Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

KUMPULAN LINK || SINOPSIS Untouchable
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 4 Part 2

Joon Seo menyerang Detektif Park dan menanyakan keberadaan Jo Taek San alias Kang Moon Shik yang telah menabrak istrinya sampai mati. Joon Seo tahu bahwa Detektif Park-lah yang membantu Moon Shik melarikan diri sebelumnya. “Ah, Kang Moon Shik? Maksudmu pria yang disana itu?” tanya Detektif Park santai.


Joon Seo menoleh dan melihat Moon Shik sedang dibawa masuk oleh dua petugas Polisi. Joon Seo menatapnya dengan heran dan membiarkan Moon Shik melewatinya. Namun ia tidak bisa menahan kekesalannya saat Moon Shik tersenyum mengejek padanya.


Joon Seo menendang Moon Shik dari belakang, lalu memojokkannya ke dinding. Dua petugas Poliis berusaha menarik Joon Seo. “Kau tertawa?! Itu akan menjadi tawa terakhirmu,” teriak Joon Seo.


Pimpinan Jung yang merupakan atas Joon Seo menegurnya, karena kejadian pemukulan sebelumnya. Detektif Park menginformasikan bahwa Moon Shik tidak akan menuntut Joon Seo. Joon Seo lalu meminta izin agar dia dapat menginterogasi Moon Shik, tapi Detektif Park itu tidak boleh karena Joon Seo terlalu emosional pada Moon Shik.


Joon Seo: “Apa yang kau bicarakan dengannya di bar semalam?”
Det. Park: “Aku? Aku kesana karena mendapat laporan.”
Joon Seo: “Apa disini Kepala Satuan turun langsung melakukan investigasi?”
Det. Park: “Itu karena kau belum tahu cara kerja disini. Cara kerja kami berbeda dengan Kepolisian Seoul.”


Pimpinan Jung meminta mereka berhenti dan kasus itu akan diserahkan pada Detektif Go. Joon Seo mengatakan bahwa Moon Shik adalah orang yang pertama yang dia incar sejak pindah kesana, tapi Pimpinan Jung tidak peduli. Pimpinan Jung kemudian menghubungi Detektif Go dan menyuruhnya masuk.


“Jangan terburu-buru. Kau akan segera terbiasa dengan Bukcheon,” kata Detektif Park pada Joon Seo.


Joon Seo kemudian mendatangi Detektif Go dan menyatakan keinginannya untuk bisa ikut menginterogasi Moon Shik. Detektif Go mengingatkan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan, karena terkait dengan urusan keluarga Joon Seo.


Detektif Go mengatakan bahwa ayah Jung Hye, Detektif Yoon, adalah mentornya dan telah menjadi rekannya selama 10 tahun. Dia juga merupakan orang pertama yang Jung Hye minta tolong untuk mencari pembunuh ayahnya. “Tapi saat itu, aku tidak mempedulikannya. Aku sangat ingin menggali kasus ini melebihi dirimu. Biarkan aku yang menanganinya. Aku mohon,” katanya.


Detektif Go lalu menerima telepon, “Ya, Jaksa Seo. Anda sudah menerima emailku?”


Setelah memastikan bahwa semua dakwaan sudah dibuat, Jaksa Seo Yi Ra menutup teleponnya. Ia kemudian membaca kembali surat perintah penangkapan untuk tersangka pembunuhan Jung Hye, Kang moon Shik.


Jaksa Park lalu datang dan mengajak Yi Ra untuk makan siang bersama


Dengan ekspresi datar, Ja Kyung berias di depan cermin.


Ja Kyung pergi ke restoran untuk bertemu dengan Jaksa Park dan Yi Ra. Jaksa Park menjelaskan bahwa Ja Kyung adalah Ketua Dewan Eksekutif Kotak Bukcheon dan istri dari Ki Seo dari Industri Kelautan Bukcheon. Yi Ra langsung memperkenalkan dirinya dan memberikan kartu namanya.


Ja Kyung dengan jujur mengatakan bahwa ia ingin tahu secara pribadi siapa wanita yang datang menemui adik iparnya. Yi Ra menjelaskan bahwa dia datang untuk minta maaf atas perilaku ibunya. Ja Kyung lalu bertanya pada Jaksa Park apakah Yi Ra selalu patuh padanya.


Jaksa Park: “Ya, dia selalu patuh. Dia juga penuh ambisi. Dia bisa diandalkan.”
Yi Ra: “Hentikan, itu membuatku malu.”
Ja Kyung: “Aku Ketua Dewan Eksekutif Bukcheon, tapi kota ini masih didominasi kaum pria. Terkadang aku membutuhakn talenta baru. Akan lebih bagus jika itu wanita.”
Yi Ra: ”Terima kasih, Bu.”


Di Kantor Polisi, Detektif Go mulai menginterogasi Moon Shik. Saat Detektif Go bertanya kenapa sebelumnya Moon Shik berlari saat melihatnya, Moon Shik mengatakan bahwa dia terkejut. Dia minta maaf dan mengakui bahwa dia melakukan banyak kejahatan dan sering berganti nama karena dia adalah buronan.


Det. Go: “Kau mengenal Yoon Jung Hye? Wanita yang kau tabrak dengan trukmu?”
Moon Shik: “Ah, wanita itu? Kukira namanya Jo Min Joo.”
Det. Go: “Kau mengetahuinya. Kau membunuhnya karena kau mengetahuinya.”
Moon Shik: “Aku tidak tahu sama sekali. Aku belum pernah mendengar namanya.”


Joon Seo memaksa masuk ke ruang interogasi dan Detektif Na berusaha menghalanginya. Joon Seo berkata bahwa ia ingin memastikan beberapa hal yang dapat membantu penyelidikan, dan setelah itu ia akan keluar dengan tenang. Detektif Go akhirnya mengizinkannya dan memberikan waktu 3 menit.


Joon Seo bertanya apakah benar truk yang Moon Shik pakai adalah milik Industri Kelautan Bukcheon. Moon Shik menjawab dengan santai bahwa sepertiga truk yang ada di Bukcheon memang milik mereka.


Joon Seo: “Wanita yang kau bunuh berasal dari Bukcheon. Truk yang membunuhnya dan kau juga berasal dari Bukcheon. Tapi lokasi kecelakaannya di Seoul, 300 meter dari Bukcheon. Bukankah itu aneh?”
Moon Shik: “Bukankah kasus itu sudah ditetapkan sebagai kecelakaan tidak disengaja? Jaksa itu sudah memutuskannya.”
Joon Seo: “Jaksa itu juga berasal dari Bukcheon.”


Moon Shik tersenyum licik. Ia berkata bahwa ia bersedia diadili secara hukum, jika memang ada bukti yang menyatakan kalau dia bersalah. “Jangan terlalu mengandalkan hukum,” kata Joon Seo lalu mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke kepala Moon Shik.


“Kang Moon Shik, siapa yang ada di belakangmu?” tanya Joon Seo. Moon Shik menggelengkan kepalanya. Joon Seo sudah bersiap menembak, namun Detektif Go mengambil alih pistolnya sambil mengatakan bahwa waktu 3 menit sudah habis dan menyuruh Joon Seo keluar.


Setelah Joon Seo keluar, Moon Shik berkata bahwa harusnya orang yang menodongkan pistol padanya itu dilaporkan ke Komnas Ham. “Siapa? Setahuku hanya ada kau dan aku disini,” kata Detektif Go. Moon Shik tersenyum mencibir. “Jangan tertawa, brengsek,” kata Detektif Go lagi.


Yi Ra mengucapkan terima kasih kepada Ja Kyung atas makan siangnya. Ja Kyung mengatakan bahwa adik iparnya, Joon Seo, memiliki banyak rahasia dan sangat pendiam, jadi keluarga pun sangat penasaran tentangnya. Ja Kyung meminta agar Yi Ra memberitahunya jika Joon Seo melakukan sesuatu, dan Yi Ra setuju. Sebelum pamit pergi, Ja Kyung mengajak Yi Ra minum bersama lain kali, dan Yi Ra setuju lagi.


Yi Ra: “Menantu keluarga Jang memang berbeda.”
Jaksa Park: “Dia putri mantan presiden. Dia berbeda dari kita.”
Yi Ra: “Putri mantan presiden?”
Jaksa Park: “Kau tidak tahu? Dia putri dari mantan presiden Goo Yong Chan. Kau memposisikan diri di tempat yang bagus.”
Yi Ra: “Oh, my God. Thank you, God.”


Joon Seo kembali ke mejanya dengan kesal. Partnernya, Detektif Goo bertanya apakah malam ini dia bisa bebas karena sudah membantu Joon Seo menangkap penjahatnya. Joon Seo berdiri dan berkata, “Pergi ke Kantor Pusat Kelautan Bukcheon dan periksa kembali adakah yang pernah melihat Jo Min Joo? Kali ini tanyakan ke petugas keamanan atau kebersihan.”


Detetktif Goo mengangkat tangannya seolah-olah ingin memukul Joon Seo dari belakang. Ia llau bergumam bahwa dia sudah tahu binatang apa yang dia lihat dalam mimpinya dan ternyata itu anjing.


Joon Seo sendiri pergi ke area Industri Kelautan Bukcheon. Ia berusaha membuka salah satu gudang yang ada disana, namun terkunci. Ia mencoba berkeliling dan menemukan seorang wanita paruh baya tidak jauh dari sana dan bertanya apakah pekerja Industri Kelautan Bukcheon sering datang kesana.


“Ya, kadang-kadang,” jawab wanita itu. Joon Seo lalu memberikan foto Jung Hye padanya. “Apa Anda petugas Polisi?” Joon Seo mengiyakannya. “Astaga. Akhirnya ada yang melaporkannya juga. Dia memintaku untuk tidak melaporkannya. Aku melihatnya sekitar 3 tahun yang lalu.”
Flashback..


Jung Hye dengan wajah babak belur dan pakaian mini tampak berlari ketakutan. Jung Hye kemudian sampai di kedai wanita tadi dan memohon agar ia bisa sembunyi disana. Wanita itu memperbolehkan Jung Hye masuk.


Beberapa penjahat masuk ke kedai dan menanyakan Jung Hye. Walaupun wanita itu bilang tidak ada wanita yang datang kesana, para penjahat tetap menerobos masuk untuk mencari Jung Hye.


Jung Hye sendiri sedang bersembunyi di dalam sambil menutup mulutnya agar suara isakannya dan napasnya yang memburu tidak terdengar. Dan terlihat sudah ada tato dengan aksara China di punggungnya.


Wanita itu menceritakan pada Joon Seo tentang keadaan Jung Hye yang terlihat mengerikan. “Sekujur tubuhnya memar. Dia berlari tanpa alas kaki dan berdarah-darah. Tapi dia memintaku untuk tidak melaporkannya ke Polisi. Dia bilang jika Polisi membawanya, dia bisa ditangkap lagi.”


Joon Seo bertanya darimana arah Jung Hye datang. Wanita itu menunjuk ke arah Kantos Industri Kelautan Bukcheon.


Di tempat berbeda, saat akan masuk ke dalam mobilnya, Jaksa Park menerima telepon, “Ya. Tidak apa-apa. Aku belum pulang. Silakan bicara.”


Di kedai wanita tadi, Joon Seo minum di siang hari dengan ekspresi sedih.


Yi Ra meminta bawahannya agar mencari tahu kartu kredit dan nomor ponsel atas nama Jo Min Joo serta menelusuri penggunaannya sejak saat itu. Yi Ra lalu melihat nama Min Joo terdaftar sebagai mahasiswi di salah satu universitas dari jurusan akuntansi.


Jaksa Park datang ke ruang kerja Yi Ra dan bertanya kenapa masih belum pulang. Yi Ra bilang ia masih ada pekerjaan. “Apa kau sedang mengerjakan kasus Kang Moon Shik?” tanya Jaksa Park dan Yi Ra membenarkannya.


Yi Ra mematikan lampu ruang kerjanya dan keluar dengan ekspresi dan langkah tidak bersemangat.
Flashback..


“Kau ingin ke Seoul bukan? Kau berkesempatan kesana secara kilat. Bukankah sebaiknya kau mengambilnya?” tanya Jaksa Park sebelumnya.


Yi Ra kembali berjalan dan di lantai bawah Joon Seo sudah menunggunya, lalu mengajaknya bicara.


Mereka pergi ke sebuah restoran, tapi Joon Seo terus saja minum. Joon Seo kemudian bertanya tentang kepribadian Jung Hye yang merupakan senior Yi Ra. “Dia seniory yang baik hati. Aku yakin dia terpaksa melakukan itu semua padamu. Dia berhati lembut dan tidak suka menyakiti orang lain,” jawab Yi Ra.


Joon Seo: “Lalu sebaiknya dia tidak mati? Kenapa dia mati?”
Yi Ra: “Di matamu, dia wanita seperti apa? Dia pintar membuat orang di sekitarnya merasa nyaman. Dia pendengar yang baik dan banyak tersenyum. Terkadang dia melakukan hal yang tidak terduga dan membuat orang lain tertawa. Apa dia seperti itu? Apa dia seperti itu ketika bersamamu?  ”


Joon Seo tidak menjawab, tapi malah minum lagi. Ia menyebut Yi Ra sebagai wanita yang tidak peka, karena seharusnya Yi Ra menyebut Jung Hye wanita jahat agar Joon Seo bisa membencinya. Yi Ra diam saja dan merasa kasihan.


Sambil memandang laut, Joon Seo menawarkan minuman kaleng, namun Yi Ra menolak. Yi Ra bertanya bagaimana Joon Seo bisa bertemu dengan Jung Hye. “Aku tidak ingat,” jawab Joon Seo. Kemudian terdengar klakson dari taksi yang dipanggil Yi Ra. Yi Ra mengajak Joon Seo pulang bersama, tapi Joon Seo bilang ia akan pulang sendiri.


Sebelum pergi, Yi Ra berpesan agar Joon Seo tidak minum lagi, karena sudah terlihat mabuk. Joon Seo menganggukkan kepalanya.
Flashback..


Jung Hye merasa canggung saat ada pria (Joon Seo) yang terus melihat ke arahnya. Padahal Joon Seo sedang mengintai penjahat yang duduk di restoran itu juga.


Karena semakin merasa tidak nyaman, Jung Hye menghampiri Joon Seo dan bertanya apakah Joon Seo mengenalnya. “Tidak,” jawab Joon Seo. Jung Hye lalu bertanya kenapa Joon Seo terus memandangnya dan membuatnya terganggu.


“Aku tidak memandangimu,” kata Joon Seo sambil menunjukkan pistolnya. “Aku memandangi orang yang di belakangmu.” Bibir Jung Hye bergetar dan bertanya apakah pria itu tersangka.


“Bukan. Dia akan mendatangiku kesini. Jadi, duduklah dengan tenang di tempatmu,” kata Joon Seo. Dan Jung Hye melakukannya dengan patuh. Tapi dia sangat gugup dan Joon Seo memberinya kode agar tetap tenang.


Bukannya tenang, Jung Hye malah langsung meminum kopi yang masih panas. Alhasil kopi itu tidak sengaja tumpah dan mengenai laptop serta mejanya.


Joon Seo tersenyum geli melihat kejadian itu. Jung Hye berkata kepada pengunjung lain agar tidak menghiraukannya.


Orang yang diintai itu melihat Joon Seo ada disana, jadi dia pergi meninggalkan restoran.


Jung Hye merasa bersalah, karena membuat Joon Seo kehilangan orang itu. Tapi Joon Seo santai saja dan tersenyum. Jung Hye juga tersenyum dan meminta maaf.


Joon Seo juga tersenyum saat mengingat kenangan itu. Tapi hanya sesaat.


Kemudian terlihat  Joon Seo menceburkan dirinya ke dalam laut.


“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu, Jung Hye..”