Advertisement
Advertisement
Sebelum berangkat kerja Dr Jung Cheol menyuruh isterinya untuk datang ke Rumah Sakit menemui Dr Jung untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Isterinya tidak setuju, karena itu terlalu berlebihan dan sorenya dia akan ke Gapyeong untuk melihat renovasi rumah mereka. Dr Jung Cheol tetap memaksa isterinya harus datang


Penulis Sinopsis: Olimne
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Most Beautiful Goodbye in the World Episode 1
Jung Soo pergi berjalana-jalan dengan pacarnya Chaeng Young. Dia tidak peduli dengan kemarahan ayahnya tadi malam. Jung Soo mengajak Chaeng Young berlibur dan menanyakan apakah Chaengyoung mau menikah dengannya. Chaeng hanya tertawa menganggap Jung Soo hari itu sangat aneh dan berlalu sambil membaw kopi di mejanya.


Isteri Dr Jung Cheol mendatangi rumah iparnya dengan membawa banyak makanan. Iparnya menceritakan kelakuan suaminya Geon Deok  yg merupakan adik kandung  isteri Dr jung Cheol. Tak lama kemudian Geon Deok muncul dengan marah-marah, menunjukkan ketidaksukaannya atas kunjungan kakaknya.Karena tak tahan dengan hinaan Geon Deok, isteri Dr Jung Cheol meninggalakan rumah adik dan iparnya sambil menangis.


Dr Yoon mendatangai Dr Jung Cheol dan mengatakan bahwa ia sudah mengirimkan rekam medisnya. Dr Jung Cheol marah kenapa Dr Yoon, menuduhnya sok pintar . Dr Jung Cheol belum percaya dengan hasil pengecekan isterinya, ia tidak yakin dengan RS tempat dia bekerja karena mesin CT scannya sudah lama sehingga.Ia akan membuat isterinya diperiksa lagi. Dia meninggalkan ruangannya dan  Dr Yoon sendirian

Direktur muda menanyakan ke Dr Yoom  apakah dia melihat Dr Jung. Direktur muda kesal dengan Dr Jung Cheol karena menyuruh pasien pulang setelah bikin janji dan pulang pada saat jam kerja. Direktur muda juga menyampaikan kekesalannya, karena 3 pasien kelenjar tiroid malah dibilang tidak perlu operasi, RS bagaiman mungkin berkembang tanpa operasi. Dia berlalu dr hadapan DR Yoon setelah Dr Yoon mengatakan bisa saja sembuh dengan hanya minum obat saja


Dr Jung dan isterinya mendatangi RS Universitas Hang untuk melakukan pemeriksaan ulang. Dr Jung Cheol dan temannya  Dr Jung kaget dengan hasil pemeriksaan.


Dr Jung mengatakan bahwa operasi tidak mungkin dilakukan, sudah terlambat. 


“ Apa dokter harus menjelaskan seperti itu?Apa kalian dokter tidak punya solusi lain? , dan cuma bilang sudah terlambat? Saat pemeriksaan sudah selesai dan jadi  pasien disuruh pergi?Apa seperti itu saja penyelesaiannya? Sialan, ucap Dr Jung Cheol
Dr Jung Cheol mulai emosi.Dr Jung menjelaskan kalau melakukan operasi juga tidak ada gunanya. Bengkak getah beningnya sudah menyebar ke organ lainnya. Kalau ada salah saat operasi maka penyebarannya bisa tambah parah.Tindakan gegabah akan mengakibatkan sel kanker makin ganas.
Dr Jung meminta Dr Jung Cheol untung tenang


“Lakukan operasi”
“ Tenanglah”
“Sebelum membedah perutnya, tak ada yg boleh buat keputusan gegabah. Kau bisa bicara seakan itu masalah sederhana dan sebagai suami dan dokter dan berkata ke wanita yg selalu berada di sisimu “Lupakanlah sudah tamat riwayat wanita ini” , aku tidak bisa”. Kecuali kalau kulihat perut itu dibedah dengan mata kepalaku. Jika tidak aku tidak akan pernah bilang begitu ke isteriku”.


Dr Jung menjelaskan bahwa kalau dioperasi malah hidup isterinya In Hee akan makin berat dan tidak bisa melakukan operasi hanya untuk membuat hidup Dr Jung Cheol tenang.
Dr Jung Cheol tetap memaksa untuk dilakukan operasii


“ Kasih dia kesempatan untuk bernafas, walau cuma sebulan. Satu minggu juga tak apa,kasihlah kesempat dia untuk bernafas. Tak apa kalau kau tak mau melakukannya untuk dia. Dia isteriku”

Akhirnya dr Jung setuju untuk dilakuka operasi 3 hari kemudian


Dr Jung menemui isterinya yg sedang menunggunya dan  meminta isterinya untuk istirahat tidak perlu ke rumah baru. Isterinya menolak karena nenek sudah kedingingan dirumah mereka yg sekarang.Dia ingin hidupnya dan nenek tenang .


Dia tetap pergi walau Dr Jung Cheol melaranganya.

Kapten Lee mengajak Yeon Soo untuk diantar pulang karena mobil Yeon Soo sedang dibengkel. Dan ternyata Yeon Soo mau ke rumah CEO Cha. Kapten Lee tetap mengantarkannya. Di mobil Kapt Lee kembali mengingatkan Yeon Soo untuk apa menjalani hubungan rahasia dengan CEO Cha. CEO Cha tidak akan menceraikan isterinya, dan suatu saat dia akan kembali ke anak dan isterinya. Namun Kapt Lee juga merasa  sama bodohnya, walaupun Yeon Soo tidak memperdulikannya Kapte tetap saja selalu mengejar Yeon Soo.

Dr Jung Cheol mengajak Dr Yoon minum.Dan mereka ternyata mendatangi kedai iparnya Yong Soon, dia meminta iparnya untuk datang ke rumah sakit saat operasi besok. Dr Jung Cheol meminta Yong Soon untuk merawat isterinya selama di rumah sakit


Dr Yoon merasa heran mendengar isteri Dr Jung akan dioperasi.


“ Apa isterimu kesakitan sekali?”
“ Tak ada pilihan lagi walau sangat sulit. Kau juga harus membantunya”
Dr Jung Cheol  merasa sangat menyesal isterinya sakit
Yeon Soo berada di rumah CEO Cha. Saat CEO Cha mandi, Yeon Soo memandangi sekitar ruangan. Di setiap sudut selalu ada pesan manis di kertas kecil dari isteri CEO Cha untuk dirinya. Saat CEO Cha meminta diambilkan handuk dari kamarnya, Yeon Soo melihat isi lemari CEO Cha yg tertata rapi. 


Dia terdiam sejenak melihat isi lemari tersebut. Dia mengingat kata-kata Kapten  Lee beberapa waktu lalu yg mengatakan” Dia pastia akan kembali ke anak dan isterinya, demi kenangan kau berusaha merusaka kebahagiaan orang lain. Memang apa salah isteri CEO Cha?”

Yeon Soo akhirnya meletakkan handuk di depan kamar mandi CEO Cha dan pergi meninggalkan rumah itu.

Sesampainya dirumah, Yeon Soo diminta ayahnya untuk mengepel lantai. Yeon Soo dan ibunya bingung dengan sikap ayahnya dua hari ini. Malam itu kembali ayahnya marah-marah, dan itu tidak biasanya. Yeon Soo tak tahan dengan sikap ayahnya yg jika punya masalah, tidak mau cerita tapi dilampiaskan dengan marah marah. Yeon Soo pun naik ke atas. Namun tiba-tiba ayahnya kembali berteriak

“Apa kau tahu keadaan ibumu sekarang”?
Yeon Soo kaget dan membalikkan badannya ke arah ayahnya, namun ayahnya langsung pergi tanpa mengucapkan apapun.


Dr Jung Cheol mengajak isterinya keluar untuk berbicara.


Isteri Dr Jung Cheoul menghujaninya dengan banyak pertanyaan tentang sakitnya
“Kanker ovarium yg bergeser ke rahim”, ucap Dr Jung Cheol
“Sudah stadiume berapa?”
“Stadium awal?”
Dr Jung terdiam, tidak menjawab pertanyaan isterinya.
“Tak sakit sama sekali kok, berarti masih stadium awal, benar kan?”
Dr Jung tidak sanggup mengatakan yg sebenarny “Ya” jawabnya perlahan.
Isterinya merasa itu tidak masalah, karena temannya juga mengalamai hal yang sama. Rahimnnya diangkat, beres. “Bukan masalah besar” teriak  isterinya masuk ke dalam rumah. Ia merasa bingung dengan sikap suaminya. Dia yg sakit tapi kenapa suaminya  yg takut dan yg bersikap sok lembut seperti itu.


Isterinya pergi meninggalkan Dr Jung Choel  yg hanya terdiam. Dan akhirnya Dr Jung Choel menangis.

Yoen Soo, terdiam di kursinya sedang memikirkan perkataan ayahnya. Akhirnya ia menemui ayahnya setelah tidak puasa mendengarkan jawaban dari bibinya tentang sakit ibunya.


“Ibu didiagnosis sakit apa?”
“ Kanker ovarium”
Yeon Soo terkejut sesat kemudian melanjutkan pertanyaanya.
“Sejak kapan ayah tau ini?”
Dr Jung diam sesaat
“ Kalau ayah sudah  tau ini dari lama kenapa tak kasih tau aku juga?”
Memang sejak kapan kamu peduli sama ibumu?
Yeon Soo menarik nafas, dia tidak yakin dengan jawaban ayahnya bahwa ibunya akan kembali pulih setelah dioperasi.
Keesokan harinya , ibu pamit ke nenek. Ibu sangat kwatir meninggalkan nenek.Dan benar saja nenek teriak teriak ingin ikut. 


Isteri Dr Jung Cheol sudah berada di kamar menunggu jadwal operasi.  Dia dikunujungi oleh Dr Yoon dan Dr Jung. Yeon diluar berbicara di telpon dengan CEO Cha. Tiba –tiba Kapten Lee datang dengan membawa bunga untuk ditipkan ke ibunya. Kapten Lee memberinya semangat


Dr Jung Cheol , Dr Jung  dan Dr Yoon berdiskusi tentang proses operasi nanti


Pada pukuk 16.00 isteru Dr Jung Cheol memasuki  kamar operasi. Operasi dimulai dengan. Dr Jung Cheoul sangat sedih melihat isterinya terbaring di meja operasi. Butuh beberapa saat untuk menguatkan hatinya


Yeon Soo dan Jung Soo menungg diluar kamar operasi dengan cemas. Dr Yoon mengajak yg lainnya untuk memulai operasi. Semuanya terhenyak melihat kondisi rahim isteri Dr Jung Cheol. Dr Jung Choel diam beberapa saat  melihat kondisi organ-organ tubuh isterinya yg  cukup parah dan sudah terkena sel kanker. 


Dr Jung Choel melangkar lunglai menjauh dari meja operasi.
“ Tutup lagi perutnya” katanya melemah.
“Jahitlah”
Dia pun menangis.