Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Revenge Note Episode 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Revenge Note Episode 3

Goo Hee lagi di kelas. Dia ngerasa lagi bingung banget. Dari tadi bengong mulu. Deok Hee menepuknya. Goo Hee menoleh padanya. Deok Hee bilang wajah Goo Hee kelihatan bener-bener kacau. Apa dia mabuk hanya karena minum minuman semalam? Kedepannya Deok Hee melarangnya minum alkohol karena akan gampang mabuk. Deok Hee lalu ngasih susu ke Goo Hee. Melihat itu malah membuat Goo Hee jadi keinget sama Eun Woo. Deok Hee nanya apa Goo Hee baik-baik aja? Goo Hee mengambil susu itu tanpa ngomong apa-apa. 


Ga Eun dan teman-temannya tiba-tiba mendatangi Goo Hee. Ga Eun nanyain apakah Goo Hee kenal sama Ki Jeong Woo? Bukannya Goo Hee dekat dengan dia? Ho Goo Hee? Goo Hee berusaha mengelak. Ga Eun pikir Goo Hee menyukainya. Jadi nggak papa kalo menunjukkannya sekarang. 


Ga Eun ngasih lihat ponselnya pada Goo Hee. Ga Eun memperlihatkan foto Jeong Woo yang membawa sekotak bangau. Apa Itu? Apakah Jeong Woo yang melipatnya? Itu sangat mengerikan. Seperti memberinya makanan. Kamu bahkan nggak punya siapapun yang memberimu jadi urusi urusanmu sendiri. 

Flashback...


Goo Hee selesai membuat origami. Di depannya ada banyak burung bangau hasil lipatannya. 

Flashback end...


Ga Eun nggak nyangka Ki Jeong Woo jadi seperti sedotan. Sedotan? Tanya Goo Hee nggak ngerti maksudnya? Goo Hee nggak tahu? Itu artinya seseorang yang menghisap wanita yang mudah sampai habis. Goo Hee rasa dia terlihat normal. Apa Goo Hee buta? Dia benar-benar seperti itu. Ga Eun mengaku nggak tahu apa yang hrus dia lakukan. Ah, dia merasa akan gila. Sepertinya dia emang terlihat benar-benar tulus, kemudian dia akan mendapatkan hadiah. Ga Eun bertanya-tanya jangan-jangan burung kertas itu juga pemberian seseorang yang di pakai ulang? Ga Eun nggak ngerti kenapa orang masih terjebak dalam perangkapnya. Kenapa orang jatuh cinta dengan orang yang seperti itu. Benar-benar menyedihkan. 


Goo Hee menunduk menahan marah. Saat ia nggak tahan lagi, ia bangkit dan keluar dari kelas. Goo Hee menangis seorang diri. Ia lalu mengambil ponselnya. Tanpa ragu sedikitpun ia menulis nama Jeong Woo di catatan balas dendamnya. Kalo emang itu benar, Goo Hee ingin dia merasakan sakit hati yang sama seperti yang Goo Hee rasakan. Ki Jeong Woo. Setelah terkirim, Goo Hee mendapat balasan. Balas dendam akan dilakukan. 


Jeong Woo lagi di kantin bersama teman-temannya. Ia nyuruh temannya buat makan satu persatu. Tapi apa yang dia lakukan? Jeong Woo mengambil ponselnya. Sebuah pesan masuk. Kamu udah jadi target catatan balas dendam. Ketidakberuntungan akan mengikutimu sampai orang itu menghapusnya. Jeong Woo nggak menghiraukannya. Ia menganggapnya sebagai spam. Ia pun melanjutkan acara makan-makannya. Tapi baru aja ngambil makanan, ia udah merasa kepanasan. 


Saat selesai makan, Jeong Woo membayar tagihannya. Teman-temannya udah duluan. Mereka menunggu Jeong Woo tapi Jeong Woo nggak menemukan sepatunya di rak. Ia nyari dimana-mana tapi nggak ada. Jeong Woo kesal. Siapa, sih yang ngambil sepatunya? Padahal itu kan masih baru. Temannya nyuruh cepat, mereka udah terlambat masuk kelas. 


Karena udah nggak ada pilihan lain lagi, akhirnya Jeong Woo pakai sepatu dari kantong kresek. Ya udah deh dia jadi bahan tertawaan semua orang yang melihatnya. 


Saat sedang di kelas, Jeong Woo tiba-tiba dapat pesan yang ngasih tahu kalo dia memenangkan ayam sebagai makan malam. Pengiriman sedang menuju ke kelasnya. Jeong Woo memperlihatkan pesan itu ke temen-temennya. Anak-anak pada seneng denger Jeong Woo udah memenangkan ayam dari sebuah event. Daebak!!! Seru teman-teman Jeong Woo. Jeong Woo akan mentraktir teman-temannya dengan itu. 


Nggak lama kemudian, kurir yang nganter pesanan ayampun tiba. Ia memanggil Jeong Woo. Jeong Woo mengangkat tangannya. Teman-temannya memuji benar-benar cepat. Ayamnya banyak sekali. Kurir ngasih minuman ke Jeong Woo. Itu gratis. Jeong Woo menerimanya drngan senang hato dan berterima kasih. 


Jeong Woo bertanya apa itu? Apakah ia memenangkan hadiah dari game? Jeong Woo sesumbar itu karena ia adalah orang yang beruntung. Jeong Woo ngajak teman-temannya untuk makan. Jeong Woo dan teman-temannya memakan ayam-ayam itu tanpa ragu. 


Saat jam pelajaran, Jeong Woo merasa nggak enak dengan perutnya. Jeong Woo mau ke toilet tapi pintunya terkunci. Jeong Woo beralih ke pintu depan tapi terkunci juga. Padahal Jeong Woo udah kebelet. Jeong Woo membuka jendela. Ia mau keluar dari jendela. Teman-temannya langsung bangkit dan menghampirinya. Mereka mengira jeong Woo mau bunuh diri. Teman Jeong Woo memeganginya. Apa yang ia lakukan? Apa dia udah gila? Jeong Woo melarang temannya untuk menghentikannya. Dan...keluar. Jeong Woo kan udah bilang jangan hentikan dia. Teman Jeong Woo langsung menjauh sambil menutup hidungnya. 


Jeong Woo berakhir dengan mencuci sepatu dan celananya di toilet. 


Goo Hee di kamarnya. Ia tampak cemas sekaligus takut. Ia lalu membaca pesan dari revenge note.
Daebak! Daebak! Dia Ki Jeong Woo, kan? 
Gimana dia akan bertahan di masa depan nanti?
 Hidupnya udah berakhir... Berakhir.  
Goo Hee juga melihatnya dari laptopnya. Goo Hee tampak khawatir. Ia bertanya-tanya gimana itu bisa terjadi? Kenapa begitu tiba-tiba? 


Goo Hee mendapat pesan dari aplikasi balas dendam yang mengatakan kalo balas dendam udah selesai. Goo Hee bertanya-tanya apa itu? Siapa yang melakukannya? 


Di sekolah, Goo Hee masih melihat foto-foto jeong Woo saat masih bersamanya. Ia memutuskan untuk menghapus akun instagramnya. Ia menghapusnya sambil mengatakan selamat tinggal cinta pertamaku. 


Goo Hee lagi gosok gigi sambil berpikir. Ia menulis nama Jeong Woo di catatan balas dendam dan balas dendam dilakukan. Rasanya nggak masuk akal. Siapa yang mengirim itu padanya? Kalo emang dia benar-benar melakukan balas dendam pada Ki Jeong Woo, orang itu pasti baik dalam segala hal. Ah, nggak mungkin. Goo Hee merasa itu bener-bener nggak masuk akal. 


Go Joon masuk ke kamar mandi tanpa mengetuk dulu. Goo Hee terkejut. Kakaknya langsung duduk di toilet. Goo Hee keluar sambil marah-marah, apa, sih yang dia lakukan? Seharusnya kan dia ngetuk pintu dulu!!! Kakak membuka pintu. Dia udah melakukannya tapi Goo Hee nggak mendengarnya. Jadi kakak nyuruh Goo Hee buat  keluarlah lebih cepat. Goo Hee mencium aroma nggak enak lalu cepat-cepat nutup pintu. 


Goo Hee melihat ponselnya. Meskipun ia nggak tahu dia siapa, tapi yang pasti bukan kakaknya. Ah, jorok banget. 


Deok Hee dan Goo Hee lagi ada di kelas. Deok Hee sibuk ngetik mulu dari tadi. Goo Hee mengingatkannya kalo keyboardnya bisa rusak kalo terus kayak gitu. Apa sih yang lagi Deok Hee lakuin? Ngerjain PR? Goo Hee mengintipnya. Deok Hee bilang tentu aja enggak. Ia lagi nulis artikel bahasa Eun Woo oppa agar mudah mencari kapan, dimana dan apa yang di katakan Eun Woo oppa, lalu memasukkannya ke database. 


Goo Hee sampai melongo, bukan PR tapi database. Goo Hee nanya, apa Deok Hee nggak merasa lelah? Tentu aja lelah, tapi itu untuk Eun Woo oppa. Deok Hee mulai lebay. Setiap saat terasa sangat manis, Deok Hee sangat bersyukur dan meleleh setelah mendengarnya. Apa Goo Hee mau mendengarnya? Deok Hee memberikan satu earphone-nya pada Goo Hee. 


Deok Hee mengatakan kalo terakhir kali ia mendengar suara oppa Goo Hee terdengar seperti suara Eun Woo oppa. Goo Hee jadi gugup. Ia nggak nyangka kalo Deok Hee bisa menyadarinya. Goo Hee pura-pura mengatakan kalo apa yang ia dengar sekarang nggak seperti suara kakaknya. Goo Hee meletakkan earphone-nya dan sekali lagi mengatakan kalo benar-benar nggak mirip. 


Goo Hee melihat buku sketsa Deok Hee dan melihat sketsa wajah Eun Woo. Ia memuji tangan Deok Hee yang seperti tabgan emas. Tadinya Goo Hee pikir Deok Hee punya tangan kotoran (peribahasa). Deok Hee menyahut, siapa yang tahu? Itu agar bisa photoshop foto oppa. Deok Hee lalu menunjukkan dompetnya yang ada banyak sertifikat. Goo Hee mengangguk-angguk, seharusnya Deok Hee melakukan itu untuk pelajaran. 


Goo Hee jadi kepikiran dengan semua kebolehan Deok Hee. Kalo di ingat lagi, nggak ada satupun yang nggak bisa dia lakukan. Apa mungkin Deok hee adalah salah satunya? 


Jam olahraga. Guru menjelaskan setiap pasangan laki-laki dan perempuan. Nggak masalah bagi laki-laki kalo kena pukulan, tapi begitu wanitanya terkena, maka langsung keluar. Dan tim yang terakhir yang masih bertahan, akan mendapatkan nilai A. Guru memasangakan. Dan kebetulan, Goo Hee dipasangkan dengan Ji Hoon. Goo Hee bertanya dalam hati kenapa mesti Ji Hoon yang jadi pasangannya? Goo Hee sendiri sangat buruk dalam menghindari bola. Goo Hee ngasih tahu Ji Hoon kalo saraf ototnya nggak baik sehingga ia bisa mati dengan cepat. Ia minta maaf sebelumnya. Ji Hoon bilang kalo Goo Hee cukup berdiri di belakangnya aja. 


Pertandingan pun di mulai. Ji Hoon selalu merentangkan tangannya melindungi Goo hee. Saat ada bola yang datang, Ji Hoon lalu memutar tubuhnya dan melindungi Goo Hee agar nggak kena bola. 


Buka matamu dan lihat baik-baik, kamu nggak bisa diam aja. Teriak anak-anak
Ji Hoon bertanya khawatir apa Goo Hee merasa sakit? Ia nyuruh Goo Hee buat tetap berada di belakangnya. 


Tim yang lain udah pada gugur dan hanya menyisakan tim Goo Hee- Ji Hoon dan Deok Hee- Kang Min. ji Hoon terus melindungi Goo Hee agar jangan sampai kena lemparan bola. Deok Hre udah merasa lelah banget. Ia menegur Goo Hee. Apa Goo Hee nggak merasa bersalah pada Ji Hoon? Bahkan Goo Hee nggak bisa menghindar satu kali aja. Kang Min menambahkan kalo Ji Hoon udah dapat banyak pukulan dan wajahnya jadi setengah bengkak. Anak-anak yang lain pada ketawa. Ji Hoon bilang kalo Kang Min berisik. Apa Kang Min main dodgeball pakai mulut? 


Kang Min ngasih kode ke Deok Hee. Ia melempar bola ke atas dan Deok Hee mengarahkannya ke Goo Hee. Goo Hee merasa ia harus menangkap bola sekali aja. Goo Hee menyingkirkan tangan Ji Hoon dan maju ke depan. Niatnya sih mau nangkap bola, tapi malah kepalanya kena bola. Ya udah, Goo Hee jatuh. 


Goo Hee makan bareng Deok Hee. Deok Hee minta maaf. Ia nyuruh Goo Hee buat makan yang banyak, ia yang akan membayarnya. Baiklah, Deok Hee nggak perlu khawatir. Ia akan makan. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya dalam permainan dodgeball ia mendapatkan pukulan dan masih sakit sampai sekarang. 


Deok Hee minta maaf, ia pikir Ji Hoon akan menghadangnya. Mana dia tahu kalo Goo Hee akan menagkapnya dengan wajahnya. DeokHee malu-malu bertanya, apa Goo Hee punya sesuatu (perasaan) dengan Ji Hoon? Goo hee nggak ngerti maksudnya Deok Hee apaan. 

Flashback...


Goo Hee pingsan. Guru olahraga menolongnya dan ingin menggendongnya tapi Ji Hoon menggendongnya dan berlari ke UKS. 

Flashback end...


Ji Hoon? Deok Hee menduga kalo Ji Hoon menyukai Goo Hee. Goo Hee menanyakan  apa,sih yang Deok Hee bicarakan? Deok Hee merasa itu emang nggak masuk akal. Tapi perasaannya tetap memiliki perasaan yang aneh seperti itu. Goo Hee mengatakan kalo Deok Hee bicara omong kosong dengan perasaan yang serius. 


Tiba-tiba Ji Hoon dan Kang Min datang. Mereka duduk di meja belakang Deok Hee. Ji Hoon melihat ke arah Goo Hee. Goo Hee merasa malu. Goo Hee jadi bertanya-tanya. Apa itu? Kenapa Ji Hoon melihatnya seerti itu? Mungkinkah...???? Dia benar-benar menyukainya?? 


Ji Hoon bilang permisi... Rupanya Ji Hoon mau melihat menu tapi kehalangan sama Goo Hee. Soalnya menunya ada di dinding di belakang Goo Hee. Goo Hee menoleh ke belakang, oh... Goo Hee  jadi malu di buatnya. Ia memasukkan mie ke dalam mulut untuk menutupi rasa malunya. 


Hari udah malam. Ayah lagi berpatroli bersama temannya. Sekelompok anak sedang memalak. Ayah melihatnya dan hendak menegur. Teman ayah ngajak ayah pergi aja. Ia merasa anak-anak jaman sekarang sangat menakutkan. Tapi ayah nggak gentar. Apanya yang menakutkan? Mereka sepantaran dengan anak ayah, Goo Hee. Ayah maju dengan berani. Teman ayah di belakang berusaha menghentikan ayah tapi ayah nggak takut sama sekali. 


Ayah bertanya apa yang mereka lakukan di sana? Teman seharusnya bersama-sama. Ayah menasehati anak yang tadi memalak agar sebaiknya jangan mengambil barang-barang temannya. Anak itu malah merasa kalo ayah sedang mengganggunya. Ia nyuruh ayah pergi selagi dia masih bersikap sopan. Ayah tertawa. Mereka emang benar-benar nggak mau berhenti?? 


Ayah menarik anak yang tadi di palak. Ayah akan melindunginya. Tapi anak yang lain malah menarik ayah dan mendorongnya hingga jatuh. Ayah mencoba buat bangkit. Seharusnya mereka nggak melakukan  ini pada orang tua. Anak-anak yang lainnya bukannya nolongin malah menendangi ayah. Ayah masih menasehati agar mereka nggak melakukannya. Tapi dari anak-anak itu nggak ada yang mendengarkan ayah. Mereka terus saja menendangi ayah tanpa ampun,  sehingga ayah nggak punya kesempatan buat bangun. 


Teman ayah yang tadi datang bersama dengan guru mereka dan langsung menghentikan aksi brutal anak-anak nakal itu. Mereka ini benar-benar. Guru tadi membantu ayah untuk bangun dan meminta maaf. Ayah terlihat udah babak belur. Teman ayah tadinya mau menghubungi polisi, tapi karena melihat mereka adalah siswa, jadi ayah menghubungi guru merela terlebih dahulu. 


Ayah meyakinkan guru itu kalo dia nggak papa. Biarpun gitu, ayah masih memberi nasehat pada anak-anak itu. Sudah malam tapi mereka masih berkeliaran, orang tua mereka pasti akan khawatir. Ayah nyuruh para guru untuk mengurus mereka. Guru mengiyakan. Ia langsung menjewer anak-anak itu dan menyuruhnya untuk ikut. 


Goo Hee nggak sengaja lewat dan berpapasan dengan anak-anak itu. Goo Hee kaget lihat ayahnya yang babak belur. Goo Hee memanggil ayah. Dan hal itu terdengar oleh anak-anak yang mukulin ayah. Goo Hee menghampiri ayah. Teman ayah ngasih tahu kalo ayah Goo Hee udah melakukan sesuatu yang besar lagi, masalah besar. Goo Hee melihat wajah ayah, dia bertanya wajah ayah kenapa? Ayah berbohong mengatakan kalo ayah baru aja jatuh. Ayah merangkul Goo Hee untuk segera pulang. Anak-anak itu masih ngelihatin Goo Hee. 

Bersambung...

Komentar :

Nggak nyangka catatan pembalasan bener-bener bekerja, bahkan lebih cepat dari yang Goo Hee bayangkan. 

Tapi siapa yang melakukannya? 

Ji Hoon perhatian banget ya sama Goo Hee??? Dia kuat banget menggendong Goo Hee sambil lari. Jangan-jangan bener dugaan Deok Hee kalo Ji Hoon suka sama Goo Hee. 

Ayah kasihan banget, ya??? Anak-anak itu keterlaluan. 

Sayang ya, episode ini Eun Woo nggak di lihatin. Tapi cukup seneng lihat wajahnya Ji Hoon. 

6 komentar

Lanjut, sis!! Makin seru ceritanya. Biar tahu rasa Jeong Woo.

Seru ceritanya. Akhirnya pembalasan dendam di mulai.

Iya kak!!
Bagus ceritanya.

Lanjut terus kak, ditunggu selalu semangat ☺ jgn kelamaan kak hehehe

Lanjut terus kakak, aku seneng ada sinopsisnya,

Lanjut terus kakak, aku seneng ada sinopsisnya,