Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Oksusu
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Revenge Note Episode 6
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Revenge Note Episode 8 Part 1

Goo Hee lagi galau. Ia merasa itulah sebabnya Hyeri sama sekali nggak bereaksi atas kejadian Yamete. Yamete nggak ada kaitannya. Dia bingung. Ia bertanya-tanya terus dia harus ngapain? Ia mengampil ponselnya. Itu nggak bisa dikirim lagi. Goo Hee mencoba mengirim lagi lewat revenge note tapi ponselnya bahkan nggak ngerespon. Kenapa jadi gini? Kenapa nggak bisa dikirim lagi??? Ah, b*go! Goo Hee mukulin kepalanya sendiri. Harusnya dia mikir dulu sebelum menggunakannya. Ah, b*go! B*go! 


Di sekolah anak-anak sedang melihat papan pengumuman. Ga Eun bertanya bukannya Hyeri ikut lomba itu? Tapi kenapa ada pemilihan peserta lagi? Teman Ga Eun berkomentar kalo dia udah menduga kalo bakalan jadi begini. Cuman karena guru Hee Jong dia jadi bangga. Makanya sejak awal dia ngerasa ada yang aneh. 


Hyeri yang berdiri di sebelah Ga Eun langsung menoleh. Ga Eun bilang ke temen-temennya agar nggak bicara begitu. Betapa terpukulnya Hyeri sekarang. Sampai sekarang ini semuanya hilang. Ia bertanya pada Hyeri. Apa dia baik-baik aja? Hyeri sendiri nggak menjawab dan langsung duduk di kursinya. 


Goo Hee melihat Hyeri. Deok Hee bilang ke Goo Hee, lihat, kan? Dia sok baik. Temennya Ga Eun menggerutu sambil melihat Hyeri, memangnya dia siapa? Naik mobil sama guru Hee Jong? Ga Eun nanya naik mobil bareng? Kenapa? Temennya Ga Eun menjawab kalo dia nggak tahu. Temen Ga Eun mengira sudah pasti Hyeri merayunya. Oh, Ga Eun mengambil kesimpulan karena itulah Hyeri bisa terpilih ikut lomba. Ia tertawa kecil, nggak mungkin. Kalo emang dia merayunya, guru Hee Jong bukanlah orang yang seperti itu. Teman Ga Eun menambahi kalo standarnya guru Hee Jong tuh tinggi. Hyeri sendiri udah meremas roknya, geram banget ngedengerin celotehan Ga Eun cs yang nggak ngerti apa-apa itu

Goo Hee udah nggak bisa sabar lagi. Ia maju dan bilang ke Ga Eun dan temen-temennya kalo kata-kata mereka terlalu kasar. Ji Hoon langsung melihat Goo Hee. Ga Eun nanya mereka kenapa? Goo Hee memperjelas kalo barusan kata-kata mereka pada Hyeri tuh kasar. Ga Eun nanya, kasar? Mereka bilang gitu? Kapan mereka bilang gitu? 


Goo hee menundukkan kepalanya. Dasar! Mereka kan emang gitu. Goo Hee nyuruh mereka buat cepat minta maaf ke Hyeri. Minta maaf? Tanya Ga Eun. Ga Eun nyuruh Goo Hee buat diem aja. Kenapa dia yang jadi ribet? 


Goo Hee mengatakan kalo guru Hee Jong nggak seperti yang mereka kira. Guru Hee Jong adalah orang yang bermuka dua. Ga Eun menyela, beraninya Goo Hee bilang guru Hee Jong bermuka dua! 


Ga Eun mendorong Goo Hee. Seharusnya Goo Hee yang minta maaf ke guru Hee Jong. Goo Hee mendesah, sungguh menyebalkan. Ia nggak bisa mengatakannya. Ia bilang ke Ga Eun buat diem aja. Dasar s*mpah!


Ga Eun nanya Goo Hee bisa diem, nggak? Kenapa dia yang jadi banyak bicara? Ga Eun menjambak  rambut Goo Hee. Goo Hee nyuruh Ga Eun buat ngelepasin rambutnya. Apa Ga Eun kira selama ini dia diem aja karena takut sama Ga Eun? Goo Hee balas menjambak rambut Ga Eun. Murid-murid pada ngelihatin. Ji Hoon sendiri hanya melihat dari tempat duduknya. Teman-teman Ga Eun dan Deok Hee mencoba memisahkan. 


Ga Eun dan Goo Hee kena hukum duduk sambil mengangkat tangan. Ga Eun nyalahin semuanya pada gadis g*la Goo Hee. Gara-gara Goo Hee imejnya jadi jelek. Ga Eun menuntut gimana tanggung jawabnya? Hah, Goo Hee? Goo Hee mengancam awas aja Ga Eun nanti. Seorang guru lewat dan menertawakan mereka. Apa mereka udah makan? 


Goo Hee makan bareng Deok Hee. Menunya banyak banget. Deok Hee nanya jadi maksudnya guru Hee Jong adalah orang jahat yang mengancam Hyeri? Goo Hee mengangguk mengiyakan. Ia melihatnya sendiri dengan jelas. Karena Hyeri nggak mau ngedengerin dia makanya dia diganti. 


Goo Hee nanya Deok Hee ada ide nggak? Goo Hee nyuruh Deok Hee buat menggunakan kemampuannya. Deok Hee menggeleng. Nggak ada gunanya mengungkap semuanya. Justru Hyeri yang akan terluka. Lagian siapa yang akan mempercayai mereka? Goo Hee membenarkan karena mereka orang g*la. Ah ruwet. 


Deok Hee punya ide. Gimana kalo gini? Goo Hee mendekatkan kursinya ke Deok Hee. Deok Hee membisikkan rencananya ke Goo Hee. Gimana? Bagus? Tanya Deok Hee. Goo Hee nanya mereka bisa melakulannya? Deok Hee yakin mereka bisa melakukannya dengan baik. Ia minya Goo Hee agar nggak khawatir. Deok Hee mengangkat gelasnya dan ngajak bersulang. (Mereka ngomong dengan bahasa mata. Ngakak banget lihatnya. Dengan mulut yang penuh dengan makanan. Saling memahami meski hanya lihat-lihatan aja)


Guru Hee Jong di ruangannya meski itu udah malam. Ia mendapatkan sebuah pesan di ponselnya. Pesan dari Hyeri yang meminta bertemu. 


Guru Hee Jong menutup tirai. Ia nyuruh untuk memikirkan dengan baik. Kalo Hyeri mengungkapkan hal itu, justru Hyeri sendiri yang rugi. Apa Hyeri pikir yang lain akan berpihak padanya? Guru Hee Jong berdiri di belakang Hyeri yang menundudukkan wajahnya di meja. Guru Hee Jong mengatakan kalo orang lain akan mengira kalo Hyeri merayunya. Hal itu akan membuat Hyeri jadi di kenal sebagai gadis bakal. Kalo Hyeri mendengarkan apa kata gurunya ini, guru Hee Jong bisa membuatnya diterima di universitas. 


Guru Hee Jong duduk di meja dihadapan Hyeri. Ia nyuruh Hyeri buat mendekat kepadanya. Hyeri mengulurkan tangannya dan mengatai guru Hee Jong dengan jarinya. Guru Hee Jong terhenyak mundur. Ia bertanya dia siapa? 


Goo Hee yang menyamar sebagai Hyeri mengangkat wajahnya. Ia bertanya kenapa? Apa Guru Hee Jong terkejut karena ia bukan orang yang guru Hee Jong? Guru Hee Jong benar-benar terkejut melihat Goo Hee. Guru Hee Jong bertanya kenapa Goo Hee ada disini? 


Goo Hee memperlihatkan ponselnya. Ia mengakui kalo pesan itu, dia yang mengirimkannya. Guru Hee Jong berkacak pinggang. Menurutnya lelucon itu sangat kelewatan dan nggak bisa ditolerir. Goo Hee menyela agar guru Hee Jong jangan mentolerir. Goo Hee melakulan itu karena udah nggak tahan lagi. Apa? Tanya guru Hee Jong. 


Guru Hee Jong merebut ponsel Goo Hee dan menghapus video yang barusan di rekam oleh Goo Hee. Guru Hee Jong menunjuk-nunjuk Goo Hee dengan ponselnya. Kali ini ia akan memaafkan Goo Hee. Ia mengancam Goo Hee agar nggak melakukannya lagi. Dan jangan coba-coba untuk bilang ke orang lain. Meski nggak ada gunanya juga ngasih tahu orang lain. 


Guru Hee Jong pergi meninggalkan Goo Hee dengan perasaan kesal. Goo Hee buru-buru mendatangi Deok Hee. Ia bertanya apa Deok Hee udah merekamnya? Deok Hee udah merekamnya. Pokoknya beres. Goo Hee mengaku jantungnya berdegup kencang, rasanya mau mati. Bener-bener bikin merinding. Deok Hee memuji Goo Hee. Kerja bagus! Benar-benar bagus.


Hyeri menerima rekaman video di ponselnya. Ia mendengarkannya melalui earphone. Terdengar suara guru Hee Jong. Hyeri menonton video itu melalui laptop-nya. 


Guru Hee Jong menunggu lift terbuka bersama dengan banyak siswa. Saat lift terbuka, hanya guru Hee Jong aja yang masuk. Ia bertanya pada murid-murid itu, nggak mau masuk? 


Saat sedang berjalan guru Hee Jong merasa aneh karena para siswi melihatnya sambil  berbisik-bisik. Bahkan ada siswi yang langsung berjalan berbalik arah begitu mereka melihatnya. 


Ga Eun dan teman-temannya melihat video itu. Mereka bertanya-tanya itu guru Hee Jong, kan? Bener, dari wajah dan suaranya benar dia. Ga Eun malah merasa kalo itu editan. Mana mungkin itu guru Hee Jong? Salah seorang siswi menyanggah pemikiran Ga Eun. Editan gimana? Menurutnya rekamannya bagus, kok. Ya ampun, siapa yang mengira kalo guru Hee Jong akan melakukan hal yang seperti itu. Mereka bertanya-tanya siapa gadis itu? Keren banget. Emang disekolah ada yang kayak dia? 


Diam-diam Goo Hee dan Deok Hee saling tertawa. Ga Eun melihat ke Goo Hee dan Deok Hee. Goo Hee hanya melihat Ga Eun dengan tatapan seperti bilang, apa? 


Guru Hee Jong berada di mejanya. Ia masih belum mengerti dengan apa yang terjadi. Ia lalu mengambil ponselnya dan melihat video itu. Ia merasa kecolongan. Tapi nggak bisa berbuat apa-apa juga. 


Beberapa hari kemudian. 
Goo Hee berjalan bersama dengan Deok Hee menuruni tangga. Deok Hee senang akhirnya guru Hee Jong pergi setelah video itu terekspos. Korban lain juga mulai berani bicara. Setelah mengetahuinya, ada korban insiden serupa di sekolah lain. Goo Hee bertanya apa Hyeri juga bicara? Entahlah, Deok Hee nggak tahu. Deok Hee melihat Hyeri. Mungkin dia udah bicara. Wajahnya senyum-senyum gitu. 


Goo Hee dan Deok Hee menghampiri Hyeri. Goo Hee bertanya padanya, lombanya sekarang, kan? Hyeri mengatakan kalo dia terpilih dari sekian  banyak murid. Ia akan maju sesuai rencana. Ah, benar mereka tahu kalo itu akan terjadi. Goo Hee lega guru Hee Jong dipecat. Kalo nggak pastinya bakalan banyak gosipnya. Hyeri berterima kasih pada Goo Hee. Goo Hee nanya buat apa? Buat saat Goo Hee membelanya. Goo Hee tertawa. Itu bukan apa-apa. 


Di belakang mereka lewatlah Ga Eun dan teman-temannya. Goo Hee manggil Ga Eun dan menyuruhnya untuk minta maaf ke Hyeri. (Oh, di belakangnya ada Ji Hoon juga). Ga Eun dengan cuek bilang maaf ke Hyeri. Hyeri cuman tersenyum aja melihat Ga Eun malu. 


Kang Min mengingatkan. Dia bilang juga apa? Jangan lihat tampang doang. Lihat hatinya juga. Deok Hee meledek. Tampang apaan? Tampang pas-pasan, baik juga enggak, kelaut aja sana! Wush, berenang! Hyeri dan Goo Hee ketawa. 


Goo Hee pamit ke Hyeri dan Deok Hee. Dia duluan. Ji Hoon ngasih bukunya ke Kang Min dan pergi ngikuti Goo Hee. 


Goo Hee di perpustakaan dan membaca sebuah buku. Ji Hoon diam-diam merhatiin Goo Hee. Ia lalu menghampiri Goo Hee. Videonya guru Hee Jong Goo Hee yang merekamnya, kan? Goo Hee bertanya dari mana Ji Hoon tahu? 


Ji Hoon mendekat. Gadis di video itu terlihat kecil, itu pasti Goo Hee. Goo Hee mengaku nggak tahu harus gimana. Kenapa? Tanya Ji Hoon. Goo Hee jadi gugup. Ji Hoon mendekat. Ia akan mengingatnya selamanya. Goo Hee benar-benar terlihat keren. 


Oh, Goo Hee ingat ada yang mau ia berikan ke Ji Hoon. Ia nyuruh Ji Hoon buat nunggu bentar. Goo Hee meletakkan bukunya dan bergegas ninggalin Ji Hoon. Ji Hoon tersenyum melihat Goo Hee. Ia ngambil buku yang tadi dibaca sama Goo Hee dan membacanya. 


Goo Hee kembali nggak lama kemudian sambil membawa tas. Itu adalah dasi Ji Hoon. Goo Hee minta maaf karena baru bisa mengembalikan. Ji Hoon menerimanya sambil bilang nggak papa. Goo Hee merasa seharusnya bisa mengembalikannya lebih cepat, tapi dia sibuk banget. Dan didalamnya ada hadiah kecil. Goo Hee berpesan agar Ji Hoon membukanya nanti aja. 


Goo Hee lalu meninggalkan Ji Hoon. Ji Hoon hanya senyum. Ah, imut sekali. Ia membuka tas itu dan mengambil amplop di dalamnya. Isinya ternyata adalah kupon.

Bersambung...

Komentar :

Duh, drama yang satu ini emang bikin geregetan. Baru aja mau nyerah karena masalah subtitle, tau-tau udah ada sub-nya di subscene. Malu, nih. Padahal udah koar-koar nggak bisa ngelanjutin.
Episode yang ini bikin gangguan jiwa. Aku aja ketawa mulu pas nulisnya. Apalagi pas adegan Ji Hoon dan Goo Hee... hadeuh, tepok jidad.

7 komentar

Dilanjutin ya unnie sinopnya... seruuu bgt perjuangan go hee untuk sebuah keadilan...😍

Lanjut... Lanjut... Lanjut..

Lanjut... Lanjut... Lanjut..

Terus dilanjut ya...

Terus dilanjut ya...

Dramamya ringan,seru dan menghibur.. makasih buat sinopsisnya.. ditunggu kelanjutannya