Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 1 Part 2
Bing Bing ketiduran saat main game dan malah memimpikan Wang Nuo yang memintanya untuk menunggunya. Ia terbangun saat itu juga dan heran gimana bisa dia bermimpi tentang wajahnya Wang Nuo. Itu sedikit berlebihan. 


Romeo sendiri lagi nungguin Juliet yang nggak merespon padahal udah di panggil berkali-kali. Juliet yang baru bangun langsung menyahut. Dia cerita kalo baru aja bermimpi buruk. Romeo menyuruhnya berhenti bermimpi karena dia mau minta bantuannya untuk melawan monster. Romeo menyuruhnya untuk berhati-hati karena musuh mereka mulai menyerang dengan langkah yang paling kuat. Juliet mengiyakan. Ia akan membantu Romeo untuk mengembalikan staminanya. Romeo mengajak Juliet buat pergi ke sisi kiri dan pergi ke sekitar sana. Go! Go! Go! Romeo akan menyerangnya. Dan...nereka menang. 


Romeo nanya barusan Juiet mimpiin apa? Juliet mengaku melihat kekasihnya dari kehidupan sebelumnya. Tapi dia melihat wajah dari pria yang paling dia benci. Sangat menakutkan. Romeo metasa mungkin Juliet harus mengubahnya menjadi 'musuh di kehidupan sebelumnya'. Dia datang buat balas dendam. Juliet malah menganggap mimpi-mimpi itu palsu. Itu adalah sebaliknya. Lagi pula siapa yang ingin memimpikan dia? Hanya saja dia nggak mau pergi.

Bing Bing lagi minum di tempatnya Ah Meng bersama Ah Meng dan Bai He. Baginya mimpi dan kenyataan benar-benar berlawanan. Bai He memberikan posel lamanya pada Bing Bing. Untuk sementara waktu Bing Bibg bisa memakainya. Ah Meng juga ngasih tahu Bing Bing, mulai sekarang kalo dia nggak punya apa-apa untuk di makan, dia dipersilakan untuk makan di tempatnya. Bing Bing berterima kasih tapi dia harap itu nggak akan terjadi. Bing Bing mengambil sate dan memakannya. 


Bai He selaku teman sekelas Bing Bing merasa harus mengingatkannya karena selama ini kesehatannya lagi nggak baik. Dia membutuhkan uang untuk ketemu dokter, tapi dia nggak punya waktu untuk itu. Membicarakan tentang pangerannya yang di takdirkan, bahkan jika orang itu adalah dewa atau pahlawan super, dia sangat jauh untuk menyelamatkannya. 


Bing Bing mengerti, teman sekelas. Ini laporan Bing Bing pada Bai He.

Pertama, ia udah menghubungi agen properti untuk menghubungi pemilik yang baru.

Kedua, ia udah membuat pertemuan untuj memesan janjiblain dengan dokternya. Dia Chen Yi Leng, seorang dokter wanita.

Bai He meremehkannya. Bing Bing terdengar seperti dia udah memperbaiki semua masalahnya padahal dia belum memperbaiki satupun. Bing Bing mengumpamakan ketika Bai He nggak punya hak untuk servis bolanya, dia harus menunggu dan melihat aja. Ah Meng malah nanya ke Bing Bing, orang terkenal mana yang mengatakan itu? Bing Bing dengan pedenya mengeja namanya sendiri, Gao..Bing..Bing... 


Ah Meng malas dan mau pergi tapi Bai He menahannya, sehingga dia kembali duduk. Bai He akan membantunya menyajikan makanan. Dan bantu ia melempar barang yang nggak berguna ini ke tempat sampah. (Sambil melihat ke arah Bing Bing). Bai He pergi dan Ah Meng mau ngikut tapi Bing Bing menahannya karena barang yang nggak berguna itu akan membantunya untuk mengambil pesanan. Kalaupun Ah Meng melemparnya ke tempat sampah, ia masih punya kemampuan untuk menghidupkan kembali. 


Ah Meng ke depan karena ada tamu. Ia menyapa dengan ramah. Rupanya mereka adalah Xiao Feng dan Wang Nuo. Ah Meng langsung mempersilakan merek untuk masuk, ada meja kosong. Mereka lalu mendatangi meja yang kosong. Xiao Feng cerita kalo dia selalu ingin mengunjungi toko ini. Akhirnya mereka berdua nggak ada jadwal kerja hari ini. Xiao Feng berterima kasih pada Wang Nuo. Karena berkat bantuannya, hotel Kelly nggak hanya memberi diskon, tapi juga menyediakan banyak layanan untuk mereka. Wang Nuo diam aja. 


Ia merasa nggak benar-benar membantu. Tapi bagi Xiao Feng, Wang Nuo punya pengaruh yang besar. Selama Xiao Feng menyebutkan namanya, semuanya akan baik-baik aja. Ada sesuatu yang ingin Xiao Feng tanyakan pada Wang Nuo. Ini tentang nona Ai Zhen. Selain hubungan teman masa kecil, apa ada...Xiao Feng melanjutkan pertanyaanya dengan isyarat jari. Tapi Wang Nuo nggak ngerti maksudnya apa. Xiao Feng memperjelas, perjodohan. 


Wang Nuo hanya tersenyum. Ia mengatakan pada Xiao Feng, Ai Zhen benar-benar perlu berkencan dengan baik. Ia mempersilakan Xiao Feng untuk mengejarnya. Xiao Feng menunjuk dirinya sendiri. Wang Nuo mengangguk. Xiao Feng lalu memberi hormat pada Wang Nuo. Birnya udah datang. Xiai Feng ngajak Wang Nuo bersulang. Dengan dukungannya, terlepas dari apakah itu karier atau cinta, Xiao Feng akan maju dan berkembang. Wang Nuo mengungkapkan pendapatnya tentang Ai Zhen. Menurutnya, Ai Zhen tampak cerdas dan mampu, tapi dia hanya seorang wanita muda yang polos. Xiao Feng berpendapat kalo melihat Wang Nuo dan Aai Zhen, orang lain akan mengira kalo mereka pacaran. 


Bing Bing  membantu Ah Meng mencatat pesanan para tamu. Ia berkata pada Ah Meng, bir, sate ayam, ikan bunga kering! Ia lalu nggak sengaja melihat Wang Nuo. Bing Bing terkejut lalu bersrmbunyi. 


Xiao Feng ngasih tahu Wang Nuo kalo semua makanan disana adalah asli makanan jepang. Wang Nuo harus mencoba makanan panggang mereka yang sangat populer di internet. Xiao Feng juga menyarankan Wang Nuo untuk mencoba jamur panggang. Xiao Feng bahkan sampai mencontohkan cara memakannya segala. 


Bing Bing mengintip nggak jauh dari sana. Bai He menghampirinya dan bertanya apa yang Bing Bing lakukan? Bai He mengikuti pandangan Bing Bing dan bertanya siapa mereka pada Bing Bing. Bing Bing ngasih tahu Bai He kalo pria itu adalah dokter yang waktu itu. Bai He ingat, orang yang mengatakan kalo Bing Bing rahim dari wanita tua? Bing Bing melarangnya bicara dengan keras. 


Bai He malah seneng bisa ketemu sama Wang Nuo. Ia langsung menyapanya. Ia mengatakan kalo kakak iparnya adalah pasiennya juga. Wang Nuo melihat ke arah Bing Bing dan langsung pasang muka judes. Bai He mendekatkan gelasnya mengajak Wang Nuo bersulang. Bing Bing menghampirinya dan menariknya. Wang Nuo itu bukan selebriti, kenapa Bai He memperlakukannya seperti itu? Xiao Feng bangkit dan menyapa wanita-wanita muda itu. Ia menyingkirkan lampion yabg menutupi wajahnya dan memperkenalkan diri kalo dia juga seorang dokter. Bai He ngajak Bing Bing buat duduk di meja yang bersebelahan dengan meja Wang Nuo. 


Bai He meminta maaf pada Wang Nuo untuk merepotkannya selama ini. Wang Nuo berbasa-basi menanyakan kakak ipar Bai He. Apa dia merasa lebih baik? Bai He bilang dia lebih baik. Wang Nuo melihat makanan yang akan di makan oleh Bing Bing. Ia menjatuhkan makanan itu dan mengatakan kalo situasi Bing Bing saat ini nggak memungkinkannya untuk makan sashimi. Bai He tersenyum melihatnya. Bing Bing mengambil makanan yang lain dan mau memakannya. Tapi lagi-lagi Wang Nuo melarangnya. Hormon tanaman estrogen di dalam akan mendorong pertumbuhan fibroid. Ia menyarankan agar Bing Bing makan yang lain. 


Wang Nuo memberikan makanannya pada Bing Bing. Ia menyarankan Bing Bing untuk makan makanan yang tinggi serat dan sayuran hijau. Bai He terus tersenyum seolah kagum pada Wang Nuo. Bing Bing sendiri seperti udah mau meledak. Xiao Feng bertanya pada Wang Nuo apakah ingin makan sashimi? Wang Nuo ingin pesan sepiring untuk di makan. Xiao Feng memanggil Ah Meng. Ia pesan satu sashimi. Wang Nuo meminum minumannya. Xiao Feng melarangnya minum sendiri dan mengajaknya bersulang. 


Ai Zhen lagi di kamarnya. Telponnya berbunyi. Dia senang karena itu dari Wang Nuo. Tapi saat melihat wajahnya ternyata bukan Wang Nuo tapi Xiao Feng. Ai Zhen kecewa. Ia menanyakan kalo bukannya itu ponsel Ah Nuo? Dimana dia? Xiao Feng ngasih tahu kalo Wang Nuo ada di sampingnya. Xiao Feng terkejut karena Ai Zhen masih lembur kerja. Xiao Feng mengajaknya untuk makan bareng. Xiao Feng mengeset ponselnya ke arah Wang Nuo. Ia minta Bos (Wang Nuo) untuk mengundang Ai Zhen. Wang Nuo dengan ekspresi datar nyuruh Ai Zhen untuk kesana. Nanti ia akan mengirimkan alamatnya. Itu aja untuk sekarang. Wang Nuo main matiin telpon gitu aja. Padahal Ai Zhen masih pingin ngomong. Tapi sebentar kemudian dia tersenyum dan menutup laptopnya. 


Xiao Feng menegur Wang Nuo yang nggak memberi Ai Zhen kesempatan untuk menolak sama Sekali. Wang Nuo beralasan kalo dia bilang dia nggak akan datang. Bing Bing menyahut, itu karena Wang Nuo nggak memberinya waktu buat bilang enggak. Kalo aja dia tahu Wang Nuo yang sebenarnya, dia nggak akan begitu patuh padanya. Wang Nuo bertanya apa maksud Bing Bing bilang begitu? Bing Bing asal ngomong kalo Wang Nuo harusnya ngerti dalam hatinya. Wang Nuo mengaku kalo dia nggak ngerti dan minta di jelaskan. Bing Bing bertanya apakah Wang Nuo yakin Bing Bing harus mengatakannya di sana? Bing Bing memperingatkan bahwa reputasinya akan hancur nanti. Benarkah? Tanya Wang Nuo nggak percaya. Ia melarang Bing Bing bertele-tele. Langsung aja tentang apa yang ingin ia katakan. Bing Bing berbalik dan mengatakannya dengan lantang bahwa Wang Nuo nyuruh seseorang di hotel untuk memasak nasi goreng untuknya. Xiao Feng dan Bai he sama-sama terkejut mendengarnya. Wang Nuo mengulangi, dia meminta seseorang di hotel untuk memasak nasi goreng? Bing Bing membenarkan. 


Bai He lalu bangkit dan meminta maaf. Bing Bing emang suka becanda. Dia merasa nggak enak badan akhir-akhir ini jadi dia berkata omong kosong. Bai He berharap Wang Nuo nggak mendengarkannya. Sekali lagi Bai He minta maaf. Bing Bing menegaskan kalo dia nggak becanda. Lagian kapan dia merasa nggak sehat? Wang Nuo ngasih tahu kalo Bing Bing harus pergi dan ketemu dokter ketika dia sedang nggak enak badan (lha situ kan dokter, obatin gih). Harus semakin sering pergi ketika otaknya bermasalah. Bing Bing merasa nggak terima. Dia nggak lagi berkata omong kosong. Ia mendengarnya sendiri. Wang Nuo berselingkuh. Gimana nanti dia akan minta maaf sama Ai Zhen? Wang Nuo menatap tajam ke arah Bing Bing. Sambil melotot dia bilang kalo Bing Bing konyol! Wang Nuo bangkit dan ninggalin tempat itu saking jengahnya. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merekam pertengkaran mereka memakai kamera ponsel. Bing Bing yang nggak terima Wang Nuo pergi gitu aja terus teriak-teriak. Selingkuh masih begitu arogan? Apa hotelnya hanya untuk memasak nasi goreng untuknya? 


Nggak lama kemudian Ai Zhen datang. Xiao Fang menyambutnya dengan hangat. Ai Zhen tampak mencari-cari Wang Nuo tapi nggak ada. Xiao Fang memanggil Ah Meng, mau minta menu. Ai Zhen nanya dimana Wang Nuo sama Xiao Fang. Xiao Fang mengatakan kalo Wang Nuo ada sesuatu yang harus dilakukan, jadi dia pulang duluan. Ai Zhen tampak sangat kecewa. Senyumnya langsung hilang. 


Wang Nuo sampai di kamarnya. Ai Zhen menelponnya tapi Wang Nuo nggak mengangkatnya. Ia duduk dan membiarkan panggilan itu. Wang Nuo mengirim pesan ke Ai Zhen. Tapi sayang kita nggak di kasih lihat pesannya apaan. 


Wang Nuo akan kembali lagi nanti untuk menemui Xiao Fang. Ia berterima kasih dan berjalan bersama Xiao Fang dan Ah Bo. Mereka berpapasan dengandua perawat. Perawat itu berbisik bisik menyebut Wang Nuo sebagai dokter nasi goreng. Cabul. Xiao Fang yang berjalan di belakang Wang Nuo mendengar hal itu tapi nggak ngerti maksudnya. Mereka terus berjalan dan perawat lainnya juga melakukan hal yang sama, berbisik-bisik sambil menatap Wang Nuo. Xiao Fang yang merasa aneh bertanya pada Ah Bo. Apakah dia juga merasa para perawat menandangi mereka dengan aneh? Ah Bo malah nanya apa Xiao Fang lagi berhayal? Xiao Fang ganti menyebut Ah Bo Bronzemen 18. 


Wang Nuo bilang pada Xiao Fang untuk pergi dan katakan pada mereka. Mereka bertiga masuk ke sebuah kamar pasien. Wang Nuo dengan ramah menyapa Tuan Wang. Wang Nuo melihat catatan nyonya Wang. Ia pulih dengan lancar. Nyonya Wang menyampaikan keluhannya. Dada kirinya tetasa sakit sejak kemarin. Kiri atas? Tanya Wang Nuo dan pasien mengiyakan. Wang Nuo memutuskan akan melihatnya. Ia pun mendekat. Suami pasien itu menghadang Wang Nuo. Ia bertanya apa yang akan Wang Nuo lakukan? Wang Nuo mengatakan kalo dia ingin memeriksa pembengkakannya. Suami itu bilang nggak perlu. Ia menarik selimut istrinya sampai menutupi dada dan melarang Wang Nuo untuk melihatnya. Wang Nuo menarik napasnya dan bertanya ada apa? 


Wang Nuo bersama Xiao Fang, Yi Leng dan Ah Bo menonton video pertengkaran antara Wang Nuo dan Bing Bing yang kini menjadi Viral. Wang Nuo merasa jengah. Ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. Ia adalah Wang Nuo. Ia meminta di sampaikan pada manajer website bahwa ia ingin video itu dihapus dari website rumah sakit. Xiao Fang menilai kalo Bing Bing itu nggak keren sama sekali. Dia menyutradarai,jadi aktor dan merekamnya sendiri. Ah Bo menanyakan gimana Wang Nuo akan bertahan di masa depan nanti. Xiao Fang juga mengingatkan kalo wanita itu juga pasiennya Wang Nuo. Yi Leng menatap Wang Nuo, kayaknya cuman dia yang nggak ngerti siapa Gao Bing Bing. Wang Nuo berbaik hati menjelaskan kalo Bing Bing yang dia periksa saat menggantikannya. Namanya sangat mudah di ingat. Gao Bing Bing. 


Yi Leng bangkit dan akan menyelidikinya. Yi Leng ngasih tahu Wang Nuo kalo alamatnya di jalan yang sama dengannya. Mereka bertiga menghampiri Yi Leng dan melihatnya sendiri. Wang Nuo mengatakan kalo alamat itu adalah rumah yang baru ia beli. Yi Leng bertanya-tanya apakah dia mengisi formulir yang salah? Xiao Fang kepikiran mungkinkah Bing Bing adalah sejenis orang gila yang menghancurkannya kalo nggak bisa memilikinya? Ah Bo ikutan menambahi, seperti di film-film, pertama dia pindah di dekat rumah Wang Nuo untuk mengawasinya siang dan malam lalu pura-pura jadi pasien untuk mengganggunya di rumah sakit. Duh, habislah dia... 


Wang Nuo mengingat semuanya. Bing Bing baru pertama kali datang kerumah sakitnya, saat Bing Bing kecebur di kolam belut miliknya, saat di hotel dan juga saat di restoran Jepang. Ia jadi merasa kalo semua pertemuan itu bukanlah kebetulan. Apartemen barunya, aparyemen lamanya dan tempat-tempat ia pergi, dia tahu. Yi Leng menanyakan jadi Wang Nuo yakin dia pelakunya? Entah, Wang Nuo sendiri nggak tahu. Apa dia yain? Wang Nuo mengingatkan kalo dia mengambil alih tugas Yi Leng hari itu. Apa Yi Leng nggak kenal Gao Bing Bing? Yi Leng bilang enggak. Apakah dia yakin? 


Yi Leng memberi tahu Wang Nuo kalo reputasi lebih penting dari nyawa. Yi Leng merasa Wang Nuo harus menjernihkan masalah ini dengan segera. Baik kepada gadis yang ada di video itu atau orang yang menyebarkannya. Wang Nuo harus segera menuntut mereka untuk melindungi reputasinya. Xiao Fang setuju. 8a ada di sana waktu itu. Bahkan kalo Wang Nuo membawa wanita ke rumah sakit untuk memasak nasi goreng, xiao Fang pikir... Ah Bo pikir Xiao Fang idah kelewatan dan melemparnya dengan bantal. Yi Leng yang merasa paling nggak ngerti bertanya ada apa dengan nasi goreng. Wang Nuo juga ingin tahu ada apa dengan nasi goreng. 


Wang Nuo mengambil ponselnya dari saku. Ia heran kenapa Ai Zhen bisa menelponnya. Xiao Fang tertawa, ia baru aja mengatakan pada Ai Zhen tentang semuanya. Yi Leng bertanya kenapa Xiao Fang melakukan hal itu? Menurut Xiao Fang, saat ini mereka membutuhkan pengacara. Dan pengacara ini harus teman baik Wang Nuo. Ah Bo menduga Xiao Fang punya motif lain. Karena sebenarnya rumah sakit mereka punya pengacara khusus. Xiao Fang mengatakan kalo sesungguhnya mereka berteman baik. Wang Nuo memberi isyarat pada Xiao Fang agar dia diam karena ia akan menelpon Ai Zhen. 


Ai Zhen memanggil Bing Bing di ruangannya. Ia memperlihatkan video pertengakaran Wang Nuo dengannya. Ai Zhen juga memperlihatkan bukti bahwa Wang Nuo benar-benar memesan nasi goreng kala itu. Bing Bing baru menyadari kalo dia benar-benar telah salah paham. Ai Zhen bertanya pada Bing Bing, dia punya dendam apa pada Dr Wang? Bing Bing menjawab nggak ada. Dia nggak punya dendam apa-apa. Dia hanya dokternya dan dia pasiennya. Itu aja. Bing Bing minta maaf. Ia ,ah. Ai Zhen bertanya kenapa Bing Bing melakukan hal itu? Menyerang seseorang seperti itu adalah ilegal. Dia bisa menuntut Bing Bing atas pencemaran nama baik. Bing Bing terkejut. Dia nggak mengunggahnya. Itu nggak ada hubungannya dengannya. Ai Zhen nanya gimana Bing Bing akan membuktikannya? Seseorang berkata kalo ia merencanakan, merekam dan berakting sendiri. Bing Bing malah balik nanya kenapa dia harus merencanakan, menyutradarai dan berakting? Ia nggak ada urusan dengan dia. Emang nggak ada cara untuk membuktikannya, tapi Bing Bing menyatakan kalo itu bukan dirinya. Ia minta Ai Zhen untuk percaya padanya. 


Ai Zhen bangkit. Dr. Wang Nuo adalah tamu hotelnya. Sekarang, karena karyawannya, reputasinya hancur. Ai Zhen minta maaf. Ia pasti akan menyelidiki masalah ini. Bing Bing menunduk, merasa bersalah. Ia mengakui kalo dia emang salah paham padanya. Ia meminta maaf pada Ai Zhen. Ai Zhen nyuruh Bing Bing buat bilang itu ke dokter Wang. Bing Bing terkejut, ia harus minta maaf sama Wang Nuo. 


Seseorang datang. Ia adalah ayah dari Ai Zhen. Ia minta maaf udah mengganggu. Apa dia lagi rapat? Ai Zhen langsung menghampiri ayahnya. Kenapa datang tanpa ngasih tahu? Ayah nanya apa dia harus bilang sama seseorang kalo ia kembali ke hotelnya sendiri? Ayah beranjak untuk duduk dan nyuruh Ai Zhen dan Bing Bing untuk melanjutkan pembicaraan mereka. Ai Zhen berkata pada Bing Bing, ia mungkin harus bertanggung jawab untuk masalah Dr. Wang. Ia nyuruh Bing Bing untuk melanjutkan pekerjaannya. 


Bing Bing balik ke dapur dan mendapati suasana yang lagi nggak nyaman. Semua orang pasang wajah sedih. Ah Xin nangis. Bing Bing menghampirinya. Ia bertanya apa yang terjadi. Xiao Lu mendengar kalo bos nemuin chef pastry yang baru. Posisi Ah Xin mungkin bakalan hilang. Bing Bing nanya gimana bisa? Ia bertanya pada Chef Ding, apa yang harus mereka lakukan? Koki yang satunya (belum tahu namanya) membenarkan. Ada apa dengan Bruce? Dia harusnya tahu siapa yang datang lebih dulu. Ia mendesak Chef untuk membantu mereka mencari jalan keluar. Xiao Lu bangkit dan membenarkan. Biar dia tahu kalo mereka nggak mudah di buli. Mereka juga dilindungi undang-undang tenaga kerja. Chef menegur Xiao Lu, kenapa dia menyebut tentang undang-undang tenaga kerja segala? Mereka belum bilang akan menggantikan Ah Xin. Terlalu dini untuk mengatakan sesuatu. Xiao Lu merasa hal itu akan terjadi cepat ataupun lambat. Nggak mungkin ada dua harimau di satu gunung. Gimana mungkin ada dua chef pastry di satu hotel? Chef Ding ngasih isyarat ke Xiao Lu agar dia diam tapi dianya malah ngomong terus dan sukses membuat tangis Ah Xin jadi makin sedih. Koki yang satu lagi mengatakan kalo yang dia tahu nggak sulit. Bing Bing mengambil tissue dan melemparnya. Dia bicara apa, sih? Koki itu merasa hanya bicara jujur aja. Bing Bing membujuk Ah Xin agar nggak mendengarkan omong kosong mereka. Direktur itu terlalu santai. Ia memintanya agar nggak khawatir karena mereka ada di pihaknya. Xiao Lu membenarkan. Bing Bing membujuk Ah Xin agar berhenti menangis, srmua akan baik-baik aja. 


Ai Zhen menegur ayahnya agar nggak terlalu keras kepala. Ayahnya merasa itu adalah hotelnya. Ia bisa melakukan apa yang ia mau (penyakit orang kaya, bertindak seenaknya). Ayah mengingatkan Ai Zhen untuk nggak melupakan namanya Ren, jadi ia bisa keras kepala. (Dalam bahasa Cina, Ren Xing berarti keras kepala). Ai Zhen mengatakan kalo yang mereka fokuskan adalah kerja tim. Ada banyak sekali restoran di luar. Mereka punya banyak kreativitas. Udah nggak mudah bagi restoran tuanya untuk bertahan. Mereka harusnya profesional. Ayah mengaku kalo dia tahu. 


Ayah bangkit dan beralih duduk di sofa. Ai Zhen juga tahu Bruce, bukan? Dia sangat terkenal di Kyoto. Ayah mengundangnya untuk jadi Chef tamu di sini. Gimana bisa dia di sebut nggak profesional? Bukan gitu maksud Ai Zhen, ia nggak bilang kalo Bruce itu nggak baik. Ia bilang kalo mereka udah menyerahkan segalanya ke kepala Chef Ding untuk di urus. Dia sangat bertanggung jawab dan hebat. Chef pastry juga udah melakukan pekerjaannya dengan baik. Ayah mengatakan kalo nggak ada kreatifitas. Bukannya Ai Zhen bilang mereka perlu kreativitas baru? Ai Zhen meminta ayah untuk nggak buru-buru. Ai Zhen harus nyari cara buat nenangin Chef Ding. Dan memikirkan cara untuk mengatakannya. Setelah itu ia memperbolehkan ayah untuk melakukannya. Ayah merasa nggak ada waktu untuk itu. 


Chef Bruce lagi melakukan wawancara. Reporter mendengar kalo Bruce nggak sengaja bertemu dengan presdir restoran di Kyoto. Bruce membenarkan. Tepatnya mereka ketemu ketika sedang jalan-jalan di Kamogawa. Sebenarnya ia udah mengenal presdir di Taiwan. Reporter bertanya apa tawaran yang diberikannya hingga ia melepaskan posisinya sebagai kepala Chef di Kyoto.dan kembali ke Taiwan. Bruce duduk sambil bersandar. Seperti yang dikatakan penulis besar Hemingway, "Hidup adalah pesta yang bergerak." Bruce mengaku senang menemukan inspirasi dalam tantangan kehidupan. Ia ingin pastry-nya menjadi petualangan yang luar biasa. 


Wang Nuo lagi mau makan di kantin rumah sakit bersama Xiao Fang, Yi Leng dan Ah Bo. Petugas kantin meledek Wang Nuo dengan menawari nasi goreng. Yi Leng menegurnya. Siapa namanya? Dia nggak sopan. Orang itu mengatakan kalo ia mendengar semua orang membicarakan nasi goreng. Ia menawari Wang Nuo nasi goreng lagi. Wang Nuo minta di beri nasi goreng. Dia suka sekali nasi goreng. (Sambil menggeram). Petugas kantin itupun memberikan nasi goreng untuk Wang Nuo. Yi Leng hanya bisa geleng-geleng. 


Wang Nuo dan Yi Leng duduk semeja dengan Xiao Fang dan Ah Bo. Yi Leng berkata pada Wang Nuo, ia rasa efek dari video klip itu berdampak lebih lama dari yang ia perkirakan. Xiao Fang yang dari tadi melihat ponsel membenarkan. Jumlah viewers-nya sangat tinggi. Ia memperlihatkan ponselnya pada Wang Nuo. Semua orang di grup berkomentar tentang video itu. Seorang dokter pria dan seorang perawat duduk di meja samping Wang Nuo cs. Dokter itu berkata pada perawatnya, ia nggak tahu apakah nasi gorengnya enak atau enggak. Xiao Fang langsung berdiri srolah menantang, apa katanya tadi? Mereka dokter THT mengira semua orang tuli, ya? Wang Nuo bangkit dan menyentuh pundak Xiao Fang. Ia menyuruhnya untuk duduk. Ia melihat dokter yang menyindirnya dan pergi. Xiao Fang memanggilnya tapi dia nggak menyahut. 


Ai Zhen menemui Chef Ding dan Koki lainnya di dapur. Ia mengatakan pada Chef Ding kalo mereka semua sangat erat. Bruce hanyalah Chef tamu. Nggak akan berbenturan dengan posisi kepala chef Ah Xin. Jadi Ai Zhen berharap Chef Ding bisa melihat gambaran besarnya dan membantunya mengatur seluruh staf dapur hotel Kelly. 


Chef Ding maju. Ia nggak memperlihatkan kemarahan pada Ai Zhen. Ia bisa memahami posisinya. Namun ia harus mengarahkan begitu banyak anggota staf dapur sehingga jika dia nggak tegas kali ini, maka lain kali dan lain kalinya lagi, apa akan ada rintangan yang muncul entah dari mana. Datang dan menyerang moral kita. 


Presdir Kelly mendatangi Bruce yang masih di wawancara. Semua orang lalu bangkit menyapanya. Ayah Ai Zhen berterima kasih pada semua reporter yang udah datang kesana. Maaf telah merepotkan mereka. Ia meminta bantuan dari mereka. Kepala Chef-nya yang tampan nggak buruk, bukan? Ia mempersilakan mereka untuk kembali duduk. 


Ai Zhen meminta chef Ding agar nggak khawatir. Bruce akan punya tim sendiri. Ia mempersilakan semua koki untuk mengikuti kepala Chef Ding. Pertahankan cara biasanya. Ai Zhen akan merepotkan Chef Ding untuk bagian ini. Chef Ding berkata dalam hati. Ia menilai Ai Zhen adalah wanita sejati yang bisa tenggang rasa sekaligus tegas. 


Bruce menjelaskan pada para wartawan bahwa dalam cita rasa Wagashi, kuta bisa merasakan romansa Prancis. Itulah seni pasrty-nya. Reporter mengatakan kalo bicara Bruce menbuatnya merasa seperti memasuki dunia kue yang penuh petualangan. Reporter yang lain memuji presdir yang membuat pilihan yang tepat. 


Ai Zhen bertanya pada Bing Bing, apakah dia tahu kalo Ai Zhen harus mengurus kejadian hotel dan Dr. Wang sekaligus. Bing Bing meminta maaf karena telah menyusahkannya. Nggak lama kemudian Wang Nuo datang. Ai Zhen langsung pasang senyum ramah dan menyapanya. Tapi Wang Nuo-nya nggak ngasih respon apa-apa. Bagus Wang Nuo datang. Untuk masalahnya, Ai Zhen minta nona Gao Bing Bing untuk maju dan mengadakan konferensi pers. Dan juga Bing Bing harus mempublikasikan permintaan maafnya. Di surat kabar. Ai Zhen minta Wang Nuo untuk nggak usah khawatir. Ia pasti akan memperbaiki reputasinya. 


Wang Nuo bilang 'ikut aku' bukan buat Ai Zhen tapi buat Bing Bing. Dia meraih tangan Bing Bing dan menariknya. Ai Zhen mennghadangnya. Hal-hal berbeda kepentingan dan kemendesakannya. Yang paling penting sekarang ... Wang Nuo mengatakan pada Ai Zhen, ia akan mengurusnya. Jangan ikut campur. 


Bing Bing menarik tangannya. Wang Nuo menanyakan apa maksud Bing Bing sebenarnya. Bing Bing mrnanyakan maksud "apa maksudmu"? Bing Bing salah pengertian mengenai Wang Nuo ketika ia bilang hal nasi goreng di tempat Ah Meng. Bing Bing meminta maaf secara formal sekarang. Ia benar-benar nggak mengupload video itu.


Wang Nuo bertanya kapan itu di mulai? Kapan di mulai? Apa maksudnya? Wang Nuo terang terangan mengatakan kalo Bing Bing mengikutinya dari rumahnya ke rumah sakit, kemudian ke kota asalnya, ke hotel. Dan Bing Bing menggunakan srmua cara untuk mencoba merusak reputasinya. Bing Bing hanya ingin uang atau ingin sesuatu darinya? Bing Bing merasa pemikiran Wang Nuo sangatlah aneh. Ia, Gao Bing Bing mengatakan padanya dengan sungguh-sungguh sekarang, satu, ia nggak mengikutinya, dua, mengenai seluruh situasi merusak reputasinya, Bing Bing udah menjelaskan padanya, tiga, ia punya prkerjaan yang pantas. Walaupun ia nggak menghasilkan banyak uang, ia nggak berpikir perlu minta uang padanya. Empat, ia...ia dari keluarga baik-baik. Ia bersih, jadi Bing Bing minta Wang Nuo berhenti bersikap sombong. Wang Nuo merasa Bing Bing sama sekali nggak punya harga diri. Menggunakan cara ini untuk mendekati pria akan membuat orang memandang rendah kepadanya. 


Wang Nuo memintanya untuk menghentikan tindakan menguntitnya yang kekanak-kanakan itu. Bing Bing mengklaim kalo Wang Nuo berpikir begitu hebat karena ia seorang dokter. Siapa yang ingin dekat dengannya? Ia membuat janji temu dengan dokter Shen Yi Leng, siapa yang tahu kalo ia akan ketemu dengan Wang Nuo disana? Wang Nuo pikir dia ingin ketemu sama dokter pria? Ia pergi ke tempat Ah Meng karena dia teman sekelasnya dan ia makan makanan staf. Bing Bing ada disini karena ini tempat kerjanya. Wang Nuo malah mengira Bing Bing udah merencanakan semuanya. Kebetulan yang terjadi sangatlah nggak masuk akal. Ia ngasih tahu Bing Bing kalo segala yang nggak masuk akal punya penjelasan yang masuk akal. Bing Bing mengerti. Ia akan menjelaskan sejali lagi. Bahkan kalo dia membuat rencana, ia nggak akan membuat rencana untuk Wang Nuo karena ia sama sekali nggak suka padanya. Ia juga bukan penggemarnya. Ia udah punya seseorang yang ia sukai. 


Bruce keluar. Bing Bing langsung menyapanya, guru. Wang Nuo bertanya dia? Sambil menunjuk Bruce. Dia gurunya Bing Bing? Apa Bing Bing tahu dia itu siapa? Bing Bing bertanya apakah Wang Nuo itu tuli? Ia baru aja bilang kalo dia adalah gurunya. Bruce menyalami Wang Nuo. Mereka sangat akrab. Mereka bahkan saling berpelukan. Bruce dengar dari Ai Zhen, ia sekarang adalah seorang dokter, itu sungguh luar biasa. Bruce memberinya ucapan selamat. Bruce lalu melihat ke samping. Gao Bing Bing! Ia kerja di restoran ini juga? Tanya Bruce. Bing Bing membenarkan. Ia chef kedua disana. Jangan bilang kalo Bruce adalah chef yang baru. Wang Nui menyela dengan memanggil Bing Bing penguntit gila. Apakah reuninya udah selesai? Ada hal yang harus Wang Nuo bicarakan dengan Bruce jadi Bing Bing harus pergi. 


Bruce menanyakan penguntit gila? Bing Bing mengatakan kalo mereka hanya salah pengertian. Itu udah di selesaikan. Benar kan dokter Wang? Tanya Bing Bing sambil menepuk punggung Wang Nuo. Bing Bing lalu menanyakan gimana bisa Bruce kenal sama dokter Wang. Eang Nuo mau menjelaskan kalo Bruce dan kakaknya punya...Bruce menatap Wang Nuo dan membuatnya nggak jadi ngasih penjelasan ke Bing Bing. Karena ia juga temannya. Dan mereka saling kenal. Wang Nuo nggak akan melanjutkan masalah ini lagi. Ia akan mengakhirinya sampai di sini. Ia nggak ingin ketemu dengan Bing Bing kedepannya. Wang Nuo bersama dengan Bruce pergi meninggalkan Bing Bing dan masuk ke hotel. 


Bruce menanyakan ada apa dengan Gao Bing Bing? Wang Nuo menjelaskan kalo Bing Bing hanya seorang pasien. Nggak usah dipikirin, dia nggak penting. Gimana dengan Bruce? Apa dia baik-baik aja? Wang Nuo udah dengar tentang Bruce dan kakaknya. Bruce hanya tersenyum menanggapinya. Wang Nuo melarangnya menaruh di dalam hati. Kakaknya emang selalu gitu. Dia hanya melihat kepentingannya dan mengabaikan yang dilakukan orang lain. Bruce pasti udah menderita. Bruce tersenyum. Ia mengaku nggak menderita. Ia hanya merasa sedikit sedih. Gimanapun mereka udah bersama cukup lama. Wang Nuo mengangguk. Ah, Bruce melarang Wang Nuo membicarakannya. Bruce menanyakan apa yang dilakukan Wang Nuo akhir-akir ini? Ia dan Ai Zhen... Wang Nuo mengatakan kalo dia nggak punya hubungan yang seperti itu. Kenapa mereka semua... Bruce bertanya apakah ayah Wang Nuo masih tetap mendesaknya dan Ai Zhen untuk segera menikah? Wang Nuo membenarkan. Bukankah sekarang banyak orang nggak ingin menikah dan punya anak? Tapi ayahnya tetap antusias memaksanya menikah. Bruce teryawa. Ia menanyakan keadaan ayah Wang Nuo. Wang Nuo menjawab tetap sama. Ia merindukan Bruce. Bruce mengaku merindukan ayah Wang Nuo dan kabayaki-nya. Ia bertanya apakah Wang Nuo benas nanti malam? Mereka udah lama nggak ketemu. Bruce meminta Wang Nuo untuk mencari tempat minum dan mengobrol. Malam hari? Wang Nuo setuju


Di belakang mereka ada ayah Ai Ren yang sedang melihat ke arah mereka. Ia menyapa Bruce. Bruce dan Wang Nuo bangkit. Bruce menyapa ayah Ai Zhen sebagai pak presdir. Ayah Ai Zhen bertanya apa mereka lagi nggak sibuk? Ia lalu mengajak duoa orang tampan itu untuk main bola. Bruce setuju dan mereka pun segera pergi untuk bermain. 


Bing Bing duduk di ruang ganti. Ia meletakkan kepalanya di meja sambil menegangi perutnya. Ia merasa itu kebetulan sekali. Itu nasib. Gurunya kembali dan muncul di depannya lagi. Bing Bing memejamkan matanya mengingat kenangan saat Bruce meminta Bing Bing untuk menunggunya. Chef Ding lewat dan bertanya ada apa pada Bing Bing. Ia sedang menunggunya? Bing Bing bangkit dan masih dengan menegangi perutnya. Chef bertanya ada apa? Apa perut Bing Bing sakit lagi? Bung Bing bilang enggak. Ia akan baik-baik aja setelah meminum obatnya nanti. Bing Bing kembali duduk. Ia bertanya pada chef Ding yang sedang membaca dokumen, apakah dia nggak akan senang? 


Chef duduk di hadapan Bing Bing. Ia menyombong, Xiao Qiang, ia Xiao Qiang (kecoa) yang nggak akan pernah mati. Oke, ia akanmenunggu dan melihat gerakan lawan. Selain itu, nona Ren berjanji padanya nggak akan ada yang berubah. Tapi...Bing Bing baru tahu kalo Bruce adalah Li Ru Long. Dia adalah gurunya, tapi kepala Chef, ia udah mengurusnya dengan sangat baik juga. Di hati Bing Bing, mereka berdua sangatlah penting. Chef Ding menatap Bing Bing dengan tatapan sengit. Apa Bing Bing lagi memintanya untuk mepihak? Enggak, Bing Bing pikir, chef nggak akan suka dengan peraturan seperti itu. Chef Ding memperjelas, siapa yang suka di bandingkan? Dan mereka bahkan meminta surat kabar dan media untuk wawancara. Apa yang mereka inginkan? Mereka ingin membuat keadaan jadi sulit bagi Chef Ding. 


Bing Bing mengatakan kalo Chef Ding jenius di industri makanan. Bruce, jenius di dunia makanana penutup. Menurut Bing Bing mereka berdua sangat berbeda. Lalu Bing Bing mulai memuji Bruce. Menurutnya Bruce bisa membuat segalanya menjadi sesuatu yang berbeda. Dia bisa membuat keseimbangan sempurna antara pemandangan dan rasa. Chef Ding menyindir Bing Bing yang bisa meniru juga. Bing Bing mengaku bisa meniru tapi dia nggak bisa berinovasi. Chef Ding memberitahu Bing Bing bahwa dunia kue nggak sesederhana yang ia pikirkan. Itu udah jadi pengetahuan ketika ia bisa menduplikasinya. Bing Bing bertanya lalu kenapa? Kalau Bing Bing belajar membuat makanan penutup dengan Bruce, apakah Chef Ding akan memarahinya? Chef Ding menjawab enggak. Bing Bing senang. Ia tahu Chef Ding adalah orang yang paling murah hati. Chef Ding memperjelas mksud kata tidaknya barusan adalah enggak boleh atau dia akan memukulnya. Chef Ding menjitak kepala Bing Bing. Bing Bing kembali lemas dan meletakkan kepalanya kembali di atas meja. Memikirkan hal-hal yang nggak berguna. 


Wang Nuo dan Bruce bermain Squash bersama dengan ayah Ai Zhen. Bruce merasa Wang tua (ayah Wang Nuo) hanya nggak bisa melepaskan. Wang Nuo mengatakan kalo ayahnya nggak ingin meninggalkan kolam belutnya selamanya. Wang Nuo juga nggak ingin memaksanya. Ayah Ai Zhen merasa kalo ayahnya Wang Nuo itu bod*h. Dia hanya punya seorang istri, hanya memelihara satu jenis belut dan tinggal di tempat selamanya hidupnya. Orang seperti itu, dia nggak bisa melepaskan dan menolak untuk pergi.


Bruce mendekati ayah Ai Zhen. Sebenarnya dia juga punya dua kualitas. Apa itu? Tanya ayah Ai Zhen. Dia bisa melepaskan dan juga bisa makan. Mereka bertiga tertawa. Ayah Ai Zhen bertanya siapa yang akan main melawannya duluan? Wang Nuo maju lebih dulu. Ayah Ai Zhen merasa dua anak muda itu nggak ngerti  kalo ada dua hal yang tinggal ketika mereka mencapai usianya. Bruce menjawab amnesia dan kenangan. Ayah Ai Zhen membenarkan. Dan satu lagi adalah uangnya di bank, anak-anak konyolnya dan ia ada di surga. Wang Nuo menertawakan ayah Ren (ayah Ai Zhen). Menurutnya ia terlalu banyak berpikir. Kesehatannya juga bagus. Bruce menyahut, tepat sekali. Tugas Presdir Ren sekarang hanya menjalani hidup dengan mudah dan bahagia. Bruce menutup pintu dan permainanpun di mulai. 


Ayah Ai Zhen memenangkan permainan. Ayah Ai Zhen duduk sambil menyeka keringat. Ia merasa telah memiliki segalanya di hidupnya. Ia punya mobi, istri, sebuah rumah, dan uang. Ia hanya kekurangan seorang putra. Ia berharap Ai Zhen bisa memberinya cucu segera untuk mrmenuhi keinginannya. Ayah Ai Zhen menyindir Wang Nuo. Ia akan melihat apakah mungkin tahun depan atau tahun setelahnya. Bruce mengangguk membenarkan. Ia bertanya pada Wang Nuo, tahun depan atau tahun setelahnya? Wang Nuo menjawab tahun depan. Ia berencana pergi ke Kamboja tahun depan. Ayah Ai Zhen senang mendengarnya. Tapi ia merasa kalo Kamboja nggak cocok untuk Ai Zhen. Ai Zhen nggak tertarik akan tempat bersejarah dan dia takut panas. Ayah dengar sekarang selebriti-selebriti pergi ke pulau Bali untuk menikah. Kalo gitu mereka akan melakukan itu di pulau Bali. Sudah ia putuskan. Bruce menertawakan Wang Nuo. 


Wang Nuo menjelaskan kalo ia dan teman-temannya membentuk tim asistensi. Mereka mempromosikan teknologi penyaringan sebelum melahirkan ke negara lain untuk mengurangi resiko melahirkan bayi cacat. Ayah Ai Zhen bangkit. Apa yang ia katakan? Wang Nuo nggak pergi ke Kamboja untuk menikah tapi untuk menjadi bidan? Wang Nuo mengiyakan. Ayah Ai Zhen kesal. Ia nyuruh Wang Nuo membantunya mengumpulkan barang-barang. Dengan tergesa-gesa ia meninggalkanWang Nuo dan juga Bruce. Bruce menyindir seseorang lebih suka pergi ke Kamboja dari pada pulau Bali. 

Bersambung...


Komentar:
Di sadari atau enggak kalo kita berjodoh sama seseorang, kita akan jadi sering ketemu sama orang itu. Sengaja atau enggak, terencana atau cuman kebetulan. Sekalipun kita belum ngeh kalo dia adalah jodoh buat kita. Seperti ada sebuah benang yang saling menarik satu sama lain. Iya nggak , sih???

Sebenarnya agak kurang semangat menulis part ini. Tapi setelah nonton sampai menit terakhir....hmm, ada yang menarik. Akan ada rahasia besar tentang Bruce, Wang Nuo dan Bing Bing. Dan juga ada.... Ah, banyak sesumbar nih. Lihat nanti aja, deh. 

2 komentar

Yee...udah ada lanjutannya lagi. Semangat, sis! Ditunggu part duanya

Wah udah ada ya kelanjutan ceritanya, keren banget lanjutya kak...