Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 8 Part 2

“Kau disini. Aku tidak tahu kenapa. Tapi ini baru saja terjadi,” kata Shanqi pada seseorang yang belum terlihat. Shanqi melanjutkan ceritanya bahwa suatu hari saat pulang sekolah, ia melihat Xiaodong duduk di kelas. 


Shanqi melihat Xiaodong dari kursinya dan berpikir untuk menghampiri dan bicara dengannya. Ada mug di ujung meja Xiaodong. Shanqi akan berpura-pura terkilir dan menjatuhkan mug itu.


Shanqi kemudian berpura-pura minta maaf dan membereskan pecahan kaca. Ia berandai-andai, tangannya akan bersentuhan dengan tangan Xiaodong. Dan ketika tangannya terluka karena pecahan mug, ia berharap Xiaodong akan memberi perhatian padanya.


“Lalu aku akan meminta maaf pada Xiaodong dan mengajaknya minum teh bersama. Aku akan membelikan mug baru untuknya,” cerita Shanqi.


Dalam imajinasinya, Xiaodong berkata bahwa Shanqi tidak perlu mengganti mugnya. Ia juga berharap bahwa mereka akan berkencan.


Kemudian giliran Xiaodong. Ia bercerita bahwa Shanqi bukanlah pembohong yang hebat. Ia sudah bisa menebak rencana Shanqi. “Jika dia ingin bicara denganku, dia tidak perlu memecahkan mugku. Sebab itu edisi terbatas dan harganya cukup mahal .”


Shanqi yang bersikeras mengganti mugnya, menjadi sangat terkejut saat mengetahui harga mugnya dari internet. Shanqi kebingungan karena harga mug itu sama dengan uang sakunya selama satu bulan.


Shenwei kemudian mengakui bahwa dia menjual mug palsu kepada Shanqi. Ketika melihat kejadian mug pecah itu, ia yakin Shanqi akan membelinya. Karena dia suka ramalan, ia yakin kalau pecahnya mug itu adalah sebuah trilogi hubungan. Harga mug palsu itu sebenarnya sangat murah, dan dia masih punya 2 lagi. Dia bahkan memberikan bonus gelang untuk setiap pembeliannya.


Seorang siswa perempuan bilang kalau ia tidak tahu tentang pecahnya mug itu. Saat ditanya, apa yang dia lakukan kemarin, dia minta wajahnya di-blur, lalu mengatakan bahwa dia pergi ke ruangan Direktur Yan untuk menulis sesuatu.


Dua Huang bilang mereka melihat kejadian pecahnya mug itu. Mereka melihatnya sebagai peluang bisnis. “Jika kau ingin dekat dengan seseorang, pecahkan mugnya.” Sejak mereka menyebarkan ‘chat mug’, banyak yang memecahkan mug demi dapat dekat dengan orang yang disukainya.


Tapi hal itu tidak berlaku untuk Xin Yi. Ketika mug-nya pecah, Xin Yi sangat marah. Dia tidak mau menerima mug yang baru, karena ia sangat menyukai mug-nya. Ia menyuruh orang yang memecahkan mug-nya untuk menyatukannya kembali.


Dua Huang mengeluarkan tempat minum mereka. Yang satu mengatakan, bahwa dia akan selalu menyembunyikan tempat minumnya. Dan yang satu lagi bilang kalau tempat minumnya terbuat dari stainless steel jadi sulit dipecahkan.


Mu Xi tampak menatap Dan Yi dengan penuh perasaan. Dia meminta Dan Yi agar tinggal bersamanya. “Tidak,” jawab Dan Yi. Mu Xi terus membujuknya dan mengatakan bahwa dia sangat bahagia jika lebih dekat dengan Dan Yi. Dan Yi tetap menolak.


Ternyata Mu Xi ingin lebih dekat dengan Dan Yi agar bisa mencontek tugas. Karena tidak diperbolehkan, dia akhirnya pergi.


Mu Xi menemui Shanqi dan mengatakan kalau ia gagal. Shanqi sekarang merasa khawatir, karena mereka bisa gagal dalam ujian Bahasa Inggrisnya.Mu Xi memikirkan sesuatu. Xiaodong juga bilang kalau ia tidak punya ide apa-apa, karena seluruh waktunya digunakan menyanyi dan menari.


Ide Mu Xi adalah dengan membuat contekan. Shanqi dan Xiaodong menirunya. Mu XI kemudian berjalan dan melihat dua siswa yang juga sedang membuat contekan.


Mu Xi: “Apa kalian mau mencontek? Aku ikut.”
Shanqi: “Aku juga.”
Xiaodong: “Dan aku.”


Rencana Mu Xi untuk menyimpan kertas contekanny, yang pertama adalah di balik label botol air mineral.


Kedua, di handuk.


Ketiga, di kotak pensil.


Xiaodong akan menyembunyikan kertas contekannya di kedua tangannya.


“Aku di kipasku,” kata Mu Xi.


Shanqi bilang dia akan menyembunyikannya di bajunya. Mereka kemudian bertekad agar mencontek dengan benar.


Guru masuk dan menyebutkan peraturannya, “Simpan kotak pensil kalian. Tidak ada makanan dan minuman. Buang minumanmu.


Murid calon penyontek putus asa.


Dengan tenang, Dua Huang mengumpulkan lembar kosong dan pergi keluar kelas.


Mu Xi kebingungan. Ia berpura-pura menjatuhkan pulpennya, lalu Shanqi memberikannya selembar kertas.


Kertas itu bertuliskan ‘aku tidak tahu’.


Xiaodong juga menerima kertas dengan tulisan yang sama.


Mereka bertiga menjatuhkan kepalanya ke atas meja.


Dan Yi membagikan lembar ujian mata pelajaran Direktur Yan.


Direktur Yan mengatakan bahwa jawaban yang salah itu sangat buruk.


Mu Xi membayangkan dirinya sedang berada di Pengadilan.


Mu Xi dan kelima temannya menjadi terdakwa. Mereka dituntut atas penyalahgunaan sejarah ujian Bahasa Inggris.


Xu Zhimo, kakak Mu Xi, berperan sebagai jaksa. Ia bilang Mu Xi terlalu nakal dan bertindak terlalu jauh. Contohnya adalah ketika ada pertanyaan tentang 4 tokoh terkenal di Dinasti Tang, jawaban Mu Xi adalah Harry Potter dan Hermione.


Mu Xi merasa malu dan Shanqi menghiburnya.


Guru Wu berdiri dan memperkenalkan dirinya sebagai Isaac Newton dan seseorang melemparkan apel padanya. Newton bilang ia adalah perwakilan Matematika, Fisika, dan Kimia. Ia selalu menganggap kalau ilmu pengetahuan modern adalah yang terbesar, namun para terdakwa merusaknya.


Juru tulis memberikan contoh jawaban Shanqi untuk soal ujian Biologi. “Apa yang akan terjadi saat kamu meletakkan pati dan yodium bersama? Jawabannya roti. Apa kau sangat lapar?!”


Para penonton sidang tidak habis pikir dengan jawaban Shanqi. Ditambah jawaban Shanqi untuk soal kimia pun sangat aneh. Hakim yang diperankan oleh Direktur Yan mempersilakan jaksa berikutnya bicara.


Han Memei dan Li Lei berdiri bersamaan dan berkata dengan marah, We’re not fine!” (crstl)