Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 12 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 13 Part 1

Di lokasi yang sama, Dan Yi berusaha menghindari Xin Yi, sedangkan Dua Huang menghindari Direktur Yan. Dan Yi bertanya apa yang mereka lakukan disana. Huang Yi bilang kemarin mereka secara tidak sengaja menjual sepeda Direktur Yan. Mereka bertanya balik, tapi Dan Yi bilang ia tidak tahu kenapa bersembunyi disitu.


Kak Yihan menyambut Mu Xi yang baru pulang sekolah dengan makanan lezat. Mu Xi bertanya apakah kakaknya membuat itu semua untuk merayakan tulisannya yang sudah selesai. “Belum, hampir mendekati,” kata Kak Yihan lalu mulai makan.


Mu Xi berkata bahwa ia akan melihat kakaknya menyelesaikan ceritanya. Dan jika belum juga selesai, maka Mu Xi melarang kakaknya untuk tidur. Kak Yihan setuju, tapi ia kebingungan sendiri.


Setelah makan, mereka berdua lalu menonton acara masak. Mu Xi bertanya bagaimana cara memasak makanan yang ada di TV itu, dan Kak Yihan menjelaskannya secara detail.

Dan kemudian mereka tertidur di depan TV dan bekas camilan. Ceritanya? Tidak sepatah kata pun yang Kak Yihan tulis.


Dan Yi kembali tidak bisa tidur. Menurutnya, itu adalah masalah terbesar yang pernah terjadi dalam hidupnya. Ia berpikir untuk membahas masalahnya bersama seorang wanita. “Apa aku punya teman wanita?” gumam Dan Yi. Ia kemudian menjatuhkan tubuhnya ke atas kasurnya.


Dan Yi mengajak Mu Xi berbicara. Mu Xi bilang ia sedang bingung karena kakaknya tidak juga menyelesaikan tulisannya, jadi dia minta agar Dan Yi segera mengatakan apa yang diperlukannya. Dan Yi ragu untuk mengatakannya. “Kau mau mengatakannya atau tidak? Sejak kapan kau jadi pengecut? Cepat katakan,” kata Mu Xi.


Dan Yi: “Kau.. Apakah ada yang pernah menyatakan cinta padamu?”
Mu Xi: “Tidak.”
Dan Yi: “Oh, terima kasih.”


Dan Yi sudah akan pergi, tapi Mu Xi memintanya agar menceritakan apa yang sedang terjadi pada Dan Yi. Dan Yi lalu duduk kembali dan mulai bercerita. “Aku punya teman, seorang gadis menyatakan cinta padanya. Lalu temanku tidak tahu harus berbuat apa.”


Mu Xi tertawa. Dengan mudah, dia tahu kalau teman yang diceritakan adalah dirinya sendiri. Mu Xi bertanya siapa yang menyatakan cinta pada Dan Yi. “Cepat katakan, tidak ada orang disini. Gadis buta mana yang menyatakan cinta padamu?” tanya Mu Xi sambil menahan tawanya.


“Yang menyatakan cinta pada temanku adalah Guan Xin Yi,” kata Dan Yi. Mu Xi heboh, tapi Dan Yi menariknya agar duduk lagi. Mu Xi tertawa.


“Kau.. dan Guan Xin Yi? Kelas satu yang menyebalkan. Bagaimana itu bisa terjadi?” kata Mu Xi lalu berdiri dan meniru cara berjalan dan bicara Xin Yi. “Liao Dan Yi, ayo berkencan. Mulai hari ini, aku akan mengerjakan PR-ku denganmu.” Kemudian Mu Xi tertawa terbahak-bahak. Dan Yi merasa malu. Mungkin ia menyesal karena menceritakannya pada Mu Xi.


Mu Xi setuju untuk membantu Dan Yi, tapi Dan Yi harus membantunya terlebih dulu. “Apa itu?” tanya Dan Yi. Mu Xi lalu tersenyum-senyum penuh arti.


Mu Xi mengajak Dan Yi ke rumahnya dan menemukan Kak Yihan yang sedang bersemedi. (mencari ide kali ya, haha) Mereka mendengarkan kata-kata bijak yang keluar dari mulutnya, tapi menurut Dan Yi kakaknya sudah sakit parah. Kak Yihan lalu menyuruh mereka duduk.


Kak Yihan berkata bahwa untuk menulis diperlukan imajinasi. Dan Yi yang sudah tidak tahan, lalu menarik tangan kakak dan membawanya pergi ke kamar Mu Xi. Dan Yi menunjukkan sampah bekas camilan, mainan yang berserakan dan gambar coretan Mu Xi. Dan Yi berusaha menyadarkan kakak bahwa Mu Xi belum dewasa, jadi kakak harus bekerja keras untuk adiknya.


Dan Yi mengatakan bahwa kemungkinan terburuknya adalah Mu Xi bisa merokok, mabuk-mabukan bahkan menjadi anggota geng.


Kak Yihan shock dan berteriak, “Tidak! Tidak!” Dan Yi memintanya agar tenang. Kakak lalu bertekad untuk bekerja keras demi adik perempuannya.


Dengan gaya dramatis, Kak Yihan turun dari tangga sambil mengibaskan pakaiannya. Ekspresinya terlihat sangat serius. Ia lalu memegang bahu Mu Xi dan berkata bahwa dia akan pergi bekerja dan berjuang demi adiknya.


Mu Xi melongo saja melihat perubahan tekad kakaknya. Mu Xi bertanya apa yang sudah Dan Yi lakukan. “Dia sudah diperbaiki. Aku hanya mengatakan beberapa fakta padanya,” kata Dan Yi.


Mereka berdua lalu menemani kakak mencari ide. Kali ini kakak terlihat sangat serius. Ia mengecek banyak referensi buku dan Mu Xi juga lupa menyediakan minum untuknya. Mereka terus bekerja sampai mengantuk. Tapi mereka tidak menyerah.


“Akhirnya selesai!” teriak kakak lalu mengajak mereka tos. “Liao Dan Yi, adikku, terima kasih.” Mu Xi lalu bertanya kenapa kakaknya tiba-tiba berubah. Dan Yi mengatakan bahwa seseorang yang rapuh pun akan menjadi kuat untuk melindungi sesuatu yang lebih rapuh lagi. Kakak lalu menyuruh mereka mengobrol, sedangkan dia sendiri akan kembali tidur.


“Terima kasih. Sampai jumpa,” kata kakak sambil berjalan. Ia lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa dan langsung tertidur saking lelahnya.


Mu Xi menemui dinosaurus dan kuda, teman imajinasinya. Ia bertanya bagaimana caranya menolak orang yang tidak ia cintai. Kuda mengatakan bahwa cinta itu seperti pertempuran.


Xin Yi tampak berdiri sendirian di atap.


Dan Yi menghentikan langkah Mu Xi dan bertanya apa yang akan ia lakukan. Mu Xi bilang kalau Dan Yi tidak perlu tahu. “Karena kau membantu kakakku, sekarang aku akan membantumu. Diam dan ikut aku,” kata Mu Xi yakin.


Xin Yi terkejut karena melihat Dan Yi dan Mu Xi datang bersama. Ia bertanya apa yang Mu Xi lakukan disana. Mu Xi tersenyum.


Mu Xi: “Guan Xin Yi, apa kau mencintai Liao Dan Yi?”
Xin Yi: “Itu bukan urusanmu.”
Mu Xi: “Hari ini, aku memanggilmu kesini untuk memberitahukan hal ini kepadamu. Hubungan kalian berdua tidak mungkin. Karena Liao Dan Yi… Dia mencintaiku!”


Dan Yi + Xin Yi: “Apa?!”


Mu Xi lalu berkata bahwa sejak mereka berumur satu tahun, ibunya sebelum bekerja selalu menitipkannya di rumah Dan Yi. “Dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama. Ini sangat menyedihkan. Selama sepuluh tahun ini, dia selalu mengejarku,” kata Mu Xi.


Dan Yi ingin mengatakan sesuatu, tapi Mu Xi menyuruhnya diam. Ia mengatakan bahwa setiap pagi, Dan Yi selalu menjemputnya di rumah dan mengajak berangkat sekolah bersama. Mu Xi mengarang cerita bahwa karena Mu Xi terus menolaknya, Dan Yi malah mulai membuatkan makanan bekal untuknya.


Xin Yi sangat shock. Tubuhnya hampir terjatuh karena lemas.


Dan Yi tidak habis pikir dengan cerita karangan Mu Xi, tapi ia tidak bisa mengatakan apa-apa.


Mu Xi berkata pada Dan Yi,  “Katakan padanya, seberapa besar kau mencintaiku.” Ia kemudian mengatakan pada Xin Yi bahwa jika ia tidak menerima cinta Dan Yi, maka Dan Yi tidak akan pernah menerima gadis lain.


Mu Xi: “Katakan padanya. Jelaskan padanya. Beritahu dia. Beritahu Guan Xi betapa kau mencintaiku. Katakan.”
Dan Yi: “Aku cinta padamu.”
Mu Xi: “Tapi kenapa kau mencintaiku?”
Dan Yi: “I..mut.”
Mu Xi: “Omong kosong! Itu karena aku cantik.”


Dan Yi berusaha menahan emosinya dan berkata, “Aku cinta padamu, cantik.”


Xin Yi tiba-tiba merasa lemas dan napasnya sesak. Ia tidak bisa mengucapkan apa-apa. Dia mengatur napasnya dan berusaha menenangkan dirinya. “Sial!” teriaknya lalu pergi meninggalkan atap.


Mu Xi sangat senang karena masalahnya sudah terselesaikan.


Dan Yi merasa dirinya telah melakukan kesalahan karena mempercayai Mu Xi dapat menyelesaikan masalahnya. [crstl]