Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 11 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 11 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 11 PART 3

“Pok, apa kau menyimpan lolipop di lokerku? Boneka beruang, tanaman, sepatu, minuman herbal, cupcake, kotak musik? Apa itu semua darimu?” tanya Padlom dan Pok masih diam saja.


Kemudian Pok mengakuinya bahwa semua itu dia yang mengirimkannya.


Padlom: “Kenapa kau meletakkannya disana? Jawab aku. Kenapa?”
Pok: “Itu rumit, Padlom. Aku menyukaimu tapi aku tidak berani mengatakannya. Sekarang setelah kau tahu, bagaimana perasaanmu padaku?”


Padlom bicara dalam hati bahwa seharusnya ia senang karena sudah tahu siapa yang menyukainya. Ia berpikir untuk mengatakan bahwa dia juga menyukai Pok.

Tapi Padlom yang terlalu kebingungan, malah pergi meninggalkan Pok tanpa memberikan jawaban apa-apa.


Malam harinya di rumah, Padlom menatap semua pemberian Pok, termasuk kartu-kartu ucapannya. 


Ia kemudian mengambil boneka beruang dan membawanya bersamanya. Ia menatap boneka itu sambil memikirkan sesuatu.
Flashback..


Bahu yang terlihat melalui CCTV yang tertutup cicak, ternyata adalah bahu Pok yang saat itu membawa boneka beruang ke dalam ruang klub.


Pok mengirimkan sepatu, tanaman dan juga benda-benda lain.


Pok juga mengetik sesuatu di laptopnya sambil terus tersenyum.


Padlom merekam diarinya mengatakan bahwa akhirnya dia mengetahui siapa Lovesick Bear.


Padlom lalu mengirimkan pesan pada Pok. “Terima kasih Pok, tapi kau tidak perlu meninggalkan apa-apa lagi di lokerku.” Padlom lalu memasang headset dan menyalakan musiknya.


Esok harinya di ruang klub, Padlom melewati Pok begitu saja. Pok menghampirinya dan bertanya apakah ia bisa bergabung bersama Padlom. Padlom mengizinkannya, “Tapi aku sedang mendengarkan musik,” jawab Padlom. Dengan kikuk, Pok tetap duduk di salah satu kursi dan menggesernya ke arah Padlom.


Pok: “Padlom, kau suka boneka beruangnya?”
Padlom: “Kenapa beruang?”
Pok: “Sebelumnya kau heboh karena menerima surat dari beruang, aku jadi berpikir kalau kau suka beruang.”
Padlom: “Tidak. Spoil hanya menggangguku.”


Pok terkejut karena dugaannya salah. Ia semakin mendekat dan bertanya apakah Padlom menyukai sepatunya. “Itu mahal kan?” tanya Padlom tidak enak. Pok mengakuinya.


Padlom: “Lalu bagaimana dengan minuman herbalnya? Apa kau berpikir aku akan meminumnya?”
Pok: “Tidak. Aku juga tidak akan meminumnya. Aku rasa itu akan lucu dan bisa menghiburmu.”


Pok lalu mengucapkan terima kasih atas gula-gula kapas yang Padlom berikan. Padlom hanya menganggukkan kepalanya. Pok membaginya dengan teman yang lain, karena khawatir Padlom akan mengetahui siapa dia sebenarnya.


Padlom lalu membuka headsetnya dan bertanya kenapa Pok tidak langsung saja bicara padanya. “Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentangku. Aku ingin mendapat kesan yang baik dulu,” jawab Pok.


Padlom: “Ngomong-ngomong, kenapa kau memakai nama Lovesick Bear?”
Pok: “Lovesick Bear? Aku tida mengerti apa maksudmu.”
Padlom: “Jangan bercanda.”
Pok: “Aku sungguh tidak tahu.”


Padlom heran kemudian mengambil ponselnya dan menunjukkannya pada Pok tentang Lovesick Bear.


Pok membaca pesan yang dikirimkan Lovesick Bear pada Padlom.


Dan sepertinya ia mengetahui sesuatu.