Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS Revenge Note
Romeo dan Juliet lagi ketemuan di dunia game. Juliet minta sama Ksatria penjaga untuk memusnahkan anggota tim Romeo. Romeo merasa nggak semudah itu. Ia mengirim rohnya untuk mencegat. Juliet menghadangnya. Eh, apa dia melarikan diri? Apa yang dia lakukan? Romeo menegaskan pada Juliet kalo ini adalah perang. Dan nggak akan ada cukup kecurangan dalam peperangan. Juliet cukup tahu. Ia belum melakukan langkahnya. Tunggu aja!


Di belakang mereka ada yang lagi ngomongin kalo Romeo dan Juliet adalah pasangan terbaik. Setiap kali mereka selalu bertindak mesra di depan mereka. Mereka pura-pura nggak tahu aja. Romeo menegur mereka. Bicara begitu keras, sedang ngomongin rahasia apa? Dan akhirnya Juliet berhasil memperdaya musuh.


Hari udah berganti pagi. Romeo mematikan alarmnya dan bersiap menjalani harinya.
Romeo: Seberapapun cepatnya, nggak akan bisa lebih cepat dari kecepatan cahaya. Sekecil apapun ukurannya, nggak akan pernah bisa lebih kecil dari panjang Planck. Meskipun suhu sangat dingin dari absolut nol. Sejauh apapun kau melihat, tetap tak bisa melihat dari sudut pandang semesta. Julietku terkasih, bagaimana kau bisa percaya  reinkarnasi.
Juliet: Segala perputaran di dunia ini adalah reinkarnasi. Makhluk baik dan jahat di enam alam kehidupan adalah reinkarnasi. Hidup dan matinya manusia, cinta dan benci, tentu saja juga reinkarnasi. Nggak ada alasan untuk nggak percaya.

Romeo: Lalu berpasangan denganku juga adalah sebab akibat dari reinkarnasi?

Juliet: Dari pertama aku juga percaya begitu. Mungkin di kehidupan yang lalu kita pernah berselisih jalan atau menyantap makan malam di meja yang sama. Atau mungkin juga kita pernah jadi teman sekelas.

Romeo: Tapi di tahun 1650 Masehi, populasi di dunia hanya 500 juta. Populasi sekarang adalah 7 milyar. Aku ingin bertanya, dari mana datangnya 6,5 milyar manusia lainnya? monyet? Makhluk asing?


Romeo dan Juliet keluar rumah dalam waktu yang bersamaan sambil menuntun sepeda.

Juliet: Aku percaya pada takdir.

Romeo: Aku percaya pada diriku sendiri.

Juliet: Romeo, sejak kecil aku suka bermimpi. Di era waktu yang berbeda, pria itu nggak hanya muncul dalam hidupku. Ada kalanya dia mengenakan seragam militer, adakalanya diamengenakan jubah mandarin (jubah yang di kancingkan, dari dinasti Qing, 1644-1911). Ada kalanya dia juga seorang kaisar. Yang aku sesalkan, aku masih belum melihat wajahnya.

Romeo: kau belum pernah melihat wajahnya, gimana bisa tahu kalo dia adalah takdirmu yang telah bereinkarnasi beberapa kehidupan? Mungkin aja dia datang buat nagih hutang.


Juliet: Ajaib, kan? Aku merasakan, setiap pergerakannya, punggungnya, nafasnya, aku begitu akrab. Seperti dia udah jadi bagian dari hidupku

Romeo: Wasir juga bagian dari hidup. Begitu pula reflux. Tumor juga. Kamu harus membuangnya bila di perlukan.


Seseorang memanggil Dr.  Wang. Ia nyuruh dokter Wang untuk kesana dan melihat. Benar-benar parah. Ia menunjukkan dinding yang rusak. Menurutnya itu bisa bocor di kedua sisi. Dan juga dari sebelah apartemen yang ia beli. Kalo nggak di atasi, masalahnya bisa lebih menyusahkan.


Mereka keluar dari rumah dokter Wang. Tukang mengatakan kalo tetangga dokter Wang sangat aneh. Dia nggak pernah ada dirumah. Tukang itu udah pergi beberapa kali tapi nggak bisa menemukan orangnya. Dokter Wang lagi ngejar waktu. Ia akan pergi kerumah sakit dulu. Ia minta pada tukang untuk ngasih tahu dia lain kali aja. Bersamaan dengan itu Gao Bing Bing (juliet) lagi keluar rumah sambil nuntun sepeda. Tukang ngasih tahu kalo dia akan mematikan tombol pengatur air di lantai atas. Nanti nggak akan ada air. Ianyuruh buat hati-hati. Tapi kayaknya dokter Wang nggak denger. Dia cuman ngangkat tangannya aja.


Wang Nuo (Romeo) lagi menelpon Tuan Zhang. Ia mengabarkan kalo masa sewa yang ia tinggali sekarang akan segera berakhir. Ia butuh waktu untuk merenovasi apartemen yang baru ia beli. Dan juga mengurus kebocoran, bener, nggak? Wang Nuo minta pada Tuan Zhang buat ngasih tahu pemilik aslinya buat segera pindah.


Seorang pasien baru datang. Wang Nuo segera menyimpan ponselnya dan menghampiri pasien yang lagi di dorong itu. Ia menanyakan situasinya. Perawat ngasih tahu kalo wanita hamil itu kehilangan kesadarannya, tekanan darahnya menurun. Suami dari wanita itu bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Wang Nuo menduga itu emboli air ketuban. Perawat mengatakan tapi kalo itu terjadi, jantung bayi nggak akan berdetak. Wang Nuo memerintahkannya untuk memberitahu ruang operasi, ahli anastesi, dan minta dokter anak untuk bersiap. Perawat yang satunya ia suruh buat menyiapkan darah dan menghubungi ICU. Suami pasien menolak. Seenggaknya dokter harus ngasih tahu dia apa yang terjadi sekarang ini. Wang Nuo nggak menanggapi. Ia hanya nyuruh perawat buat mempersiapkan operasi. Suami pasien mencoba menghentikan. Ia harus menelpon ibunya dulu. Mereka udah memilih hari baik untuk kelahiran bayi ini. Wang Nuo ngasih tahu kalo bayi itu dalam kondisi kritis sekarang. Siapapun yang menghentikannya harus tanggungjawab. Ia kembali nyuruh perawat buat pergi ke ruang operasi. Suami itu menelpon ibunya dan Wang Nuo udah nggak peduli. Perawat nyuruh sang suami untuk menandatangani surat persetujuannya.


Suami itu meyakinkan ibunya kalo nggak akan ada masalah. Ia melarangnya ada di sana. Ibu itu minta agar nggak memperdulikannya. Ia ingin bicara yang jelas dengannya. Wang Nuo keluar dari ruang operasi dan langsung dihadang oleh ibu dari pasien tadi. Ia marah-marah. Menurutnya waktu ini sangantlah buruk. Gimana kalo cucunya sial sepanjang hidupnya. Apa dokter bisa bertanggungjawab? Wang Nuo cuman tersenyum. Ibu itu nggak terima dan mencoba menghentikannya. Suami pasien mencegah ibunya. Ia bilang udah, nggak papa. Ibu itu melarang Wang Nuo pergi, ia harus bertanggungjawab penuh. Suami itu mencob menenangkan ibunya tapi sang ibu malah semakin menjadi-jadi. Ia malah bertekat buat menuntut dokter Wang Nuo.


Wang Nuo yang juga sama kesalnya berbalik dan mengatakan pada mereka kalo waktu yang di pilih anak itu untuk lahir adalah waktu keberuntungannya. Setelah itu ia pun pergi.


Setelah itu ia berpapasan dengan Shen Yi le. Yi le berkata kalo ada keluarga lain yang ingin menuntut Wang Nuo??! Wang Nuo sesumbar kalo dokter ahli kandungan mana yang nggak punya tuntutan hukum? Mereka berjalan bersama. Yi le merasa Wang Nuo terlalu terus terang kalo bicara. Seharusnya ia lebih bijaksana saat bicara dengan pasien dan keluarganya. Wang Nuo mengatakan kalo tanggungjawab dokter adalah untuk mengobati pasien. Mana punya waktu berurusan dengan hubungan interpersonal? Kecuali kalo dia nggak populer.


Yi le mengalihkan  dan menanyakan renovasi rumah Wang Nuo. Wang Nuo malas. Membicarakannya saja membuatnya sakit kepala. Apartemen yang baru ia beli ada kebocoran dan mempengaruhi apartemen yang ia tinggali sekarang. Agen sedang mencari pemilik sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini. Yi Le menilai itu pasti sangat merepotkan. Ia menanyakan apakah Wang Nuo butuh bantuan?


Wang Nuo mengatakan kalo mereka bertugas untuk operasi, pasien berobat jalan, marathon 36 jam, masih bisakah Yi Le membantunya? Yi Le balas sesumbar kalo ahli kandungan mana yang nggak sibuk? Kecuali kalo dia nggak terkenal. Ia menepuk pundak Wang Nuo lalu meninggalkannya. Sementara Wang Nuo melanjutkan jalannya.


Wang Nuo udah sampai di rumahnya. Dia mau mandi tapi airnya nggak keluar. Ia membuang handuknya dan keluar dari kamar mandi. (Tuh, kan??? Dia bener-bener nggak ngedenger waktu tukang ngasih tahu dia tadi pagi kalo airnya di matiin. Dan nggak akan ada air)


Wang Nuo membuka kulkas dan menagmbil minum. Selesai minum, ia menelpon Yi Le. Menanyakan apa dia dirumah sakit? Yi Le lagi menjalankan shift-nya. Kenapa? Wang Nuo lupa kalo ia nggak punya air di rumah dan ia nggak bisa mandi. Yi Le nyuruh dia buat datang ke rumah sakit, saat ini nggak banyak orang di rumah sakit. Xiao Fang dan Ai Bo juga ada. Mereka nggak akan menghakiminya, kok. Wang Nuo menolak dan mengucapkan sampai jumpa.


Gao Bing Bing lagi di kamar mandi. Ia juga kaget pas tahu nggak ada air. Ia menelpon Bai He. Ngasih tahu kalo di rumahnya nggak ada air. Bai He menduga Bing Bing lupa membayar tagihan air lagi. Mungkin aja. Ia nggak ingat ingat kapan terakhir kali ia membayarnya. Ya udah, Bai He menyuruhnya buat istirahat dan minum lebih banyak air. Oke! Bing Bing bilang Bai He cerewet.


Bing Bing membuka kulkas dan ngambil dua botol air mineral. Ia memakan apel lalu mengembalikannya kembali. Ia lalu makan keripik. Bing Bing membawa botol air itu ke kamar mandi. Ia mengambil bonekanya dan mengajaknya bicara. Apa dia tahu? Ini yang di sebut kemandirian. Ia harus bertahan di masa sulit. Rupanya Bing Bing menggunakan air itu untuk keramas.


Wang Nuo tidur di rumah sakit. Xiao Fang dan Ai Bo masuk. Xiao Fang seneng banget melihat tempat tudurnya dan memeluknya. Ai Bo mengendus mencium sesuatu.Iewww ia jijik, punya siapa itu? Xiao Fang langsung lompat dari tempat tidur atas dan langsung mengambilnya dan menciumnya. Wang Nuo langsung bangun. Xiao Fang seneng dia bangun. Ia memberitahu kalo sekarang ini gilirannya mengatur pesta akhir tahun. Boleh nggak ia minta line teman Wang Nuo di hotel Kelly, yang menangani masalah hukum itu? Wang Nuo cuek. Ia nyuruh Xiao Fang buat nelpon hotelnya langsung untuk pemesanan. Ia nggak mau memanfaatkan persahabatannya. Xiao Fang bilang nggak gitu...


Ai Bo nyambung, seseorang berusaha untuk memenuhi keinginan pribadi atas nama pekerjaan, memperlakukan tempat itu sebagai agen perjodohan. Xiao Feng nggak terima. Ia bilang apa barusan? Ia bukan tipe orang seperti itu. Ai Bo mengangguk. Xiao Feng kembali menghadap Wang Nuo. Ia memohon agar di biarkan memenuhi keinginannya atas nama pekerjaan. Wang Nuo bertanya kenapa Xiao Fang nggak menggunakan enetginya di ruang operasi?


Wang Nuo pindah tempat duduk. Xiao Feng tanya energi? Ai Bo mengeluarkan ponselnya. Ia bisa memberikannya. Xiao Feng menanyakan apa yang bisa bisa Ai Bo berikan padanya? Ai Bo memberitahu line-nya. Xiao Feng langsung beralih tempat duduk di hadapan Ai Bo. Ia berusaha menjilat. Ia memberitahu kakak Ai Bo kalo airnya udah habis. Apa ia mau Xiao Feng mengisi ulang kopinya? Ai Bo bilang nggak perlu. Ia perlu ruang pribadi. Xiao Feng ngasih tahu kalo dia nggak bisa apa-apa tapi dia bisa memijat.


Wang Nuo menerima telpon dari perawat yang mengabarkan kalo pasien di kamar 216 udah mau melahirkan. Wang Nuo mengatakan pada perawat kalo ia akan segera kesana. Wang Nuo menutup telponnya dan bergegas kesana.


Di dapur Gao Bing Bing lagi sibuk banget bersama dengan para koki lainnya. Ternyata Ia adalah seorang sous chef. Ia berkeliling dan memeriksa hasil kerja para koki. Ia rasa semuanya udah ok. Nggak lama kemudian Chef datang. Wooo tangannya di penuhi dengan tato(serem amat, ya??!). Chef langsung berkacak pinggang di hadapan para koki. Ia bertanya pada semua koki, apakah udah siap?


Chef Ding maju dan mencicipi sup. Koki yang memasaknya tampak cemas karena chef Ding langsung melepehnya begitu saja. Bing Bing ngasih tahu kalo kulkasnya rusak, jadi itu dimasak menggunakan persediaan tulang babi yang sebelumnya. Chef Ding langsung memandang tajam kepada Bing Bing. Ia ngasih tahu kalo baunya begitu kuat. Gimana dia mempertahankan kualitas? Ha? Bing Bing membungkuk meminta maaf. Chef nyuruh buat ditambahkan sedikit arak putih dan merica putih. Koki langsung bergegas melaksanakannya.


Chef langsung berpindah pada koki yang bertubuh tambun. Koki itu langsung menyodorkan masakannya pada Chef. Bing Bing segera menghampirinya dan ngasih tahu kalo Xiao Wu udah banyak mengalami peningkatan. Chef Ding meletakkannya di meja dan menambahkan sesuatu. Habis itu ia mengembalikannya sambil bilang kalo peningkatan bukan berarti kepuasan. Terang aja hal itu membua5 koki itu jadi sedih. Setelah chef pergi, Bing Bing mengatakan pada koki itu untuk tetap semangat.


Chef Ding menghampiri koki lainnya. Kali ini seorang koki wanita. Ia mencicipi masakannya sama seperti yang sebelumnya. Bing Bing langsung menghampirinya. Habis nyicip, chef lalu menghadap Bing Bing. Ia melempar sendiknya begitu aja sebagai tanda kalo masakan tadi nggak sesuai dengan standarnya. Ia nyuruh koki itu untuk membuatnya ulang. Bing Bing bilang padanya kalo ia akan menemaninya.


Chef Ding memanggil Gao Bing Bing. Ia mengajaknya ke sebuah ruangan. Bing Bing tampak menundukkan wajahnya. Chef mengomelinya. Berapa kali harus ia katakan? Meskipun kurang 0,01% tetap nggak lulus. Meskipun ia membuatnya ulang dari awal, juga nggak bisa membuat pelanggan menunggu. Bing Bing meminta maaf. Chef memintanya untuk memperhatikan sikapnya ia pas-pasan. Tujuannya adalah 90% tapi tindakannya 80%. Chef Ding memberitahunya kalo di dapurnya hanya ada 100%. Bing Bing mengerti.


Chef Ding menanyakan pada Bing Bing, udah berapa lama dia jadi sous Chef? Bing Bing menjawab udah 4 tahun. Chef Ding ngasih tahu kalo dia nggak bisa merubah sikap "kurang lebih" nya itu, ia melihat harus membiarkan orang lain mencoba posisi sous chef. Bing Bing memohon agar dikasih satu kesempatan lagi. Ia lalu mengambil sesuatu dan memberikannya pada chef. Itu adalah proposalnya untuk menu hidangan penutup. Di buat sesuai kebutuhan chef.


Chef Ding meberimanya dan membukanya. Seorang pramusaji masuk dan memberitahu kalo Bing Bing kalo ia dicari manajer Ren. Bing Bing pergi ke ruangan manajer Ren. Ia masuk setelah mengetuk pintu terlebih dahulu. Anehnya ada orang lain lagi selain manajer Ren. Gao Bing Bing meminta maaf. Ia telah merepotkannya. Bing Bing bilang pada orang-orang itu kalo Ini adalah masalah pribadi. Nggak ada kaitannya dengan perusahaan. Ia minta tolong agar mereka agar meninggalkan tempat itu.


Orang yang duduk di sofa, nggak mau pergi kalo dia nggak mendapatkan uangnya hari ini. Bing Bing nyuruh orang itu untuk mengambil uang dari ayahnya karena ayahnyalah yang berhutang uang padanya. Bing Bing udah memberikan semua uangnya untuk mereka, mereka mau gimana lagi?


Manajer Ren mencoba menengahi. Undang-undang pasal 205, untuk mencegah golongan menengah atas terlibat dalam riba, menetapkan batasan tingkat maksimum bunga... Ah, dia jadi malas. Lupain aja. Ia akan menjelaskan pada mereka. Hukum mengatur paling tinggi adalah 20%. Kalo lebih dari 20%, nggak membayar sesen pun.


Tuan rentenir mengaku nggak peduli tentang hukum. Lalu kenapa kalo manajer Ren bisa membaca hukum? Ia menanyakan apakah dia nggak takut saat pulang kerumah sendirian sepulang kerja? Ia meledek manajer Ren, apa perlu ia nyuruh adiknya mengantarnya pulang? Bing Bing menegur agar orang itu nggak kelewatan. Kalo dia memaksanya, Bing Bing mengancam akan berhenti kerja sehingga dia nggak akan mendapatkan uangnya. Orang-orang itu berdiri dan mengancam Bing Bing akan membuntutinya kemanapun ia pergi. Ia akan terus mengikutinya. Anggap aja ini olahraga. Manajer Ren menggebrak meja. Hukum kriminal pasal 346. Meminta seseorang atau pihak ketiga untuk memberi sesuatu secara paksa, hukumannya lebih dari 6 bulan. Tuan rentenir meledeknya apa dia lagi membaca mantra? Itu bukanlah urusannya. Duduk aja.


Rentenir itu mengambil surat hutangnya di meja kemudian memanggil nama Gao Bing Bing. Bing Bing dengan gugup bertanya apa? Rentenir itu menunjukkan kalo ayahnya udah menandatangani itu. Ia melarang orang lain untuk bicara omong kosong padanya. Ia memukul kepala Bing Bing menggunakan surat hutang. Security langsung maju memisahkan mereka. Anak buah rentenir itu lalu memukul security. Bing Bing mencoba melerai tapi nggak ada yang mendengarnya. Mereka baru berhenti saat manajer Ren ngasih tahu mereka kalo apa yang mereka lakukan telah di rekam. Manajer Ren berhak untuk menindak lanjuti masalah itu. Hari ini jika mereka menandatangani surat perjanjian, maka setiap bulan bisa mendapatkan uangnya. Tapi kalo nggak menandatanganinya, manajer Ren sekarang juga akan memecat Gao Bing Bing. Kalo Bing Bing nggak punya gaji, mereka juga nggak akan mendapatkan apa-apa. Manajer Ren menyindirnya yang pasti membawa otaknya sebelum keluar rumah, kan?


Rentenir itu nggak mau tandatangan mengingat manajer Ren bisa membaca hukum. Ia nggak peduli. Tuntut aja dia. Ia menunjuk Gao Bing Bing. Ia memberinya waktu 12 jam lagi. Setelah itu ia dan anak buahnya pun pergi.


Bing Bing menghampiri manajer Ren. Ia membungkuk mengucapkan terima kasih. Ia juga minta maaf pada security. Manajer Ren melarangnya pulang sendirian sepulang kerja. Carilah teman atau rekan kerja untuk menemani. Bing Bing mengangguk. Telpon manajer Ren berbunyi. Ia nyuruh Bing Bing untuk pergi ngurus lukanya security.


Manajer Ren mengangkat telponnya. Dari Wang Nuo. Manajer Ren menanyakan apa dia udah cek in? Ya udah, ia akan datang mencarinya. Manajer Ren menutup telponnya dan berencara menemui Wang Nuo.


Secara nggak sengaja Bing Bing mendengar karyawan yang lagi ngomongin kalo tamu dikamar 1512 adalah pacarnya manajer Ren. Dan dengar-dengar dia adalah seorang dokter. Bing Bing memuji kalo seorang pengacara dan dokter, sangatlah serasi. Kalo Bing Bing seorang pria, pasti juga akan suka sama wanita seperti manajer Ren.


Manajer Ren ngasih tahu Wang Nuo kalo kopernya udah dikirim keatas. Mereka bahkan secara khusus menyertakan pembersih udara. Manajer Ren membuka tirai dan ngasih tahu kalo pemandangan disana sangat indah. Wang Nuo duduk dan meletakkan ponselnya dimeja. Manajer Rej menghampirinya. Sebenarnya Wang Nuo bisa aja melupakan rumahnya karena kebocorannya sangat parah. Lagipula tempatnya itu sangat bagus. Wang Nuo menolak. Ia suka lokasinya. Di pusat dan tenang. Juga dekat dengan rumah sakit. Ia merasa itu akan bagus setelah di renovasi.


Manajer Ren mengambilkan kopi tapi Wang Nuo menolaknya. Ia udah beberapa hari belum tidur. (What? Beberapa hari nggak tidur? Hadeuh, tepok jidad.) kafein udah menghabiskan energinya. Manajer Ren meletakkan kopinya dan menawarkan akan minta dapur untuk membuatkannya makanan. Wang Nuo menolak lagi. Ia hanya berterima kasih.


Manajer Ren merasa Wang Nuo nggak perlu berterima kasih padanya. Seharusnya dia yang berterima kasih. Terima kasih untuk apa? Manajer Ren ngasih tahu kalo rapat tahunan departemennya akan di adakan di hotel miliknya. Apa Wang Nuo yang mengaturnya? Wang Nuo malah nggak tahu. Rapat tahunan apa? Manajer ERen menjelaskan kalo dokter Fang mengatakan padanya kalo Wang Nuo yang bersikeras untuk diadakan di hotelnya.


Wang Nuo duduk di tempat tidur dan melepas sepatunya. Menurutnya Fang si brengs*k itu hanya memanfaatkan namanya untuk mencari wanita cantik. Lihat aja gimana dia akan mengurusnya. Manajer Ren senyum-senyum karena barusan Wang Nuo menyebutnya wanita cantik. Wang Nuo bangkit dan menjelaskan kalo manajer Ren adalah kakanya yang cantik. Siapapun yang tertarik padanya harus melewatinya terlebih dahulu. Srketika senyum manajer Ren sirna cuman dianggap sebagai kakak. Manajer Ren nggak terima di panggil kakak. Itu membuatnya terdengar sangat tua. Nggak muda lagi. Wang Nuo menggantinya bahwa manajer Ren adalah adiknya dan Wang Zhen. Hal itu selamanya nggak berubah. Manajer Ren tersenyum. Ia kira Wang Nuo menyebutnya tua.


Manajer Ren mengingatkan kalo dua hari lagi adalah hari peringatan kematian Wang Zhen. Seperti biasanya, ia akan mempersiapkannya. Wang Nuo yang udah rebahan di tempat tidur meminta maaf karena telah merepotkannya. Manajer Ren merasa itu nggak merepotkan. Ia melihat-lihat apa yang kurang. Kalo Wang Nuo perlu sesuatu, bisa memberitahu meja depan. Mereka akan membantunya mengurusnya. Saat manajer Ren melihat Wang Nuo lagi, ternyata ia udah tertidur. Ia nggak mau mengganggu dan menutup tirai agar kamar itu nggak terlalu terang.


Gao Bing Bing lagi ada di tempatnya Ah Meng. Bai He seneng melihatnya karena Bing Bing habis bikin tiramisu. Bing Bing membukanya. Ah Meng, Bai He dan Bing Bing memakannya bersama-sama. Ah Meng mengatakan pada Bing Bing selaku teman sekelasnya kalo ia nggak bisa menurunkan berat badannya, itu salah mereka berdua. Mereka berdua makan tapi nggak bertambah gemuk. Bing Bing memuji Ah Meng yang udah sangat kurus saat masih pelajar. Apa bedanya? Bai He ikut-ikutan membenarkan.


Seorang pelanggan datang dan Ah Meng mengucapkan selamat datang. Sebelum pergi ia mengambil miliknya agar nggak dihabisin sama dua sahabatnya. Bai He memuji Bing Bing. Mereka makan tiramisu resep rahasia spesial minggu lalu, dan kini dia bisa membuatnya sama persis. Bai He merasa Bing Bing telah menyia-nyiakan bakatnya dengan melakukan pekerjaan kecil di dapur Ding Ding. Bing Bing merasa hanya namanya saja yang bisa memenangkan Ding Ding. Lihat, A (jia), B (yi), C (bing), D (ding). Ia Bing Bing (C C), dia D.


Bing Bing meremas-remas perutnya. Bai He nanya apakah perutnya sakit? Bing Bing ngangguk. Bai He nanya apakah Bing Bing udah datang bulan? Bing Bing menggeleng, belum. Bai He memohon padanya agar ia menemui dokter. Bing Bing merasa itu nggak perlu. Ia hanya perlu minum obat yang biasa. Bai He mengambil ponselnya dan membantu Bing Bing dengan membuat janji dengan dokter kandungan. Bing Bing bisa kesana sebelum tengah hari. Bing Bing enggan. Ia nggak punya waktu untuk pergi, kenapa Bai He membuat janji untuknya? Bai He mengomelinya cerewet dan ngasih tahu kalo kesehatan yang paling penting. Lagian ia membuat janji dengan dokter perempuan. Bai He dengar Dr. Shen Yi Leng ini sangat hebat. Bai He menyetujuinya dengan malas. Bai He mengingatkan sekali lagi agar Bing Bing kesana.


Bai He menyingkirkan kotak tiramisu dan duduk disamping Bing Bing. Bai He menyebutnya gadis bod*h. Bing Bing nggak terima, siapa yang gadis bod*h? Bing Bing selalu mengatakan Li Ruo Long adalah separuh jiwanya dan pasangannya di kehidupan sebelumnya. Tapi pernah nggak dia memikirkannya? Mungkin aja mereka adalah suami istri selama 7 kehidupan sebelumnya. Dan pada kehidupan 8 ini mereka bermusuhan. Bing Bing rasa itu nggak akan terjadi. Gimanapun itu pasti guru Li Ruo Long. Apa Bai He ingat ketika ia ikut kelasnya? Bing Bing bekerja setiap hari, jadi dia ketiduran. Lalu...

Flashback...


Guru Li Ruo Long memberitahu semuanya kalo yang akan mereka buat hari ini adalah Mont Blanc. Ini juga disebut kue krim kacang Prancis. Bing Bing malah tidur. Dalam tidurnya ia memimpikan pangerannya yang menyuruhnya untuk menunggunya. Li Ruo Long menghampirinya dan mengetuk meja sambil memanggil Bing Bing. Teman sekelas. Bing Bing terbangun dan seolah melihat pangerannya berubah menjadi Li Ruo Long. Ia segera bangkit dan meminta maaf.

Flashback end...


Bing Bing melihat ke atas dan Bai He mengikutinya. Bing Bing bercerita pangerannya berkata padanya untuk menunggunya. Ya. Ia mendengar kalimat itu dalam mimpinya. Bai He jadi kesal. Ia bertanya pada Bing Bing, apakah ia ingat saat ia mrnabung lama sekali untuk membelikannya alat pengukur dari kulit? Akhirnya ia lupa dan ninggalin Bing Bing di ruang kelas dan pergi sendiri?

Flashback...


Li Ruo Long lagi menghias kue. Di luar Bing Bing mau masuk tapi ragu-ragu. Akhirnya ia masuk juga. Li Ruo Long memanggilnya teman sekelas dan bertanya padanya ada apa? Bing Bing menghampirinya. Ia memanggilnya guru. Bing Bing dengar ia akan ke Jepang. Jadi dia nggak bisa mengajar lagi. Bing Bing memberikan apa yang ia bawa untuk gurunya. Li Ruo Long menanyakan apa itu. Bing Bing mengatakan kalo itu hadiah untuknya. Bing Bing berterima kasih karena telah mengajar mereka sepenuh hati. Li Ruo Long membukanya dan merasa itu sangat unik. Ia nggak pernah melihat merek itu sebelumnya. Bing Bing menjelaskan itu karena ia mengukirnya sendiri kulitnya. Li Ruo Long merasa itu lembut di tangan dan nyaman untuk di bawa. Ia memuji keterampilan Bing Bing yang bagus. Ia berterima kasih dan berjanji akan menggunakannya. Seseorang datang dan ngasih tahu Li Ruo Long bahwa Dekan ada waktu dan ingin bertemu dengannya. Li Ruo Long mengambil kuenya dan memberikannya pada Bing Bing. Itu adalah rasa baru yang ia buat. Ia minta Bing Bing menunggunya dan memberitahunya apakah itu enak atau enggak. Habis itu ia meninggalkan Bing Bing. Tapi sebelum benar-benar pergi, ia nyuruh Bing Bing buat menunggunya. Bing Bing harus menunggunya.

Flashback end...


Bai He mengguncang-guncang tubuh Bing Bing agar ia sadar. Ia menasehatinya untuk terbang ke Jepang dan mengatakan padanya kalo dia punya uang. Katakan kalo "aku adalah wanitamu" Bing Bing menggeleng. Ia nggak punya uang. Benar Bai He menyadari, . Apa hubungannya dengan kehidupan masa lalu, masa kini dan reinkarnasi? Palsu. Semuanya ilusi. Menjaga kesehatannya adalah hal yang nyata. Denger nggak? Bing Bing nyuruh Bai He buat makan hidangan penutupnya. Ia sungguh mengesalkan.

Bersambung...

Komentar:
Romeo dan Juliet di sini beda banget karakternya. Yang satu percaya pada reinkarnasi, yang satu lagi malah anti sama hal-hal yang begituan.

Paling ngakak waktu dia nanyain darimana datangnya 6,5 milyar manusia lainnya? Monyet? Makhluk asing?


Dan suka banget sama caranya ngasih tahu ibu dari pasien yang dia operasi, yang nggak terima cucunya lahir di hari sial. Bukannya justru cucunya akan sial kalo dia nggak lahir dengan selamat??! Ah, aku paling sebel sama orang yang semua-muanya mesti di hitung. Hari sial, hari baik, bukannya kalo kita berusaha sebaik mungkin maka kita akan mendapatkan hari yang terbaik? 

3 komentar