Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 16 Part 2

Seorang wanita bergaun biru yang indah tampak sedang berlari di tengah hutan, karena dikejar oleh sekelompok penjaga. Ia berlari ke sebuah perkemahan  yang gelap gulita. Tiba-tiba ada seseorang yang mengajaknya bersembunyi.


Para penjaga juga mengikuti wanita itu sampai di perkemahan dan tiba-tiba lampu  menyala dengan sangat terang. Mereka mulai menggeledah semua tenda yang ada disana.


Di dalam tenda itu terdapat Tiancheng, si penulis. Tiancheng bertanya apakah mereka membutuhkan jasa penulis, tapi sayangnya jadwal Tiancheng untuk bulan ini sangat padat dan meminta mereka datang lagi bulan depan.


Penjaga: “Kau siapa?!”
Tiancheng: “Semua orang memanggilku Master Bahasa. Tapi aku terlalu malas untuk memberitahu kalian nama lengkapku.”
Penjaga: “Sombong sekali. Bunuh dia!”
Tiancheng: “Bukannya tidak mau, tapi jika aku mengatakannya, itu akan membunuh kalian.”


Sambil menulis, Tiancheng menyebutkan nama aslinya, “Alex Black Kristin Dior Depp San Diego Fransisco Prometheus Alexander York Depp Wellington Alabama Washington”. Selama Tiancheng menyebutkan namanya, ketiga penjaga ambruk. “Tentu saja, kau bisa memanggilku Cheng.”


Tiga penjaga yang lain tampak memasuki tenda Shenwei. Ketika Shenwei mulai membacakan ramalannya, lampu berkedip-kedip dan angin berhembus kencang.


Xiaodong terlihat memakai baju tahanan dan berada di balik jeruji. Dia mengatakan kepada para penjaga bahwa dia tidak suka menyerang, tapi para penggemarnya berbeda. TV-TV kecil yang ada disana, lalu berkedap-kedip mengeluarkan sinar laser yang menyerang para penjaga.    


Dengan gagah, Dua Huang berdiri menyambut kedatangan para penjaga. Huang Nan berkata bahwa mereka hanya akan menggunakan satu kepalan tangan, namun hasilnya malah mereka bisa dikalahkan dengan mudah. Huang Yi berkata bahwa mereka harus mengeluarkan 50% kekuatan mereka, dan ternyata mereka kalah lagi. Dan ketika mereka menggunakan seluruh kekuatannya, mereka tetap saja kalah.


Ketika Dua Huang sedang ditendangi, datanglah Li Yao dan Ke Er. Dengan mudah, kedua perempuan itu mengalahkan penjaga. Dengan wajah babak belur, Dua Huang berdiri seolah merekalah yang berhasil mengalahkan para penjaga.


Xiaodong keluar dari selnya dan menyerang seorang penjaga dengan sinar laser dari tangannya.


Tiancheng juga menyerang mereka dengan menggunakan senjata api bertuliskan huruf China. Sedangkan Ke Er dapat mengeluarkan sinar ungu dari tubuhnya dan mengalahkan para penjaga dengan mudah.


Shenwei sama sekali tidak melakukan kekerasan untuk menghadapi para penjaga. Ia menggunakan kemampuan psikologisnya, sehingga akhirnya ketiga penjaga yang akan menyerangnya dapat menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah sebuah kejahatan. Mereka bertiga bertobat dan kembali ke kehidupannya sebagai orang biasa.


Setelah para penjaga dikalahkan, seorang pria bertopeng didampingi oleh Xin Yi dan temannya mendatangi arena sirkus. Ia berhasil mengalahkan Ke Er, Tiancheng, Dua Huang, Shenwei, dan Xiaodong dengan sangat mudah.


Kemudian Mu Xi bersayap malaikat turun dari langit. Ia berhasil menghalau semua serangan pria bertopeng.


Wanita bergaun biru yang ternyata adalah Shanqi tersenyum lega.


Seorang pria tampak sangat marah dan membanting beberapa lembar kertas yang ada di tangannya. “Apa-apaan ini?! Membuatku marah saja.”


Mu Xi bercerita kepada Kak Yihan, kalau dia baru saja mengirimkan naskah ceritanya kepada penerbit. Rupanya pria yang tadi marah-marah adalah pihak penerbit yang sedang membaca cerita Mu Xi.


Pria itu mengeluh siapa orang bodoh yang memberikannya naskah itu. “Aku,” kata seorang wanita yang ternyata adalah pemimpin redaksi. Pria itu langsung meralat ucapannya dengan mengatakan bahwa cerita Mu Xi sangat menakjubkan. “Cukup, cukup. Hentikan omong kosong itu. Inilah satu-satunya yang kupilih dari banyak karya lainnya. Periksa dengan cepat, lalu kembalikan padaku,” kata wanita itu lagi.


Kembali ke alur cerita yang ditulis Mu Xi. Mu Xi bersayap malaikat bercerita kalau Shanqi berasal dari Suku Keripik Pedas dan merupakan anak kepala suku. Shanqi bercerita kalau pria bertopeng itu adalah  Bos Jahat Liao Dan Yi yang membenci makanan junk food seperti keripik pedas.


Shanqi memberitahu kalau Bos Jahat Liao membuat Suku Keripik Pedas untuk memamakan makanan hijau yang hambar. Mu Xi lalu berkata, “Tidak masalah. Yezi ada disini. Aku akan menyelamatkan semua orang.”


Shenwei lalu berkata kalau ia mendapatkan informasi dari penjaga yang bertobat, bahwa Bos Jahat Liao akan kembali menyerang dalam tiga hari. Mereka lalu bertekad walaupun kekuatan mereka tidak bertambah kuat, mereka tetap punya moral untuk melawan kejahatan.


Mu Xi: “Apakah kalian masih ingin bersembunyi?!”
Yang lain: “Tidak!”
Mu Xi: “Dengarkan perintahku! Waktunya makan!”
Yang Lain: “Baik!”


Shanqi kebingungan, karena mereka malah makan di saat genting seperti ini.


Seperti biasa, mereka makan dengan menggunakan hotpot. Salah seorang bertanya apakah mereka pantas makan seperti itu, padahal ada Bos Jahat Liao yang akan menyerang mereka. “Semuanya, ingatlah untuk berlatih. Keahlian unik kalian harus semakin dikuasai,” kata Mu Xi.


Di belakang mereka, tampak Xin Yi dan temannya yang memakai pakaian lusuh ikut makan sambil berdiri.


Shanqi: “Kenapa Bos Jahat Liao ingin menghancurkan Desa Fantasi kita?”
Ke Er: “Nona Juli, kau mungkin tidak tahu. Sebenarnya Liao adalah anggota Desa Fantasi kami. Dia dan Yezi bersayap yang membuat desa ini dengan tangan mereka sendiri. Tapi kemudian, dia mengkhianati tempat ini. Dia mengklaim bahwa dia akan menyerang kita dan menghancurkan kita. Sejak itu, Ye bersayap memulai perjuangan panjang untuk melawannya.”


Sementara itu, Xin Yi dan temannya terus saja mengambil makanan dari makanan yang ada di meja.


“Di masa lalu, mereka sangat berteman dekat,” kata Ke Er. Shanqi kemudian memperhatikan Mu Xi yang sedang menikmati makanannya.


Mu Xi lalu memperkenalkan Shanqi kepada Dua Huang yang merupakan ilmuwan kembar di Desa Fantasi yang pandai menciptakan sesuatu. “Ini adalah air ajaib. Minumlah dan wajahmu akan tetap cantik. Ingin mencobanya?” kata Huang Nan. Mu Xi bilang dia sudah cukup cantik.


Shanqi memperhatikan air ajaib pemberian Huang Nan. Ia mencium aromanya, lalu tersenyum. Kemudian, Mu Xi membawanya ke tempat Superstar Xiaodong.


Mu Xi berkata kalau Xiaodong-lah yang bertanggung jawab atas makan malam mereka tadi. “Hai,” sapa Xiaodong. Berikutnya, mereka pergi ke tenda peramal Shenwei.


Shenwei: “Tanda bintang, horoskop, pernikahan, sangat akurat.”
Shanqi: “Baik.”
Shenwei: “Berikan aku tangan kananmu.”
Shanqi: “Baik.”
Shenwei: “Hubungan.”


Mu Xi lalu memberikan tangannya juga. Shenwei menyebutnya bintang yang sepi, tapi berkata kalau terlihat sebuah hubungan juga di tangan Mu Xi. “Kita akan memiliki hubungan bersama,” kata Shenwei sambil tersenyum.


Xin Yi dan temannya yang berpakaian lusuh masih berusaha mengambil makanan di atas meja. Tapi kemudian Mu Xi datang dan mengusir mereka. Mu Xii berkata kalau mereka hanya boleh memakan makanan yang sudah jatuh ke tanah.


Mu Xi lalu memberitahu Shanqi kalau kedua orang itu adalah pengemis yang bernama He dan Guan. “Mereka tidak melakukan apapun, kecuali mengambil makanan. Aku tidak bisa menyingkirkan mereka,” kata Mu Xi.


Mu Xi lalu mengambil selembar roti tawar dan memanggil pengemis He dan Guan yang langsung datang dan terlihat sangat senang. Setelah cukup, Mu Xi pun mengusir mereka lagi, “Pergi, pergi.”


Setelah itu, Shenwei menunjukkan sebuah batu keberuntungan yang bisa membuat orang yang menyentuhnya akan merasakan bakatnya. Shenwei meminta Shanqi mencobanya. “Batunya semakin cerah, sepertinya dia sangat berbakat,” kata Shenwei setelah Shanqi memegang batunya.


Shanqi tampak terpukau. Tiancheng bilang ia belum pernah melihat warna azure seperti itu. “Azure berarti menunggu hujan,” kata Shenwei. Tiancheng berkata kalau mereka sudah menunggu Shanqi sejak lama.


Shanqi: “Jadi aku sangat mengagumkan?”
Shenwei: “Ya.”
Shanqi: “Bagus! Aku bisa membantu kalian mulai sekarang! Nah, kemampuan magis apa yang bisa kukembangkan?”


Shenwei: “Lambang ini tidak cocok dengan magis apapun. Jadi kau sama sekali tidak bisa membantu kami.”
Shanqi: “Tapi kau bilang aku sangat luar biasa!”
Shenwei: “Karena warnanya murni dan tidak terkontaminasi. Jadi sangat luar biasa!”
Shanqi: “Nah, dimana aspek kedahsyatannya?”
Shenwei: “Ini adalah pertama kalinya aku melihat gadis yang tidak berguna sepertimu.” (hahaha..)