Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 10 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 9 PART 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 10 PART 2

Lima pria yang sedari tadi memperhatikan Neo dan Padlom sangat terkejut dan saling berpandangan saat melihat Neo berusaha mencium Padlom.


Padlom marah dan berteriak, “Apa-apaan ini?”


Tapi Neo tetap tersenyum, dan mengatakan bahwa ia tidak menyentuh bibir Padlom.


“Tuan Putri, bibirmu dapat menyentuh bibirku kapan saja,” kata Play menggoda Padlom.


“Ada apa dengan kalian semua?” kata Padlom sambil membawa tasnya keluar.


Id duduk di tempat yang sama seperti sebelumnya. Dan kali ini ia menemukan apa yang ia cari.


Id: “Grace, aku hanya ingin minta maaf.”
Grace: “Kenapa? Aku tidak marah.”
Id: “Kalau kau tidak marah, kenapa kau menghindariku?”
Grace: “Aku hanya tidak mau berada di sekitarmu?”


Id: “Kau tidak mau berada di sekitarku atau di sekitar pria secara umum? Jika karena pria secara umum, maka aku tidak bisa berubah jadi wanita untukmu. Tapi kalau kau tidak mau berada di sekitarku karena sesuatu yang aku lakukan, maka aku meminta maaf. Bolehkah aku menanyakan sesuatu?”
Grace: “Apa?”
Id: “Bisakah aku menjadi temanmu?”


Grace diam saja. Id lalu berkata kalau dia serius.


Padlom merekam diarinya dan menduga kalau Lovesick Bear itu Neo.


Padlom lalu menerima pesan dari Lovesick Bear yang mengucapkan selamat malam dan tidak sabar menunggu hari esok. “Besok hari yang penting. Sampai jumpa.”


Padlom membuka lokernya di klub dan tidak menemukan hadiah apa-apa di dalamnya.


Tiba-tiba lampu-lampu menyala menerangi ruang klub yang sebelumnya gelap.


Padlom: “Ada apa ini?”
Gent: “Apa bukan hari ini?”
Liftoil: “Ya. Hari ini ulang tahun Padlom. Buatlah permohonan, Padlom.”


Sebelum membuat harapannya, Gent meminta Padlom berganti pakaian dengan kostum yang sudah mereka siapkan. Padlom menolak karena tampak konyol.


Spoil membujuknya, karena ia juga akan memakai kostum. “Aku belum tahu kostumku seperti apa,” kata Spoil.


Gent: “Kalau kau tidak mau juga tidak apa-apa.”
Id: “Jangan jadi drama queen. Lihat aku. Aku memakai topi konyol ini untuk ulang tahunmu.”
Spoil: “Ya, ayo ganti bersamaku. Jika tidak bagus, kita bisa menggantinya lagi.”


Di toilet, Spoil berkata bahwa Gent juga akan menyewa kostum untuk ulang tahun Liftoil bulan depan. Padlom khawatir karena mulai sekarang setiap ada yang ulang tahun, maka ia harus memakai kostum juga.


Semua orang tampak sangat bahagia. Kemudian Padlom dan Spoil membuka pintu ruang klub.


Spoil masuk dengan memakai kostum Snow White. Sedangkan Spoil sepertinya memakai kostum pelayan dan dia tidak menyukainya.


Liftoil: “Kita ada 7 dan Padlom memakai kostum Snow White. Berarti kita 7 kurcacinya.”
Id: “Cuma kau yang kurcaci, pendek.”


Spoil lalu protes karena ia diberi kostum pelayan, padahal ia ingin menjadi Elsa (Frozen). Tapi Gent bilang itu adalah kostum Cinderella. “Ketika bekerja di dapur,” celetuk Liftoil yang membuat lainnya tertawa.


Padlom kemudian meniup lilinnya dan semua bertepuk tangan dan mengucapkan selamat.


Padlom sangat menikmati pesta ulang tahunnya. Mereka makan, minum, berfoto, dan tertawa bersama.


Alan memanggil Padlom dan memintanya mendekat. “Aku punya hadiah ulang tahun unutukmu,” kata Alan.


Alan lalu membuka kertas pembungkus yang ada di dinding dan terlihat ada banyak foto Padlom disana.


“Sejak kau mengatakan bahwa aku tidak seburuk itu dalam mengambil foto manusia, aku mulai mengambil fotomu sebagai latihan,” kata Alan. “Bagaimana? Apa ini bagus?”


Padlom: “Luar biasa.”
Alan: “Benarkah? Apa kau menyukainya?”
Padlom: “Ya,  terima kasih.”


Spoil lalu datang dan mengajaknya untuk mendengarkan musik.


Play lalu memainkan lagu dan gitarnya sebagai hadiah ulang tahun untuk Padlom.


Pok menikmati lagunya sambil memotret.


Bahkan Ghost juga menikmati lagunya.


Kemudian, Loftoil menyalakan musik dari tape dan mereka mulai menari bersama.


Neo tampak memperhatikan Padlom yang sedang tersenyum melihat Spoil menari.


Neo: “Padlom, maafkan aku.”
Padlom: “Untuk apa?”
Neo: “Ciuman tadi. Atau apa kau marah karena bibir kita tidak bersentuhan?”
Padlom: “Hentikan. Atau aku akan marah sungguhan padamu.”


Padlom lalu menyuruh Neo menari saja. Neo mengajaknya juga, tapi Padlom tidak mau.


Padlom lalu pergi ke toilet dan Pok nampak memperhatikannya, kemudian mengikutinya.


Pok menunggu Padlom keluar dari toilet dan memberikan sebuah apel sebagai hadiah ulang tahunnya. Padlom heran karena hadiahnya adalah apel. “Bukankah apel cocok untuk Snow White? Tenang saja, ini tidak beracun. Kalau kau tidak percaya, aku akan memakannya,” kata Pok sambil menggigit apelnya.


Apel yang sudah dia gigit diberikan lagi kepada Padlom yang ragu untuk menerimanya. Tapi Padlom tetap mengambilnya dan mengucapkan terima kasih.


Id: “Hey, semuanya. Gadis ini juga anggota ruang 305. Aku mengundangnya ke pesta ulang tahun Padlom.”
Play: “Halo, cantik.”


Id lalu menyemangati Grace, bahwa dia bisa melawan phobianya terhadap pria.