Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The King of Romance Episode 3 Part 1
Bruce mengucapkan selamat pagi pada seluruh koki yang ada di dapur. Bing Bing membalas sapaan Bruce dan memanggilnya guru. Ia memberikan hidangan penutup yang Kepala Chef minta untuk ia periksa bersama Bruce. Bruce menerimanya dan merasa nggak masalah. Bruce mengamati wajah Bing Bing lekat-lekat. Bing Bing bertanya apa ada yang salah? Bruce mendekatkan wajahnya ke wajah Bing Bing. Hal itu membuat Bing Bing berdebar-debar. Tapi rupanya Bruce hanya ingin mengambil sehelai rambut yang jatuh di pundak Bing Bing. Bruce menyampaikan kalo sehelai rambut bisa membuat kerja keras Bing Bing bertahun-tahun dan reputasi restoran hancur. 


Bruce lalu menyampaikan pada semuanya bahwa kebersihan adalah yang terpenting di dapurnya. Nggak hanya peralatan yang harus bersih, mereka semua harus bebas debu. Ia bertanya apa mereka semua mengerti? Semua koki kompak menjawab, ya, Chef! Bing Bing memintanya kembali saat Bruce hendak membuangnya.  Ia akan menyimpannya. 


Bruce melihat Bing Bing sekali lagi dan memanggilnya. Bing Bing menoleh padanya, dikira mau di tegur lagi. Bruce mengatakan kalo warna kulit Bing Bing kelihatan kurang baik. Bing Bing meraba pipinya. Mungkin karena ia kurang tidur semalam. Bruce kendekat dan meletakkan tangannya di pundak Bing Bing. Bekerja di restoran sangat sibuk. Bing Bing harus siaga dan menjaga tubuhnya. Jangan memhuat dirinya sendiri kelelahan. Bing Bing mengangguk dan tersenyum. Ia merasa senang dapat perhatian dari Bruce. 


Bing Bing datang ke restoran Ah Meng. Ah Meng menyapanya dan bertanya ada apa? Bing Bing mengeluh kalo dia lapar banget. Ia nggak makan apa-apa seharian ini. Apa Ah Meng punya sesuatu untuk ia makan? Ah Meng bilang banyak dan nyuruh Bing Bing buat duduk. Bing Bing udah seneng banget, tapi langsung ilang begitu dia lihat ada Wang Nuo. 


Bing Bing duduk di tempat yang nggak jauh dari meja Wang Nuo. Wang Nuo tiba-tiba bangkit dan memberikan makanannya pada Bing Bing. Ia mengatakan pada Bing Bing kalo dia memesan terlalu banyak dan minta Bing Bing membantu memakannya. Bing Bing bertanya kenapa Wang Nuo memesan begitu banyak? Wang Nuo nyuruh Bing Bing buat menghabiskannya. Kalo nggak nanti mubazir kalo dia buang. Bing Bing tersenyum dan mengambil sumpitnya. Ia nggak akan menolaknya. Ia akan membantu Wang Nuo. 


Wang Nuo menatap Bing Bing sambil meneguk minumannya. Bing Bing mulai makan. Ia lalu teringat sesuatu. Bing Bing berterima kasih karena Wang Nuo udah membawanya ke rumah sakit. Mengenai rumah, Bing Bing tahu ayahnya udah menjualnya. Bing Bing salah kalo terus tinggal disana. Ia akan pindah secepat mungkin. Wang Nuo berterima kasih dan berpesan agar Bing Bing cepat. 


Bing Bing menghadap Wang Nuo. Ia punya permintaan lancang. Apa Wang Nuo bisa membantunya? Wang Nuo mengartikan permintaan lancang sebagai permintaan yang nggak masuk akal. Ia minta Bing Bing  segera mengatakannya sebelum ia mempertimbangkannya. Bing Bing mengatakan kalo ada dinding di kamarnya, yang mencatat tinggi badannya sejak kecil. Apa Wang Nuo bisa mempertahankannya? 


Wang Nuo mengatakan kalo itu memang permintaan yang lancang. Bing Bing ingin mempertahankan kenangannya di rumah orang lain? Bing Bing mengaku kalo hanya itu satu-satunya hubungan antara ia dan ibunya. Sebelum Bing Bing 10 tahun, ibunya mencatat tingginya. Wang Nuo menyindir, jadi Bing Bing mau pergi kerumahnya kapan  aja dia ada waktu dan memandangi dinding memikirkan ibunya? Maksud Bing Bing ngvak gitu. Ia hanya minta Wang Nuo mempertahankannya sebentar. Ia akan cari jalan. Wang Nuo meledek memikirkan jalan untuk memindahkan dinding itu? Wang Nuo meminta Bing Bing untuk memfotonya aja. Gimanapun Wang Nuo meminta Bing Bing untuk pindah sesegera mungkin. Untuk hal-hal, lain mereka bisa membicarakannya lain waktu, pipit kecil! Pipit apa? Tanya Bing Bing. Wang Nuo menjelaskan pipit yang merepotkan dan suka menempati sarang burung lain. 


Bing Bing kembali menghadap makanannya. Wang Nuo mengingatkan agar Bing Bing nggak memakan tofu didalamnya. Bing Bing tahu. Tadi kan Wang Nuo udah bilang. Wang Nuo menanyakan Bing Bing udah tinggal disana sejak 10 tahun? Bing Bing mengangguk. 


Bruce datang. Ia minta maaf pada Wang Nuo karena dia terlambat. Bruce melihat Bjng Bing dan menyapanya. Bing Bing bangkit dan menyapa gurunya. Bruce nyuruh Bing Bing makan yang banyak, ia udah bekerja keras. Bing Bing mengiyakan. Bruce melihat makanan di meja. Wang Nuo baru pesan sedikit? Wang Nuo beralasan kalo dia nunggu Bruce untuk memesan dan mentraktirnya. Bruce bilang nggak masalah. Wang Nuo nyuruh Bruce membayar untuk meja itu juga. Bruce nggak masalah. Bing Bing sangat kurus. Ia nyuruh Bing Bing untuk makan lagi. Bing Bing berterima kasih. 


Ah Meng datang dan membawa makanan. Ia mengatakan pada Bing Bing kalo guru mentraktirnya banyak sekali. Apa Bing Bing masih lapar? Bing Bing minta Ah Meng meletakkannya aja. Ah Meng menyindir Bing Bing yang kurus banget dan menyuruhnya untuk makan lagi. Bruce manggil Ah Meng ia akan memesan. 


Bing Bing mengemasi barang-barangnya. Ia di bantu oleh Bai He. Bai He mengatakan kalo ia dan Wang Nuo musuh yang sering betemu. Bing Bing ngasih tahu kalo Wang Nuo membawanya kerumah sakit karena takut tempatnya jadi berhantu. Wang Nuo juga memberinya makan karena nggak ingin makanan mubazir dan menganggapnya tong sampah. 


Bai He menghampiri Bing Bing. Mungkin hanya kata-katanya saja yang buruk? Sebelumnya saat mereka melihatnya di tempatnya Ah Meng, dia sangat tampan. Dia oke. Bing Bing menepuk kaki Bai He yang menulai kalo semua orang tampan. Bagi Bing Bing, penampilan itu berasal dari hati. Gimana mungkin orang itu tampan? Bing Bing merasa sangat nggak beruntung setiap bertemu dengan Wang Nuo. Itu di sebut kutukan. 


Bai He berpikir sebentar dan membenarkan kalo Bing Bing menghadapi banyak masalah belakangan ini. Bing Bing berbalik menghadap Bai He dan membenarkan. Bing Bing lalu mengambil bonekanya dan memanggilnya Rhino. Ia mengajak boneka itu bicara. Mereka harus kuat dan independen, kan? Mereka harus kuat menghadapi masalah, kan? Bai He melipat pakaian Bing Bing dan menanyakan kemana Bing Bing akan pindah? Bing Bing lemas. Ini sangat mendadak. Ia rasa ia hanya bisa tinggal di lounge restoran. Bing Bing lalu berubah semangat saat ingat ada banyak hal yang terjadi, dan ada hal-hal baik juga. Bing Bing tersenyum. Ia cerita kalo guru Ru Long (Bruce) peduli dengan kesehatan dan kondisinya dua kali. Ia ngasih tahu Bai He kalo dia bisa tahu apakah ada seseorang yang benar-benar peduli tentangnya dari hal-hal kecil. Bai He merasa begitu berlebihan. Dua kali? Bing Bing menambahkan kalo Bruce juga membayari makan malamnya, dia baik. 


Bing Bing meletakkan bonekanya di dalam kardus. Bai He memegang kaos kaki dan mengucapkan selamat pada Bing Bing. Mungkin dia benar-benar pangerannya. Bai He menari seperti sedang bermain opera. Bing Bing jadi beruntung. Dia udah menunggu selama 30 tahun. Bing Bing menepuk lengan Bai He. Itu usianya berdasarkan kalender cina. Ia melarang Bai He mengucapkannya keras-keras. Bai He melarang Bing Bing mengganggunya. Dia belum menangis dan pingsan 101 kali. Bing Bing juga mengambil kaos kaki dan mengikuti permainan Bai He. Begitukah? Madam Bi He? Apakah ini takdir yang memiliki aturan tersendiri? 


Bai He menari dan nyuruh Bing Bing mengelap keringatnya. Bing Bing berkata kalo Bai He masih b*doh. Dia nggak belajar, bia Bing Bing katakan. Ia ngajak Bai He untuk duduk. Itu disebut sebagai suami istri selama 7 kehidupan. Bai He mengulangi, suami istri selama 7 kehidupan? Bing Bing memukul kepala Bai He. Dia bahkan nggak belajar. Dia lucu banget. Bing Bing mengambil dua bantal. Ia akan ngasih tahu. Itu adalah ...pecinta kupu-kupu. Liang Shan Bo dan Zhu Ying Tai. Setelah mereka melalui banyak rintangan, mereka jadi kupu-kupu dan terbang dengan bahagia. Bai He merasa itu sangat romantis. Bing Bing mengangguk. 


Wang Nuo sedang minum bersama Bruce. Bruce kehabisan minuman. Ia memanggil Wang Nuo dan bertanya apa dokter itu akan merahasiakannya? Apa dia akan bilang kalo dia chef patiseri terkenal, L man dan bicara di acara TV? Wang Nuo santai nyuruh Bruce untuk nggak ngakuin kalo itu dia. Bruce meletakkan gelasnya. Ia pikir harus mencari Ai Zhen untuk menulis klausa kerahasiaan untuknya. Wang Nuo balik nanya apa Bruce yakin ingin mengatakan tentang itu pada Ai Zhen? Bruce berpikir sejenak. Ia lalu nenutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia sangat takut sekarang. Ia nggak bisa tidur sepanjang malam. 


Bruce lalu merasa perutnya mual. Wang Nuo bertanya apa dia baik-baik aja? Wang Nuo meleyakkan tangannya di pundak dan di perut Bruce. Ia minum terlalu banyak. Bruce mengatakan kalo perutnya nggak enak. Sangat nggak nyaman. Wang Nuo menepuk-nepuk pundak Bruce bertepatan dengan Ai Zhen yang baru datang. Ai Zhen melihat seolah-olah dua pria itu hendak berciuman. Ia lalu memanggi Ah Nuo. Mereka berdua langsung menengok. Bruce melambai memanggil Ai Zhen. Ia ada disini? 


Ai Zhen menanyakan apakah pembicaraan pria udah selesai? Wang Nuo menjawab hampir. Ai Zhen lalu bertanya apa dia bisa bergabung sekarang? Ai Zhen mendekat dan Wang Nuo mempersilakan. Ia mengucapkan selamat datang pada Ai Zhen. Bruce bilang sstt!! sambil meletakkan telunjuknya di bibirnya. Wang Nuo menyingkirkan jari Bruce dan ngasih tahu Ai Zhen kalo Bruce mabuk. 


Xiao Fang juga datang. Ia gajian hari ini, ia bilang ke Ag Meng kalo dia ingin minum sake. Xiap Fang lenghampiri meja Wang Nuo dan berkata kebetulan. Sudah takdir ia bertemu mereka. Xiao Fang mebgambil kursi dari meja sebelah dan bergabung dengan mereka. Xiao Fang bilang ke Wang Nuo kalo ia mendengar pemilik rumah Wang Nuo yang menyulitkannya itu adalah Gao Bing Bing yang membuatnya jadi dokter nasi goreng. Ai Zhen bertanya Bing Bing yang di restorannya? Wang Nuo nggak mau menanggapi dan hanya bilang kalo Xiao Fang tukang gosip  Ai Zhen menilai kalo Bing Bing sangat menyulitkan. Dia menyebabkan Wang Nuo jadi dokter nasi goreng dan sekarang menempati rumahnya? Ai Zhen meminta Wang Nuo untuk nggak khawatir. Serahkan aja urusan ini padanya. Wang Nuo tersenyum dan mengatakan kalo dia udah mengurusnya. Apa Wang Nuo yakin? Dia nggak boleh baik pada sembarang orang. Kalo Wang Nuo terlalu baik, maka orang itu akan manfaatkannya. 


Bruce menjatuhkan kepalanya di dada Wang Nuo. Wang Nuo memintanya berhati-hati. Bruce  bertanya siapa yang lembut? Wang Nuo bilang enggak. Bruce bertanya apa Ai Zhen bilang dirinya lembut? Wang Nuo mengatakan kalo Ai Zhen bilang padanya agar nggak terlalu baik pada orang jahat. Bruce cuman salah dengar. 


Bruce tersenyum. Ia memanggil Wang Nuo dengan wajah serius. Pelan-pelan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Wang Nuo (mau ngapain?). Ai Zhen dan wang Nuo udah mikir yang enggak-enggak. Bruce bilang kalo dia mau....muntah. Bruce lalu bangkit. Wang Nuo juga bangkit. Dia akan melihatnya. Xiao Fang tersenyum menatap mereka berdua sementara Ai Zhen terus cemberut. 


Wang Nuo menuntun Bruce. Ia nyuruh Bruce jalan dan jangan menyentuhnya lagi. Wang Nuo pamit sama Ai Zhen dan Xiao Fang. Bruce mabuk, ia akan mengirimnya kembali. Ai Zhen bangkit. Dia.. Wang Nuo keburu bilang mau nitipin Ai Zhen ke Xiao Fang. Ai Zhen kecewa. Xiao Fang menyuruhnya duduk. Xiao Fang menuangkan minuman untuk Ai Zhen. Ai Zhen bertanya apa Xiao Fang pernah punya pacar? Xiao Fang tersenyum. Ia dokter naga bukan dinosaurus. Gimana bisa dia nggak punya pacar sebelumnya? Ai Zhen nanya kalo dua orang telah bersama cukup lama, tapi mereka bahkan belum berpegangan tangan sebelumnya, apakah mereka bisa dianggap sebagai pasangan? Xiao Fang menilai kalo kedua orang itu aneh. Ia katakan kalo pria itu benar-benar mencintai sang gadis, dia nggak akan bisa menahannya sedetikpun. 


Wang Nuo masuk ke rumah barunya. Di belakangnya ada beberapa tukang yang membawa perabotannya. Wang Nuo mengarahkan mereka meletakkan barang-barang. Setelah mereka selesai, mereka neminta Wang Nuo untuk tanda tangan. Setelah mendapatkan tanda tangan mereka pun pergi. 


Wang Nuo masuk ke kamar Bing Bing. Udah bersih. Wang Nuo juga membuka lemari, udah bersih juga. Wang Nuo melihat note yang di tinggalkan oleh Bing Bing. 

Flashback...


Bing Bing udah selesai berkemas. Ia melihat dinding yang penuh dengan kenangannya. Ia meraba dinding itu. Ia menempelkan catatan disana. Ia menulis kalo dia udah pindah. Ia juga minta maaf. Permintaan yang lancang. Ia harap Wang Nuo bermurah hati. Ia berterima kasih. Untuk yang terakhir Bing Bing mengukur tinggi badannya. 

Flashback end...


Wang Nuo menyamakan tinggi badan Bing Bing dengan tingginya. Bing Bing hanya sedagunya. Wang Nuo mengeluarka  ponselnya dan memotretnya. Kenangan burung pipit kecil. Wang Nuo terdiam melihat tulisan Bing Bing. Ia teringat dengan kenangannya saat Wang Zhen kecil memanggilnya di tepi pantai. "SMA Tahun ke 3, Wang Zhen dan Wang Nuo. Akhir dari kami. Titik persimpangan. 


Ai Zhen berbicara dengan seseorang di telpon. Ia berterima kasih pada orang itu. Sekretarisnya memanggilnya dan mengatakan kalo Gao Bing Bing masih menunggunya di kantor. Ai Zhen mengatakan padanya agar membiarkan Bing Bing menunggu sebentar lagi. Sekretaris menyampaikan kalo Chef Ding meminta Bing Bing untuk kembali bekerja. Ai Zhen mengatakan agar Bing Bing menyelesaikan pekerjaannya sebelum datang menemuinya. Sekretaris mengiyakan dan meninggalkan Ai Zhen. 


Bing Bing kembali ke dapur. Chef Ding bertanya Bing Bing dari mana? Apa dia tahu berapa banyak pesanan hari ini? Bing Bing mengaku tahu tapi... Chef Ding menyela dan memarahinya. Banyak alasan! Bing Bing menyingkir. Ia akan cepat mrngejar ketinggalan. Bing Bing segera memnantu yang lain. Tapi dia kena tegur lagi karena Chef Ding menilai Bing Bing malah ngobrol. Bing Bing membantu membuat saus. Ia terus memegang perutnya. 


Satu persatu koki pulang dan menyisakan Bing Bing. Chef Ding yang melihat Bing Bing bertanya kenapa Bing Bing belum pulang? Ia berpesan agar Bing Bing nggak lupa mematikan lampu. Bing Bing meletakkan kepalanya di meja saking lelahnya. 


Bing Bing masuk ke ruangan Ai Zhen. Bing Bing di minta menunggu sebentar. Ai Zhen sendiri sedang mengobrol dengan Bruce. Ai Zhen pikir Bruce akan menikah dengan kakak Wang Min. Bruce mengatakan kalo nggak ada yang pasti di dunia ini. Kadang ketika takdir berakhir, waktunya untuk melepaskan, dan ia harus melepaskan. Ai Zhen mengatakan kalo dia nggak percaya dengan nasib. Bruce bertanya lalu apa yang Ai Zhen percaya? Ai Zhen mengaku percaya pada diri sendiri. Melakukan yang terbaik untuk segala hal dan ia nggak akan menyerah sampai akhir. Bruce menyela, tapi di dunia ini Ai Zhen nggak akan mendapatkan hasil untuk segala kerja kerasnya. Terutama untuk cinta. Kadang semakin ia memberi, semakin pihak lain merasa stres. Ai Zhen menangkap seperti Bruce sedang mendorongnya untuk menyerah terhadap Wang Nuo? Bruce tersenyum. Ia hanya nggak ingin Ai Zhen terluka karena hubungan yang sepertinya. Ai Zhen nanya kenapa Bruce berpikir kalo dia akan terluka? Apa Wang Nuo mengatakan sesuatu padanya? Atau mereka menyembunyikan sesuatu padanya? 


Sekretaris Ai Zhen menyampaikan kalo Bing Bing masih menunggunya. Ai Zhen bilang nggak papa. Ia memperbolehkan sekretarisnya untuk pulang dulu. Bruce heran, udah larut malam tapi Ai Zhen masih ingin bicara dengan Bing Bing? Ai Zhen mengatakan kalo itu nggak penting. Ia hanya ingin membantu Wang Nuo mengerti beberapa hal. Bruce membenarkan. Bing Bing terlihat terhubung dengan Wang Nuo dalam banyak hal. Ai Zhenengambil gelasnya dan meminumnya. Bruce mempersilakannya untuk pergi dulu kalo ada urusan. Ai Zhen nggak perlu menghiburnya. 


Bing Bing tertidur di ruangan Ai Zhen. Saat ia terbangun Ai Zhen belum juga datang. Bing Bing keluar dan kembali ke dapur. Ia duduk diantara dua kopernya. Ia nggak punya uang dan tempat tinggal. Kenapa hidupnya seperti ini? Bing Bing mengambil bantal dan melihat lampu. Ia ingat kalo ia masih punya taman rahasia. 


Bing Bing membawa dua kopernya dan menunggu lift. Saat pintu lift terbuka ada Bruce di dalamnya. Bruce bertanya kenapa Bing Bibg belum pulang padahal udah malam. Bing Bing mengaku akan pulang. Bruce meminta Bing Bing untuk cepat beristirahat. 


Bing Bing masuk kedalam lift. Pintu akan segera menutup tapi Bing Bing mencegahnya. Ia keluar lagi dan memanggil Bruce. Bing Bing mengingatkan kalo terakhir kali Bruce bertanya pada mereka tentang apa mimpi mereka? Waktu itu Bing Bing berpikir bahwa ia hanya perlu memasak makanan yang bisa membuat orang merasa bahagia. Selama ia melihat orang-orang bahagia, ia akan sangat istimewa. Bruce menilai kalo ity sangat bagus. Orang hebat karena mimpi-mimpi mereka. Tapi setelah itu Bing Bing sadar bahwa mimpi seperti itu terlalu nggak realistis. Ia bahkan nggak bisa mengisi perutnya. 


Bruce mendekat dan mengatakan kalo mereka semua harus hidup bahagia. Kalo merasa lelah maka istirahatlah tapi jangan menyerah. Kalo Bing Bing menyerah, maka akan sulit baginya untuk memulainya kembali. Bing Bing merasa Bruce membuatnya terdengar begitu mudah. Tapi untuk orang sepertinya yang nggak berbakat, ia berbeda dari Bruce. Menghela nafas hanya sekali-kali bagi Bruce tapi baginya, itu kehidupan sehari-hari. Bruce mengamati wajah Bing Bing dan bertanya ada apa dengan Bing Bing? Apakah ia sangat stres? Bing Bing menyandarkan kepalanya di dada Bruce. Bing Bing menangis meluapkan kekesalan hatinya. Bruce mengusap kepala Bing Bing dan menepuk pundak Bing Bing seolah ingin menenangkannya. 

Bersambung...

Komentar :
Perlu waktu lama buat memulai lagi. Sebelumnya terima kasih buat Indri Danti, yang udah ngasih info kalo drama ini sempet masuk Seoul International Drama Awards. Nggak nyangka juga sih. Awal mula nulis drama ini juga nggak sengaja. Kepilih secara acak gitu aja sebagai salah satu drama Taiwan. 

Dan tentang BL..., mungkin di setiap negara ada. Di kita juga ada dulu (Arisan) bahkan sempat dibikin seriesnya juga. Tapi yang aku maksud disini nggak se-vulgar yang Thailand punya. 

Makin kesini kok makin bikin orang-orang di sekitar Wang Nuo jadi ngira kalo ia dan Bruce punya hubungan menyimpang, ya??!! 

Salahnya Bruce dan Wang Nuo juga sih yang ngelihatin kedekatan nggak wajar mereka ke orang-orang. Gimana ya reaksi Bing Bing kalo tahu tentang itu? Hadeuh...tepok jidad.