Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 13 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 14 Part 1

Dan Yi sedang menemui dokter dan melihat Mu Xi mencari perhatian dengan melakukan senam di depan pintu. Dan Yi akhirnya menyuruh Mu Xi masuk. Dan Yi bertanya pada dokter bagaimana keadaan neneknya.


Dokter bilang keadaannya juga sangat sulit bagi mereka. Perawat bilang kalau nenek sering berkhayal tingkat tinggi dan membuat rumah sakit menjadi kacau. Perawat juga mengatakan kalau tubuh nenek suka memar, karena sering berlari.
Flashback..


Perawat bercerita kalau nenek kerap kali menolak untuk diperiksa dokter dan melarikan diri. Nenek juga suka berebut barang dengan perawat.


Nenek juga suka mengomeli temannya yang bernama Yang Yang, yang suka berlari kecil mengelilingi pohon. Ia terus mengomel sampai Yang Yang pergi.


Di lain waktu, nenek mengajak temannya menggosipkan teman mereka yang sudah tua tapi membeli jas berwarna pink. Nenek terus saja mengomel, tapi temannya tidak merespon. Nenek kemudian pergi.


Dan ternyata temannya yang membeli jas pink juga ada disana dan mendengar nenek menggosipkannya. (haha..)


Di lain waktu, nenek menyuruh temannya yang bernama Zhao untuk duduk dan menyerahkan sebuah surat yang berisikan informasi bahwa Zorro adalah pahlawan penting dan mewakiliki keamanan masyarakat. Nenek meminta Zhao agar menjaga surat itu baik-baik dan seseorang akan segera menghubungi Zhao.


Mu Xi berkata, “Bagaimana mungkin ada nenek seperti itu? Sulit untuk berteman dengannya.” Dan Yi menatap Mu Xi dengan kesal. “Kenapa kau melihatku?” tanya Mu Xi. Dan Yi bilang Mu Xi tidak berhak bicara seperti itu.


Dan Yi memperhatikan nenek yang masih memandang sinis pada Mu Xi, tapi Mu Xi seolah tidak peduli. Mu Xi menyuruh nenek makan, tapi nenek diam saja. “Baiklah, aku akan makan duluan,” kata Mu Xi. Nenek memukul mejanya sampai sumpit Mu Xi terlepas dari tangannya karena terkejut.


Nenek bilang selapar apapun, harus menunggu orang yang lebih tua mengangkat sumpitnya. Nenek juga menyuruh Mu Xi agar duduk dengan tegak. Nenek memukul Mu Xi dengan sikatnya, ketika melihat Mu Xi tidak bisa menggunakan sumpit dengan benar. Mu Xi juga diberitahu kalau sayuran harus dimakan lebih dulu baru daging.


Dan Yi tersenyum senang melihat Mu Xi terus dimarahi. Nenek sampai bilang kalau tidak akan ada keluarga yang akan menerima Mu Xi sebagai menantunya.


“Aku kenyang!” kata Mu Xi sambil mengangkat tangannya. Nenek bilang tidak boleh menyisakan makanan. Alhasil Mu Xi harus memakan sisa makanan yang masih ada di atas piringnya. Nenek bahkan memindahkan sayuran miliknya ke piring Mu Xi.


Mu Xi dan Dan Yi membantu membersihkan kamar nenek. Nenek lalu menghampiri Dan Yi dan berkata, “Paman Wang, keluarganya Xiao Zi, baru tiga bulan dia menikah tapi sudah depresi. Ia melompat dari lantai enam. Kudengar itu karena istrinya yang tidak setia.”


Dan Yi: “Apa yang ingin nenek katakan?”
Nenek: “Aku hanya ingin mengatakan padamu, kalau pasangan yang salah akan menghancurkan pria selamanya.”


Nenek terus mengomel, sedangkan Mu Xi menemukan sebuah kotak berwarna emas dari lemari kecil nenek. Mu Xi lalu bertanya pada nenek kotak apa itu dan berkata kalau dia tidak bisa membukanya.


Nenek merebut kembali kotaknya dan mengatakan bahwa Mu Xi tidak bisa membuang kotak itu selama ia masih memiliki nafas. Nenek memukuli Mu Xi dan tidak mempedulikan perkataan Mu Xi bahwa dia tidak mau mengambil kotak itu. Dan Yi berusaha melerai mereka.


Nenek malah karena menganggap Dan Yi membela Mu Xi. Nenek memukul mereka berdua dan mengusir mereka keluar. “Nenek!” panggil Dan Yi. Tapi nenek langsung menutup pintunya. Terpaksa mereka harus pergi.


Mu Xi mengeluh kenapa nenek Dan Yi membencinya padahal dia adalah gadis yang cantik. Dan Yi mengatakan kalau nenek sangat menyukai anak muda, jadi dia tidak tahu kenapa nenek bisa membenci Mu Xi. Mu Xi bilang itu karena nenek tidak melihat hatinya yang baik. Ia ingin kembali menemui nenek, tapi Dan Yi melarangnya.


Dan Yi bilang ia akan membeli obat dulu untuk neneknya dan menyuruh Mu Xi menunggu saja disana.


Di kamarnya, nenek sedang termenung. Ia kemudian menatap kotak emasnya dan mengambilnya. Nenek lalu membuka kotak itu.


Di dalamnya terdapat sebuah gelang giok yang dibungkus sapu tangan. Nenek menatap gelang itu, lalu menyimpakannya kembali dengan rapi.


Di dalamnya juga terdapat sebuah surat dan nenek membacanya sambil menangis. Nenek lalu mengambil sprei putih dari lemarinya.


Mu Xi stres sendiri. Ia memujinya sendiri bahwa dia cantik dan imut. Ia pun bertanya pada dokter yang lewat apakah dia manis. “Ya, kau cantik,” jawab dokter. Mu Xi bersemangat. Ia memberikan pot bunganya pada dokter dan pergi.


Mu Xi kembali ke kamar nenek, tapi nenek tidak ada disana. Mu Xi lalu membaca surat yang sebelumnya dibaca nenek. “Sayang, semoga surat-surat ini mengingatkanmu padaku. Meski kita terpisah jauh, tapi aku membaca suratmu setiap saat. Tanggal 13 Maret adalah ulang tahun pernikahan kita, aku akan selalu ingat bahwa hari itu kau terlihat sangat cantik dalam balitan gaun pengantinmu.” Itu ternyata adalah surat dari kakek.


“13 Maret? Bukankah itu hari ini?” gumam Mu Xi.


Dengan memakai seprai putih di kepalanya, nenek berjalan perlahan sambil membawa tanaman sebagai ganti buket bunganya. Teman-teman dan perawat menatapnya dengan heran.


Nenek membayangkan dirinya saat sedang menikah dengan kakek dulu.


Ketika teman-temannya sesama lansia, dan dokters erta perawat berkumpul di depannya, nenek menjatuhkan tanaman di tangannya.Nenek juga melepaskan seprai yang tadinya dipakai di kepalanya. Seorang perawat bertanya apa yang nenek lakukan dan menyarankan untuk menyuntiknya.


Mu XI lalu berlari sambil membawa pot bunga dan memberikannya pada nenek. Mu Xi memberitahu perawat kalau hari itu adalah hari pernikahan neneknya dan meminta perawat untuk mengambil beberapa foto pernikahan.


Perawat protes karena nenek memakai seprai, tapi Mu Xi bilang itu adalah gaun pernikahan yang modis. Orang-orang yang hadir setuju kalau gaun itu bagus dan bertepuk tangan.


“Nenek,” panggil Dan Yi yang datang sambil membawakan sebuah gaun pernikahan berwarna putih. Nenek terlihat senang.


Setelah mengganti pakaiannya, nenek berfoto bersama Dan Yi dan Mu Xi.


Nenek tersipu, ketika perawat yang membantu memotretnya memujinya cantik. Nenek dan Mu Xi tampaknya sudah berdamai.


Nenek sudah mengganti pakaiannya. Nenek diam saja ketika Dan Yi dan Mu Xi berpamitan. Mereka akhirnya pulang.


Setelah mereka pergi, nenek melihat hasil fotonya di ponsel dan tersenyum bahagia.


Zorro Dan Yi dan Elena Mu Xi terlihat bertemu di sebuah hutan bambu.


Elena lalu membuka topeng yang menutupi sebagian wajah Zorro. Suasana tampak romantis. Zorro meminta maaf karena selama ini menyembunyikan dirinya.


Tapi ternyata Elena malah marah dan memukul Zorro dengan menggunakan anggarnya. Mau tidak mau, Zorro harus berlari menghindar.


Mu Xi terbangun dari mimpinya. [crstl]