Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 8 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 9 PART 1

Chiwon benar-benar kekantor, dia hanya menatap jendela dan seperti memikirkan sesuatu atau mungkin malah merasa aneh dengan apa yang baru saja dia lakukan.

Ditengah-tengah pemikirannya itu, seseorang mengetuk pintu ruangannya, orang itu adalah Tuan Do yang tidak menyangka jika Chiwon masih dikantor padahal dia datang niatnya hanya ingin tau, siapa tau ada Chiwon diruangannya. Chiwon masih saja dengan sikap cueknya, melihat Chiwon yang masih saja marah kepadanya Tuan Do benar-benar merasa bahwa Chiwon seperti anak-anak. Chiwon meminta Tuan Do agar tidak melakukan hal yang seperti itu lagi padanya.

Tuan Do lalu membahas tentang tempat tinggal Chiwon yang ternyata rumah Yoonyi, Tuan Do mengatakan, “Kalian trus bersama baik dikantor dan dirumah.” Dia sengaja menyenggol Chiwon dan mengatakan kalo Chiwon menyukainya (yoonyi), Chiwon tidak akan mau melalui satu jam dengan orang yang tidak dia sukai. Chiwon langsung memperingatkan Tuan Do agar tidak asal menyimpulkan. Dengan senyum penuh arti Tuan Do mengatakan kalo tentu Chiwon yang lebih tau tentang perasaannya sendiri, lalu keluar dari ruangan Chiwon.


Malam itu diruangannya, Chiwon hanya menatap dua kaktus yang ada dimejanya. Ilusinya mulai melihat Yoonyi yang didepannya sedang menyiram kaktus-kaktus itu, pandangan Chiwon tidak pernah lepas dari bayangan Yoonyi itu, kemanapun Yoonyi bergerak dia akan mengikutinya. Chiwon tersadar saat dia berdiri dan melihat bayangan Yoonyi hilang. 


Yoonyi sendiri malam itu tersenyum dengan sangat manis saat menatap jas Chiwon yang ia gantung. Yoonyi lalu mengambil salep dan perban dari Chiwon dan mulai mengobati luka ditangannya. Yoonyi mendenggar suara pintu terbuka.


Chiwon baru saja pulang saat itu, dia terdiam menghela nafas saat menatap rumahnya lalu Chiwon mendekat kearah pohon ginko dan menyentuhnya. Saat melihat kursi tempat Yoonyi dulu duduk saat mabuk, Chiwon teringat kata-kata Tuan Do yang mengatakan kalo dirinya menyukai Yoonyi, Chiwon terdiam berfikir dan tersenyum setelahnya.


Yoonyi keluar dari rumahnya dan tersenyum pada Chiwon, sementara pandangan Chiwon tidak pernah lepas darinya. Yoonyi mengembalikan jas Chiwon dan Chiwon tersenyum saat melihat luka ditangan Yoonyi sudah di obati. Yoonyi dengan malu berterimakasih untuk jas dan salepnya. 


Dengan sisa senyumnya Chiwon memanggil Yoonyi, Chiwon meminta Yoonyi untuk mencari penyewa baru, karena mereka selalu bersama, entah dirumah ataupun kantor Hal itu membuat Chiwon tidak nyaman. Yoonyi tentu terkejut dengan perrmintaan mendadak itu, terlebih dengan alasan yang Chiwon berikan. Setelah Chiwon mengatakan untuk mencari penyewa secepatnya, dia lalu naik kelantai 2 meninggalkan Yoonyi yang masih terkejut dengan keputusan Chiwon.


Jung Ae masuk kekamar Gunwoo saat anak itu sedang bermain game, dia izin keluar sebentar dan memberitau Gunwoo kalo sepatu milik Gunwoo sudah usang jadi dia akan membuangnya, sementara Gunwoo masih fokus dengan gamenya, dia tidak menjawab ibunya seolah tidak mendengarnya.

Jung Ae lalu membahas tentang kejadian dikantor polisi, kenapa Gunwoo mengakuinya sebagai bibinya, barulah saat itu Gunwoo melepas aerphonenya dan menanyakan kenapa, apa ibunya sakit hati. Jung Ae langsung menyangkalnya, dia memang ibunya Gunwoo. Dia berjanji akan menjelaskannya dan meminta maaf, mendengar itu Gunwoo tidak menanggapi dan memakai aerphonenya lagi. 


Terlihat Hwangbo dan Jung Ae yang sama-saa senang, saat itu Hwangbo menjemput Jung Ae. Mereka lalu pergi ketoko sepatu, sesuai janji mereka. Hwangbo menemukan sepatu yang dirasanya cocok namun Jung Ae terkejut melihat harganya yang mahal, saat pelayan ditoko itu menanyakan ukurannya secara bersamaan Jung Ae dan Hwangbo menyebutkan ukuran yang berbeda. Hwangbo menyebutkan ukurannya sedangkan Jung Ae menyebutkan ukuran Gunwoo. Akhirnya pelayan menawarkan membawakan dua ukuran itu. Jung Ae terlihat bingung dan mulai menghitung pengeluaran yang akan diambil dari gajinya itu, mulai dari uang sewa, asuransi, utilitas,biaya hidup dan tidak lupa sepatu olahraga, ketika ditotal hasilnya malah minus.


Disebuah kafe, Hwangbo sedang mencoba sepatu barunya dan memuji Jung Ae yang sangat baik pada keponakannya karena membelikan sepatu dengan gaji pertamanya. Jung Ae mengaku kalo ini pertama kalinya dia membeli hadiah dengan uang yang dia hasilkan, Hwangbo mengerti dan setelah dia selesai dengan sepatunya lalu meminum esnya dan melihat Jung Ae yang pandangannya menatap kedepan dan mengumamkan ‘indahnya’.

Hwagbo mengikuti arah pandangan Jung Ae itu dan melihat sepasang suami istri yang terlihat harmonis. Hwangbo menghadap kearah Jung Ae lagi, dan melihat tangan Jung Ae, lalu dia menyimpulkan jika Jung Ae pasti belum lama putus. Secara tidak sadar Jung Ae membenarkan itu lalu terkejut dengan jawabannya sendiri, Hwangbo memberitau ada bekas cincin dijari Jung Ae dan Jung Ae langsung menutupinya. 

Menurut Hwangbo orang berkencan, berpisah, dan bertemu dengan orang yang baru itu bukan masalah, karena semua orang memang seperti itu. Jung Ae mulai sedih dan merenung, baginya tidaka ada seorangpun yang tidak peduli dengan putus cinta. Hwangbo tidak bisa menjawab hal itu.


Terdengar suara Yoonyi yang menangis dengan begitu kerasnya, dia sedang mengeluarkan segala isinya tentang Chiwon yang akan pergi dengan sesuka hatinya sendiri. Didepannya Kyungrye dan Bona mendengarkan dengan serius. Yoonyi lalu bertanya, apa bersama dengannya membuat mereka tidak nyaman saat itu Kyungrye langsung angkat bicara, dia tentu menyangkal hal itu, Kyungrye malah menyalahkan sikap Chiwon yang begitu pemilih dan sensitive. Bona menjadikan hal itu sebagai kesempatan untuk menanyakan alasan Chiwon yang tiba-tiba pingsan di acara BBA itu pasti karena Chiwon orang yang sensitive atau ada alasan lain, Yoonyi seolah sudah akan mengakan alasannya sementara Kyungryedan Bona serius mendengarkan. Yoonyi lalu marah, kenapa malah mereka ingin tau, dia tidak ingin membahas hal itu karena terlalu menghancurkan hatinya. 

Kyungrye sudah tidak tahan lagi dengan ratapan Yoonyi jadi dia malah menyuruh Yoonyi untuk mengusir Chiwon jika tidak nyaman bukan malah menangis seperti ini, Yoonyi sendiri juga tidak tau alasannya menangis. Dengan tetap menangis Yoonyi mengatakan, “Aku tidak menyukai ini. Aku sangat tidak menyukainya. Aku tidak mau dia pergi. Aku tidak mau melepaskannya.”

Kyungrye mulai berfikir tentang itu, dia langsung menanyakan, jangan bilang Yoonyi benar-benar menyukainya. Mendengar tuduhan itu, Yoonyi berfikir dan langsung menyangkalnya, dia kan memiliki prinsip tidak boleh jatuh cinta dengan bosmu, gurumu atau ayahmu. Bona merasa jika Yoonyi sudah melanggar prinsip itu, Yoonyi hanya menangis saja dengan merasa sebal.


Yoonyi yang tidak terima dengan pernyataan Chiwon yang tidak nyaman padanya melampiaskannya dengan minum-minum, dia mabuk berat hingga malah harinya menuju lantai 2 dengan terus mengerutu tentang sikap Chiwon, Yoonyi juga menggedor pintu rumah Chiwon namun tidak ada jawaban, akhirnya dia memilih tidur didepan rumah Chiwon


Ternyata Chiwon sedang membeli sesuatu diluar, saat dia kembali, Chiwon melihat Yoonyi yang sudah tertidur didepan rumahnya. Dia mendekat menegur Yoonyi, sementra Yoonyi senang melihat Chiwon, dia langsung bangun, dia juga menanyakan alasan kenapa sampai dirinya membuat Chiwon merasa tidak nyaman dan meminta Chiwon untuk tidak pindah.

Yoonyi yang mabuk sampai tertidur lagi dan bergumam, “kamu begitu membenciku sampai ingin pindah rumah?”
Chiwon menjawab itu dengan suara rendah, “Itu bukan kesalahanmu tapi karena aku.”


Yoonyi : “Jangan pergi. Ya? Jangan pergi.” 
Dia hanya bergumam lirih dalam tidurnya, Chiwon yang melihatnya terlihat tidak tega melihat Yoonyi yang sampai segitunya berharap dia tetap tinggal. 


Chiwon mengendong sampai kamar Yoonyi, dia menidurkan Yoonyi bahkan menyelimutinya dengan penuh perhatian. Melihat wajah tidur Yoonyi, Chiwon mendesah. Sepertinya ini bukan keputusan yang dia inginkan namun harus dia lakukan. Chiwon sudah akan pergi bahkan sudah mematikan lampu kamar namun dia berfikir sesuatu dan kembali untuk menyalakan lampu tidur. 


Pagi harinya Yoonyi yang masih tertidur mendapat telpon dari ibunya, ibu mengingatkan tentang kencan buta yang harus yoonyi datangi hari ini. Pasangan kencan butanya nanti adalah seorang pengacara disalah satu firma hukum jadi Yoonyi harus berdandan dan menarik perhatiannya. Yoonyi mengangkat telpon itu namun dia tetap terpejam dan tidak menanggapi apa yang ibunya katakan, ibu heran dan dia langsung tau kalo Yoonyi pasti mabuk lagi, ibu memarahinya ditelpon.


Di toserba Chiwon dan Changsoo mengambil Yogurt yang sama dan Yogurt yang tinggal satu pak itu. Mereka tidak ada yang mau mengalah dan saling mengklaim kalo itu milik mereka karena mengambilnya lebih dulu, tiba-tiba Chiwon mnghadap kedepan dan menyapa Tuan Gong, Changsoo langsung melepaskan yogurtnya dan berbalik menyapa Tuan Gong namun ternyata tidak ada siapa-siapa, sedangkan Chiwon langsung lari menuju kasir ddan mengejek Changsoo yang sangat sopan sekali. LOL Changsoo begitu frustasi selalu kalah dari Chiwon.


Keusilan Chiwon tidak berhenti sampai disitu, bahkan saat Changsoo memintanya menunggu agar tidak menutup lift lebih dulu, Chiwon langsung menutupnya, meninggalkan Changsoo yang sebal dengan kelakuan chiwon itu.


Chiwon sampai didepan ruangannya dan melihat meja Yoonyi yang masih kosong.


Chiwon akan memeriksa berkas dan mengambil pensil, dia memperhatikan pensilnya yang ternyata juga belum diraut membuat Chiwon melihat meja Yoonyi yang juga masih kosong padahal waktu sudah siang.


Saat itu Tuan Gong dan pegawai magang, Haejin masuk. Tuan Gong member tau jika Yoonyi hari ini ijin karena sedang flu jadi jika Chiwon membutuhkan sesuatu dia bisa mengubungi Tuan Gong ataupun Haejin, bahkan Haejin akan duduk dimeja Yoonyi namun Chiwon menolaknya, Haejin tetap duduk seperti biasa dimejanya dan meminta semua sambungan telpon langsung disambungkan padanya. Tuan Gong juga menyerahkan alat yang dapat diajak bicara jika Chiwon membutuhkan teman bicara.

Setelah Tuan Gong dan Haejin keluar, Chiwon mencoba alat itu, dia menanyakan tentang jadwalnya dan alat itu dapat menjawabnya dengan baik. Namun Chiwon merasa ada sesuatu yang berbeda, dia kembali memikirkan Yoonyi.


Yoonyi sampai siang belum juga bangun, banyak sekali pesan yang masuk dari teman-temannya yang menanyakan tentang keadaannya, tidak lupa pangilan dari Changsoo.


Karena tidak dijawab oleh Yoonyi, Changsoo mngirimkan pesan suara, dia menanyakan keadaan Yoonyi dan memarahinya karena bisa sakit tanpa seizing Changsoo, tidak lupa Changsoo juga mengungkit yang dulu-dulu, tentang kebiasaan Yoonyi saat sakit, dia bahkan berjanji akan membawakan buah persik untuk Yoonyi satu pak. ditengah pesan suaranya itu Chiwon sengaja menyenggolnya, menoleh sebentar untuk minta maaf dan pergi LOL. Hal itu membuat rekaman suara dibatalkan, Changsoo benar-benar kesal dengan sikap bosnya yang menjadikannya bulan-bulanan.


Diruang rapat semua orang memuji hasil video Changsoo yang bagus, hanya Chiwon saja yang memberikan kritik tentang tidak ada fokuslah, tidak ada pesan dan bla bla bla XD bahkan meminta Changsoo untuk mengulanginya lagi.

Saat Chiwon sudah keluar dari ruang rapat semua orang langsung heran karena menurut mereka itu sudah bagus, mereka malah berdebat sendiri tentang itu, sementara Changsoo benar-benar kesal namun tidak bisa menolaknya.


Kembali dari ruang rapat, Chiwon masih saja memandangi meja Yoonyi yang kosong.

*Duh ini yang awalnya nggak pengen punya asisten sampai yang pada akhirnya merasa kehilangan saat asistennya nggak ngantor. Pelukk Chiwon yuk^^


Diruangannya Chiwon sudah beberapa kali menuliskan pesan untuk Yoonyi namun dihapusnya lagi. Dia teringat kejadian semalam, ternyata setelah mengantarkan Yoonyi pulang, Chiwon menemukan ponsel Yoonyi yang jatuh dan tertinggal, saat Chiwon mengambilnya Changsoo menghubungi Yoonyi dan dijawab oleh Chiwon. Dia terkejut saat mendengar suara Changsoo yang sedang menyanyi, berisik banget mungkin ya atau menganggu jadi Chiwon langsung mematikannya. 

Chiwon berfikir, dan mengangkatnya lagi saat Changsoo menghubungi untuk yang kedua kalinya. Changsoo masih saja bernyanyi untuk Yoonyi dan memberitau kalo mereka sudah berpacaran selama 5 th, mereka pernah mencintai selama lebih dari 2000 hari dan sebagainya. Chiwon mendengarkan itu dengan tidak percaya, campur sebal dan lebih ke cemburunya. Changsoo bernyanyi lagi dan kali ini tetangganya berteriak meminta Changsoo untuk diam karena sangat berisik menganggu orang yang lagi tidur. 


Mengingat itu lagi membuat Chiwon kesal, dia langsung menghapus pesan terakhirnya dengan kesal dan membuang ponselnya kemeja dengan kasar. HAHAHAHAHAHHAHHAAHAH cemburu itu mas, kasian Changsoo yang harus jadi bulan-bulanan karena cemburumu itu XD


Yoonyi masih tertidur dirumahnya sedang Chiwon diruangannya sedang memeriksa berkas dan secara tidak sadar berbicara dengan Yoonyi, setelah sadar Yoonyi tidak berangkat Chiwon benar-benar merasa kacau karena dari tadi yang keinget Cuma Yoonyi terus XD
Chiwon lalu berdiri, menatap kaktus-kaktusnya.


Tidak lama Yoonyi terbangun. Chiwon menyiram kaktusnya sementara ditempat berbeda Yoonyi sudah rapid an menyemrot wajahnya dengan nggak tau apa namanya XD. Ditempatnya Chiwon juga berusaha meraut pensilnya sendiri namun tidak bisa, dia melemparkan pensilnya kemeja, dan ditempat Yoonyi dia mengambil pensil alis pokoknya kaya gitu terus sampai Yoonyi dan Chiwon sama-sama keluar dari pintu masing-masing. 


Pegawai Kyungrye memuji seorang cowok yang datang, dia sangat tampan. Dan Kyungrye dengan bercanda mengatakan kalo dirinya lebih tampan lalu pergi. 


Ternyata cowok itu adalah adik Yoonyi, Taeyi. Kyungrye sudah tau kalo Taeyi menemuinya pasti akan menjual sesuatu. Karena maksudnya sudah diketahui Taeyi langsung meminta tos dengan kyungrye, dia kesini akan menjual dirinya sendiri, Taeyi mempertimbangkan Chiwon untuk mendatanginya dan meminta pekerjaan. Dan Kyungrye langsung memarahinya, kakaknya saja sudah hampir mati karena Chiwon, dia pengar dan terkena flu. Makhluk seperti Yoonyi bahkan meminta izin sakit. Taeyi yang mendengar itu cukup syok, dia jadi mencemaskan tentang kencan buta Yoonyi. Kini giliran Kyungrye yang terkejut karena Yoonyi ada kencan buta hari ini.


Saat itu Chiwon lewat dan Taeyi langsung menghampirinya. Pertama-tama dia memuji Chiwon yang terlihat keren dikantor. Chiwon mengenal Taeyi sebagai pengadu, Taeyi pasti menceritakan tenda didalam kamar pada ibunya kan. Tidak ada jawaban dari Taeyi, Chiwon langsung akan pergi dan Taeyi langsung menahannya, dia membela diri kalo dirinya memiliki sikap yang berbeda dari ibunya, baginya duda tidak masalah HAHAHAHAHAHAHAHA Taeyi to the point banget. Dia akan mendukung Chiwon dan kakaknya.

Chiwon langsung meminta intinya saja, karena dia sibuk. Taeyi lalu menjelaskan tentang Yoonyi yang akan pergi kencan buta, karena ibu meminta memilih antara kencan buta, atau mrngusir Chiwon dari rumah. Karena itu kakaknya pergi kencan buta hari ini padahal sedang tidak enak badan. Taeyi langsung beracting memelas. Mendengar semua itu Chiwon seperti berfikir, dan mungkin tidak menyangka jika Yoonyi memilih kencan buta saat sedang sakit demi dirinya.

Chiwon masih seperti biasa, dia menanyakan alasan Taeyi mengatakan hal itu padanya. Sudah tidak bisa berpura-pura lagi akhirnya Taeyi mengeluarkan resumenya, dia membutuhkan koneksi yang kuat  dan mengandalkan Chiwon LOL. Chiwon membacanya dan mengembalikan lagi, lalu pergi meninggalkan taeyi.


Chiwon berhenti didepan ruangannya dan berfikir, akhirnya dia berbalik lagi dan pergi keruangan Hwangbo.
Seperti biasa Hwangbo sedang bermain game, dan sangat senang melihat Chiwon yang datang. 
Hwangbo : “Kenapa kamu tidak bekerja? Kenapa kamu terlihat gelisah sepanjang hari?”
Chiwon : “Benarkah.”
Hwangbo : “Rasanya tidak nyaman tanpa Yoonyi, bukan ?”
Chiwon : “Ya, sedikit.”
Chiwon ini benar-benar jaga image banget, dia tidak melihat kearah Hwangbo saat diberi pertanyaan itu, HHAHAHAHAHAHA malu kali ya, ketauan gitu.


Kali ini Hwangbo akan memberikan lagu alih-alih sebuah jimat. Hwangbo menyanyi sambil mendekat kearah Chiwon dan menari didepannya bahkan sampai sengaja menyenggol-nyenggol Chiwon. Chiwon kesal karena sikap Hwangbo itu, Hwangbo meminta maaf dan diam untuk sementara lalu menyanyi dan menari lagi, dan terus menganggu Chiwon. HAHAHAHAAHAHAHA bener-bener ini kocak banget. Kira-kira liriknya kaya gini lah setelah ditranslate :

“Dia tidak menunjukkannya. Dia pura-pura tidak menyukainya. Dia pura-pura tidak tau.”


Chiwon bahkan sampai malam masih diruangannya dan  merenung, dia mengingat kenangannya bersama Yoonyi, juga tentang permintaan Yoonyi untuk Chiwon jangan pergi. Dia terus menimbang-nimbang itu semua dan terlihat gelisah sendiri. Ponselnya berbunyi, itu adalah pesan dari Yoonyi yang meminta maaf karena sudah membuat Chiwon merasa tidak nyaman. Yoonyi juga meminta Chiwon untuk melakukan apa yang Chiwon inginkan. Chiwon terlihat berfikir dan melihat mug yang Yoonyi berikan, kutipan itu sangat mempengaruhinya. Setelah menimbang-nimbang akhirnya dia mengambil mantelnya dan pergi.


Direstoran Yoonyi sedang kencan buta, belum lama obrolan mereka, Chiwon sudah datang, melihat Yoonyi yang terlihat masih lemah. Chiwon langsung menghampiri meja Yoonyi dan tanpa sepatah katapun menyeret Yoonyi keluar.

Semua yang disana terlihat heran, pasangan kencan buta Yoonyipun hanya melihat bingung.


Diluar Yoonyi meminta dilepaskan karena sakit, Chiwon melepaskannya lalu berbalik.
Chiwon : “Aku bilang akan pindah dari rumahmu. Kenapa kamu disini? Kenapa kamu berkencan buta padahal sedang sakit dan memaksakan diri tersenyum?”
Yoonyi : “Anda sendiri? Kenapa anda kesini?”
Chiwon : “Aku tidak bisa melihatmu, jadi aku gelisah. Kamu bilang kamu sakit, jadi aku cemas. Kamu memintaku melakukan hal yang aku inginkan.”

Chiwon mendekat kearah Yoonyi dan menciumnya, Yoonyi sempat terkejut dengan apa yang Chiwon lakukan namun pada akhirnya membalas ciumannya juga.

*perlu digaris bawahi itu bukan ciuman sebenernya, itu Cuma poppo^^

***
Sebelumnya aku minta maaf atas keterlambatan part 2nya, sebagai permintaan maaf aku kasih yang manis-manis deh ^^


Yap yang diatas adalah spoiler untuk scene selanjutnya, yang pertama itu untuk ep 9, terus kalo yang lainnya aku belum tau hehehe. Mereka makin manis ya *dalem hati bilang gini, paling bentar lagi juga pahit.

Jadi sebelumnya ada beberapa kendala, karena jujur nulis sinopsis ini nggak semudah donlot, ngetik, SC. Rintangannya besar, terutama bagi penulis pemula yang harus menyesuaikan dulu, kebanyakan masalahnya adalah ‘orang tua’ dan nggak dipungkiri itu adalah kendala terbesar, kalo ortunya paham sih itu nggak akan jadi hambatan yah tapi kadang jenis ortu berbeda-beda ya. Bahkan ortuku sampai nyembunyiin charger laptop, tapi tetep aja tak temuin, dan kalo beli bisa lebih dari 500k, yang terakhir untuk Cuma kabel lubang tiganya aja dan parahnya itu dibawa kekantor, akhirnya aku beli lagi HAHAHAHAAHAHA aku sempet mikir untuk berhenti tapi kok ya sayang banget sama si jugglers dan banyak nggak enaknya lah pokoknya.

Dan untuk jugglers sendiri, aku sering kepoin gitu pendapat rakyat twitter dan responnya bagus-bagus dan komentarnya lucu-lucu, mereka itu detail banget bahas Chiwon sama Yoonyi. Ada yang ngeh nggak sama kebiasaan Chiwon kalo lagi galau pasti larinya ke Hwangbo, minta petuah gitu, terus buat ciuman itu Cuma nempel jadi nggak bisa dikatagorikan ciuman *katanya. Itu Cuma poppo kalo kata Sehee di because this is my first life. Seneng ya liat si bos yang biasanya dingin jadi super galau gitu dan Changsoo kasian ih jadi bulan-bulanannya sikap kekanak-kanakan Chiwon kalo lagi cemburu ^^

Terimakasih buat yang udah baca, terutama yang udah ngikutin sinopsis ini dari ep awal sampai sekarang, mohon maaf sebesar-besarnya. Doakan tetep kuat sampai ep 16 ya. Yap 1 bulan lagi kurang lebih. Tidak lupa SELAMAT TAHUN BARU, semoga liburannya kemarin menyenangkan.

9 komentar

Trima ksih sinopsisny๐Ÿ˜†

Lanjut terus min sinopsisnya fighting min.

Terima kasih sinopsisnya...semoga bisa lanjut sampe selesai... fighting...

Sukaaaa deh ma drama ne, maju terus buat penulisnya... Fighting..

Lanjut terus donk kak jgan kelamaan eps selanjutnya....semangat ya ๐Ÿ˜Š☺

Sinopsis Drakor yg ditungguin bgt cuma ini,nothing to lose ama golden age sisanya kurang minat.. Ttp smngat ya buat author,,klo ga d terusin sedihhhh deh ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข semoga sehat selalu

Baru mau tny bedanya poppo sm kiss ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜†

Semangat ya min....