Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 12 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 11 PART 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 12 PART 2

“Bisakah kita berteman saja, Pok?” kata Padlom. Ia menolak Pok.


Ia juga melakukan hal yang sama pada Neo dengan berkata, “Aku pikir kita lebih baik berteman saja.”


Pok bertanya apakah ia terlalu terlambat. Padlom bilang itu bukan tentang waktu dan bukan tentang apapun juga.


Neo: “Apa kau tidak punya perasaan apapun padaku?”
Padlom: “Seperti apa?”
Neo: “Aku selalu berada di sekitarmu selama ini. Dan kau tidak merasakan apa-apa. Nama Lovesick Bear cocok untukku bukan?”


Padlom merasa menolak orang sama sulitnya ketika ia ditolak.


Di rumahnya, Pok menangis. Ia berusaha menahan tangisannya, tapi air matanya tetap mengalir di pipinya.


Neo menangis tersedu-sedu. Mereka berdua patah hati.


“Sesempurna apapun kita membuat rencana, terkadang yang terjadi tidak sesuai dengan yang direncakan,” rekam Padlom di ponselnya. “Terima kasih Locker Bear dan Lovesick Bear.”


Padlom menutup laptopnya yang sebelumnya memperlihatkan akun facebook Lovesick Bear. Dia juga menyimpan boneka beruangnya di dalam kotak.


Id bertanya apa yang akan Alan lakukan di semester berikutnya. Alan belum tahu dan ia terlihat sedang membereskan barang-barangnya.


Play: “Gent, klub apa yang akan kau ikuti semester depan?”
Gent: “Fotografi.”
Play: “Huh?”
Gent: “Mau bagaimana lagi? Aku suka fotografi.”


Play bertanya apakah Gent sudah menyukai memotret orang. Gent berkata dulu dia bukannya tidak suka, tapi dia hanya belum menemukan orang yang ingin ia foto. Play bertanya apakah sekarang Gent sudah menemukan orangnya. “Sepertinya sudah,” jawab Gent.


Liftoil tampak membersihkan dinding yang terkena selotip pembatas ruangan.


Neo dan Pok sama-sama membersihkan bekas selotip yang ada di lantai. Mereka sempat saling bertatapan, lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.


Neo memuji Pok yang melakukannya dengan rapi sampai dia tidak menyadari kalau Pok menyukai Padlom.


Pok: “Aku juga tidak tahu kau menyukainya.”
Neo: “Jika kau tahu aku menyukainya, apa kau akan membantuku mengaktifkan kembali akunku?”
Pok: “Tidak.”


Poster Alan sebagai mahasiswa teladan, kini digantikan oleh foto Gent.


Begitu juga dengan selebaran peraturan.


Gent: “Apa kau marah padaku?”
Alan: “Untuk apa?”
Gent: “Karena ini.”


Alan berkata bahwa ia tidak marah, karena ia tahu tidak ada hal yang bisa bertahan selamanya. Contohnya adalah klun No-Human yang ia dirikan kurang dari setahun lalu, tapi sekarang sudah tidak ada.


Gent: “Ya, kita tidak akan sering bertemu tahun depan.”
Alan: “Ya, aku tidak akan berada disini tahun depan.”
Gent: “Aku terlihat bagus di foto ini.”
Alan: “Kau boleh juga.”


Mereka lalu tertawa bersama. Gent tertawa lagi saat Alan berkata, “Kau sudah mulai memakai kaos kaki sekarang.” Gent meminta Alan agar tidak mengejeknya.


Para pria terlihat terburu-buru membuka lokernya masing-masing.


Mereka senang menemukan hadiah di lokernya. Sepertinya hadiah itu dari Gent lagi. Sebelumnya Gent juga pernah memberi merek hadiah saat ia baru membeli lokernya.


Mereka juga berfoto bersama, karena tahun berikutnya mereka mungkin tidak bisa satu klub lagi.


Play: “Gent, kau seperti ayah kami. Kau memberikan hadiah di hari terakhir kita disini.”
Pok: “Terima kasih, Gent. Lokermu memberikan banyak hal untukku.”
Alan: “Aku tidak percaya ini hari terakhir kita.”
Neo: “Jangan sedih, teman. Mulai sekarang Klub No-Human bisa memotret manusia.”


Neo bersiap-siap mengambil foto bersama lagi. Dan kali ini sudah lengkap dengan anggota klub yang perempuan.