Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 4 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 5 Part 2

Di ruang interogasi, Kasat Park mengatakan bahwa keadaan semakin rumit, karena Moon Shik tewas. Akan sulit menangani masalah itu, karena sangat jelas alasan Joon Seo membunuh Moon Shik. Karena Joon Seo diam saja, Kasat Park meninggalkannya dan memberinya waktu untuk berpikir.


Sebelum pergi Kasat Park mengingatkan, “Ini Bukcheon. Pikirkan tentang anak siapa dan saudara siapa dirimu itu. Itu seharusnya menjadi acuan.” Joon Seo diam saja.


Di lorong Kantor Polisi, Kasat Park menghubungi seseorang dan meminta pengecekan CCTV di lokasi terjadinya penyerangann Moon Shik dan meminta salinannya.


Joon Seo mengangkat ponselnya. Yi Ra mengomel karena Joon Seo tidak juga mengangkatnya ponselnya. Yi Ra mengatakan bahwa ia ingin mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan Jung Hye.


Yi Ra ingin memberitahu sesuatu, namun Joon Seo menyuruhnya melupakannya saja dan meminta Yi Ra agar tidak merepotkan dirinya dengan kasus Jung Hye lagi. Joon Seo langsung menutup ponselnya.

Joon Seo kembali termenung. Ia kemudian membenturkan kepalanya ke meja dengan sangat keras. Ia mengingat saat Moon Shik memprovokasinya dengan menjelek-jelekkan bahwa Jung Hye memiliki hubungan intim dengan Moon Shik.


Joon Seo memukul-mukulkan tangannya yang terborgol ke atas meja. Ia juga melempar mejanya hingga terbalik dan berteriak meluapkan kemarahannya. Detektif Go kemudian masuk ke ruang interogasi dan berusaha menenangkannya.


Jaksa Park melapor kepada Ja Kyung bahwa Yi Ra sedang menyelidiki kasus Jung Hye dengan mengecek penggunaan kartu kredit dan daftar panggilan dari nomor ponselnya. Ja Kyung lalu bertanya apakah Jaksa Park pernah memberikan nomornya pada Yi Ra. “Tidak, tak pernah,” jawab Jaksa Park.


Jawaban Jaksa Park membuat Ja Kyunge menjadi bertambah curiga atas telepon Yi Ra sebelumnya.


Joon Seo lalu dibawa masuk ke sel. Dia pasrah saja, bahkan ketika borgol di tangannya dikaitkan ke teralis sel.


Yi Ra mengecek kembali daftar panggilan telepon Jung Hye. Ia kemudian melemparkan daftar itu, karena Joon Seo memintanya agar tidak mempedulikan kasusnya. Jadi ia merasa tidak ada gunanya, jika ia mengeceknya lagi. Ia kesal karena Joon Seo berbuat semaunya padanya. Ia kemudian menerima telepon dari Ja dan mengangkatnya dengan terpaksa.


Yi Ra: “Halo?”
Ja Kyung: “Aku Goo Ja Kyung.”
Yi Ra: “Ya, Direktur?”
Ja Kyung: “Aku tadi sedang rapat jadi tidak bisa bicara dengan benar di telepon. Aku minta maaf.”
Yi Ra: “Oh, tidak apa-apa.”


Ja Kyung lalu menanyakan alasan Yi Ra menghubunginya sebelumnya. Yi Ra berbohong bahwa ia hanya ingin menyampaikan salam. Ja Kyung tertawa. Ia kemudian mengajak Yi Ra bertemu esok hari dan akan menghubunginya lagi untuk memberitahu tempat dan waktunya.


Pimpinan Jung bertanya kepada Detektif Go kenapa Joon Seo melakukan hal bodoh dengan membunuh Moon Shik. Detektif Go bilang ia belum bisa bicara dengan Joon Seo, karena dia sedang kehilangan kewarasannya. Pimpinan Jung menduga bahwa orang yang melindungi Moon Shik sedang menertawakan mereka sekarang.


Detektif Go lalu masuk ke sel Joon Seo dan melepaskan borgolnya. Mereka lalu duduk bersama dan Detektif Go bertanya apa alasan Joon Seo melakukan itu. “Tidak ada alasan. Aku hanya membunuh seseorang yang harus dibunuh,” jawab Joon Seo. Joon Seo bilang semuanya sudah berakhir saat Jung Hye meninggal.


“Jika kau memang berniat untuk membunuh Kang Moon Shik, hanya ada satu alasan,” kata Detektif Go lalu menarik kerah Joon Seo. “Ketua Tim Jang, kaulah orang di belakang Kang Moon Shik. Kau menyewanya untuk membunuh Yoon Jung Hye yang menipumu. Kau takut dia akan mengungkapkan kebenarannya, jadi kau sengaja melenyapkannya. Bukan begitu?”Joon Seo masih diam saja. Detektif Go lalu melepaskan cengkeramannya dan mengatakan bahwa itu adalah yang akan dia lakukan untuk memojokkan Joon Seo.


Joon Seo masih saja menunjukkan ekspresi wajah yang sama ketika Detektif Go pergi. Sebelum pergi, Detektif Go mengingatkan bahwa Joon Seo adalah seorang Polisi.


Rekannya sesama detektif membawa Joon Seo ke suatu tempat. Mereka melepaskan borgolnya dan menyuruh Joon Seo masuk. Joon Seo bertanya tempat apa itu.. Tapi salah satu rekannya bilang bahwa mereka tidak tahu apa-apa, jadi jangan tanyakan apapun pada mereka. Joon Seo akhirnya melangkah masuk, da dua orang lainnya menunggu di luar.


Di dalam tempat itu ada Paman Yong dan juga Kasat Park yang bahkan menganggukkan kepalanya memberi hormat pada Joon Seo. Paman Yong berkata bahwa Kasat Park sudah menceritakan masalah yang sedang terjadi. “Ada banyak mulut yang perlu kuberi makan. Tak mungkin aku bisa mengurus semua orang itu dengan gaji petugas Polisi,” kata Kasat Park.


Kasat Park lalu menunjukkan rekaman CCTV ketika Joon Seo menyerang Moon Shik. Ia juga bilang kalau ada beberapa saksi di lokasi kejadian dan juga rumah sakit, dan masalah akan semakin rumit jika dilakukan otopsi. Jaksa Park berkata akan menyelesaikan masalah itu, asalkan Paman Yong berjanji untuk mengurus masalah Yong Cheol.


Paman Yong memberitahu bahwa Ki Seo baru saja mengumumkan pencalonan dirinya sebagai walikota dan jika berita tentang pembunuhan yang dilakukan adiknya menyebar, maka akan berakibat buruk pada Ki Seo, serta bertentangan dengan keinginan mendiang ayahnya.


Joon Seo: “Benar. Aku adalah putra Jang Bum Ho dan adik Jang Ki Seo.”
Kasat Park: “Dia adalah seseorang yang bekerja sebagai Polisi selama lebih dari 10 tahun. Dia tidak bisa menyesuaikan cara berpikirnya secepat itu. Beri dia waktu.”


Kasat Park lalu menghubungi anak buahnya yang ada di bawah dan memberitahu kalau Joon Seo akan segera turun. Jadi mereka harus mengawalnya kembali ke Kantor Polisi.


Salah satu detektif meminta kerja sama Joon Seo agar menganggap semua hal tadi tidak terjadi demi kebaikan mereka semua. Detektif Goo datang dengan mobil dan membunyikan klaksonnya. Joon Seo langsung menghajar dua detektif yang mengawalnya dan melarikan diri.


Detektif Goo membukakan pintu mobilnya dan Joon Seo langsung masuk ke dalamnya. Mereka kemudian buru-buru pergi.


Kedua detektif hanya bisa meminta maaf pada Kasat Park. Kasat Park berkata pada Paman Yong, pasti tidak mudah bagi Joon Seo agar terbiasa dengan cara hidup Bukcheon. Paman Yong tidak merespon dan kembali masuk ke dalam.


Detektif Goo mengenali kedua orang tadi sebagai Polisi di departemen mereka. Ia jadi khawatir karena baru saja membantu tersangka pembunuhan. Joon Seo bilang ia yang akan bertanggung jawab dan meminta rekannya itu agar percaya dan membantunya.


Joon Seo menyerobot masuk ke mobil ambulance yang sebelumnya membawa Moon Shik. Detektif Goo memberi kode dengan jari di mulutnya agar petugas ambulance diam, lalu ia mengambil kartu memori di blackbox ambulance. Ia kemudian menutup pintunya.


Mereka mengecek rekamannya dengan serius. Kedua petugas ambulance tampak waspada. Sayangnya, rekaman itu hanya menunjukkan saat petugas ambulance memberikan bantuan oksigen kepada Moon Shik.


Joon Seo meminta Detektif Goo memutar rekamannya dengan lebih cepat, namun hasilnya tetap sama saja. Kedua petugas menghela napas lega, dan Joon Seo menyadari itu.


“Kau sudah pastikan menghancurkan berkas aslinya, kan?” tanya Kasat Park pada seseorang di telepon. “Baik, aku mengerti. Kau sudah bekerja keras.” Setelah menutup ponselnya, Kasat Park memberitahu Paman Yong bahwa Joon Seo memeriksa blackbox ambulance. Kasat Park berpendapat bahwa akan bahaya jika mereka terus membiarkan Joon Seo.


“Jika kelonggaran tidak berhasil, maka kita harus menggunakan obat yang lebih kuat. Tangkap dia dan masukkan ke penjara karena pembunuhan,” perintah Paman Yong.


Sementara itu, ketika rekannya tertidur di mobil, Joon Seo malah melamun sendirian, mengingat beberapa pertemuan dan perkelahiannya dengan Moon Shik. Ia ternyata menyadari bahwa ada bekas jeratan di leher Moon Shik.


Joon Seo terus besandar di tempat yang sama hingga pagi menjelang. Rekannya datang dan membawakannya kopi. Ia berkata bahwa Bukcheon adalah kota tanpa hukum. Ia juga mengatakan bahwa pengaruh Kasat Park sangat besar hingga dapat menutupi kasus pembunuhan. Ia lalu menyarankan Joon Seo agar bersikap ramah pada Kasat Park, dan Joon Seo mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia memikirkan rencana baru.


Joon Seo kembali ke Kantor Polisi dengan sukarela, berkata bahwa ia berjanji akan menangkap pembunuh Moon Shik. Ia bilang telah terjadi kecelakaan mobil yang menyebabkan kematian Moon Shik. Kasat Park bertanya apa buktinya. “Kau tidak ingat? Kau yang mengatakannya padaku semalam,” kata Joon Seo memanfaatkan Kasat Park.


Detektif Go terus memperhatikan Joon Seo. Joon Seo berkata bahwa dia akan mentarktir makan malam seluruh tim. Joon Seo juga membungkukkan tubuhnya kepada Kasat Park dan meminta bimbingannya agar menjadi lebih baik.


Kasat Park tidak bisa berbuat apa-apa.


Gyu Ho bertanya pada anak buahnya apakah Joo Tae Sub benar akan dikeluarkan hari ini dan mereka membenarkannya. “Lalu kenapa aku tidak melihatnya?” tanya Gyu Ho.


Ja Kyung, yang sedang mengemudi, berbicara dengan seseorang  di ponselnya bahwa Joo Tae Sub harus segera ditemukan bagaimanapun caranya. 


Gyu Ho: “Aku yakin kita bisa menemukannya jika kita mencarinya. Haruskah aku membawanya padamu setelah menemukannya?”
Ja Kyung: “Apa ada alasan aku harus melihatnya?”
Gyu Ho: “Kalau begitu, aku bisa memberitahu anak buahku kalau kau tidak ingin melihatnya, kan?”
Ja Kyung: “Apa kau merekam panggilan saat kau berbicara di telepon denganku?”
Gyu Ho: “Tidak.”
Ja Kyung: “Bunuh dia. Bukankah itu yang ingin kau rekam?”


Gyu Ho tertawa dan berkata bahwa dia harus menghapus rekaman panggilannya hari ini. Dia mengerti dan akan memberitahu jika sudah mendapatkan hasilnya.


Ja Kyung kemudian menginjak remnya secara mendadak, karena ada orang yang tiba-tiba muncul di depan mobilnya dan itu adalah Joo Tae Sub. “Lama tidak bertemu, Direktus Eksekutif Goo Ja Kyung,” sapanya dengan tersenyun lebar.


Ja Kyung shock. Tapi ia berusaha menguasai dirinya dan keluar dari mobil dengan berani. Tae Sub memperkenalkan dirinya dan bertanya apakah Ja Kyung ingat padanya. “Ya,” jawab Ja Kyung.


Tae Sub ternyata tahu bahwa Ja Kyung mengirimkan banyak orang ke penjara, tapi bukan untuk memberikan selamat padanya. Ja Kyung bilang kalau Tae Sub adalah penyelamat mereka. “Bukankah aku seperti duri di matamu? Sesuatu yang ingin kau tarik keluarkan dan singkirkan!” kata Tae Sub mulai menunjukkan emosinya.


Tae Sub mengeluarkan sebuah pisau cutter dan berkata bahwa selama 8 tahun hidupnya di penjara, dia tidak pernah merasa aman. “Orang yang aku takutkan bukanlah orang yang ingin balas dendam, tapi orang yang menganggapku sebagai penyelamat mereka,” kata Tae Sub lalu menggoreskan pisau itu ke telapak tangannya. Darah segar kemudian mengalir dari telapak tangannya.


“Selamatkan aku. Aku takut mati,” kata Tae Sub sambil berjalan perlahan menghampiri Ja Kyung. “Selamatkan aku. Aku mohon.” Ia lalu menyenggol bahu Ja Kyung dan berjalan pergi sambil melemparkan pisaunya.