Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Haru ga Kita Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Haru ga Kita Episode 4 Part 3

Ji Won ada di kamarnya. Ia mengeluarkan formulir perjanjian penjamin dan menandatanganinya. Ia menuliskan namanya sebagai penjamin. 


Naoko baru pulang kerja. Ia mendapat telpon dari Ji Won. Naoko mengangkatnya. Ji Won ingin bicara dengannya. Ibu yang sedang ngangkat jemuran nggak sengaja mendengarnya. Naoko bertanya Ji Won ingin bicara tentang apa? Sayang sekali Ji Won nggak mengatakan apa yang ingin ia bicarakan. Naoko menutup telponnya dan bertanya-tanya apa yang ingin Ji Won katakan padanya. 


Ibu menghampiri Naoko. Ibu bertanya Ji Won ingin bicara dengan Naoko? Naoko bertanya apa ibu menguping? Ibu bertanya Ji Won ingin berbicara tentang sesuatu? Naoko mengiyakan. Ibu mengatakan kalo Naoko akan sibuk, ya? Naoko bertanya kenapa memangnya? Ibu merasa ia lebih baik menyiapkan tomesode-nya (kimono formal bagi wanita yang udah menikah). Tomesode? Tanya Naoko. Ibu sendiri udah berlari kerumah. Naoko mulai mengerti apa yang dimaksud oleh ibu. Ia tersenyum dan mulai menghayal. 


Naoko membayangkan Ji Won memakai jas pengantin. Ia berjalan menghampiri Ji Won dengan senyum lebar. Ji Won berbalik menghadap Naoko dan tersenyum padanya. Mereka saling bertukar cincin. Ji Won mulai mendekatkan wajahnya. Naoko sendiri udah memejamkan matanya. 


Junko pulang dan melihat kakanya sedang berhayal sambil memonyongkan bibirnya. Junko bertanya apa yang kakaknya lakukan? Naoko tersadar dan hampir terjatuh. Ia merasa malu dan langsung masuk rumah. Junko yang masih heran hanya mengikutinya masuk rumah. 


Ayah sedang membakar ikan. Ia menoleh ke ibu dan bilang, apakah itu nggak terlalu dini? Ibu bilang semakin cepat semakin baik, ketika menyangkut tentang hal semacam itu. Ayah mengatakan kalo mungkin bukan itu yang ingin Ji Won bicarakan. Ibu mencoba tomesode-nya sambil menanyakan kalo apa lagi yang bisa terjadi? Ayah bertanya, ibu pikir begitu? Ibu mengiyakan. Junko berjalan melewati ibu dan bertanya buat apa  komono itu? Apa yang akan terjadi? Ibu tertawa. 


Ji Won berjalan sambil menggenggam tangan Naoko. Dengan hangat ia bertanya apa Naoko nggak kedinginan? Naoko menjawab kalo dia baik-baik aja. Naoko terus tersenyum. 


Ia membayangkan berdiri di samping Ji Won. Ji Won memanggil Naoko dan bertanya maukah Naoko menikah dengannya? Ji Won lalu membuka kotak cincinnya dihadapan Naoko. Naoko terpukau dan merasa sangat senang. 


Ibu menggantung tomesode-nya dan memandanginya. Ia berkata kalo musim semi akhirnya datang ke keluarga mereka. 


Ji Won dan Naoko berdiri bersebelahan. Ji Won menatap Naoko dan memanggil namanya. Naoko tersenyum. Ji Won memuji Naoko yang tampak lebih cantik belakangan ini. Naoko tersipu malu. Ji Won melanjutkan kalo Naoko begitu penuh kehidupan. 


Naoko meraba kalungnya. Jika itu benar, itu karena kalungnya. Itu selalu bersamanya. Itu adalah pesona keberuntungannya. Ia merasa semua impiannya akan terwujud dengan itu. Syukurlah, kata Ji Won. 


Ji Won menunduk lalu mengambil sesuatu dari dalam sakunya. Itu adalah sisa uang yang Ji Won pinjam. Naoko menoleh dan tampak kecewa. Ia menerimanya sambil bilang kalo Ji Won nggak perlu melakukannya. Ji Won mengatakan kalo itu sangat membantunya. Ia berterima kasih pada Naoko. Naoko mengangguk sembari memaksakan senyumnya. 


Ji Won menatap kedepan dengan perasaan sedih. Naoko bertanya ada apa? Ji Won berkata kalo ia berbohong pada Naoko (apa????). Naoko bertanya tentang apa? Ji Won menjawab, salju. Ia benar-benar nggak suka salju. 

Flashback...


Ji Won menyelimuti Naoko dengan handuk dan memeluknya erat. Naoko bertanya apakah salju mengganggu Ji Won? Ji Won bilang enggak. Tapi malah memeluk Naoko makin erat.

Flashback end...


Naoko menatap Ji Won dengan sedih. Ji Won mengatakan kalo Naoko telah mengubahnya. Sekarang ia sangat menyukai salju. Ji Won mendekat lalu memeluk Naoko. Kapanpun salju turun, ia akan selalu mengingat Naoko. Selalu dan selamanya. Ji Won memeluk Naoko dengan sangat erat. 


Dirumah ibu, ayah dan Junko sedang menunggu kepulangan Naoko. Junko memanggil ibu dan berpura pura membuka kotak cincin. Ibu tersenyum lalu mengulurkan tangannya. Junko berkata seolah-olah ia adalah Ji Won, Naoko, maukah kamu menikah denganku? Ibu mengiyakan. Ia sangat senang. Mungkin Ji Won sedang melamar sekarang. 


Ibu memperlihatkan jarinya seolah ada cincin di tangannya. Junko bertanya apa akan semahal itu? Ibu menjawab, mungkin nggak semahal itu, lebih seperti ini...Junko tertawa, berapa karat? 


Naoko pulang. Ibu nyuruh semuanya untuk berakting normal. Ibu bertanya gimana hari Naoko? Naoko mengambil minum. Ibu bertanya pada Naoko apa dia mau makan? Naoko udah selesai minum. Ia bilang kalo ia baik-baik aja. Ibu melihat Naoko nggak terlihat bahagia. Naoko masuk kekamarnya. Junko dan ayah melongok ingin tahu apa yang terjadi. 


Naoko tiduran sambil menggenggam kalung dari Ji Won. Ia menatapnya lalu bangun dan mengirim pesan untuk Ji Won. Ia mengetik kalo Ji Won tampak aneh. Apa terjadi sesuatu? Naoko hendak mengirimnya tapi ia tampak ragu. Naoko akhirnya menghapusnya. Ia lalu menulis terima kasih untuk hari ini. Naoko menutup ponselnya dan merasa gelisah.


Naoko berjalan seorang diri. Ia mengambil ponsel di sakunya. Ia menanti pesan balasan dari Ji Won tapi nggak kunjung datang. Naoko mencoba menelpon Ji Won tapi ternyata nomornya udah nggak aktif. Naoko tampak bingung, nggak tahu apa yang terjadi. 


Naoko berlari menuju studio Ji Won. Tapi tempat itu terkunci. Naoko pergi ke apartemen Ji Won. Ia mengetuk pintunya tapi nggak ada jawaban. Naoko membuka pintunya tapi rupanya tempat itu udah kosong. Naoko sangat terkejut. 


Naoko menemui Iwama. Ia bertanya apakah Ji Won ada disana? Iwama mengatakan kalo Ji Won udah keluar seminggu yang lalu. Naoko sangat terkejut, seminggu yang lalu? Naoko lalu bertanya dimana Ji Won sekarang? Iwama mengaku nggak tahu. Ji Won memang mengatakan akan kembali ke Jeju. Oh...pulau Jeju???