Yoon Yi berciuman di sbeuah bukit yang sangat indah.


“Kau sungguh ingin tahu?”
“Ya.”
“Kenapa wanita selalu mau konfirmasi.”
“Ya, aku mau konfirmasi. Jadi, pikirkanlah.”


“Aku tidak ingat.”
“Kau tidak ingat?”
“Kau mengingat semuanya? Memangnya aku Bill Gates? Stephen Hawking?”
“Kau lebih baik.”


Terima kasih sudah membaca, Jugglers…

6 komentar

Akhirnya....trimakasih sudah menulis jugler sampai akhir

Hubungan hwanbo dengan jung ae kok menggantung yaaa...penasaran dengan hubungan mereka harusnya di jelasin apakah mreka hanya punya hubungan atasan dengan bawahan apakah berkembang mnjdi cinta...

Thanks.. Sngt enjoyy😘😘😘

makasih banyak sdh nulis sinop jugler