Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 8 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 9 Part 2

Terlihat seseorang yang memakai hoodie membuat graffity di dinding. Seteleh selesai, dia melempar kaleng cat semprotnya begitu saja, lalu pergi.


Xin Yi sedang berlari sambil menggerutu supirnya yang menabrak mobil lain. Sehingga ia harus berangkat ke sekolah sambil berlari dan terburu-buru. “Aku akan terlambat.”


Supir Xin Yi masih berusaha menyelesaikan masalah kecelakaan yang menimpanya. Yang membuatnya lebih khawatir adalah karena Xin Yi akan terlambat ke sekolah.


Tiba-tiba Dan Yi muncul dari persimpangan jalan sambil berlari. Sepertinya dia juga terlambat.


Xin Yi terpesona menatap Dan Yi yang sedang berlari di depannya. Dia mulai berimajinasi.


Xin Yi dan Dan Yi berlari menuju sekolah bersama-sama.


Xin Yi berandai-andai, “Jika siswa lain melihat mereka berlari bersama-sama akan mulai bergosip tentang hubungan mereka. Dan jika itu terjadi, apa kami akan mencoba berkencan?”


“Lalu akan tinggal bersama selamanya? Sekarang selangkah demi selangkah..”


Dan Yi berkata, “Sekarang karena semua sudah tahu, bagaimana kalau kita..” Kemudian mereka berpelukan dan terlihat sangat bahagia.


Kenyataannya yang terjadi adalah Xin Yi tertinggal jauh di belakang. (haha.. kebanyakan melamun..)


Naga Wolong mengatakan bahwa terlihat kebingungan di mata dan lubuk hati Mu Xi. Wolong kemudian meminta Mu Xi agar membantunya berdiri. Wolong bertanya apa yang bisa ia bantu. Si Kuda kemudian keluar dan berkata bahwa dia juga akan membantu.


Mu Xi kemudian mengatakan bahwa dia sedang mencari penjahat.Naga Owlong berkata bahwa mereka harus menyelidiki tempat kejadiannya terlebih dulu.


Beberapa siswa sedang memuji gambar yang ada di dinding. Begitu Direktur Yan melewati, mereka langsung berpura-pura duduk rapi di mejanya masing-masing. Direktur Yan lalu masuk


Direktur Yan melihat gambar di dinding lalu wajahnya terlihat marah. “Kelas sepuluuuuuh...,” teriaknya.


Direktur Yan memanggil pengurus kelas sepuluh dan bertanya siapa yang membuat gambar itu. Mereka bilang tidak tahu. Direktur Yan meminta mereka menghapus gambar itu.


Mu Xi sebagai Ketua Kelas dan Dan Yi sebagai Komisaris Studi maju ke depan kelas dan meminta agar yang membuat gambar itu menemui mereka.


Siswa yang lain ada yang menduga kalau Mu Xi sendirilah yang menggambarnya.


Mu Xi terkejut karena Guru Wu malah mengira dia yang membuat gambar itu. Guru Wu bilan kalau itu terlihat seperti gaya lukisan Mu Xi dan banyak siswa yang mengatakan bahwa itu adalah gambar Mu Xi.


Mu Xi memperlihatkan contoh gambarnya kepada Guru Wu dan mengatakan kalau gaya lukisannya benar-benar berbeda. “Memang berbeda. Tapi kenapa ada di buku teks Tionghoa?” tanya Guru Wu. Ia kesal karena Mu Xi malah menggambar saat pelajaran Guru Wu.


Mu Xi mengambil buku teksnya lagi dan tetap meyakinkan Guru Wu bahwa bukan dia yang membuat gambar di dinding itu. “Aku Ketua Kelasnya. Aku akan menemukan penjahatnya,” kata Mu Xi sambil berlari, karena Guru Wu akan memarahinya lagi karena menggambar saat pelajaran lain sedang berlangsung.


Dan Yi bertanya bagaimana penyelidikan yang Mu Xi lakukan. “Aku sudah duduk disana satu hari penuh.Menunggu dan menunggu. Tapi tidak ada yang mendatangiku,” kata Mu Xi. Dan Yibilang ia tidak heran. “Aku sangat penyayang, sangat imut dan baik. Kenapa tidak ada yang mengaku padaku?” tanya Mu Xi.


Dan Yi memperhatikan Mu Xi yang terus mengomel.


Malam harinya bersama Naga dan Kuda, Mu Xi berjaga di kelas. Mereka membuat banyak dugaan. Hingga akhirnya Naga berkata bahwa ia menebak kalau Huang Nan dan Huang Yi-lah yang melakukannya.


Di rumah, Kak Yihan bertanya kenapa Mu Xi terlihat tidak berselera makan, padahal biasanya Mu Xi sangat senang jika makan dengan hotpot. Mu Xi bilang ia sedang kesal, karena belum menemukan penjahatnya. Kak Yihan menyuruhnya makan agar memiliki kekuatan untuk memecahkan masalah.


Mu Xi lalu makan dengan semangat.


Berbeda dengan Mu Xi, Xin Yi sedang tersenyum senang karena melihat foto-foto Dan Yi.


Ia lalu menulis buku hariannya. Ia mengingat ramalan Shenwei tentang cinta sejatinya yang akan segera muncul, dan saat itu yang terus muncul di hadapan Xin Yi adalah Dan Yi. [crstl]