Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Olimne
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Most Beautiful Goodbye in the World Episode 3
DRAMA SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable

In Hee isteri Yeon Soo duduk menyendiri membayangkan keluarganya berkumpul dan bercanda satu sama lain . Sangat tidak ada kesedihan.


Dr Jung Cheol meminjam uang dari Dr Yoon dan berjanji tahun depan setalah gajian akan mengembalikannya. Dr Jung Cheol akan bekerja sebagai dokter di Puskesmas diluar kota. Sebelum berpisah, Dr Yoon menyerahkan obat yg diminta oleh Dr jung Cheol.  Dr Jung Cheol mengucapkan banyak terimakasih karena Dr Yoon banyak membantunya


In Hee memanggil adik iparnya, dia meminta agar iparnya pulang saja dan menyerahkan amplop padanya. Dia meminta dibuka sesampai di rumah. Iparnya menolak, karena ia masih ingin tinggal dan merawat dirinya. In Hee tetap bersikeras di harus pulang , karena banyak yg merawatnya di rumahnya. In Hee meminta iparnya untuk tidak meninggalkan adiknya Geon Deok, dia harus merawatnya apapun yg terjadi.


Geun Deok pulang kerumah mendapati isterinya sedang menangis. Dia memberika makan pada isterinya, namun isterinya tidak bergeming dan menangis.Geon Deok mengeluarkan uang yg banyak dan mengguncang badan isterinya. Isterinya akhirnya bangkit melemparkan uang dan mengigi tangan suaminya dan melemparkan surat asuransi yg diberikan iparnya

‘Ini, kau tahu apa ini? Kakakmu…..sekarat. Uang ini, kakakmu berencana mewarisi ini ke kau setelah kematiannya. Kapan kau sadar betapa banyaknya kebaikan kakakmu itu. Bagaimana kamu bisa memahami apa saja yang dia alami?”

Geon Deok tercengang dengan apa yg baru saja dia dengar.


Pagi itu ibu mengomel  pada Yeon Soo. Kenapa Yeon Soo tidak  bekerja. Bagaimana hidup mereka tidak bekerja karena menunggu kematianya. Ibu kembali ke kamar, mengomeli ayah, Dr Jung Cheol diam dan hendak keluar kamar. Isterinya menarik tanggannya dan memberikan buku tabungan ke suaminya. Namun Dr Jung Cheol menolaknya, dan meminta isterinya saja yang menyimpan.


Nenek kambuh lagi, dia marah karena dia mengangap makannnya basi lalu melempara bubur  ke wajah menantunya. Ayah, Jung Soo dan Yeon Soo yang sedang makan  langsung menghampiri dan melepaskan cengkeraman nenek dari ibu.


Kapten Lee bertemu dengan Yeon Soo di kantor. Kapt Lee tidak tau ternyata penyakit ibunya parah. Yeon Soo menyatakan penyesalannya sudah tidak ada waktu untuk membalas kebaikan ibunya dan memberikan kebahagiaan. Ia tidak bisa memasak, gosok baju. 

Ibuku pernah bilang  kata Kapt Lee“ tak diwajibkan anak bisa mambalas semua kasih sayang ibunya. Karena mustahil hal itu dilakukan. Sama seperti halnya kita tak bisa membalikkan arah arus air. Alasan orang menikah karena kasih sayang orangtua dan kebahagiaan yang tidak ada habisnya. Makanya biar bisa lepas dari  perasaan itu itu, orang menikah. Ingin melahirkan anaknya sendiri.”
Yeon mengangguk mendengarkan penjelasana Kapten Lee. 


Ayah mengajak Yeon Soo untuk melihat rumah mereka di Gapyeong.
“ Walau ibumu bilang ingin mengajak kalian semua kesana , Ayah selalu bilang nanti saja”.
“ Bantulah aku” kata ayah
Yeon Soo mengiyakan.


Yeon Soo dan ayah membersihkan rumah dan memasang semua peralatan pada tempatnya. Setelah selesai mereka minum teh. Yeon Soo minta maaf  telah teriak pada ayah sebelumnya, Yeon mengaku sebenarnya dia marah pada dirinya sendiri.

“Iya tak apa.Itu kan karena kau kasihan sama ibu. Ayah tak apa “ jawab ayah.

Ayah melanjutkan “ Baru –baru ini ayah berpikir seperti ini : Mungkin ada baiknya mengiklaskan ibumu . Ayah berpikir , orang yang hidupnya dua kali lipat lebih berat dari yang lain mungkin lebih cepat pergi ke tempat yang lebih baik. Ayah telah memutuskan unty berpikir seperti  itu”

Yeon Soo menggangguk sedih

“ Aku ingin merawat kalian berdua. Pasti ada waktu bukan?” kata Yeon Soo.
“ Kita semua ingin mengurus ibumu , ibu juga pasti mengerti niat kita.  Gelasnya cantik bukan? kata ayah mengalihkan pembicaraan.


Ibu melihat jam sudah pukul 8 tapi anak dan suaminya belum juga datang. Ia memutuskan untuk keluar setelah memastikan nenek sudah tertidur.  Di tengah jalan ia bertemu dengan Jung Soo dan pacarnya. Ia mendapat bunga yang sangat indah dari pacarnya Jung Soo. Setelah pacarnya pulang, ibu menggodai Jung Soo sambil berjalan beriringan.
”Apakah kamu berdua sudah ciuman? Tanya i ibu dengan nakal.
“Mana mungkin kami belum ciuman? Ciuman pertama kami sudah lama sekali” jawab Jung Soo
Jung Soo malah menciumi ibunya . Mereke tertawa bahagia hingga terdengar bunyi  klakson mobil.
Ternyata ayah dan Yeon Soo baru saja tiba,mereka masuk bersama-sama ke dalam rumah.


Ibu sangat senang menerima bunga itu, dan segera bergegas masuk ke dalam rumah  untuk menaruh bunganya. Namun ketika buka pintu, tiba-tiba nenek muncul dan memukul kepala ibu sampai berdarah. Ibu berteriak kesakitan. Semua panik dengan tindakan nenek. Ayah yang menyaksikan kondisi tersebut tidak mengatakan apa-apa, namun dia segera mengambil  paku dan tembok. Dia menyeret nenek masuk ke kamar dan mengurungya disana. Dengan membabi buta dia memaku pintu kamar nenek. Yeon Soo dan Jung Soo berusah menahan ayah, namun ayah menepis tanga mereka. Sedangankan ibu tergeletak kesakitan sambil meminta suaminya untuk menghentikan tindakannya.


Yeon Soo mengajak ayahnya masuk , karena dilluar dingin. Namun ayahnya menolak menyuruh Yeon Soo masuk.

Ibu terbangun karena sakitnya kambuh lagi. Dia segera menuju meja makan untuk minum. Dia melihat pintu kamar nenek terbuka. Dia mengintip, tenyata nenek tertidur tanpa memakai selimut. Di pun menyelimuti nenek. Ibu terdiam mengenang semua hal yg sudah dilewatinya dengan nenek dan kejadian yg baru saja terjadi.


Beberapa saat kemudian ia mendekap wajah nenek dengan selimut, hingga nenek kesulitan bernafas. Yeon Soo yang  turun dari kamarnya mendengar suara yg berasal dari kamar nenek, dia pun mendekat. Dia kaget meihat ibu mendekap nenek  dan berusaha menolong nenek. Tidak berapa lama, ayah dan Jung Soo datang menghentikan ibu.

“Ibu..Ibu, matilah bersamaku.Ibu, kalau aku mati , hidup ibu nanti bagaimana? Ibu, matilah bersamaku. Jangan menyusahkan anak-anakku. Matilah bersamaku” teriak ibu sambil menangis.


 Setelah tenang, Ibu memandikan nenek dikamar mandi. Dia tidak menghirauakan panggilan  Yeon Soo untuk membantunya dibalik pintu kamar kamar mandi. Ibu meminta maaf atas apa yang baru saja terjadi, dia sangat menyesal.


Pagi itu, Dr Jung Cheol menyuapi nenek makan, sambil bercerita kalau isterinya sakit parah. Yeong Soon menyiapkan makanan di dapur. Ibu turun dari kamarnya dan mencicipi masakan Yeon Soo. Enak rasanya, ibu mengatakan kalau putrinya sudah bisa menikah.
“ Putriku Yeon Soo, ibu sangat menyukaimu” katanya sambil berlalu.


Dr Jung Cheol  mengajak isterinya jalan-jalan ke suatu tempat yg tenang. In Hee pamitan dengan ibu mertuanya. Sebelum pergi Yang Soon memberikukn biskuit kenari pemberian Geon Deok pada kakak iparnya. In Hee tersenyum menerimanya dan berpesan agar ia menjaga nenek dengan baik. Yang Soon mengangguk.


Dalam perjalanan, ibu baru menyadari bahwa mereka akan ke Gapyeong. Namun ia meminta ke suatu tempat yg lebih bagus saja. Dr Jung Cheol meminta Yeon Soo menepikan mobil mereka di sebuah puskesmas. Dia memberi tahu bahwa dia akan bekerja di puskesmas tersebut jika mereka sudah pindah ke Gapyeong. Ibu  menyambut gembira kabar dari suaminya.


Tiba –tiba In Hee ingin melihat laut.Mereka menuruti apa maunya ibu. Pada saat duduk melihat tepi laut,  dia meminta kepada suaminya untuk memasukkan nenek ke panti jompo,dari pada semua membencinya. Namun Dr Jung Cheol mengatakan bahwa ia yg akan merawat dan mengurus nenek dan memintanya untuk tidak kawatir.Ibu menyampaikan betapa ia mengagumi Dr Jung Cheol dan mencintainya. Dr Jung Cheol yg kaku hanya membalas dengan “ya”.


Di tempat yg tak jauh dengan In Hee, Yeon Soo mengingatkan Jung  Soo bahwa mereka harus banyak –banyak tersenyum  bersama ibu dan melanjutkan hidup.

Sore itu mereka menghabiskan waktu dengan bercanda sama lain,kejar-kejaran hingga hari sudah sore.  Setelah mereka kembali melanjutkan perjalanan, ibu  tertidur dalam mobil karea kelelahan.


 Begitu sampai di Gapyeong dirumah  baru, Dr Jung Cheol turun dari mobil. Ibu meraih tangan Jung Soo
“ Jung Soo, lihat ibu”
“ Kau pulanglah duluan”
“ Ibu nanti pulangnya”
Jung Soo mulai menangis
“Ibu baru pulang  kalau ibu merasa sudah cukup istrahat. “
“ Kau menangis?”
Jung Soo menggeleng sambi memamalingkan wajahnya.
“ Jung Soo, aku siapa?”
“ Ibu” jawab Jung Soo sambil menangis memandangi wajah ibunya
Ibu memberikan cincin kepada Jung Soo yg kelak ia akan berikan pada isterinya.Ibu menangis memalingkan wajahnya keluar  dan meminta Jung Soo turun dari mobil. Jung Soo keluar sambill menangis.


Ibu mulai bicara pada Yeon Soo yg duduk di kursi depan “Yeon Soo…mungkin ibu akan tidak sadarkan diri. Kesadaran ibu terus semakin parah.Ibu…kau tau betapa ibu mencintaimu kan?”
Yeon Soo berusaha tegar dan mejawab terbata bata “ Ya. Aku juga. Aku juga cinta ibu “
“Ibu adalah kau.Kau adalah ibu. Kau tahu itu kan?
Yeon Soo mengangguk. “Putriku, putriku sayang”..teriak ibu sambil memeluk Yeon Soo dari belakang dan menciuminya.Yeon Soo menangis sambil berusaha menguatkan ibunya.
Yeon Soo dan Jung Soo akhirnya pulang meninggalkan ayah dan ibu di rumah baru itu.


Dr Jung Cheol memasak bubur dan menyuapi isterinya,. Setelah makan mereka duduk di sofa minum teh ,sambil menikmati pemandangan dari balik kaca. In Hee sangat menyukai rumahnya. Dan harusnya mereka bisa tinggal di rumah itu 20 sampai 30 tahun lagi.Dr Jung Cheol hanya terdiam.


Dr Jung Cheol benar benar mengurus isterinya dengan baik. Ia memandikan isterinya, yg membuat isterinya merasa kaget suaminya akan melakukan itu. Dr Jung Cheol memuji kecantikan isterinya selesai mandi. Selesai mandi, Dr Jung Cheol membersihan dan memotong kuku isterinya  serta memijatnya, sampai isterinya tidur terlelap.


Pagi harinya mereka berdua  duduk duduk berdua sambil  menikmati pemandangan sekelilingnya. Berjalan-jalan  bekelilin sambil menikmati salju, hingga  Dr Jung  Choel membacakan cerita sampai isterinya tertidur


Malam harinya, saat Dr Jung Cheol mengatakan ia bosan  karena tak ada televii, ibu tidak menanggapinya, malah ia meminta suaminya untuk membantunya membeli kuburan.

“ Walau aku tak ada , tak ada bedanya juga buat kamu. Jadi tak ada orang yg akan mengomelimu. “
“Aku tak mau” jawab Dr Jung Cheol
“ Apa kau nanti akan merindukanku?”
Dr Jung Cheol menggangguk sambil bernafas panjang.
 “Kapan? Waktu dalam keadaan apa ?”
“ Tiap waktu” 
“Tiap waktu kapan?”
“Pagi-pagi sebelu berangkat kerja. Sambil mengikat dasi “
“Terus”
“ Saat aku menyantap sup miso yg rasanya tak enak “
“Terus”
“Saat aku menyantap sup miso yang enak”
“Terus”
 “ Saat aku minun alkohol….dan saat aku tak mabuk. Saat aku lihat kamar yang rapi. Saat aku tertidur. Saat aku terbangun. Saat aku ingin diomelin olehmu. Saat ibuku mulai bertingkah. Saat Yen Soo menikah. Saat Jung  Soo, si berandal itu masuk kuliah. Saat Jung Soo wisuda. Saat pergantian tahun. Saat membuat kue serabi. Saat hari ucapan syukur. Saat membuat kue muffin. Saat aku sakit. Saat aku kesepian.” Dr Jung Cheol mengakhiri sambil menangis.

“Cepatlah menyusulku. Jangan membuatku merasa bosan” 
Dr Jung Cheol mengangguk dan memandangi isterinya sambil menangis.
“ Sayang, Jika menurutmu aku cantik , ciumlah aku”. 
Dr Jung Cheol  pun mencium  bibir isterinya dan memeluknya. Malam itu mereka larut dalam kesedihan dan tangis.
“Terimakasih In Hee”  kata Dr Jung Cheol.


Di pagi hari, Dr Jung Cheol terbangun memandangi isterinya dan memanggilnya.
“Sayang..sayang”  Dr Jung Cheol menggeleng pelan, menutup matanya.
“ In Hee” dia memanggil lagi.
Akhirnya ia terdiam, air matanya mulai keluar dan ia hanya bisa menangis.

END