Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 16 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 17 Part 1

Shanqi mencurahkan isi hatinya kepada Mu Xi. Ia berharap bisa menguasai keterampilan seperti orang lain di Desa Fantasi. Ia berharap bisa terbang seperti Mu Xi. “Baik. Setelah delapan atau sembilan tahun belajar, kau bisa terbang juga,” kata Mu Xi santai. Shanqi bilang itu tidak mungkin, karena dia tidak punya sayap.


Mu Xi bilang tidak perlu punya sayap untuk bisa terbang, karena dia terbang hanya dengan seni Monke King. “Sayap ini hanya hiasan, kau ingin mencobanya?” kata Mu Xi sambil melepaskan sayapnya dan memberikannya pada Shanqi.


Shanqi kemudian menemui Xiaodong di selnya dan bertanya apakah dia tidak kesepian disana sendirian setiap hari. “Apa yang disebut kesepian? Apa yang disebut kesendirian? Kau bisa melihatku tersenyum setiap hari. Tapi kau tidak bisa melihat ketidakberdayaanku, masalahku, kebingunganku. Betapa aku berharap bisa menjadi seperti kalian,” kata Xiaodong.


Xiaodong juga bilang kalau ia ingin menghirup udara dengan bebas, berjalan di pantai, ataupun mengumpulkan kerang. Tapi sayangnya dia tidak bisa keluar darisana, karena terus dikurung setiap hari. Tapi ketika Dua Huang datang dan mengatakan kalau makanan sudah siap, Xiaodong menggeser salah satu tiang di selnya dan keluar dengan mudah. Shanqi hanya bisa melongo dibuatnya.


Mu Xi melakukan rapat di tenda Shenwei dan mengingatkan kalau Bos Jahat Liao akan segera datang. Ia meminta Shenwei untuk meramal kapan mereka akan tiba dan berapa orang yang akan ikut datang.


Xiaodong diminta untuk menempatkan seluruh penggemarnya di berbagai sudut untuk mengetahui dari arah mana musuh akan datang. Xiaodong khawatir ia akan kehilangan semua penggemarnya. Mu Xi menyuruhnya tenang, karena ia bisa membelinya lagi. “Tapi, penggemarku orang sungguhan,” kata Xiaodong. Mu Xi tetap bilang itu bukan masalah.


Mu Xi meminta Dua Huang untuk mengatur alat peraga, sehingga bisa mengurangi jumlah musuh sesegara mungkin. “Tidak masalah,” kata Dua Huang percaya diri.


“Baik,” kata Li Yao dingin, saat Mu Xi memintanya membunuh semaksimal mungkin. Jawaban yang sama diberikan oleh Tiancheng dan Ke Er saat diberi perintah untuk menembak.


Kedua pengemis terkejut dan masyarakat Desa Fantasi terkejut, karena Mu XI mengatakan kalau mereka akan menjalankan tugas yang sangat penting. “Malam ini, kalian harus mendapatkan jamur jarum dan bumbu hotpot. Terima kasih,” kata Mu Xi.


Shanqi: “Bagaimana denganku?”
Mu Xi: “Tetap di belakangku. Aku akan melindungimu.”
Shanqi: “Tidak melakukan sesuatu?”
Mu Xi: “Jangan khawatir. Kau akan segera memasuki panggung cepat atau lambat.”


“Baik, semuanya. Ayo kita pergi!” ajak Mu Xi. Semua mengangkat tangannya setuju dan penuh semangat.


Pengemis He mengatakan kalau semua orang sudah tertidur. Xin Yi bilang inilah saatnya menunjukkan identitas asli mereka dan mengajak He membacakan mantranya.


Setelah mantra dibacakan, sebuah pakaian yang bagus muncul di hadapan mereka. Mereka segera memakainya. Xin Yi juga menggunakan bedak agar coreng di wajahnya hilang 


Xin Yi dan He yang sudah berganti pakaian berlutut di hadapan Bos Jahat Liao. “Raja, Anda kesini. Ini berbahaya,” kata He dan Xin Yi. Bos Jahat Liao lalu membisikkan sesuatu kepada Xin Yi.


Hari berlalu, hari duel segera datang.


Mu Xi terbang sambil mengalahkan semua penjaga yang datang.


Tapi He bilang kalau semua yang Mu Xi lakukan itu sia-sia. Karena sebelumnya mereka sudah memberikan racun pada makanan Desa Fantasi.
Flashback..


He dan Xin Yi memberikan minuman yang sudah diberi racun kepada Shenwei di tenda ramalnya. Shenwei tersenyum senang.


He mengalihkan perhatian Dua Huang dan seolah akan mencuri. Mereka menghalau He, dan Xin Yi menggunakan kesempatan itu untuk memberikan racun ke dalam kopi mereka.


He datang ke sel Xiaodong dan berpura-pura meminta tanda tangannya. Xin Yi juga memberikan racun ke dalam kopi Xiaodong.


Xin Yi juga menambahkan racun ke dalam kopi Tiancheng yang sedang sibuk menjawab pertanyaan He tentang buku yang sedang dibacanya.


Shenwei maju dengan percaya diri dan mengatakan bahwa dia sudah tahu kalau He dan Xin Yi adalah mata-mata sejak hari pertama mereka datang.


Ternyata setelah menerima minuman dari Xin Yi, Shenwei juga memasukkan penawar racunnya. Ia menghirup aromanya dan meminumnya tanpa masalah. Shenwei juga memasukkan penawar racunnya ke minuman teman-temannya. “Jadi, tak ada satu pun dari kita yang diracuni,” kata Shenwei.


Mereka semua siap menyerang, tapi kemudian mereka semua merasa sakit perut. Shenwei bingung, karena dia yakin sudah memberikan penawar racunnya.


Hanya Shanqi yang tidak sakit perut, tapi dia terlihat kebingungan. “Apakah ini karena..” kata Huang Nan.
Flashback..


Shanqi memberikan keripik pedas, makanan sakral di sukunya, kepada Tiancheng. Ia emminta Tiancheng menutup matanya dan merasakannya perlahan. “Bukankah itu bergoyang pedas di mulutmu? Seolah ada malaikat yang terbang mengelilingimu,” kata Shanqi. Tiancheng sangat menikmati keripik pedasnya.


Dan Shanqi memberikan keripik pedas itu kepada semua warga Desa Fantasi dan mereka sangat menyukainya.


“Apakah karena keripik pedas itu?” gumam semua warga Desa Fantasi. Shanqi merasa bersalah.


He mengatakan kalau Mu Xi juga harus bersiap untuk mati. Tapi tiba-tiba perutnya juga sakit. “Nona Xin Yi, kita…”
Flashback..


He dan Xin Yi juga mencoba keripik pedas milik Shanqi. Mereka mengakui kalau makanan itu sangat enak.


“Kami juga makan keripik pedas!” teriak He. Xin Yi juga menangis lalu ambruk.


“Sekarang hanya kau dan aku yang tersisa,” kata Bos Jahat Liao.


Xin Yi terbang begitu juga dengan Liao. Mereka mulai saling mneyerang dengan kekuatannya masing-masing. Liao menyuruh Mu Xi menyerah sebelum terlambat. Ke Er berusaha membantu Mu Xi, namun Xin Yi menyerangnya. Xin Yi pun berusaha membantu Ke Er dan perhatiannya terbagi, Liao berhasil menyerangnya.


Mu Xi balas menyerang dan membuat topeng Liao terlepas.


Duel kembali berlanjut dengan suit dan saling mengeluarkan laser dari jarinya. Pertarungan mereka berlangsung selama tiga hari tiga malam.


Liao kembali menyuruh Mu Xi menyerah dan dia akan menghancurkan Desa Fantasi dengan tangannya sendiri.


Shanqi yang berada tepat di belakang Mu Xi, memintanya agar tidak menyerah. “Itu tidak berguna,” kata Liao. “Aku tidak pandai. Aku tidak berguna. Aku hanya membawa masalah untuk semua orang. Tapi selama aku bisa sedikit membantu, aku akan menyumbangkan semua kekuatan untuk ini!” kata Shanqi.


Shanqi menyentuh tubuh Mu Xi, dan teman-teman yang lain melakukan hal yang sama. Mereka semua mentransfer kekuatan mereka untuk Mu Xi. “Lihat, Liao Dan Yi. Kau tidak akan bisa mengalahkanku, karena kau selalu sendirian. Tapi aku punya teman-temanku! Aku memiliki seluruh dunia!” kata Mu Xi.


“Mustahil!” kata Dan Yi. Kemudian terjadi ledakan besar.


Tidak lama kemudian, terlihat Liao yang sedang tertidur dengan nyenyak. Ia lalu membuka matanya dan melihat Mu Xi yang ada di hadapannya. “Kau siapa?” tanya Dan Yi.


“Apa kau tidak ingat namamu?” tanya Mu Xi. Liao menggelengkkan kepalanya. “Darimana asalmu?” Liao menggeleng lagi.


Warga Desa Fantasi saling berpandangan bingung. Mu Xi berkata, “Tidak masalah. Mulai sekarang, kau akan tinggal bersama kami. Ingat nama barumu, Baby Liao.”


Mu Xi mengajak Liao berdiri. Warga Desa Fantasi langsung menyambutnya dengan suka cita dan memanggilnya Baby Liao.


Liao menyapa mereka dengan bahagia, “Halo, semuanya. Aku Baby Liao.” Warga yang lain pun memperkenalkan diri mereka masing-masing. 


Mereka saling berpelukan dan berjabat tangan menyambut anggota baru di keluarga besar mereka. Dan tiba-tiba Xiaodong datang sambil membawa hotpot.


Xiaodong: “Ayo makan hotpot bersama.”
Mu Xi: “Superstar Xiaodong? Darimana saja kau?”
Xiaodong: “Aku melihat semua orang membantuku. Jadi aku merasa bahwa bantuanku tidak diperlukan. Jadi aku pergi untuk mendapatkan bumbu hotpot. Ayo kita makan hotpot bersama.”
Huang Nan: “Makanan, daging, dan sayur!”


Desa Fantasi mendapatkan kembali perdamaian mereka, karena Bos Jahat Liao sudah kehilangan ingatannya dan hidup bahagia sebagai Baby Liao.


Editor menemui Pemimpin Redaksi dan mengatakan kalau ia sudah selesai membaca cerita yang kaya akan nilai di dalamnya. Pemimpin redaksi meminta editor untuk menghubungi penulis untuk menjadikannya kartun.


PemRed: “Pernahkah dia berpikir untuk membuat The Big Boss menjadi serial?”
Editor: “Tapi… tapi kartun yang pernah aku baca…”
PemRed: “Ah.. Yang ini, aku hanya membaca satu halaman. Aku meletakkannya di meja kerja untuk mengingatkanmu. Di masa depan, jangan sampai cerita seperti ini muncul di hadapanku. Gaya melukisnya sungguh membuatku tidak tahan.”
Editor: “Baik.”


Kak Yihan datang ke kamar Mu Xi dan menyuruhnya berhenti bekerja, karena makan siang. Mu Xi bertanya apakah ada yang datang mencarinya, karena ia yakin ia akan segera dihubungi setelah pihak penerbit membaca ceritanya.


Mu Xi yakin akan menghasilkan banyak uang dan akan mengajak Kak Yihan makan hotpot di seluruh dunia. Kak Yihan akhirnya memperbolehkan Mu Xi melanjutkan gambarnya sebentar lagi dan akan menunggunya di bawah untuk makan bersama.


He dan Xin Yi dengan pakaian compang-camping, terlihat berada di dalam hutan. “Kapan kita akan keluar dari hutan ini? Kenapa aku merasa kita terus kembali ke tempat yang sama?” tanya He.


Xin Yi bilang kalau suatu hari ia akan membuat Bos Jahat Liao mengingat kembali siapa dirinya. He menyuruhnya tenang, karena Xin Yi belum sembuh dari cedera batinnya. Xin Yi lalu memegang perutnya yang masih terasa sakit.


“Aku sangat marah!” kata Xin Yi.


Dan Yi: “Ye Muxi, apa yang kau gambar?”
Mu Xi: “Sebuah cerita bahwa seorang pahlawan mengalahkan bos jahat.”


Dan Yi: “Bisakah aku menggambar denganmu?”
Mu Xi: “Baik. Mari kita buat cerita ini bersama-sama. Dan sampaikan pada semua anak”


Tapi seorang pria datang dan menyobek buku gambar Dan Yi. Ia menyuruh Dan Yi kembali belajar dan melarangnya menggambar lagi.


Mu Xi menunggu Dan Yi,“Kenapa Liao Dan Yi masih belum sampai disini? Baiklah aku akan menggambar sendiri”


Dan sejak saat itu, Mu Xi menciptakan teman imajinasinya sendiri.