Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 9 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 10 Part 2

Dua Huang kembali membuat rencana untuk mengerjai Direktur Yan. Mereka bertekad mencampurkan sesuatu di teh Direktur Yan. Kemudian mereka pergi untuk menjalankan aksinya.


Mu Xi sedang mengepang rambut Shanqi. Shanqi memuji seorang bernama Si Mayi yang sangat tampan dan berharap bisa tinggal di rumahnya agar bisa melihatnya setiap hari. Xiaodong hanya tertawa. Kemudian Xin Yi dan temannya masuk ke kelas mereka.


Xin Yi mengatakan bahwa karena Kelas Sepuluh sudah berhasil menemukan pelaku pembuat gambar di dinding, mereka diizinkan untuk mengikuti kontes Blackboard. Mu Xi dan teman-teman lainnya sangat senang. Tapi teman Xin Yi bilang, yang akan memenangkan konstes tersebut adalah tetap kelas satu. Xin Yi setuju dengan perkataan temannya itu. Ia lalu keluar dari kelas dan berpapasan dengan Dan Yi.


Dan Yi yang langsung duduk di bangkunya memberitahu Mu Xi bahwa semua orang yang paling berbakat di seni ada di kelas satu. Mu Xi tidak mau kalah. Ia kemudian mengajak teman-temannya untuk memata-matai lawan mereka.


Shanqi mengatakan bahwa kelas satu selalu memenangkan  kontes setiap tahunnya. Mu Xi yakin kali ini mereka tidak akan menang dan menyebut mereka hanya sebagai kutu buku. Mereka lalu mengintip gambar yang ada di dinding kelas satu.


Mereka sangat terkejut, karena gambar kelas satu sangat profesonal. Mereka tidak percaya kalau itu dibuat oleh anak-anak SMA.


Mu XI kemudian mengadakan rapat bersama pengurus kelas, termasuk Dan Yi. Mu XI bilang mereka tidak boleh meremehkan kelas satu dan mengajak teman-temannya untuk menentukan tema Blackborad mereka.


Huang Nan memberi ide gambar kartun dan dia yakin itu akan membuat mereka meraih kemenangan. Mu Xi menggaruk-garuk lehernya tidak yakin.


Kemudian Huang Ni mengatakan idenya, yaitu tema kematian Naruto dan Luffy One Piece. Dia juga sangat optimis.


Musik adalah tema yang diusulkan oleh Xiaodong. Xiaodong yakin dan menjentikkan jarinya, tapi Mu Xi masih ragu.


Shanqi tidak mau kalah. Ia berimajinasi tentang tema dongeng pangeran dan putri.


Pangeran Xiaodong menemui Putri Shanwi.


Tapi Putri Shanqi terkejut, karena Pangeran Xiaodong datang bersama kudanya yang aneh.


Putri dan Pangeran bersenang-senang bersama. Mereka berjalan-jalan di taman dengan bahagia. Pangeran memuji putri yang sangat cantik. Kuda juga berada tidak jauh dari mereka. Putri merasa bahwa kuda itu sangat aneh, dan pangeran mengatakan bahwa banyak orang yang bilang begitu, tapi bagi pangeran sendiri kudanya tampak imut.


Kemudian Dan Yi mengusulkan agar mereka membuat posetr ensiklopedi, karena mereka adalah pelajar yang harus fokus belajar. Huang Nan bilang ide Dan Yi membosankan, begitu juga dengan Mu Xi.


Shenwei kemudian ikut bicara. Menurutnya Yuan Ke Er lebih baik daripada mereka semua.  Dan Ia yakin Yuan Ke Er dapat membawa kemenangan bagi kelas mereka. Mu Xi tidak percaya kalau satu Ke Er bisa mengalahkan mereka semua. Ia lalu mengajak mereka menggambar di papan tulis kelas.


Mereka semua maju ke papan tulis dengan antusias dan mulai menggambar dengan memakai kapur aneka warna. Akhirnya selesai juga gambar percobaan mereka. Dua Huang berkata bahwa mereka sangat modis dan keren.


“ini sangat jelek! Astaga! Kita kacau! Benar-benar kacau!” teriak Mu Xi frustasi. Teman-teman yang lainnya lalu pulang lebih dulu karena harus mengerjakan PR. Mereka menyemangati Mu Xi dan berkata mereka pasti menang.


Mu Xi bertanya pada Dan Yi apa yang akan mereka lakukan. Dan Yi bilang mereka harus melakukan yang terbaik untuk kompetesi itu. Mereka mencoba berpikir, namun tidak berhasil. Mereka menghela napas dan menundukkan kepalanya pasrah.


Mu XI dan pengurus kelas mengadakan rapat. Mereka membahas Yuan Ke Er yang sudah tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Mu Xi menduga kalau Ke Er, diculik oleh suatu organisasi misterius. Ia mempersilakan Shewei untuk menyampaikan hasil penelitiannya. Shenwei lalu memberikan kertas bertuliskan daftar organisasi dan orang yang mencurigakan. Dua Huang membacanya dan mereka terlihat sangat terkejut.


Xiaodong: “Demon Dancing Group?”
Shanqi: “Kedengarannya menyeramkan.”
Shenwei: “Demon Dancing Group adalah organisasi paling terkenal di sekitar sini. Mereka menempati area duduk di alun-alun secara paksa. Mereka membuat kebisingan dan berdansa di alun-alun siang dan malam.”


Padahal itu adalah kelompok olahraga orang lanjut usia.


Kemudian organisasi yang bernama Kill & Punisment Duo. Shenwei bilang itu adalah organisasi yang menggunakan jalanan untuk bermain poker dan catur. Tapi Shanqi memberitahu mereka bahwa itu hanyalah sekelompok orang tua yang bermain kartu.


Shenwei lalu menjelaskan tentang kelompok Pembela Kebebasan yaitu orang-orang yang suka menari hip-hop, bermain musik, skateboard dan lainnya. Menurut Shenwei itu bukan kelompok yang menakutkan. Tapi Shanqi malah mengatakan kalau itu adalah kelompok yang paling mencurigakan dan teman yang lainnya setuju dengan pendapat Shanqi.


Mu Xi dan kawan-kawan mendatangi markas Pembela Kebebasan. Tadinya tempat itu sangat gelap, namun kemudian sebuah lampu spotlight menyorot mereka dan beberapa anggota Pembela Kebebasan datang dengan menggunakan skateboard.


Seorang pria yang mungkin adalah Bos mereka muncul dari lantai atas dan menyambut Mu Xi dan kawan-kawan. Ia bertanya apa yang bisa mereka bantu. Mu Xi memperkenalkan dirinya dan mengatakan bahwa ia datang untuk menemui Yuan Ke Er.


Bos: “Yuan Ke Er? Kami tidak pernah bertemu dengannya.”
Mu Xi: “Jangan bohong. Aku tahu dia ada disini. Serahkan dia.”
Bos: “Maksudmu aku berbohong.”
Mu XI: “Tidak. Tapi aku tahu dia ada disini.”


Bos sudah turun dan menyuruh Mu XI pergi karena disana bukan tempat untuk anak-anak. Mu Xi bilang mereka adalah hooligan muda dan tempat itu adalah miliki mereka juga. Jika mereka pergi, maka kelompok Pembela Kebebasan juga harus pergi. Bos marah dan meminta Mu Xi menunjukkan keahliannya.


Dua Huang maju dan menunjukkan kemampuan mereka dalam memainkan skateboard. Setelah memainkannya, mereka mengembalikan kembali skateboardnya kepada Pembela Kebebasan. Salah satu anak buahnya mengatakan bahwa mereka adalah Huang bersaudara. Mu Xi berbisik, “Aku tidak tahu kalau kalian seterkenal itu.”


Bos berkata, “Apa kau bercanda? Tidak ada yang bisa mengalahkanku dalam hal ini. Kalian tidak akan bisa mengatasi yang satu ini. Black, majulah.” Seseorang dengan kacamata hitam maju dan mulai menari. Setelah selesai menari tidak jelas, Black mundur kembali. “Black adalah penari terbaik hip-hop kami,” kata Bos sambil tersenyum.


“Xiaodong, maju,” kata Mu Xi. Xiaodong melepaskan topinya, lalu memasangkannya di kepala Shenwei. Dengan tatapan yang serius dan penuh percaya diri, Xiaodong maju dan mulai menari. Xiaodong yang memang seorang idola, menari dengan sangat baik, jauh berbeda dengan tarian si Black.


Bos mengatakan bahwa Hooligan adalah pejuang yang pemberani. Bos meletakkan tangannya di atas sebuah drum dan mulai memaikan pisau di sela-sela jarinya. Setelah selesai, ia meletakkan pisaunya dan menantang tim Mu Xi. “Itu bukan apa-apa. Akan kutunjukkan bagaimana bos sejati itu,” kata Mu Xi.


Dua Huang langsung menarik tangan Dan Yi ke atas drum. Dan Yi berteriak bahwa ia tidak percaya Mu Xi bisa melakukannya dengan baik. Shanqi menutup matanya


Dan Yi: “Ye Mu Xi! Tanganku! Tanganku! Ye Mu Xi! Tidak! Tidak!”
Mu Xi: “Hwaaaa....” [crstl]