Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Revenge Note Episode 1


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS The Perfect Match
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Revenge Note Episode 2

Seorang gadis berambut pendek berdiri di sebuah loker. Ditangannya ada sebotol susu dan sebuah surat cinta. Ia tampak ragu untuk memasukkan apa yang ada ditangannya ke dalam loker. Akhirnya ia memantapkan hatinya dan memasukkannya. Yang nggak ia duga, pemilik loker tiba-tiba muncul disebelahnya dan bertanya apaka gadis itu menyukainya? Jika ia meminumnya, apa gadis itu mau jadi pacarnya? Apa mereka dalam suatu hubungan? (Pacaran) cowok itu membuka lokernya dan meminum susu yang tadi di bawa gadis itu. 

"Awal dari cinta pertamaku, hari itu adalah hari pertama"

Cowok itu meminum susunya sampai habis. Dan gadis itu cuman melotot serasa nggak percaya udah jadi pacarnya. 

Namanya Ki Jeong Woo, 17 tahun. Dia adalah cinta pertama Hoo Goo Hee. 


Jeong Woo dan Goo Hee duduk berdua di taman sekolah. Go Hee nanya sama Jeong Woo, apa dia tahu kalo hari ini adalah hari ke 100 mereka. Jeong Woo lupa. Ia terlalu sibuk dengan ujian jadi ia melupakannya. Hal itu berbanding terbalik dengan Goo Hee. Ia malah nyiapin hadiah buat pacarnya. Nggak tanggung-tanggung ia ngasih dua sekaligus. Jeong Woo membuka hadiah yang pertama. Sebuah sepatu. Ia sangat menginginlannya. Gimana Goo Hee bisa tahu? Goo Hee mengaku melihatnya di instagram. Jeong woo langsung mencobanya dan pas. Goo Hee merasa lega. Tapi ia pernah dengar kalo membeli sepatu untuk orang lain, orang itu akan melarikan diri. Jeong Woo mengatakan kalo nggak bisa untuk melarikan diri pakai sepatu itu. Goo Hee tersenyum mendengarnya. 


Kayaknya udah di akhir tahun ajaran. Goo Hee bilang ke Jeong Woo kalo akan lebih baik kalo mereka bisa pergi ke sekolah SMA yang sama. Sangat disayangkan. Jeong Woo malah nanya disayangkan? Apa itu? Goo Hee melarangnya selingkuh saat mereka udah berada di SMA. Jeong Woo nanyain apa yang Goo Hee omongin? Ah, berada di tempat itu untuk terakhir kalinya, ia ngajakin Jeong Woo buat berfoto. Dan hal yang nggak Goo Hee duga adalah, Jeong Woo malh ngajakin teman-teman yang lain buat berfoto bersama juga. Goo Hee nggak bisa berbuat apa-apa. 
"Saat itu, cinta pertama saat berumur 17 tahun masih begitu manis. "

Malam hari di rumah.

Ibu nyuruh semuanya buat keluar dan makan. Ibu, kakak dan Goo Hee udah duduk di meja makan. Goo Hee bermaksud mau ngambil ikan tapi ibu malah menepuk tangannya. Ibu bilang kakaknya dulu. Goo Hee protes. Apa-apaan itu? Apakah hanya putranya yang ounya mulut? Ibu menjelaskan kalo itu bukan masalah anak laki-laki atau perempuan, tapi yang tua lebih dulu. Ibu memuji kakaknya sebagai anak pintar dan akan memberinya lebih banyak uang saku. 

Goo Mi Seon, 49 tahun. Ibunya yang selalu bangga pada putranya. Dia bisa hidup tanpa putrinya tapi nggak bisa hidup tanpa putranya. 

Ibu mengatakan kalo Goo Hee merasa bersalah, tingkatkan nilai 20-nya di SMA nanti. Goo Hee nggak bisa berkutik lagi. 


Ayah datang sambil bernyanyi. Ibu memarahinya dan jadilah mereka berantem. 

Ho Nam Hyung, 52 tahun, ayahnya. Dia bisa di andaljan dan berada di pihak Goo Hee tapi dia nggak punya suara (kekuatan atau kekuasaan)

Ibu nyuruh Go Hee buat ngabisin makannya dan pergi untuk mengirimkan pesanan. Goo Hee protes lagi. Kenapa dia lagi? Gimana dengan oppa? Ibu mengatai Goo Hee nggak pandai dalam belajar dan nggak ingin membantu di toko? Kalo nggak mau ya udah! Ibu menatap putranya dan nyuruh dia buat menikmati makanannya. Kakak mengangguk.

Hoo Goo Jun, 20 tahun. Oppa Goo Hee. Putra kebanggaan ibu dan juga musuhnya. 

Ia sendiri, Ho Goo Hee., 17 tahun. Hidup bod*h selama 17 tahun dengan akal 0%. 


Goo Hee mengantarkan pesanan tapi ia nggak tahu siapa yang memesan. Ia bertanya pada gadis-gadis itu, siapa diantara mereka  yang pesan ayam? Goo Hee naik ke tangga dan berhasil menemukan orangnya. Goo Hee ngasih tahu kalo totalnya 10.700 won. Goo Hee memberikan pesanannya dan menerima uangnya. Ia akan memberikan kembaliannya tapi tiba-tiba gadis-gadis itu pada naik semua dan melewatinya, bahkan ada juga yang menjambak rambutnya. Mereka adalah fans Astro. Untung saja Goo Hee berhasil meloloskan diri. 


Goo Hee berangkat sekolah dengan naik bus. Saat ia mau membayar, tiba-tiba kartunya nggak bisa di pakai. Nggak mungkin. Sopir minta Goo Hee minggir karena ia menghalangi yang lain. Saat Goo Hee lagi panik-paniknya, tiba-tiba ada seorang cowok yang membayar untuk 2 orang. Goo Hee tampak terpesona melihat wajahnya yang bersinar bak malaikat. Goo Hee berterima kasih. Tapi rupanya dia membayar buat temannya, bukan buat Goo Hee. 


Goo Hee melihat seragam sekolahnya sama dengannya. Sopir mendesaknya untuk men-tap kartunya. Goo Hee memohon untuk tunggu sebentar. Ia berjalan menuju cowok tadi. Ia nggak peduli. Coba aja dulu. Goo Hee menyentuh cowok itu dengan jari telunjuknya. Ia akan mengembalikannya nanti, bisa nggak dia meminjamkan kartunya untuk satu kali perjalanan? Cowok itu tersenyum dan dengan terus terang menjawab nggak mau. 


Goo Hee terpakasa kembali ke depan. Ia meminta pada sopir agar membiarkannya sekali ini aja. Goo Hee meminta maaf. Ia tahu seharusnya ia nggak melakukan hal itu. Tiba-tiba cowok itu datang lagi dan bilang untuk satu orang siswa, sambil men-tap kartunya. Goo Hee melihatnya dan cowok itu mengedipkan mata padanya. Goo Hee membatin, seharusnya ia melakukannya sebelumnya...orang itu menjengkelkan. Ah, bikin dia malu aja. 


Sampai di sekolah. Goo Hee bicara pada dirinya sendiri. Sekarang ia udah jadi siswa SMA...lebih percaya dirilah. Goo Hee melanjutkan langkahnya dengan percaya diri. Seorang kakak kelas menegurnya agar tetap di sana, siswa SMP.  Goo Hee bertanya apa dia yang dimaksud? Kakak kelas itu mengangguk dan memintanya mendekat. Ia bertanya kenapa siswa SMP datang kesana? Goo Hee mengatakan kalo dia siswa baru sambil melihat seragamnya. Dan saat itulah dia baru menyadari kalo ia salah memakai seragam. Rupanya ibu yang telah mengganti seragam yang sebelumnya udah ia persiapkan. 


Goo Hee menbungkuk minta maaf. Ia nggak dalam pikiran yang benar pagi ini. Kenapa ia memakai itu? Kalo nggak gara-gara dasi di leher, ... Kakak kelas nanya apakah itu seragam sekolah SMP? benar-benar nggak bisa berkata-kata lagi. Seorang kakak kelas cowok maju dan menilai sepertinya Goo Hee sangat gugup di hari pertama. Untuk saat ini, ia minta agar Goo Hee dibiarkan pergi karena ia masih murid baru. Kakak kelas yang cewek bertanya sekali lagi, apakah Goo Hee yakin kalo dia murid SMA dan bukannya murid  SMP? Go Hee gugup mengatakan nggak! Nggak gitu! Kakak kelas yang cowok nyuruh Go Hee buat ke kantor. Ada beberapa seragam yang tersisa. Ia nyuruh Goo Hee buat mengganti seragamnya. Goo Hee membungkuk berterima kasih dan pergi. Di hari pertama begitu memalukan. 


Goo Hee udah mengganti seragamnya. Ia bicara pada diri sendiri lagi. Hanya mrmulainya dari sekarang...dari sekarang. Ia udah ada di depan kelasnya. Sebelum masuk, ia terlebih dulu mengambil napas dalam-dalam agar menjadi lebih tenang. Ia menyemangati diri sendiri, lebih fokuslah, lakukan yang terbaik, Ho Goo Hee! Goo Hee membuka pintu dan langsung di sambut oleh teman SMP-nya.

Yeo Ga Eun, 17 tahun. Teman sekelas yang terlihat lebih seperti musuh Go Hee di SMP. 

Mereka sekelas lagi. Ia ngajak Goo Hee buat melakukan yang lebih baik di masa depan. Oh, apa kabar? 
"Ingin memulainya dari awal tapi semuanya berakhir lagi dan lagi"

Flashback...


Ga Eun akan mentraktir teman sekelas karena ia lagi ulang tahun. Goo Hee ragu-ragu menghampirinya dan memberikan hadiah ulang tahun buatannya sendiri. Ga Eun berterima kasih dan menerimanya. Ia ngingetin Goo Hee buat pulang dan ngerjain sesuatu. Ia ngajak semua temannya pergi dan ninggalin Goo Hee sendiri. 


Ga Eun lagi nyoba sebuah cream perawatan kulit bersama teman sebangkunya. Goo Hee menghampirinya dan menanyakan bukunya yang dipinjam Ga Eun kemarin. Dengan santainya Ga Eun bilang kalo dia lupa membawa buku itu. Goo Hee kesal. Kalo Ga Eun nggak membawanya, guru akan menandainya dengan nilai 0. Ga Eun nanya apa menurut Goo Hee ia sengaja nggak membawanya? Ga eun dengan seenaknya mengatakan kalo itu emang nggak masalah buat Goo Hee jika ia lupa membawa buku catatan atau bahkan nggak sekalipun. Goo Hee udah mau meledak rasanya.

Flashback end...


Goo Hee melihat bangku kosong dan bertanya pada orang yang duduk di belakang bangku itu, bisakah dia duduk disitu? Namanya Ho Goo Hee. Gadis itu mengiyakan. Dari tatapan matanya sepertinya dia sangat suka Eun Woo. Dia bilang aku Jung Deok Hee. 


Goo Hee duduk dan melihat gadis itu. Ia melihat gadis itu punya foto Eun Woo. Ia basa basi jadi dia suka oppa ini? Gadis itu minta dipanggil istri Eun Woo. Istri? Ulang Goo Hee dengan ekspresi aneh. Gadis itu nanyain apa mungkin dia juga penggemarnya Eun Woo? Ah, nggak gitu, hanya saja, oppa itu sering datang ke toko Goo Hee. Mendadak gadis itu jadi exited banget. Benarkah? Dimana? G9o Hee bilang tempat itu punya tandatangannya juga. Wooo gadis itu makin menggila. Apa yang penting? Apa yang penting? Tandatangan itu penting? Goo Hee jadi ingat kalo gadis itu adalah gadis yang ada di sebelahnya saat ia mengirim pesanan untuk penggemar Astro. Gadis itu memberikan kartu pada Goo Hee, yang katanya, sih harta karunnya yang berharga. Ia nanya apakah Goo Hee mau menyimpannya untuknya? Mari berteman, ajaknya. 

Jeon Deok Hee, 17 tahun. Pemilik impian masa depan- istri Eun Woo. 


Seorang cowok membuka pintu. Auranya bersinar. Dia bersama temannya duduk di bangku belakang. Goo Hee ingat dia adalah cowok yang ada di bus. Kenapa dia ada disini? Goo Hee ingat pas cowok: tu dengan jelas bilang nggak mau. Goo Hee nanya sama Deok Hee, apakah cowok itu terkenal? Deok Hee nanya apa Goo Hee dari pedesaan? Di daerah ini mereka terkenal. 

Shin Ji Hoon, 17 tahun. Pria sempurna yang datang dari surga. Alpha  Ji Hoon. 

Lee Kang Min, 17 tahun. Teman baik Ji Hoon.

Gitu, ya? 


Seorang guru wanita masuk ke kelas. Ia menulis sesuatu di papan tulis (kayaknya sih nulis nama) ia akan merawat mereka semua selama 1 tahun ini, di SMA Hanjung. Ia adalah wali kelas mereka, guru Jung Ah. Mereka semua sekarang  adalah siswa SMA bukan lagi SMP. Ini adalah masa yang paling penting dalam hidup. Guru bisa memaafkan nilai yang buruk tapi nggak dengan meraja, menghianati, berkelahi. Itu adalah kategori yang nggak bisa di maafkan. Pasangan disamping mereka akan menjadi teman untuk mereka jadi saling membantu dan melakukan yang terbaik bersama-sama. Hanya itu yang guru ibgin sampaikan dan iapun hendak pergi. Srbelumnya ada siswa yang naya umur guru Jung Ah, tapi guru bercanda dengan bilang kalo ia juga nggak tahu. Sontak seisi kelas pada ketawa semua. 
Goo Hee menyemangati diri sendiri agar nggak nangis, nggak takut, ia pasti bisa melakukannya. 


Disaat istirahat, Goo Hee dan Deok He duduk di kantin sambil minum susu. Goo Hee melihat kakak kelas 2. Postur tubuh mereka bagus. Deok Hee menjelaskan di SMA Hanjung, mereka adalah klub terkenal HIVA. Anggota parlemen 3 generasi chaebol yang memainkan berbagai klub. 

Han Yoo Ra, 18 tahun. Pemimpin HIVA dan juga ratu SMA Hanjung. Anak keluarga kaya. 

Yang Ah Joon, 20 tahun, wakil presiden klub HIVA. Putra parlemen. 

Deok Hee mendengar sesuatu tentang Ah Joon dan menceritakannya pada Goo Hee. G9o Hee nggak percaya ada hal seperti itu di sekolah mereka. Ah, Deok Hee bilang kalo Goo Hee emang nggak tahu apa-apa. 


Seorang senior menyapa Yoo Ra. Menanyakan kabarnya. Ia Kang Ha Eun di tahun pertama. Dengan cueknya Yoo Ra nanya terus? Ha Eun mengingatkan kalo mereka pernah ketemu di pesta sebelumnya. Apakah ayah Yoo Ra baik-baik aja? 


Diam-diam Ah Joon melambaikan tangan pada Goo Hee. Go Hee jadi malu. Ia menundukkan kepala, bermaksud menyapa. Deok Hee melihat orang yang dilihat Goo Hee. Wow Goo Hee mengenal kakak senior itu? Go Hee dengan gugup mengaku nggak mengenalnya. Deok Hee menjelaskan, seperti ini, dia adalah wakil presiden HIVA dan di kelas 2, dia adalah senior yang paling populer. 


Kembali ke Yoo Ra dan Ha Eun, Ha Eun mengatakan kalo ia juga suka melakukan pekerjaan amal jadi Yoo Ra bisa menghubunginya lain kali. Yoo Ra nggak minat. Ia berjalan menghampiri Ji Hoon. Jadi dia Ji Hoon? Ji Hoon mengangguk. Yoo Ra mengucapkan sampai jumpa kemudian berlalu bersama teman-temannya. 


Kang Min memuji ji Hoon yang sangat terkenal. Bahkan kelas 2 sampai mengenalnya. Kang Min lalu nggak sengaja melihat Goo Hee. Ia ngasih tahu Ji Hoon, bukankah dia orang yang mereka temui di bus? Siapa? Tanya Ji Hoon. Kang Min menjelaskan lebih spesifik lagi. Yaitu orang yang tertipu oleh Ji Hoon. 


Ji Hoon melihat Goo Hee dan ingat ia adalah orang yang minta dipinjemin kartu untuk naik bus. Goo Hee melihat ji Hoon dan Kang Min lagi sama-sama menatapnya. Kang Min bahkan sampai melambaukan tangan segala. G9o Hee jadi malu dan menutup wajahnya pakai botol minuman. Kang Min kecewa karena Goo Hee mengabaikannya. Ji Hoon nyuruh dia buat mikirin urusannya sendiri. 


Sekelompok siswa laki-laki lagi bermain basket. Go Hee dan Deik Hee menonton dari pinggir lapangan. Goo Hee bertanya-tanya apa sih hebatnya si Ji Hoon itu?  Sikapnya juga nggak baik. Deok Hee nanya apa Goo Hee buta? Meskipun Deok Hee punya Eun Woo oppa, tapi tetap Ji Hoon punya nilai A++. Menurut Goo Hee, pacarnya jauh lebih baik. 


Deok Hee nggak percaya. Dilihat dari penampilannya, Goo Hee terlihat selalu sendiri sejak lahir, tapi ia udah punya pacar? Goo Hee mengangguk membenarkan. Ia mengambil ponselnya dan memperlihatkan fotonya bersama dengan Jeong Woo. Deik Hee nggak nyangka. Goo Hee terlihat begitu pendiam tapi sangat nakal. 


Kelas udah berakhir. Goo Hee membereskan tasnya dan hendak pulang. Ga Eun menghampirinya dan bertanya apakah yang akan Goo Hee lakukan setelah pelajaran? Apakah ia punya waktu? Kenapa? Ga Eun punya jadwal piket hari ini tapi tiba-tiba ada sesuatu hal yang muncul. Jelasnya, Ga Eun ingin Goo Hee menggantikannya. Go Hee membatin, dia yang bertugas kenapa Goo Hee yang harus melakukannya? Goo Hee benci melakukannya sekarang. Sekali lagi dia bertanya, Goo Hee akan membantunya, kan? Dengan berat hati Go Hee bilang, 'Baklah' .  Ga Eun pergi. Goo Hee mulai dengan mengepel lantai. Ji Hoon keluar paling akhir sebelum Go Hee. Dia melihat Go Hee bebersih dan hanya menghela nafas. 


Goo Hee membantu ibunya di toko ayam goreng keluarga mereka. Eun Woo mendadak datang bersama dengan teman-temannya. Ia langsung menyapa Goo Hee. 

Cha Eun Woo, 20 tahun. Leader grup populer Astro. Wajah jenius. 

Goo Hee melihat Eun Woo dan blik menyapa. Lama nggak ketemu. Eun Woo menghampiri ibu dan menyapanya. Ibu memeluk Eun woo. Lama nggak ketemu. Para cewek-cewek disana langsung heboh. 


Eun Woo ngasih tahu untuk datang kesini, mereka memindahkan asrama mereka ke dekat sini. Ibu mempersilakannya untuk duduk. Ayah datang dan menyapa Eun Woo. Ibu membawa beberapa lembar kertas dan meminta Eun Woo buat ngasih beberapa tanda tangan dan ibu akan menempelkannya disini. Anak-anak sangat menyukainya. Eun Woo akan menandatanganinya nanti. Ayah membawakan sepiring ayam goreng dan dua gelas minuman. 


Goo Hee ngasih tahu kalo oppa sangat populer. Impian masa depan pasangan sebangkunya adalah menjadi istri Eun Woo oppa. Eun Woo tersrnyum. Jadi Deok Hee memintanya untuk ngasih tahu Eun Woo oppa . nggak! Potong temannya Eun Woo. Nggak, ya? Goo Hee kecewa. Eun Woo tersenyum. Eun Woo yang baik hati udah nulis tanda tangannya untuk teman sebangku Goo Hee. Ia memberikannya pada Goo Hee. Goo Hee nya udah bekerja dengan baik akhir-akhir ini. Goo Hee menerimanya dengan senang hati. 


Temennya Eun Woo ngadih tahu kalo Goo Hee sibuk berkencan. Kencan? Tanya Eun Woo nggak percaya. Ia menghadap Goo Hee dan nanyain langsung. Dia udah punya pacar? Goo Hee tersenyum malu-malu. Ibu bertanya kenapa Jeong Woo nggak pernah kesini akhir-akhir ini? Goo Hee pikir dia lagi sibuk. Goo Hee mengalihkan dengan nanyain apa sekolah Eun Woo udah berakhir? Eun Woo-nya nggak ngejawab dan hanya tersenyum. (Duh, nih orang demrn banget senyum mulu dari tadi.) Eun Woo menjawab sekarang lagi istirahat. Ia ingin ketemu Goo Hee nya setiap hari. Goo Hee dan Eun Woo saling lempar senyuman. Ah, Eun Woo oppa begitu manis dan perhatian. Kalo bukan karena kecelakaan itu, dia bisa jadi cinta pertama Goo Hee. 

Flashback...


Goo Hee keluar dari toilet. Ia membiarkan pintunya terbuka karena mau ngambil sesuatu. Eun Woo dan temannya keluar dari kamar. Eun Woo udah nggak tahan dan langsung masuk ke toilet. Baru juga masuk, dia udah keluar lagi. Kali ini sambil muntah-muntah. Temennya nanya ada apa? Temennya marahin Goo Hee setelah nyium bau nggak sedap dari dalam toilet. Eun Woo udah bilang pada Goo Hee buat melakukannya dengan perlahan, kan? Temennya nanya apa Eun Woo baik-baik aja? Ini kan masih ada beberapa jam lagi? Eun Woo melarabg temennya ngomong apa-apa. Ia mau minum air aja. 
" jadi seperti inilah, cinta pertamanya bahkan belum di mulai tapi udah berakhir."

Flashback end...


Goo Hee memeriksa ponselnya. Ia udah ngirim banyak chat buat Jeong woo tapi nggak ada yang dibaca. Goo Hee heran, Jeong Woo nggak membaca pesannya tapi sempat-sempatnya mengganti foto profilnya. Gambar dua tangan yang gandengan. Goo Hee melihat tangannya. Beda. 


Goo Hee nganter pesanan ayam goreng. Nggak sengaja ia melihat Jeong Woo bersama dengan seorang gadis lagi gandengan tangan. Tapi saat ia mau memastikannya, Jeong Woo udah nggak ada. 


Gara-gara itu Goo Hee jadi nggak bisa tidur. Ia jadi kepikiran terus. Tapi ia yakin itu pasti bukan Jeong Woo. Nggak mungkin. Itu bukan kamu, kan Jeong Woo? 


Ah, karena terlalu gugup ususnya bikin masalah lagi. Saat didlam bus, Goo Hee terus memegangi perutnya. Bus tiba-tiba mengalami guncangan dan Goo Hee nggak sengaja mengeluarkannya. Seketika aroma itu menyebar kesetiap sudut dalam bus. Orang-orang pada nutup hidung. Bau apa ini? Siapa yang melakukan itu di bus yang banyak orang? Tanya orang-orang. Ji Hoo melihat orang yang disampingnya. Goo Hee lagi menunduk. Wajahnya tampak menahan malu. 


Ji Hoon meminta maaf pada semua orang karena ususnya sedang nggak baik. Orang-orang pada nggak percaya. Wajah dan baunya terlihat sangat berbeda. Yang lain malah ngomong wajahnya terlihat tampan tapi kent*tnya sungguh luar biasa. Ji Hoon merasa malu. Wajahnya memerah. Goo Hee bertanya -tanya apa dia kent*t juga? Tapi itu punyanya. Mungkinkah dia kesatria kentut? Kenapa? 


Ji Hoon mendorong Goo Hee ke dinding. Ia bilang kent*t dan wajah Goo Hee terlihat seperti kotoran. Jadi dengan cara yang berlebihan, Shin Ji Hoon membantunya menutupinya. Goo Hee berterima kasih. Ia nggak akan melupakan kebaikannya. Baguslah, mulai sekarang, Ji Hoon memintanya mengulangi apa yang Ji Hoon katakan selama 3 kali. "Akulah yang kent*t di bus 271"  Goo Hee mengulanginya dengan senang hati. Ji Hoon menyuruhnya mengulangi lebih keras. Itu terjadi sampai 3 kali. 


Kerja bagus. Ji Hoon meletakkan tangannya di samping kepala Goo Hee. Dosa Goo Hee membuat Ji Hoon terlihat seperti kent*t bau. Jadi dalam satu bulan berikutnya, Goo Hee harus mengijuti apa yang Ji Hoon perintahkan padanya. Ji Hoon menunjuk wajah Goo Hee dan mengatakan kalo Goo Hee adalah pelayannya. 


Goo Hee benar-benar berterima kasih. Tapi, jadi pelayannya itu...sedikit berlebihan. Ji Hoon mengeluarkan ponselnya yang udah merekam pengakuan Goo Hee barusan. Ji Hoon bertanya pada Goo Hee, haruskah ia menyebarkan rekaman itu? Ji Hoon tertawa puas srmentara Goo Hee cuman terdiam bingung.


Rupanya itu hanyalah angan-angannya saja. Kenyataannya Ji Hoon nggak melakukan apa-apa padanya. 

Bersambung...

Komentar:
Goo Hee tuh baru kelas satu SMA tapi masalahnya udah banyak banget. Agak sedih pas lihat dia dihianati sama Jeong Woo. Meski belum jelas juga, sih. Tapi dengan Jeong Woo yang nggak membalas pesan Goo Hee, bahkan membacanya aja enngak, serasa ada sesuatu. 

Dengan mantan teman SMP-nya Ga Eun juga, kalo aja Goo Hee mau bilang "enggak" pasti dia nggak akan di remehin kayak gitu.

Dengan ibunya, biasanya kan anak yang paling kecil yang lebih di sayang tapi ini kok malah kebalik, ya? 

Oh, ya, pas adegan toilet itu silakan pikir sendiri aja. Aku nggak enak mau ngejelasinnya. Jadi silakan ambil persepsi masing-masing. ☺☺☺