Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 10 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 11 Part 1

Mu Xi melakukannya dengan baik, namun Dan Yi masih tampak shock dan terus memegang dan menatap tangannya yang berharga.


Dan Yi: “Tanganku. Kertas ujianku. Masa depanku. Masa depanku.”
Mu Xi: “Ini yang disebut keluarga.”
Bos: “Aku tidak percaya kalian akan saling percaya dengan masa depan kalian.”
Mu Xi: “Ada yang lain? Tidak akan kan? Ke Er, aku tahu kau ada disana. Ada yang harus aku ceritakan padamu.”
Dua Huang: “Benar, Ke Er. Keluarlah.” 


Ke Er lalu muncul di lantai atas. Mu Xi mengatakan bahwa saat pertama kali datang ke sekolah dulu, Ke Er adalah gadis yang polos, imut dan baik hati. “Apa yang membuatmu berubah dan tinggal di tempat ini? Katakan padaku siapa yang mengancammu?Aku akan membuatnya minta maaf padamu,” kata Mu Xi.


Bos: “Saat datang ke sekolah, dia punya mimpi yang besar, tapi teman sekelasmu mengetakan bahwa yang ia gambar hanya sampah. Itu membuatnya menjadi seperti ini.”
Mu Xi: “Siapa itu? Berani sekali! Katakan padaku!”
Bos: “Orang itu adalah ketua kelasmu.”
Dan Yi: “Ulangi lagi.”
Bos: “Teman sekelasmu yang mengatakan itu adalah ketua kelasmu.”


Dan Yi lalu mengajak teman-temannya berkumpul dan bertanya pada Mu Xi apa yang terjadi. Mu Xi berkata bahwa dia juga tidak mengerti, tapi ia kemudian ia mengingat beberapa pertemuannya dengan Ke Er.


Mu Xi menemui Ke Er dan memegang lengannya. “Aku percaya, kau bisa melakukannya!” kata Mu Xi.


Di lain waktu, Mu XI menemui Ke Er lagi dan memohon pada Ke Er agar menghapus gambarnya di blackboard kelas mereka.


Ke Er lalu menampar Mu Xi lalu berkata, “Aku keluar!”


Mu Xi yang menyadari kekeliruannya berkata bahwa dia merasa gambar Ke Er di blackboard kelas waktu itu tidak sesuai dengan tema, jadi ia meminta Ke Er untuk menghapusnya. Yang lain menyarankan agar Mu Xi meminta maaf.


Dan Yi: “Dia bukan tipe orang yang suka minta maaf.”
Mu Xi: “Mengapa? Mengapa aku bukan tipe orang seperti itu?”
Dan Yi: “Kau tidak akan meminta maaf padanya.”
Mu Xi: “Aku akan minta maaf. Siapa bilang aku tidak mau?”


Dan Yi lalu mengungkit semua kesalahan Mu Xi sewaktu kecil, namun Mu Xi tetap byakin kalau dia sudah meminta maaf waktu itu terjadi dulu. Dan Yi menceramahinya dan memang benar Mu Xi tidak pernah meminta maaf.


Mu Xi lalu meminta maaf pada Ke Er dengan suara yang sangat pelan. Dan Yi menyuruhnya lebih keras lagi. Dan akhirnya Mu Xi berhasil meminta maaf dengan baik.


Ke Er bertanya kenapa Mu Xi meminta maaf padanya. “Karena aku bilang gambarmu tidak bagus,” jawab Mu Xi. Ke Er bertanya apa sekarang gambar itu indah. “Gambar itu indah, hanya saja aku tidak tahu bagaimana menghargainya.” Ke Er lalu setuju untuk kembali ke kelas sepuluh.


Ke Er turun tapi anak buah yang lain menghalanginya. Bos melarang Ke Er pergi, karena hanya di wanita yang cantik yang ada disana. Dan Yi bertanya apa yang Bos inginkan. Mereka lalu mulai saling mendekat dan berhadapan.


“Hentikan!” kata seorang pria yang tiba-tiba datang dengan menggunakan kacamata hitam. Pria itu adalah Guru Wu. Ternyata Guru Wu datang karena Shanqi yang memberitahunya.


Bos: “Oh, Bos asli?”
Guru Wu: “Kau siapa?”
Bos: “Aku Doggy. The Doggy, pengikutmu saat itu.”
Guru Wu: “Doggy? Oh, aku ingat sekarang. Kau bukan anak kecil lagi.”


Guru Wu mengusap kepala Bos, tapi anak buah yang lain melepaskan tangan Guru Wu. Bos malah memarahi anak buahnya dan memberitahu kalau Guru Wu adalah bosnya. “Dia bosku. Yang terkuat diantara yang terkuat. Wu Heng,” kata bos.


Murid kelas sepuluh meminta penjelasan. Guru Wu menjelaskan kalau dia juga pernah muda dan dia adalah pendiri geng Pembela Kebebasan. Guru Wubilang dulu ia mendirikangeng itu untuk memberi manfaat pada masyarakat, membantu orang yang membutuhkan. “Seperti membantu nenek tua menyeberang jalan, membawa barang untuk kakek tua,” kata Guru Wu.


Tapi sekarang ia kecewa pada geng itu yang mengabaikan semua aturan. Bos lalu mengajak anak buahnya untuk pergi makan malam. Setelah memberi pesan agar muridnya pulang dan mengejarkan PR, dia juga pulang.


Mu Xi lalu menggandeng Ke Er pergi dan menceritakan tentang kontes Blackboard yang akan mereka ikuti.


Keesokan harinya, Mu Xi dan kawan-kawan menunggu kedatangan Ke Er di kelas sepuluh. KE Er datang dan menghampiri mereka.


Mu Xi: “Yuan Ke Er, tidak apa-apa jika kau tidak ingin ikut kompetisinya.”
Ke Er: “Aku ingin ikut. Aku sudah menyebabkan banyak masalah sebelumnya. Biarkan aku melakukan seuatu untuk kelas sepuluh kali ini.”
Mu Xi: “Oke. Yes!”


Ke Er langsung maju ke depan papan tulis dan mulai menggoreskan kapur aneka warna dengan bahagia.


Setelah gambar itu selesai, semua terlihat sangat senang dan puas. 


Ibu Guru datang dan menilai hasil gambar kelas sepuluh.


Guru kemudian mengumumkan juara ketiga dan kedua. Direktur Yan bertepuk tangan untuk mereka.


Ketua kelas satu dan ketua kelas sepuluh tidak sabar menanti pengumuman juara pertama.


Ke Er dan anak-anak kelas sepuluh terlihat kecewa, karena juara pertamanya adalah kelas satu. Mu Xi bertanya apakah ada juara harapan. Direktur Yan bilang yang penting hanya posisi 3 besar dan gambar komik yang kelas sepuluh buat tidak berguna.


Direktur Yan mengucapkan selamat kepada para pemenang dan menyuruh mereka mengambil hadiahnya.


Teman Xin Yi mengejek Mu Xi dengan mengatakan bahwa kelas sepuluh sudah biasa dikalahkan. Tapi Mu Xi yakin, di semester ini kelasnya akan menang dari kelas satu walaupun hanya satu kali. Mereka berdua terus berdebat.


Xin Yi: “Cukup. Jangan berdebat dengan orang-orang membosankan ini?”
Mu Xi: “Siapa yang membosankan?”
Xin Yi: “Liao Dan Yi, suatu jari kau akan menyadari kalau kau tidak seperti teman sekelasmu disana.


Teman Xin Yi menyempatkan bergaya sebelum pergi meninggalkan kelas sepuluh.


Di taman sekolah, Ke Er mengucapkan terima kasih kepada Mu Xi, karena telah memberinya kesempatan. Ke Er juga meminta maaf, karena sudah membuatnya kecewa. Mu Xi bilang Ke Er tidak perlu berterima kasih ataupun meminta maaf, karena sudah melakukan yang terbaik.


Tapi Ke Er bilang mereka tidak memenangkan hadiah apapun. Mu Xi lalu bilang sebagai ketua kelas sepuluh ia memberikan penghargaan kepada Ke Er sebagai pelukis terbaik di kelas sepuluh. Mendengar teman yang lain setuju, Ke Er sangat senang.


Mu Xi lalu mengatakan bahwa sebagai hadiahnya ia akan membelikan mereka semua es krim. Mu Xi lalu berbisik pada Dan Yi dan mengajaknya patungan. Tapi Dan Yi menolak.


Dua Huang memiliki ide untuk mengangkat Ke Er ke udara, dan mereka benar-benar melakukannya. Mu Xi dan Shanqi bertepuk tangan dan ikut tertawa. [crstl]