Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 11 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 12 Part 2

Hari sudah malam, Dan Yi bersiap-siap untuk tidur. Namun setelah berbaring, ia malah gelisah karena mengingat kejadian sepulang sekolah tadi.
Flashback..


“Apa kau sudah tahu? Apa kau pura-pura tidak tahu atau kau memang tidak tahu?” tanya Xin Yi sambil menghadang Dan Yi.


Dan Yi membuka matanya lagi dan berkata dalam hati bahwa itu adalah pertama kalinya ada orang yang menyatakan cinta padanya. Karena masih tidak bisa tidur, Dan Yi turun dari tempat tidur dan pergi ke ruang tamu.
Flashback..


“Aku mencintaimu,” kata Xin Yi di seberang jalan sepulang sekolah tadi.


Dan Yi menggaruk-garuk kepalanya dan merasa dirinya sangat menyedihkan.


Di rumah, Kak Yihan sedang mengetik cerita karangannya. Belum selesai satu kalimat, Kak Yihan berhenti mengetik dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Kak Yihan hamper putus asa, karena batas waktunya segera habis, tapi dia belum memiliki ide untuk ceritanya.


Hari sudah jam 3 pagi, tapi Dan Yi masih terjaga. Ia tersenyum sendiri di depan laptopnya. Ia merasa apa yang dilihatnya di laptop tidak bisa membantunya. Ia lalu menjatuhkan kepalanya ke sisi sofa.


Untuk membantunya tidur, Dan Yi lalu membaca buku. Tapi kemudian dia merasa itu juga tidak membantu. Ia membuka laptopnya lagi dan mulai mengetik cerita tentang apa yang sedang ia rasakan 


Sedangkan, Kak Yihan malah menutup laptopnya. Ia berpikir sejenak, lalu membuka laptopnya lagi. Kemudian ia menutupnya lagi.


“Jadi aku ingin menuliskannya untukmu. Aku.. seorang gadis.. dia..” tulis Dan Yi di laptop. Tapi kemudian dia menghapusnya lagi dan memegangi kepalanya. “Apa yang kulakukan ini? Lupakan, abaikan,” gumamnya. Ia lalu kembali ke atas kasurnya.


Kak Yihan, melakukan live di instagramnya. Ia menyebut dirinya sebagai ‘pria rahasia’ dan memamerkan kemampuannya mengangkat barbel.


Sementara itu, Mu Xi mengendap-endap memperhatikan kakaknya yang terus bicara saat melakukan live-nya.


Mu Xi lalu mengagetkan kakaknya sampai barbelnya jatuh tiba-tiba sehingga mengakibatkan lengan dan pinggang Kak Yihan sakit. Mu Xi mengingatkan bahwa deadline tulisan kakaknya 3 hari. Kak Yihan mengatakan bahwa dia sedang live dan meminta Mu Xi tidak membicarakan itu di depan para viewersnya, dan akan berbahaya jika dilihat oleh produsernya.


Kak Yihan lalu  memperkenalkan Mu Xi sebagai adiknya yang cantik, namun akhir-akhir ini mengalami halusinasi. Mu Xi bertanya sudah berapa banyak yang Kak Yihan tulis. “Tentu saja aku sudah menulis beberapa. Aku sangat bekerja keras,” kata Kak Yihan berbohong.


“Kau belum menulisnya kan?” tebak Mu Xi. Kak Yihan bilang ia sudah membuatnya semalam dengan kecepatan kilat dan tangan hantu. Tapi Mu Xi tidak percaya dan mengecek laptop kakaknya. “Ini kosong,” kata Mu Xi.


Kak Yihan tidak merespon Mu Xi. Ia malah berbicara pada viewersnya agar mengirimkan lebih banyak hadiah dan dia akan pergi dari adiknya yang suka mengkhayal menuju tempat yang sepi. Mu Xi hanya melihat kepergian kakaknya begitu saja.


Keesokan harinya, Mu Xi yang sedang menyiapkan bekalnya, melihat kakaknya yang tertidur di depan laptopnya. Merasa kakaknya pasti sangat kelelahan setelah menulis, Mu Xi membawakan jaket untuk menyelimuti tubuh kakaknya. Namun Mu Xi marah, karena yang ada di layar laptop ternyata adalah konser idola SNH48. 


Mu Xi mengancam kakaknya, bahwa tulisan itu harus sudah selesai saat ia pulang sekolah nanti. Kak Yihan berjanji akan melakukan itu, apalagi itu menyangkut masa depannya sendiri. Setelah Mu Xi pergi, Kak Yihan malah menonton kembali konser idolanya dan ikut menari.


Xin Yi sudah menunggu Dan Yi di depan sekolah. Dan Yi sudah melihatnya lebih dulu, malah berjalan mundur lagi menghindar agar tidak bertemu dengan Xin Yi.


Dan Yi lalu bertemu dengan Shenwei dan membisikkan sesuatu padanya. Shenwei setuju untuk membantunya dengan syarat Dan Yi harus mengatakan tentang rencana konferensi mistis pertama di kelas mereka pada Guru Wu.


Shenwei lalu menghampiri Xin Yi dan menebak bahwa Xin Yi sedang menunggu sesuatu, tapi Xin Yi mengelak. Shenwei lalu menebak kalau zodiac XIn Yi adalah virgo dan itu benar. “Virog itu sensitive dan tajam. Sangat kuat di kalangan wanita,” kata Shenwei. Shenwei mengatakan bahwa akhir-akhir ini virgo tidak cukup beruntung dalam urusan cinta.


Shenwei mengajak Xin Yi mengubah posisi berdirinya, sehingga akhirnya Dan Yi dapat melewati jalan dengan leluasa.


Di rumah, Kak Yihan berusaha untuk menulis ceritanya. Ide cerita tentang restorannya belum terlalu matang. Tapi ia bertekad akan memberikan yang masakan terbaik untuk adiknya yang sudah bekerja dalam sekolahnya akhir-akhir ini.


Kak Yihan lalu membuka kulkas, namun ia tidak menemukan bahan makanan yang cukup. Dia lalu memutuskan untuk pergi berbelanja agar bisa memasak makanan yang lezat untuk Mu Xi. Saat akan keluar, Kak Yihan mencium aroma tidak enak, dan ternyata bau itu berasal dari tubuhnya sendiri. Ia lalu membuka jaketnya dan berlari ke lantai atas.


“Hai, Guan Xin Yi. Kau terlalu berterus terang,” tulis Dan Yi di mejanya.


Xin Yi yang kebetulan melintas di depan kelas sepuluh, melihat Dan Yi dari jendela. Setelah puas, ia kembali berjalan pergi.


Surat yang ditulisnya itu, dilipat dan diletakkan di kolong meja. Ia kemudian menulis lagi di kertas baru dengan huruf besar yang bertuliskan ‘Aku menolak’. “Tidak, ini terlalu resmi,” gumam Dan Yi. Ia mencoba menulis yang lain lagi, namun tidak berhasil. Ia lalu meletakkan kepalanya di atas meja.


Kak Yihan sudah selesai berbelanja bahan makanan dan kini sedang dalam perjalanan kembali ke rumah. Saat melihat sekumpulan orang berolahraga di taman, dia meletakkan barang belanjaannya dan ikut berolahraga. Bukan mengikuti gerakan senam, kakak malah menari-nari. [crstl]

1 komentar:

Lanjut kk nulis y makasih