Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 1 Part 1
Bai He lagi enak-enak tidur di tempatnya Bing Bing. Tiba-tiba ia terbangun karena ada suara keras. Bai He cuek dan kembali tidur, tapi suara itu terdengar lagi. Ia pun bangun dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata udah ada banyak orang di ruang tamu. Bai He bertanya siapa mereka. Seorang pria yang pakai topi melongo melihat Bai He yang pakai pakaian pendek. Ia sampai menjatuhkan kertas yang ia pegang. Dilihat seperti itu, Bai He lalu menarik bajunya. 


Bing Bing lagi naik sepeda saat Bai He menelponnya. Bai He bertanya apa Bing Bing tahu kalo ayahnya menjual rumahnya? Ha? Bing Bing terkejut. Ia sama sekali nggak tahu tentang itu. Apakah ayahnya ngasih tahu Bai He? BaiHe bilang ayahnya nggak ada di sana. Mereka (para pria yang ada di ruang tamu) mengatakan kalo rumahnya udah dipindah tangankan. Dan memperlihatkan pada Bai He setumpuk dokumen sebagai bukti. Dan juga, pemilik baru mengatakan melalui perantara bahwa dia akan pindah dalam seminggu. Apa seminggu? Tanya Bing Bing nggak percaya. Bing Bing nggak punya uang lagi karena semua uangnya udah di ambil sama lintah darat. Ia mana punya uang untuk pindah? 


Wang Nuo sampai. Ia memarkir sepedanya dan menjawab telpon. Yi Le menelponnya dan menanyakan apakah ia udah sampai di rumah sakit? Sesuatu terjadi, jadi dia nggak bisa ke rumah sakit. Ia minta maaf karena merepotkannya. Wang Nuo setuju. Ia akn segera kesana. Wang Nuo menyimpan telponnya kembali. Gao Bing Bing melihat tempat parkir yang ia mau tempati udah di tempati duluan sama Wang Nuo. Bing Bing menegurnya. Gimana bisa Wang Nuo menempati tempatnya? Wang Nuo maju menatap Bing Bing. Apa maksudnya dengan tempatnya? Wang Nuo melangkah melewati Bing Bing. Bing Bing memprotes. Gimana bisa Wang Nuo kayak gitu? Jelas-jelas Bing Bing yang datang duluan. Gimana bisa Wang Nuo mengambil tempatnya? Wang Nuo berbalik. Ia melihat Bing Bing. Dia berdiri dan bicara di telpon, siapa yang tahu apa yang ingin dia lakukan? 


Bai He kembali ke kamar dan bicara dengan Bing Bing lagi. Sekarang gimana? Kalo Bai He bisa membesarkan Bing Bing, lalu kenapa ia harus hidup di rumahnya? Bing Bing minta Bai He agar membantunya bicara pada mereka bahwa ia benar-benar nggak bisa pindah sekarang.Bai He mengiyakan. Tapi masalahnya sekarang pemiliknya lagi nggak ada di sana. Mereka sama sekali nggak bisa memutuskan hal itu. Para tukang itu memukul tembok lagi. Bing Bing yang mendengarnya lewat telpon aja sampai kaget. Bing Bing denger sendiri, kan? Bing Bing melarang Bai He bicara keras-keras. Bing Bing melihat tempatnya parkir. Ia bahkan kehilangan tempat parkir sepeda. 


Bing Bing duduk di kursi antrean. Ia melihat pengumuman di pintu dokter. Untuk sementara Dr. Shen Yi Le akan di gantikan oleh Dr. Wang Nuo. Perawat memanggil Gao Bing Bing karena sekarangvudah tiba gilirannya. Bing Bing masuk dan terkejut saat melihat dokter yang akan menanganinya adalah orang yang merebut tempat parkirnya tadi. Bing Bing bertanya pada perawat. Setahunya dokter yang akan memeriksanya adalah dokter wanita. Kenapa berubah jadi dokter pria? Perawat mengatakan kalo dokter Shen Yi Le hari ini sedang berhalangan dan digantikan oleh dokter Wang Nuo. Sudah di umumkan di luar. Bing Bing mengira dia nggak memperhatikan. Perawat bertanya apa ada yang salah? Bing Bing menjawab enggak tapi habis itu dia menggerutu karena dokternya adalah orang yang mengambil tempatnya tadi. 


Wang Nuo menanyakan ada apa dengan Bing Bing? Dimana yang nggak sehat? Bing Bing duduk di kursi dihadapan Wang Nuo. Itu...ia...Bing Bing memutuskan akan datang lain kali. Bing Bing bangkit dan mau keluar tapi perawat menahannya. Ia melihat wajah Bing Bing tampak pucat. Biar dokter memeriksanya karena Bing Bing udah terlanjur datang. Bing Bing melirik Wang Nuo. Baiklah, ia mau. Bing Bing kembal duduk. Ia mengatakan keluhannya. Ia sedang datang bulan lebih dari seminggu dan banyak banget. Wang Nuo bertanya apakah Bing Bing juga merasakan kram? Bing Bing mengiyakan. Tapi ia nggak tahu apakah itu karena lama berdiri waktu kerja atau karena datang bulannya. Wang Nuo bilang pada perawat untuk melakukan USG pada Bing Bing. 


Perawat mempersilakan Bing Bing untuk mengikutinya menuju ruang USG. Bing Bing bangkit mengikuti perawat. Disana udah ada perawat yang lain. Perawat itu nyuruh Bing Bing untuk menurunkan celananya. Bing Bing terkejut karena dia harus menurunkan celananya segala. Perawat ngasih tahu kalo Bing Bing hanya perlu menurunkan sedikit aja. Wang Nuo bertanya pada perawat apakah nenek Wang udah melakukan CT scan? Perawat menjawab sudah. Wang Nuo masuk ke ruang USG. Ia melihat Bing Bing udah siap dan ia pun memeriksanya. Wang Nuo mengambil alatnya. Bing Bing merasa dingin dan bertanya apa itu? Wang Nuo memberitahu kalo itu adalah gel USG. Gel itu membuat gelombang masuk ke dalam tubuh dan juga membantu alat pindai bergerak di sekitar tubuh. Tanpa gel itu, gelombang nggak akan bisa menembus ke dalam tubuh. Bing merasa nggak nyaman. Ia meminta perawat untuk tetap bersamanya dan nggak pergi. Perawat mengangguk. Bing Bing berterima kasih pada preawat. 


Wang Nuo memperlihatkan rahim Bing Bing. Bing Bing heran. Rahimnya seperti itu? Kelihatannya beda dengan yang ia bayangkan. Wang Nuo menjelaskan kalo sebuah polip di rahim menyebabkan tekanan pada kandung kemih. Bing Bing nanya apa itu polip? Apa nggak apa-apa? Wang Nuo nggak tahu gimana Bing Bing biasanya hidup sehingga merusak tubuhnya sebesar itu. Lihat! Usia Bing Bing baru 30 tahun tapi rahimnya...kelihatannya seperti nenek-nenek. Bing Bing menuduh Wang Nuo mengatakan itu untuk menakutinya. Wang Nuo mengatakan kalo dia nggak begitu. Ia hanya berbicara jujur. Wqng Nuo hanya ingin mengingatkannya bahwa rahim wanita itu seperti wanita. Akan menjadi cepat tua kalo nggak di rawat. Bing Bung berterima kasih karena Wang Nuo udah berterus terang. Kata-kata yang begitu ngggak enak. Wang Nuo belum melakukan pemeriksaan dalam. Nggak tertulis dalam catatannya. Apakah Bing Bing pernah melakukan hubungan int*m? Bing Bung bertanya-tanya dalam hatinya, gimana bisa Wang Nuo menanyakannya secara terang-terangan. Kalo Bing Bing bilang belum pernah, apakah akan membuatnya terlihat jelek? Bing Bing asal jawab udah. 


Bing Bing di bawa ke sebuah ruangan. Perawat memberinya keranjang. Ia nyuruh Bing Bing untuk menaruh celananya setelah melepaskannya. Kalo udah selesai, Bing Bing bisa memanggilnya. Bing Bing nanya apakah ia harus melepaskan celananya? Perawat itu mengiyakan lalu membuka tirai. Dokter akan melakukan pemeriksaan dalam untuknya. Bing Bing tercengang. Dokter pria yang barusan itu akan memeriksanya? perawat mengiyakan. Dr. Wang akan melakukannya. Bing Bing berteriak nggak mau dan melarikan diri. 


Bing Bing ditelpon seseorang. Ia setuju untuk mengambil gilirannya tapi temannya itu harus memberinya tunai. Wang Nuo kebetulan berjalan di belakang Bing Bing. Ia menerima telpon dari perawat yang nyuruh dia buat ke ruang darurat 203. Wang Nuo mengiyakan dan akan segera kesana. Wang Nuo berjalan melewati Bing Bing.


Bing Bing bertanya pada seseorang. Ia menanyakan tempat mengambil obat. Irang itu ngasih tahu kalo tempatnya di seberang ruang darurat. Bing Bing bergegas kesana. 


Wang Nuo sampai di kamar ibu yang mau melahirkan. Ibu itu merasa kesakitan. Wang Nuo memintanya untuk tenang. Ia bertanya selain pusing danmual, apakah ia merasakan nggak enak di tempat lain? Wang Nuo meraba tubuh ibu itu dan ia merada sakit saat Wang Nuo meraba bawah dadanya. Ye Leng mengangguk pada Wang Nuo. Ia akan melakukan perawatan dalam. Ia meminta ibu itu untuk mrngangkat kakinya. Perlahan-lahan tekuklah kakinya. Seorang perawat menghampiri Wang Nuo dan membisikkan kalo suaminya udah meninggal. Yi Leng melihat Wang Nuo dan menggeleng pelan. Wanita itu menanyakan keberadaan suaminya. Apakah dia baik-baik aja? Yi Leng ngasih tahu kalo saat ini mereka masih belum tahu kondisinya. Wanita itu bertanya lagi apakah suaminya masuk rumah sakit bersamanya? Dimana dia? Wang Nuo memintanya untuk tenang. Ia akan menjelaskan situasinya kepadanya sekarang. Bayinya udah 32-34 minggu. Karena trauma yang ia alami, ia mungkin akan melahirkan prematur. Ia minta wanita itu untuk memperhatikan dirinya dan bayinya dahulu. 


Yi Leng mengingatkan kalo CT scan nggak cocok untuk wanita hamil. Jadi mereka nggak bisa tahu sejauh mana cideranya. Wang Nuo memberi solusi untuk melakukan operasi caesar dahulu. Ia minta pada perawat untuk mempersiapkan ruang operasi. 


Bing Bing lagi nunggu lift. Seorang pria berdiri di sebelahnya dan dengan sengaja meraba pant*tnya. Bing Bing terkejut dan menegurnya. Apa yang ia lakukan? Wang Nuo yang kebetulan lewat langsung mendekat dan mendorong pria itu. Ia bertanya apa yang ia lakukan dan memanggil keamanan. Pria itu membela diri dan mengatakan kalo Bing Bing yang mendekatinya dan dia nggak melakukannya dengan sengaja. Bing Bing menyangkal. Kapan dia melakukannya? Satpam datang. Wang Nuo memerintahkannya untuk melihat CCTV. Pria itu mengatakan kalo itu nggak perlu. Wang Nuo menantang pria itu untuk memberitahu polisi dan polisi akan membuktikan apakah itu salah paham atau bukan. Satpam membawa orang itu. Orang itu protes karena satpam berlaku kasar. Dia juga srorang pasien. 


Wang Nuo menatap Bing Bing sebentar kemudian melangkah meninggalkannya. Baru beberapa langkah ia berhenti dan memanggil Bing Bing. Ia nyuruh Bing Bing buat pulang dan berbaring datar. Istirahat. Ia nggak bisa bekerja. Bing Bing mau membantah tapi Wang Nuo memotongnya. Kalo Bing Bing nggak mau mengalani menopause dini, Bing Bing harus mengikuti instruksinya. Bing Bing udah setuju untuk...


Wang Nuo main pergi gitu aja menghampiri Yi Leng. Yi Leng nanya apa tadi temennya Wang Nuo? Wang Nuo menjawab kalo itu pasiennya Yi Leng. Yi Leng menatap Bing Bing sebentar kemudian menyusul Wang Nuo. Bing Bing yang dari tadi melihat Wang Nuo jadi bertanya-tanya gimana bisa orang seperti itu selalu muncul di dekatnya. Dia begitu bukan main. 


Wang Nuo menemui bayi yang ia bantu lahir lewat operasi tadi. Ia menyapanya dan mengajaknya bicara. Sebagai orang pertama yang memegangnya, ada satu hal yang harus Wang Nuo sampaikan padanya. Ayahnya udah pergi kesurga mendahuluinya jadi misinya lahir adalah tumbuh sehat dan mengurus ibunya. Lalu menjadi seseorang yang nggak membuat orang lain menangis. Wang Nuo mengajaknya bikin janji kelingking. Ia mengulurkan kelingkingnya dan bayi itu menggenggamnya. Wang Nuo berjanji akan memastikannya meninggalkan rumah sakit dengan sehat. Di luar dua orang perawat sedang melihat Wang Nuo. Mereka kagum karena wang Nuo punya sisi kelembutan juga. Salah seorang perawat malah mengklaim kalo Wang Nuo adalah tipenya. Wang Nuo keluar dari ruang bayi dan memerintahkan untuk memberikannya juga laporan tentang kondisi dari bayi itu. Jadi mereka nggak hanya melaporkannya pada dokter anak aja. Para perawat mengiyakan. Wang Nuo menata boneka yang tergeletak nggak jelas jadi posisi duduk. Habis itu dia pergi. 


Bing Bing lagi di dapur. Ia memasak nasi goreng. 

Flashback...


Seseorang kemanggil Bing Bing adik kecil.  Ia akan mengajarkannya membuat nasi goreng. Sehingga nanti Bing Bing bisa membuatnya kapanpun ia lapar. Bing Bing memperhatikannya dengan seksama. Bibi memberitahunya kalo saus Kabayaki itu adalah satu dari jiwa nasi goreng dengan telur. 

Flashback end...


Bing Bing memasak nasi goreng sesuai dengan yang di ajarkan oleh bibi di masa lalu. Bibi itu juga ngasih tahu kalo jiwa lainnya adalah mayones. Jiwa ketiga adalah rumput laut. Jiwa keempat adalah menaburkan di atasnya telur ceplok yang panas dan kering. Dan serpihan bonito. Dan selesailah sudah. Bing Bing mengangkat piring nasi gorengnya dan mengajaknya bicara. Diaadalah nasi goreng eksklusif pertama Gao Bing Bing. Itu adalah nasi goreng Keluarga Wang. Chef Ding hanya menggunakan belut goreng dan nasi. 


Bing Bing meletakkan kembali nasi gorengnya karena telponnya berdering. Ia segera kesana dan mengangkatnya. Seorang pelayan datang ke dapur dan terkejut karena udah ada nasi gorengnya. Pesanan baru di taruh dan udah selesai. Ia lalu mengambilnya. 


Bing Bing kembali nggak lama kemudian. Bai He menanyakan apa dia udah makan? Bing Bing menjawab kalo dia baru aja bikin nasi goreng. Bai he tertawa. Apa Bing Bing senang? Bing Bing mengatakan kalo Bai He lebih jorok lagi. Yaudah, Bai He menanyakan apa yang di katakan oleh dokter kandungannya? Wah, buruk banget. Seorang dokter pria dapet giliran. Dia bilang ingin melakukan pemeriksaan dalam. Bing Bing cerita pada Bai He kalo dia langsung melarikan diri. Siapa yang ingin memperlihatkan kepadanya? Dan juga dia bilang kalo rahimnya seperti punya nenrk tua. Bai He terkejut. Apa? Bing Bing merasa ketakutan sekarang. Bai He menjelaskan kalo bukannya dia ingin merecokinya, selana ini Bing Bing selalu mendahulukan orang lain selain dirinya sendiri. Bisa nggak dia mencintai dirinya sendiri? Bing Bing mengaku udah. Ia baru aja membuat nasi goreng untuk dirinya sendiri sebagai makanan kecil tengah malam. Bing Bing terkejut saat melihat nasi gorengnya udah nggak ada di meja. Ia bilang ke bai He kalo nasi gorengnya hilang. 


Pelayan mengantarkan nasi goreng Bing Bing ke Wang Nuo. Pelayan berpesan agar Wang Nuo memakannya selagi hangat. Wang Nuo berterima kasih dan menghampiri nasi goreng itu sambil melihat tablet. Wang Nuo melihat bentuk nasi goreng itu. Ia merasa tertarik dan meletakkan tabletnya. Ia mencium nasi gireng itu dan merasa itu nggak asing. 

Flashback...


Wang Nuo kecil sedang merapikan kursi di kedainya. Ibunya baru aja selesai membuat nasi goreng. Ia memberikannya pada Wang Nuo. Ibu menyuruhnya untuk segera makan karena mereka akan setelah makan mereka akan bersih-bersih. Wang Nuo kecil memakannya dengan lahap.

Flashback end..


Wang Nuo mengambil sesendok dan memakannya. Ia menikmatinya sambil memejamkan mata. Ia mengangkat piring itu lalu memakannya lagi, lagi dan lagi. 


Wang Nuo pergi ke dapur dengan di temani Ai Zhen (manajer Ren). Ia minta di buatkan nasi goreng seperti yang ia makan barusan. Setelah jadi ternyata nasi gorengnya nggak sesuai dengan yang ia inginkan. Wang Nuo bertanya apa mereka hanya punya nasi goreng yang seperti itu? Koki menjawab kalo hanya ada yang seperti itu. Kepala Chef yang membuatnya sendiri. Wang Nuo berterima kasih habis itu pergi. 


Wang Nuo lari-lari bareng sama Ai Zhen. Ia mau minum tapi miliknya habis. Ai Zhen berbaik hati memberikan miliknya. Wang Nuo menerimanya dan meninunnya. Ai Zhen mengaku udah menanyakan apa yang di buat oleh Chef Xiao Lu emang nasi gireng spesial dari Chef Ding. Udah di buat sesuai SOP. Wang Nuo nanya kenapa nasi goreng itu rasanya seperti nasi goreng ibunya. Ai Zhen menegaskan kalo nggak ada hidangan kayak gitu di menu. Dapur nggak mungkin membuatnya sembarangan. Wang Nuo merasa itu seperti Rashomon. Apa Ai Zhen bisa menjelaskan padanya gimana nasi goreng itu bisa ada? Ai Zhen menduga mungkin mereka membuat kesalahan. Ia akan membantu Wang Nuo untuk menanyakannya dengan jelas. Wang Nuo duduk. Ia akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa mencoba rasa itu lagi. Ai Zhen dudujdi sebelahnya. Kalo Wang Nuo pingin makan, ia bisa mengajatrinya gimana cara membuatnya. Wang Nuo mengaku kalo dia juga nggak tahu cara membuat nasi goreng ibunya. Ai Zhen seharusnya melakukan keahliannya sebagai penasehat huum aja. Jangan melakukan hal yang nggak menguntungkan untuknya. Wang Nuo bangkit. Ia akan kembali ke restoran. Kalo Ai Zhen? Ai Zhen mau pulang. Wang Nuo udah melangkah tapi Ai Zhen memanggilnya. Apa Wang Nuo nggak ingin mengantarnya pulang? Mungkin aja ada orang mrsum di sekitar sana. Wang Nuo ngasih dua pilihan padanya. Ada jalan di dalam taman dan ada bus di jalan. Tinggal pilih. Ai Zhen mendekat. Bukan itu maksudnya. Wang Nuo bisa nunjukkin ketulusannya. (Ai Zhen ngarep banget Wang Nuo bakal mengantarnya, tapi sayang Wang Nuo-nya nggak tanggap). Kalo gitu Wang Nuo bakal mengantarnya ke halte bus. Ai Zhen nyerah. Nggak papa. Ia akan pulang sendiri. Mereka akhirnya berpisah. Dari wajahnya keluhatan banget kalo Ai Zhen kecewa berat.


Wang Nuo sampai di kamarnya dan langsung menghampiri laptopnya. Romeo memanggil Juliet. Menanggil...memanggil... Wang Nuo betanjak untuk menyimpan jaketnya. Nggak lama kemudian ia udah balik lagi. Juliet mengaku udah menunggunya begitu lama. Mereka mulai bertarung dan saling mengalahkan. Juliet memuji Romeo yang hebat. Yang lainnya mati. Romeo tertawa. Ia memanggil Juliet dengan sebutan adik Ju.  Wang Nuo nanya, ia nggak tidur di nalam hari, jadi dia bekerja di malam hari? (Aku juga kerja di malam hari. Dan jangan berpikir kalo orang yang bangun siang adalah orang yang pemalas, karena kamu nggak tahu kalo  dia bekerja keras saat orang lain sedang tertidur pulas). Juliet kecil mengaku ingin memberitahu tapi dia nggak bisa. Kalo gitu Romeo bekerja sebagai apa? Romeo menjawab, sistem...layanan kehidupan. Juliet menebak kalo Romeo seorang dokter. Romeo nggak menjawab jadi Juliet piir tebakannya bener. Lumayan. Juliet kecil takut tapi dia pura-pura untuk nggak takut. Apa yang dia takutkan? pangeran tampannya akan menemuinya di mimpinya. Ya, Romeo benar. Juliet akan memberinya 3 ciuman. Cu...cu...cu... Ro meo tersenyum. Ia memanggil Juliet. Di dunia ini ia sangat mengagumi orang sepertinya. Orang yang seperti apa? Gelembung merah muda di otaknya...gadis bod*h. Juliet menegur Romeo, ia nggak akan mendapatkan lebih banyak harta ketika ia membayar hanya di bibir aja. Berhati-hatilah kalo Juliet nggak mengambil hartanya besok. Romeo akan menunggu kemenangan Juliet besok. Mereka mengakhiri permainan mereka dengan ucapan selamat malam. 


Esok harinya. Tukang menemui Wang Nuo dan memintanya memandatangani sesuatu. Ia memuji kalo di situ cukup bagus. Untuk semalam di sana nggak mungkin murah. Apa itu butuh...$2500? Wang Nuo nggak menjawab. Ia bertanya apa masih ada yang harus ia tandatangani? Tukang memberitahu. Ia meminta maaf karena kalo dia nggak menandatangani, agensi nggak akan membayar. Wang Nuo menandatangani semuanya lalu mengembalikannya. Tukang itu masih memuji kalo di sana benar-benar bagus. $2500 cukup murah untuk semalam. Wang Nuo nggak merespon. 


Tukang itu keluar bertepatan dengan Ai Zhen yang baru mau masuk. Ai Zhen bertanya siapa itu. Wang Nuo menjawab kalo itu adalah tukang yang memperbaiki air yang bocor. Ai Zhen nenanyakan apa renovasinya berjalan dengan baik? Wang Nuo menjawab kalo ada beberapa masalah tapi selain itu dianggap lancar. Kalo gitu Ai Zhen mengajaknya berangkat. 


Ai Zhen dan Wang Nuo lagi ada di pantai. Wang Nuo menuangkan anggur diatas pasir. Ia lalu ngajak Ai Zhen bersulang untuk adiknya. Ai Zhen menyapa Ah Zhen. Ia datang untuk menemuinya. Mereka meminum anggur mereka msing-masing. Wang Nuo memanggil nona Ren Ai Zhen tersayang. Ia selalu ingat hari kematian Wang Zhen. Ia membuatnya terlihat seperti pesta piknik. Ai Zhen tahu kalo Ah Zhen nggak suka sama hal yang kuno. Dia nggak terlahir seperti Wang Nuo yang terlahir nakal. Ia ingat tahun itu ketika SHE pertama kali tampil. Ai Zhen bertanya pada Ah Zhen, siapa yang dia suka? Apa Wang Nuo tahu gimana dia meresponnya? Dia bilang "shhh". Wang Nuo nanya apa ada yang nggak busa Wang Zhen katakan? Ai Zhen ngasih tahu pengucapan dari SHE adalah shh. Dia hanya menghindari pertanyaannya. Dia sangat rumit. Wang Nuo mengatakan kalo adiknya itu pintar. Hanya aja dia sering kali nggak mau menerima kebaikannya. Ai Zhen bilang kalo Wang Zhen ingin Wang Nuo memujinya setiap tahun. Ia nggak menyangka kalo dulu Wang Nuo sangat menyayanginya. Wang Nuo beralasan kalo sering kali cinta nggak harus di tunjukkan pada orang lain. Ai Zhen merasa kalo itu gaya Wang Nuo. Kasih sayang nggak akan dinyatakan secara terbuka. Ia tahu. Tapi cinta... Wang Nuo memotong, kalo Ai Zhen mengingat semua rincian daoam hidupnya, apa dia nggak akan terlalu lelah? 


Wang Nuo bangkit dan Ai Zhen mengikuti. Tapi ketika Ai Zhen masih muda, Wang Nuo memanggilnya putri detil dan memujinya karena ia sangat detil. Apa Wang Nuo udah lupa? Wang Nui hanya mennggapinya dengan tersrnyum. Ai Zhen ingat setelah ujian, ayahnya membawa mereka bertiga ke Taipei untuk melihat konsernya Wu Yin Luang Pin. Tapi Ah zhen bilang kalo dia ingin melihat bintang tamunya, Liang jing Ru. Karena dia bilang kalo akan aneh untuk anak laki-laki menyukai boyband. Wang Nuo mengingatkan kalo Ai Zhen salah ingat. Dia hanya ingin pergi ke Taipei. Ai Zhen nanya kenapa Wang Zhen ingin pergi ke Taipei? Wang Nuo menduga karena Wang Zhen merasa bahwa banyak orang di sana, sehingga dia bisa menyembunyikan dirinya. Lalu menjadi dirinya sendiri. Dulu di desa semua orang membandingkannya dengan dirinya. Ai Zhen tertawa. Ia ingat mereka bilang keluarga Wang  punya Wang Nuo yang begitu pintar. Dia pasti akan melakukan sesuatu yang hebat di masa depan. Wang Nuo menambahkan kalo mereka juga bilang kalo mereka punya dua Wang Zhen,  bukankah dua telur dan memasaknya untuk dimakan itu lebih banyak? Ai Zhen tertawa. Itu nggak se-ekstrim itu. Mereka hanya bercanda. Selain itu, Wang Zhen juga memiliki sisi baiknya. Sisi baik apa? Ai Zhen nggak sanggup menjawabnya dan ngajak Wang Nuo untu bersulang. Untuk Wang Zhen. Wang Nuo tersenyum dan menambahkan, dengan sisi baik Wang Zhen. 


Wang Nuo minta di biarkan bicara dengan adiknya sebentar. Ai Zhen mempersilakan dan meminta gelas Wang Nuo. Wang Nuo berterima kasih atas perhatiannya. Ia berjalan maju mendekati laut. Dalam hati Ai Zhen berkata ia nggak bisa menuliskan apa yang baik tentang Ah Zhen karena selama bertahun-tahun ini, di matanya hanya ada Wang Nuo. Wang Nuo berjalan makin dekat dengan laut. Ia seolah-olah melihat Wang Zhen kecil di hadapannya melambai padanya. Wang Nuo berkata dalam hati jalo ini udah 15 tahun. Apa dia baik-baik aja? Mata Wang Nuo jadi merah. 

Flashback...


Wang Nuo tergeletak di tepi pantai. Seseorang datang sambil berlari. Ia membalikkan badan anak itu dan melihat nama di celananya, Wang Nuo. Ia lalu menelpin seseorang dan menyuruhnya agar cepat datang. Sesuatu yang buruk telah terjadi pada anak direktur Wang di pantai. Orang itu ngasih tahu kalo itu Wang Nuo. 


Wang Nuo udah ada di rumah sakit, meski belum sadar.  Ibunya udah ada di dekatnya. Ibu bilang Wang Nuo harus kuat. Cepat bangun. Pulang dengan ibu, ya. Ayah datang. Ayah ngasih tahu ibu jalo pencarian udah di hentikan. Polisi bilang kalo mereka nggak menemukan Wang Zhen. Mereka hanya bisa melaporkan dia menghilang. Ayah dan ibu sama-sama menangis. Ibu berkata pada Ah Nuo kalo dia harus semangat. Adiknya masih belum kembali. Cepat bangunlah dan menunggunya. 

Flashback end...


Wang Nuo masuk ke kamar lamanya. Ia melihat seragam sekolahnya yang lama dan mengambilnya. Wang Nuo juga mengambil tongkat pemukul. Ia seperti sedang bernostalgia dengan benda-benda itu. Tapi pandangannya langsung beralih ke sebuah foto lama. Fotonya bersama Wang Zhen dan Ai Zhen. Ia bertanya pada Wang Zhen yang ada di foto. Apakah dia benar-benar nggak akan kembali? Wang Nuo lelah. Seratus orang menjawab panggilan seseorang. Wang Nuo meletakkan kembali foto itu. Ia beranjak ke sebuah lukisan kaligrafi 'Aku (kaisar) dunia.' ia mengambil sesuatu dari baliknya. Sebuah dompet. 

Flashback...


Wang Nuo kecil mau berangkat sekolah. Ia mengambil sesuatu di balik lukisan kaligrafi. Sebuah dompet. Ia mengambil sesuatu dari dalam dompet itu. Masih ada. Wang Nuo lalu memasukkan dompet itu ke dalam tasnya.

Flashback end...


Wang Nuo tersenyum mengingat kenangan itu. Ia mengembalikan dompet itu ke tempatnya. Wang Nuo berjalan lagi dan mengambil bola basket dari rak. Ia memainkannya. Nggak seberapa lama Ai Zhen datang. Ia memanggil Wang Nuo dan menghampirinya. Wang Nuo juga bermain basket? Ai Zhen sebelumnya hanya menyaksikan Wang Zhen bermain, tapi bukan dia. Wang Nuo beralasan bahwa dia hanya bermain sedikit di samping. Ai Zhen merasa itu nggak seperti Wang Nuo. Wang Nuo mengatakan kalo dia punya rahasia yang nggak Ai Zhen tahu. Ai Zhen menyahut kalo dia juga senang untuk berbagi rahasianya. Wang Nuo nggak menjawab. Dia hanya memantulkan bolanya ke dinding dan menangkapnya lagi. Ai Zhen berkata kalo di kamar itu seperti waktu telah di bekukan. Itu selalu sama setiap tahunnya. Wang Zhen ngasih tahu kalo orang tuanya ingin melestarikan segala sesuatu tentang Wang Zhen. Ai Zhen tersenyum pahit. Wang Nuo udah menderita. Wang Nuo menyangkal, ia nggak menderita. Ai Zhen menghampirinya. Mencoba untuk mengikuti jejak Wang Zhen, bukankah sulit membawa beban dua irang sendirian? Membawa apa? Wang Nuo pikir Ai Zhen terlalu berlebihan. Wang Nuo hanya ingin menjalani kehidupan yang indah untuk mereka berdua. Wang Nuo tersenyum kemudian ninggalin Ai Zhen. Diam-diam Ai Zhen tersenyum. Hidup indah kita? 


Wang Nuo duduk di meja makan. Ia memberikan semangkuk nasi beserta sumpitnya di tempatnya Wang Zhen. Ayah datang membawa belut panggang terkenal keluarga Wang-nya. Ai Zhen juga datang membawa satu panci sup. Ayah berkata hari ini adalah hari peringatan kematian Wang Zhen. Sulit bagi mereka untuk bersama-sama dengan meja yang penuh dengan makanan mewah untuk peringatan kematian Ah Zhen. Wang Nuo mengangkat gelasnya. Ai Zhen  berterima kasih, ayah Wang. Ia masih ingat kalo Wang Zhen paling suka makan ikan. Setiap kali nyonya Wang membuat ikan, ia selalu memakan semuanya. Tapi Ah Nuo di sini makan segalanya tapi benci ikan. Wang Nuo bilang dia nggak pilih-pilih makanan. Ai Zhen membantahnya. Dia emang suka pilih-pilih. 


Ai Zhen nanya pada Ayah Wang. Apakah dia tahu gimana membuat nasi goreng spesial ala Nyonya Wang? Ayah mengatakan kalo itu adalah hidangan spesialisasinya. Ah Zhen suka makan itu. Setelah dia meninggal, ibunya jarang membuatnya. Ah Nuo juga nggak mau makan itu. Ayah Wang Nuo ngasih tahu kalo itu di buat dengan saus keluarga Wang. Ia nggak tahu gimana membuatnya, bisanya makan doang. Ai Zhen mengulangi, nasi goreng itu memerlukan saus keluarga Wang? Ia lalu nanya sama Wang Nuo, terakhir kali ia makan nasi goreng... Wang Nuo memotong mengatakan pada ayahnya itu adalah nasi goreng yang terasa seperti buatan ibunya. Ayah ngasih tahu Ai Zhen, di masa lalu, setiap kali mereka membuat saus keluarga, ia akn mengambil jabatan komandan. Ah Zhen bertanggung jawab untuk mencari kayu dan ibu Wang membuat saus. Bau bakaran api membuat seluruh ruangan memiliki bau yang begitu enak. Ai Zhen tersenyum. Lalu gimana dengan Ah Nuo? Tanya Ai Zhen. Ah Nuo? Ayah bilang kalo Wang Nuo nggak suka baunya sehingga dia senbunyi di tempat yang jauh dari bau. Ayah ngajak bersulang untuk kenangan itu. 


Wang Nuo menegur ayahnya yang seharusnya nggak boleh minum bir karena asam urat. Ayah tersenyum lalu memandang Ai Zhen sambil berkata, ketika ia masih muda, ia nggak bisa menghabiskan uang untuk makanan. Sekarang ia udah tua, punya uang, tapi ada pantangan. Ai Zhen menyarankannya agar menjual kolam belutnya dan tinggal di Taipei. Ayah nggak mau. Diahidup bebas di sini. Kenapa dia harus jauh-jauh ke Taipei untuk di kendalikan? Di masa lalu ibu Wang Nuo mengatakan kalo Wang Zhen nggak suka belajar, sehibgga di masa depan, ia bisa mewarisi kolam belut. Dengan cara itu ia akan bisa mencari nafkah. Wang Zhen bisa mewarisi kolam belut dan tinggal bersamanya karena ia semakin tua. Tinggal bersamanya, menanam bunga dan memperbanyak ikan. Nggak ada yang mengira Wang Zhen akan pergi. Dan sekarang ibunya juga pergi. Wang Nuo mengatakan kalo dia juga bisa mengambil kolam belutnya. Ayah bertanya apa otaknya rusak? Kenapa mau mengambil alih kolam belut? Bukannya menjadi dokter yang baik? Ayah tersenyum dan ngadu ke Ai zhen, wang Nuo pikir membesarkan belut semudah memakan mereka. Memasang tali selama 3 tahun, di potong selama 8 tahun dan memanggang untuk hidup. Keterampulan ayah dalam membesarkan dan memanggang belut nggak akan kalah dengan ketrampilan medis Wang Nuo. 


Wang Nuo tersenyum kemudian menjawab sebuah panggilan telpon. Dari rumah sakit. Wang Nuo menanyakan seberapa besar pembukaannya? Ayah mengatakan pasien lebih penting. Ia nyuruh Wang Nuo buat cepat pergi. Wang Nuo mengiyakan. Ia akan segera ke sana. Wang Nuo ngasih tahu ayah, dia membeli beberapa kebutuhan sehari-hari dan obat tekanan darah tinggi dan diabetes untuk sebulan. Ia memberikannya  pada ayah. Ayah merasa penglihatannya kurang dan mau ngambil kacamata. Ai Zhen bilang kalo mereka para pria sangatlah ceroboh. Wang Nuo tahu kalo penglihatan ayahnya kurang baik, kenapa nggak menaruhnya di dalam kotak? Ai Zhen berkata lain kali dia bakal memisahkan mereka ke dalam kotak dan ayah bisa makan sesuai dengan warna aja, okey! Ayah setuju. Ia akan berterima kasih lebih dulu. 


Tiba-tiba ayah merasa iri pada ayahnya Ai Zhen. Ai Zhen lebih perhatian. Ai Zhen minta ayah agar nggak nyalahin Wang Nuo. Dia sangat sibuk. Ayah nyuruh Ai Zhen menikah dan bergegas masuk ke keluarganya. Menjadi menantunya, hal yang nggak ia pikirkan. Ai Zhen lah yang memikirkannya lebih didulu. Saat ibu Wang masih ada, dialah yang benar-benar berharap Ai Zhen segera masuk ke rumah mereka. Ai Zhen tersenyum malu udah dapat lampu hijau dari ayah Wang Nuo. Wang Nuo pamit mau ke rumah sakit dulu. Ia akan merepotkan Ai Zhen dengan ayahnya. Ayah berpesan agar Wang Nuo nggak ngebut. Ai Zhen menegur ayah yang selalu menegur hal itu sehingga membuat Wang Nuo jadi malu. 


Bing bing berjalan di tepi danau. Sambil telponan sama kepala chef. Meskipun tiap kali  saus Wang mereka habis, ia merasa seperti jika mereka diam-diam pergi untuk belajar. Ide itu , bener-bener nggak baik. Orang di seberang malah memakinya, anj*ng sial*n! Siapa bilang itu nggak baik? Bing Bing setuju tapi... Navigasi membawanya kesana. Ia hanya bisa melihat kolam bukannya rumah. Dari arah yang berlawanan Wang Nuo lagi jalan dengan terburu-buru. Bing Bing minta di kasih alamatnya lagi dan dia akan menemukannya. Wang Nuo menabrak Bing Bing sehingga ponselnya tercebur ke kolam. Bing Bing turun berniat mau ngambil ponsel miliknya. Bing Bing berteriak manggil Wang Nuo. Gimana bisa dia betjalan petgi setelah menabrak seseorang? Wang Nuo berhenti dan berbalik. Bing Bing nyuruh dia buat nemuin ponselnya. Wang Nuo menghampiri Bing Bing dan mengulurkan tangannya. Bing B8ng ngedumel, setiap kali dia ketemu sama Wang Nuo, dia bener-bener nggak beruntung. Kalo nggak ketemu orang cab*l, atau menjatuhkan telponnya. Wang Nuo melepaskan tangannya sehingga Bing Bing jatuh kecebur lagi. Wang Nuo lagi buru-buru. Tapi dia bersedia buat ngasih tahu dia... Penyakit bisa di obati dan yang cab*l itu di bawa pergi ke polisi. Bing Bing menjatuhkan ponselnya, jadi dia layak mendapatkannya. Wang Nuo berjalan dan ninggalin Bing Bing gitu aja. Bing Bing berusaha memanggilnya tapi Wang Nuo nggak peduli dan terus berjalan. Bing Bing bingung, gimana dia akan menemukan saus keluarga Wang dalam kondisi kayak gini? Gimana bisa Wang Nuo kayak gitu? Kembali!


Malam hari. Romeo dan Juliet bermain-main lagi. 
Romeo: Juliet, apa kamu punya rahasia? 

Juliet: ya.Semua orang punya rahasia. Seperti kau adalah Dokter Wang di siang hari, tapi seorang pemain games di malam hari. Semua orang punya rahasia. 

Romeo: sangat sulit untuk 1 orang hidup dengan 2 identitas. 

Juliet: apa kamu lagi membicarakan Batman dan Superman?

Romeo: hidup sebagai kehidupan sendirian merupakan anugerah. Hidup sebagai dua orang adalah sebuah hukuman. 

Juliet: aku menduga kamu adalah pria tua berusia 70-80 tahunan. 

Romeo: kenapa kamu bilang gitu? 

Juliet: karena di dunia ini semua orang punya banyak identitas. Kalo kamu bertukar pada sebuah siklus sosial yabg berbeda, maka kamu akan punya nama yang baru, identitas yang baru dan kebahagiaan yang baru. 


Romeo: berbohonglah untuk dirimu sendiri. 

Juliet: kamu juga bisa bohong pada yang lainnya. 

Romeo: apa kamu benar-benar tulus kayak ini? 

Juliet: aku nggak menyukainya. Tapi hidup di dunia ini, kita harus menemukan beberapa penutup. 

Romeo: semoga suatu hari kita bisa ketemu dengan orang yang benar, maka kita nggak perlu untuk pakai topeng lagi. 

Juliet: semoga ada satu hari yang seperti itu. Kalo ada sebuah hari, ayo ketemu, dan saling berpelukan, dan menunjukkan ketulusan kita. Oke? 


Wang Nuo di kamar ayah. Ayah udah tertidur tapi Wang Nuo masih sibuk. Dia menata obat ayahnya ke sebuah kotak. Ayah terbangun dan menegurnya. Gimana dia bisa pulang begitu terlambat? Apa dia udah makan? Wang Nuo bilang kalo dia udah makan. Dia pergi untuk mendapatkan pasangan kacamata tambahan untuj ayah dan itu. Ayah merasa itu hanyalah hal kecil. Ayah bahkan bisa melakukannya sendiri. Kenapa Wang Nuo harus jauh-jauh datang kesana? Wang Nuo mengambil pengukur tensi. Ayah bertanya apa Wang Nuo tinggal di hotel Ai Zhen? Iya. Karenarumahna lagi di renovasi. Ia meminta ayahnya untuk datang ketika udah selesai. Ayah mendesah. Rumah, mobil, uang, semuanya wang Nuo punya sekarang. Kalo aja dia punya seorang istri dan anak, maka ayah bisa pergi untuk melaporkan pada ibunya di surga. Misinya akan lengkap. 


Wang Nuo nggak mengijinkan ayahnya untuk melakukannya. Ia nggak mau jadi seorang yatim piatu. Wang Nuo mulai mengukur tekanan darah ayah dan juga kadar gula darah ayahnya. Bahkan setelah Ah Zhen meninggal, semua usaha ibunya, di berikan pada Wang Nuo. Hal yang pling membahagiakan baginya adalah memiliki anak yang merupakan seorang dokter. Wang Nuo menderita selama ini. Seorang anak menjadi dua anak untuk menghibur ibunya. Sekarang ibunya nggak ada di sana lagi. Wang Nuo bisa bersantai. Wang Nuo betanya pada ayahnya yang  bahkan nggak pernah memikirkan bahwa jika dialah yang hilang dan Ah Zhen yang ada di sini. Ayah dan ibu mungkin nggak akan memiliki seorang anak dokter untuk membut mereka bahagia. Ayah bilang itu nggak akan terjadi. Mereka berdua adalah anaknya. Bahkan jika diantara mereka nggak ada yang jadi dokter, Wang Nuo masihlah anaknya. Wang Nuo tersenyum. Kalo Ah Zhen masih hidup, dia mungkin hidup di sini dan membantu ayah merawat kolam belut. Ayah pikir juga gitu. Bahkan sejak anak-anak, Wang Zhen sangat dekat dengan ikan dan suka memakannya. Ah Zhen nggak sepertinya, yang memutuskan sejak lama untuk pergi ke Taipei untuk jadi seorang dokter. Wang Zhen mengatakan kalo sebenarnya...sebenarnya Ah Zhen memikirkan apa yang dia inginkan di masa depan. Ayah sedih. Sekarang dia bahkan nggak punya kesempatan untuk mengkhawatirkannya lagi. 


Wang Nuo mencoba mengalihkan dengan mengatakan kalo ayahnya harus mengendalikan seberapa banyak nasi yang ia makan di malam hari. Kadar gulanya agak tinggi. Ayah pura- pura mengeluh. Ia nggak tahu berapa lama lagi ia bisa hidup. Ia bahkan nggak bisa makan nasi. Wang Nuo ngasuh tahu ayahnya bisa mendengarkannya dan hidup panjang, tapi ayah harus tinggal di kamar. Apa ayah mau melakukannya? Ayah menyerah. Wang Nuo benar. Ia hanya akan mendengarkannya. Ah, menyakitkan sejali punya anak seorang dokter. Wang Nuo membereskan alat-alatnya. Ayah bertanya apakah ia masih akan kembali malam ini? Wang Nuo mengiyakan. Ayah melarangnya datang untuk hal kecil semacam itu. Hal kecil seperti itu ayah bisa melakukannya sendiri. Wang Nuo mengklaim kalo semua masalah ayahnya adalah hal besar, nggak ada hal kecil. Ayah tertawa. Ia nyuruh Wang Nuo untuk mengatakan hal itu juga pada Ai Zhen. Kalo Wang Nuo punya istri dan anak, ia akan memiliki segalanya. 


Tukang yang memperbaiki rumah Wang Nuo datang ke Hotel Kelly dan membuat keributan. Ia hanya ingin beristirahat selama 3 jam.Tapi pihak hotel nggak ngijinin. Orang itu nggak terima. Mereka nggak boleh ngambil uangnya untuk bermalam. Apa ini? Bukannya sebelumnya hanya $2500? Kenapa sekarang $5500? Ada apa? Pegawai itu minta maaf. Mereka nggak punya pelayanan untuk beristirahat di hotel mereka. Pacar dari tukang itu ngambek. Tukang itu bilang kalo dokter yang menginap di lantai atas di kamar 1512 adalah teman baiknya. Dia juga membawa adik perempuannya kesana untuk istirahat. Kenapa dia nggak bisa melakukannya juga? Pegawai pria meminta maaf. Dia benar-benar nggak bisa melakukan apa-apa. Sang tukang marah dan membentak pegawai pria. Hotel mana yang nggak mengijinkannya untuk beristirahat? Dia hanya ingin istirahat selama 3 jam aja. Temannyabyang dokter itu di lantai atas di kamar 1512, bisa membawa adiknya untuk beristirahat. Kenapa dia nggak boleh? Satpam mendatangi orang itu dan bertanya ada masalah apa? Tapi tukang itu malah membentaknya. Katanya itu bukan urusannya. Pacarnya tukang itu pun pergi saking malunya. Sebelum pergi, tukang itu masih sempat-sempatnya mengancam akan mengadukan mereka karena telah mempermalukannya. Para pegawai itu hanya bisa bilang terima kasih sudah mampir. 


Bing Bing yang nggak sengaja lewat juga menyaksikan kejadian itu. Wang Nuo menelpon layanan kamar. Ia ingin memesan nasi goreng yang ia pesan minggu lalu. Pihak hotel mengatakan kalo mereka nggak punya nasi goreng yang seperti itu. Wang Nuo menjelaskan kalo jelas-jelas dia memesannya minggu lalu. Bing Bing menghampiri bibi cleaning sevice. Paman Ding mengatakan bahwa bibi itu punya krim luka bakar yang hebat. Big Bang terbakar, jadi bisakah Bing-Bing meminjamnya darinya? Iya, bibi nyuruh Bing Bing buat nunggu sebentar sementara dia akan mengambilnya. Bing Bing berterima kasih. 


Bing Bing nggak sengaja melihat kamar nomor 1512. Ia ingat orang yang membuat keributan di depan tadi menyebutkan kalo temannya yang seorang dokter tinggal di lantai atas di kamar 1512. Bing Bing ingat kalo penghuni kamar 1512 terdengar seperti pacar manajer. Bing Bing menguping. Orang yang di dalam bilang hanya butuh nasi goreng. Raja nasi goreng? Ih, menjijikkan. Bing Bing heran, dia bahkan bisa melakukan hal seperti itu dengan manajer Ren. Terlalu sarkastik, nilai Bing Bing. Tapi biarpun bilang begitu, nyatanya Bing Bing masih aja mau nguping. Dia mendekatkan kembali ke pintu. Bibi yang tadi datang dan memanggilnya sehingga membuatnya kaget. Wang Nuo seperti mendengar keributan dan memutuskan untuk keluar. Saat ia membuka pintu, Bing Bing menunduk sambil meminta maaf. Mereka berdua sama-sama kaget bisa ketemu pagi.

Bersambung...

Komentar:
Woo...sinopsisnya panjang banget!!! Ini karena harusnya jadi dua part, tapi karena mau ngejar yang lain juga jadi di tumpuk jadi satu part. Hadeuh...capeknya, seneng bisa lanjut sampai menit terakhir. 
Yang paling bikin haru disini adalah, saat Wang Nuo bicara sama bayi yang ia operasi. Sampai ngajak janji jari kelingking segala. Sedih banget. Kasihan bayi itu, baru lahir udah ditinggalin sama papanya. 

Yang bikin senyum waktu Romeo dan Juliet ngobrol nggak jelas. Ngakunya pingin ketemu padahal mereka nggak nyadar udah sering ketemu tapi berantem mulu.

Duh, nggak bisa ngomong apa-apa lagi, dah. Hadeuh, tepok jidad.😁😁😁

6 komentar

Seru ceritanya, sis. Lanjutnya jangan lama , ya

Kayaknya seru ceritanya, lanjutin ya kak..

Semangat kak..yg baca kaya lari marathon..