Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 9 Part 1

Han Meimei dan Li Lei sangat marah karena Mu Xi tidak bisa mengerjakan soal ujian Bahasa Inggris dengan benar.


Juri tulis juga membacakan jawaban Bahasa Inggris Dua Huang yang sangat jauh dari kebenaran.Tapi mereka sepertinya tidak merasa bersalah sedikitpun.


Li Lei sedih karena dia selalu berada di sisi Mu Xi, tapi Mu Xi terus mengecewakannya.


Juri tulis membacakan soal sejarah. “Putri mana yang menikah dengan Srongtsen Gampo? Jawaban Mu Xi adalah Putri Salju.” Juru tulis bilang Mu Xi terlalu banyak menonton kartun.


Hakim merasa miris dengan kelakuan pada terdakwa. “Terdakwa, kalian tidak bisa lolos hari ini. Sekarang aku umumkan bahwa....”


“Tunggu,” kata Dan Yi memasuki ruang sidang.


Dan Yi berdiri di depan para terdakwa dan mengatakan bahwa dia adalah pengacara untuk keenam terdakwa itu. “Meskipun mereka berbuat buruk, tapi mereka memiliki alasannya sendiri.” 


Dan Yi terus menyampaikan pembelaannya dengan sepenuh hati.


Juru tulis berdiri dan berkata bahwa buat apa mereka diberi kesempatan. Di kelas para terdaakwa terlalu banyak yang gagal dalam ujian tengah semester. Sedangkan di kelas satu, hanya juru tulislah yang gagal.


Juri tulis kemudian berdiri di kursi terdakwa dan memohon kepada hakim agar diberi kesempatan lagi, karena saat ujian sebelumnya perutnya sedang sakit.


Imajinasi Mu Xi berakhir.


Direktur Yan menjelaskan bahwa siswa yang gagal dalam empat ujian, akan mendapatkan pengawasan. Mu Xi bertanya berapa banyak ujiannya yang gagal pada Dan Yi. “Tidak usah bertanya.Kau gagal 7,” kata Dan Yi.


Dan beberapa siswa lain yang juga gagal dalam  ujian.


Kemudian Direktur Yan mengatakan bahwa Kepala Sekolah memberikan mereka satu kesempatan lagi. “Akan ada pemeriksaan dalam 6 hari. Semua siswa yang gagal dalam ujian harus menghargai kesempatan ini. Jika tidak, hahaha...” Direktur Yan lalu meninggalkan kelas.


Dan Yi berkata bahwa para siswa yang gagal akan belajar bersama seseorang.”Siapa orang itu? Kami bisa belajar sendiri!” Namun ternyata teman yang lain malah memohon kepada Dan Yi agar membantu mereka, karena jika gagal lagi mereka bisa dikeluarkan dari sekolah.


Mu Xi: “Aku tahu kau akan mengajak kami belajar. Tetapi kenapa kakakku?”
Dan Yi: “ Kau adiknya, bagaimana bisa kau tidak tahu. Dia memiliki nilai tertinggdi di kota tahun lalu.


Mu Xi sangat terkejut. Dan yi melanjutkan penjelasannya, “Dia adalah yang terbaik diantara semua siswa terhebat.”


“Dan Yi,low profile.. low profile. Itu hanya rumor,” kata Kak Yihan dengan nada bangga pada dirinya sendiri. Dan Yi meminta Kak Yihan untuk membuktikannya pada mereka. Kak Yan berdiri dan berkata kalau dia akan menunjukkan beberapa metode pemecahan masalah.


Kak Yihan menjelaskan bahwa mereka harus rajin dan menggunakan hatinya untuk meresap setiap pelajaran. Kak Yihan mulai beraksi. Dia melemparkan pulpennya dengan sembaran ke depan lembar soal.


Dan Yi bilang semua jawaban yang tercoret dari pulpen yang dilempar itu benar semua. Hahaha...


Mu Xi dan teman-temannya ikut mencoba. “Gunakan hatimu dan lempar,” kata mereka. Namun tidak ada yang berhasil. Dan Yi kemudian berkata kepada Kak Yihan bahwa mereka tidaka kan berhasil jika menggunakan cara itu.


Kak Yihan lalu mengatakan metode berikutnya yang lebih sederhana, yaitumelakukannya dengan cepat. Tapi yang dicontohkan Kak Yihan, malah mengambil makanan dengan cepat dan memasukkannya ke dalam mangkok. Mereka semua kemudian menirukannya.


Dan Yi menatap mereka dengan heran. Apalagi ketika melihat mereka menangis karena makanannya sangat enak. “Bukankah seharusnya kita latihan?” gumam Dan Yi.


Akhirnya Dan Yi mengambil alih dan menyuruh Kak Yihan beristirahat, karena dia sudah banyak membantu. Sekarang semua murid sudah memegang kertas soal.


Semakin lama Dan Yi menjelaskan, mereka semakin terlihat tidak peduli.


Shanqi malah terus memperhatikan Xiaodong.


Ada yang menggambar di wajah temannya yang sedang tertidur.


Hanya Mu Xi yang masih mendengarkan soal yang dibacakan oleh Dan Yi. Tapi ketika disuurh memilik jawaban A, B, C, atau D, Mu Xi malah menjawab “M”.  Dia sedang berusaha agar matanya tidak terpejam. 


Dan Yi tidak menyerah dan masih terus meminta Mu Xi menjawab soalnya. Tapi Mu Xi terus menjawab, “M.”


Kelima teman yang lain sudah tertidur nyenyak.


Tapi Mu Xi tetap terjaga dan masih belajar bersama Dan Yi.


Mereka kemudian menyadari, kalau mereka terlalu berdekatan. Jadi mereka menjauhkan diri mereka.


Dan Yi: “Apa kau merasakan udara dingin?”
Mu Xi: “Aku merasakannya.”
Dan Yi: “Sangat kotor.”
Mu Xi: “Aku setuju.”
Dan Yi: “Mari kembali ke soal ini.”


Keenam murid yang hampir gagal itu bersiap untuk menghadapi ujian mereka dengan penuh percaya diri. Ada yang yakin karena Dewa Ujian akan datang, ada yang ingin menjadi superstar, ada yang membaca puisi, dan yang terpenting...


“Karena kita punya contekan!” seru mereka. (hahaha...)


Dan Yi datang dan menyuruh mereka menghapus contekan itu. “Aku belum siap, bagaimana ini?” keluh mereka sambil berjalan masuk ke dalam kelas.


Keluar dari ruang ujian, mereka terlihat sangat senang.


Teman Xin Yi yang saat di pengadilan berperan sebagai juru tulis juga menarik napasnya lega. [crstl]