Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Haru ga Kita Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Haru ga Kita Episode 5 Part 2

Ji Won menaiki sepedanya sambil membawa sekotak ikan. Ia berhenti di dekat seorang pria. Pria itu menyadari kedatangan Ji Won lalu bangkit dan menyapanya. Ji Won udah kembali? Ji Won mengiyakan. 


Ji Won mengangkat kotak ikan itu dan membawanya ke atas. Pria tadi bilang ke Ji Won kalo ia akan kesana. Ji Won mengiyakan. 


Naoko udah turun dari bis. Ia berjalan dan bertanya pada orang disana apakah mereka mengenal Ji Won? Sambil memperlihatkan foto Ji Won di ponselnya. Tapi dari sekian banyak orang yang ia tanyai nggak ada seorangpun yang mengenal Ji Won. Tapi Naoko nggak menyerah. Ia melihat seorang penjual ikan potong da  menanyakan restoran yang menyajikan sup cutlassfish? Ahjumma itu ngasih tahu Naoko kalo dia bakal nemuin beberapa dekat pelabuhan memancing. Naoko berterima kasih.

Naoko pergi ketempat yang dimaksud. Ji Won yang baru keluar tanpa sengaja melihat Naoko. Ia tampak terkejut melihatnya. Ji Won  panik lalu memutuskan untuk bersembunyi. 


Naoko mendatangi beberapa restoran dan menanyakan tentang Ji Won. Tapi sepertinya ia belum mendapatkan titik terang. Tapi Naoko nggak putus asa. Ia terus mencari. Hingga sampailah ia ditempat Ji Won berada. 


Naoko menaiki tangga dan masuk ke restoran itu. Ia duduk sambil memejamkan mata seolah ingin beristirahat. Lalu seseorang datang menyajikan sup ikan potong. Ia berterima kasih karena Naoko telah menunggu. Naoko heran karena orang itu berbicara dengan bahasa Jepang. Ia menganglat kepalanya dan melihat orang itu adalah Ji Won. Naoko pun bangkit. 


Ji Won mempersilakan Naoko untuk duduk dan menikmati supnya. Sup itu akan membuatnya merasa hangat. Naoko tersenyum dan mengangguk. 


Ji Won dan Naoko keluar dari restoran itu bersama-sama. Ji Won bilang ke pria yang kita temui tadi kalo dia dan Naoko akan keluar sebentar. Pria itu mempersilakan. Pria itu melihat kepergian Ji Won dan Naoko. Pria itu lalu memanggil seorang wanita yang sedang bermain dengan seorang anak kecil. Pria itu memintanya untuk menjaga toko. Wanita itu bangkit dan berjalan bersama anak itu ke restoran. 


Ji Won berjalan bersama Naoko. Ia mengatakan kalo pria tadi adalah temannya. Dan restoran itu adalah milik istrinya. Ji Won hanya membantu mereka saat mereka sedang sibuk. Naoko mendengarkannya sambil tersenyum. Ia berkata kalo sup cutlassfish merek benar-benar lezat. Rasanya sama seperti yang Ji Won buat di rumahnya. 


Ji Won dan Naoko duduk bersebelahan. Ji Won meminta maaf karena pergi tanpa sepatah katapun. Naoko mengatakan kalo dia benar-benar terkejut. Ia hanya ingin mendengar alasannya. Apakah Ji Won sedang ada masalah? Ji Won bisa mengatakan semuanya padanya. Apa saja. 


Ji Won memalingkan wajahnya. Naoko bertanya apakah dia salah mengerti? Ia pikir mereka saling mengerti. Ji Won menatap Naoko. Naoko bertanya apakah dia baru aja mendahului dirinya sendiri? Naoko melihat ekspresi wajah Ji Won dan mengambil kesimpulan kalo itu mungkin benar. Tapi...bahkan jika itu benar, Naoko telah jatuh cinta padanya. Naoko mengaku ingin bersama dengan Ji Won. Nggak peduli apapun yang terjadi. Naoko ingin menertawakannya diaaat yang tepat. Dan ia juga ingin menangis bersama Ji Won dimasa-masa sulit. Begitulah ia ingin menghabiakan hari-harinya.


Ji Won  menegur Naoko. Ia bilang ke Naoko kalo itu terlalu banyak. Itu terlalu berat baginya. Naoko kecewa dan hampir menangis. Ji Won nggak sanggup melihatnya. Ia bangkit dan meninggalkan Naoko. Naoko sendiri terpaku di tempatnya. 


Ji Won berjalan seorang diri. Ia berjalan  ke rumah sakit. Ji Won memantapkan hatinya lalu masuk ke rumah sakit itu. Ji Won berjalan di koridor dan mendengar teriakan seorang wanita yang memanggil seseorang. Ia melihat seorang wanita yang meminta seseorang untuk mematikan api. Suster menghampirinya dan berusaha menenangkannya. Ji Won menyadari kalo wanita itu adalah ibunya. Ji Won memanggilnya dan berlari kearahnya. Ji Won memeluk ibunya dan berkata kalo semua akan baik-baik aja. 
"Ibu bahkan nggak mengenali siapa aku sebenarnya"


Ji Won mendengarkan penjelasan dari dokter. Dokter mengatakan dengan demensia onset awal, gejala dan perkembangan bervariasi antara pasien. Dokter bertanya pada Ji Won apakah Ji won tinggal dengan ibunya setelah meninggalkan panti asuhan? 


Ji Won berbalik dan membenarkan. Ia merasa ibunya juga nggak menginginkannya. Ketika ayahnya meninggal saat bertugas. Waktu berhenti bagi ibunya. 

Flashback...


Ji Won di gandeng oleh ibunya. Mereka masuk ke sebuah ruang pasien. Ibu manggil-manggil ayah. Yeobo! Yeobo! Ibu meminta ayah untuk membuka matanya. Ibu bertanta kenapa ayah disana? Ibu mengajak ayah untuk pulang bersamanya. Ibu mengguncang-guncang tubuh ayah tapi ayah sama sekali nggak bereaksi. Ibu menangis, apa yang akan terjadi pada ibu dan Ji Won nanti? Sementara Ji Won kecil yang nggak tahu apa-apa hanya terdiam di ujung tempat tidur ayahnya. Ibu masih menangis dan meminta ayah untuk bangun. 


Ji Won kecil sedang belajar sendirian di rumah. Ia memanggil ibunya tapi ibunya sama sekali nggak merespon  panggilannya. Ibunya memandangi potret ayah Ji Won. Ibu memeluk potret itu dan nggak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Ji Won bangkit dan menghampiri ibunya. Ia menggoyang-goyangkan tubuhnya sambil memanggil ibu tapi ibu nggak menghiraukannya. Ji Won bilang ke ibunya kalo dia mencari ayahnya. Apa ibu melihat ayah? 

Flashback end...


Ji Won termenung mengingat kenangan itu. Ia lalu berkata kalo sebenarnya itu dia. Dialah yang menghindari ibunya. Dokter berpesan kalo merawat ibunya bukanlah tugas yang mudah. Ji Won mengaku telah mrngetahuinya. Tapi ia udah memutuskan. 


Ibu udah tenang dan sekarang sedang tertidur. Ji Won terus menatapnya meski saat itu udah malam. Ji Won berjalan menghampiri ibunya. Ia menata selimut ibu lalu duduk di dekatnya. Ji Won menatap wajah ibunya yang tengah tertidur. 


Teman Ji Won sedang berberes saat Ji Won tiba-tiba pulang. Ia menyapa Ji Won. Ia bertanya pada Ji Won gimana kabarnya? Ji Won memberitahu kalo semua dokumen udah selesai. Ji Won melepas jaketnya dan berjalan menghampiri temannya. 


Teman Ji Won mengaku kalo dia mengetahuinya. Ia bertanya pada Ji Won apa yang terjadi pada Naoko? Ji Won  langsung terdiam. Ia lalu menghadap temannya dan bilang kalo ia nggak pernah berpikir kalo Naoko akan datang kesana lagi. Teman Ji Won mendesah. Ia lalu bertanya lagi apakah Ji Won yakin kalo itu yang ia inginkan? Ji Won mengatakan kalo dia nggak ingin Naoko menderita. 


Apa yang dikatakan Ji Won nggak sesuai dengan kenyataannya. Apa yang ia lakukan justru membuat Naoko menderita. Naoko pulang ke hotel dengan perasaan hancur. Ia menjadi lemas dan terduduk. Apa yang ia lakukan sia-sia. Naoko menangis sendirian. (Aku nggak tahu emang ceritanya beneran bikin sedih atau emang akunya yang cengeng, yang pasti adegan ini bikin aku ikutan nangis)
Ji Won sedang di restoran. Ia menatap ke luar jendela dan terpaku. Entah apa yang ia pikirkan. 
Sementara itu Naoko masih menangis di tempatnya. 
Ji Won juga nggak bisa membohongi perasaannya sendiri. Dia juga menangis. Mungkin di hatinya terasa nyesek banget. Dia sampai berteriak untuk melepaskannya. 


Naoko berada di tempat itu sampai pagi datang. Ia kayaknya udah putus asa. Ia meraba kalung pemberian Ji Won dan melepaskannya. Naoko memasukkan kalung itu kedalam sebuah amplop. 


Naoko mendatangi restoran teman Ji Won dan hendak masukkan amplop untuk Ji Won kedalam kotak pos. Teman Ji Won melihatnya dan bertanya siapa disana? 


Ji Won menunggui ibunya di rumah sakit. Ia bertanya pada ibunya, apakah ibu tahu kemana Ji Won pergi begitu lama? Ibu sedang tidur, jadi nggak menjawab apa-apa. 

Flashback...


Ibu menggendong Ji Won kecil dan berjalan menuju tengah laut. Ji Won memeluk erat ibunya sambil bilang kalo dia takut. Disana sangat menakutkan. Ibu nggak mendengarkan Ji Won. Ia terus berjalan ke tengah laut. 


Beberapa orang datang dan menarik ibu. Mereka  bertanya apa yang ibu lakukan? Mereka menarik Ji won dari dekapan ibu. Ibu nggak mau melepaskan Ji Won. Mereka akan pergi menemui ayah. Ibu menarik sarung tangan Ji Won dan orang-orang itu menarik Ji Won. Ji Won terlepas dari taangan ibu. Ibu minta dibiarkan pergi. 


Habis itu Ji Won dibawa ke panti asuhan. Saat itu turun salju. Ji Won di gandeng oleh seorang pria. JI Won menarik tangannya dan melihat ke belakang. Ia memanggil ibu tapi udah nggak ada ibu. Ia mencium sarung tangannya yang tinggal sebelah aja. Ji won merasa ia telah terjebak di laut musim dingin. 


Ji Won duduk di pintu panti asuhan. Ia menangis dan nggak mau masuk kesana. Seseorang mengajaknya masuk dan menariknya. 

Flaahback end...


Ji Won menatap ibunya dan merasa sedih. 


Naoko masuk ke restoran. Teman Ji Won menyajikan minuman untuknya. Naoko berterima kasih. Ia lalu melihat sebuah potret dua anak laki-laki. 


Naoko duduk dihadapan teman Ji Won sambil melibat album foto ketika mereka masih kecil. Teman Ji Won bercerita kalo ia dan Ji Won tumbuh bersama. Seperti saudara laki-laki. Kakak beradik? Tanya Naoko. Orang itu mengangguk membenarkan. Ia bercerita lagi kalo Ji Won selalu terlihat kesepian. 


Ji Won menatap ibunya dan mengajaknya bicara. Lagi dan lagi. Ia memiliki mimpi yang sama. Itu selalu membeku. Dan menakutkan. Ia terbangun menggigil setiap kali. Ji Won menunduk dan menghela nafas. Ia nggak ngerti apa-apa saat berusia 6 tahun. Alasan ibu mencoba membawanya ke laut yang membeku...karena dia adalah anak yang nakal? Karena Ji Won menyiksanya? Jika memang itu yang terjadi...apakah boleh ia tetap hidup? Ji Won terus bertanya pada dirinya sendiri. Nggak ada cara untuk mengetahui kapan keluarga bisa berpisah. Ibu nggak pernah tahu kapan mereka akan menyakitinya. Pikiran itu sangat menyeramkan. 


Tapi... Ji Won tersenyum teringat akan sesuatu. Ia cerita ke ibunta kalo dia ketemu seseorang di Jepang. 


Teman Ji won bercerita kalo Ji Won telah berubah. Sejak bertemu dengan Naoko. Naoko tersenyum mendengarnya. 


Ji Won mengatakan kalo Naoko selalu mencoba yang terbaik. Dia terus berkeliaran untuk orang lain. Ji Won teringat saat Naoko berlari padanya. Saat Naoko menghiburnya. Naoko mendukungnya dengan sepenuh hati. Naoko juga nggak pernah menyerah, nggak pedulu apapun. Dia mengikat keluarganya bersama dengan komitmennya yang teguh. Saat Ji Won menghabiskan waktu bersama Naoko dan keluarganya, ia berhenti mengalami mimpi buruk. Dan untuk pertama kalinya ia berpikir kalo ia nggak mau kabur lagi. 


Ji Won menata selimut ibunya. Ia menatap wajah ibu dalam-dalam. Ia ingin memulai keluarga dengan ibu lagi. Kalo Ji Won bisa melakukan itu ia mungkin bisa menjalani hidupnya lagi. Ji Won tersenyum. 


Teman Ji Won bertanya pada Naoko apakah ia tahu kenapa Ji Won pergi tanpa sepatah kata pun? Naoko menggeleng. Teman Ji Won melanjutkan kalo Ji Won mengaku nggak ingin Naoko menderita. Hal itu membuatnya menyadari bahwa betapa berharganya Naoko bagi Ji Won. Naoko tersenyum. Ia bertanya, ia berharga bagi Ji Won? Teman Ji Won mengangguk. 

Bersambung...

Komentar :
Di sini udah kebuka semua masa lalu Ji Won, alasamnya selalu bermimpi buruk. Dan ternyata bukan cuman keluarga Naoko aja yang mulai berubah dengan hadirnya Ji Won, tapi Ji Won sendiri juga berubah semenjak  bertemu dengan Naoko. Aku senang Ji Won menganggap Naoko sebagai orang yang berharga. Tapi rada kecewa saat  Ji Won memutuskan untuk meninggalkan Naoko karena nggak ingin dia menderita padahal hal itu juga membuat dirinya sendiri merasa menderira.