Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 6 PREVIEW

Kasat Park memerintahkan agar bawahannya yang membawa abu Moon Shik, mendaftarkan kematian Moon Shik di Bukcheon, karena tidak memiliki keluarga yang masih hidup. Bawahannya yang satu lagi mengeluh, bahwa akhir-akhir ini para keparat di Bukcheon tidak pernah mendengarkan mereka.


Kasat Park memberikan sejumlah uang pada mereka. Mereka pun berkata akan mengurusnya.


Dengan mobil mewah barunya, Yi Ra pergi ke rumah sakit. Dia sedang bicara di ponselnya dengan seorang teman bernama Tae Ri yang mengajaknya reuni di Seoul dan Yi Ra setuju karena dalam waktu itu ia kemungkinan sedang berada di Seoul. “Aku pikir aku akan bekerja di Kantor Kejaksaan Seoul,” kata Yi Ra.


Yi Ra menemui resepsionis rumah sakit dan meminta catatan medis Moon Ha Eun. Setelah menerima cacatannya, Yi Ra pergi. Namun saat akan menuju pintu keluar, Yi Ra berpapasan dengan Moon Chang Soon, ayah Ha Eun. Mereka lalu berbicara di luar.


Joon Seo pergi ke tempat Paman Yong dan menatap peti uang yang ada di hadapannya. Joon Seo bilang akan membawa semua uang itu. Paman Yong bertanya kenapa Joon Seo tiba-tiba berubah pikiran. Menurut Joon Seo, ia tidak perlu menjelaskan alasannya.Paman Yong hanya tersenyum dan mempersilakannya.


Joon Seo meminta Paman Yong untuk mengirimkan uang itu, setelah ia mendapat lokasi yang tepat. Paman Yong mengerti. Ia juga meminta Joon Seo untuk memberitahunya, jika Joon Seo membutuhkan orang untuk membantunya.


“Masih banyak orang di sekitarku yang mengikuti Walikota Jang Bum Ho,” kata Paman Yong. Sambil berjalan pergi, Joon Seo mengatakan bahwa dia akan mencari orangnya sendiri. Paman Yong lagi-lagi tersenyum.


Ayah Ha Eun meminta Yi Ra agar bicara di hadapan Ha Eun yang sedang terbaring koma bahwa Yi Ra berjanji akan membantunya. Yi Ra tidak mau berbohong seperti itu. Tapi ayah Ha Eun bilang yang penting adalah agar putrinya sadar dulu. Ayah Ha Eun mengusap-usapkan tangannya memohon kepada Yi Ra sambil menangis. Ia juga bilang tidak masalah kalau nanti Yi Ra menangkap mereka. 


Yi Ra akhirnya bersedia. Ia menggenggam tangan Ha Eun dan berbohong bahwa Ha Eun dan ayahnya telah dibebaskan dari dakwaan. Ia juga berjanji bahwa dia akan menangkap orang yang membuat Ha Eun menjadi seperti itu. Tapi Yi Ra sendiri tidak yakin dengan perkataannya. Yi Ra terkejut, karena jari Ha Eun kemudian bergerak.


“Aku... akan menulis pernyataan dakwaan sekarang,” kata Yi Ra dengan lebih yakin. “Dakwaan karena membuatmu seperti ini, dakwaan penyerangan, penculikan, penyekapan, dan dakwaan atas tuduhan palsu.”


Putra Direktur Yoon hanya tertawa saat mendengar Yi Ra akan menuntutnya atas perbuatannya terhadap Ha Eun. “Jaksa Seo, apa kau pikir kau bisa melanjutkan menjadi jaksa setelah ini?” tanyanya.


Yi Ra berkata, “Aku menambahkan memeras jaksa ke dafar dakwaanmu.”


Sementara itu Ja Kyung yang sedang berjalan menuju mobilnya melihat mobil mewah Yi Ra dikembalikan. Ia tersenyum sinis.


Di ruang pertemuan, Ki Seo meminta Gyu Ho agar mengubah kasino untuk turis asing menjadi pusat kebudayaan. Ia juga meminta agar desainnya diubah. Gyu Ho bilang itu akan sulit, akrena rencana pembangunan hotel mereka berpusat di sekitar kasino.


Ki Seo: “Ubah itu.”
Gyu Ho: “Tapi keputusan ini sudah dibuat oleh pamanku. Tentu kau adalah presiden direktur jadi kau harus membuat keputusan, tapi investor mungkin akan menarik diri dan anggota dewan akan melawan. Mari kita pertimbangkan.”
Ki Seo: “Gyu Ho, bagaimana menurutmu?”
Gyu Ho: “Sejujurnya, ini akan mematikan perusahaan.”


Ki Seo berkata bahwa Konstruksi Bukcheon berada dibawah Perusahaan Kelautan Bukcheon, jadi perusahaanlah yang akan memutuskan bahkan jika konstruksi Bukcheon harus mati. Gyu Ho mengganti pendapatnya dna setuju dengan usulan pusat kebudayaan.


Joon Seo datang ke suatu kedai dan melihat Yi Ra yang sudah mulai mabuk. Ia menyebut Joon Seo Polisi yang mengagumkan, sedangkan dia sendiri adalah wanita tanpa harga diri yang mengirimkan banyak pesan pada Polisi itu.


Pemilik kedai memberikan gelas dan setelah memastikan kalau Joon Seo adalah Polisi ia bercerita kalau dulu ada Polisi yang tinggal di depan kedainya. “Putrinya selalu duduk di depan rumah dan menunggunya. Itu sebabnya aku bercana dengannya agar ketika dia dewasa, jangan menikahi seorang petugas Polisi ,” kata pemilik.


Joon Seo melihat ke arah yang dimaksud pemilik. Pemilik lalu berkata pada Yi Ra agar tidak menikahi Polisi karena sisa hidupnya mungkin akan dihabiskan untuk menunggu Joon Seo. Yi Ra hanya tersenyum dan meminta pemilik tidak khawatir, karena Yi Ra sudah bosan dengan pria yang duduk di hadapannya itu.


Yi Ra lalu memberitahu kalau itu adalah rumah Jung Hye. Dulu Jung Hye membelikan jjajangmyeon di kedai itu, karena mereka masuk universitas yang sama. Joon Seo lalu bertanya kepada pemilik kedai kenapa Jung Hye menunggu ayahnya setiap hari.


“Ada alasan apalagi? Dia pasti menungg karena hatinya menyuruhnya,” jawab pemilik kedai lalu tersenyum. Joon Seo melihat lagi ke arah rumah Jung Hye.
Flashback..


Joon Seo mengingat saat Jung Hye menunggunya pulang dan langsung memeluknya karena khawatir.


Joon Seo kemudian mengantar Yi Ra pulang. Yi Ra turun dari mobil dan berjalan sempoyongan. Joon Seo lalu turun dan melihat Yi Ra berjongkok menahan mual. Yi Ra kemudian berdiri dan berkata bahwa dia lupa untuk mengatakan sesuatu.


Yi Ra: “Jangan salah paham. Aku memanggilmu bukan karena rindu padamu. Aku memanggilmu karena aku pikir aku harus memberitahumu apa yang sebelumnya ingin kukatakan.”
Joon Seo: “Katakan padaku jika kau sudah sadar.”
Yi Ra: “Tidak, aku mungkin tidak punya kesempatan. Aku akan dikirim jauh untuk bekerja di suatu pulau.”


Yi Ra mengatakan bahwa dia menginvestigasi riwayat panggilan ponsel Jung Hye. “Tapi apa kau tahu siapa yang ada di riwayat panggilannya? Goo Ja Kyung.” Yi Ra akhirnya berhasil memberitahu Joon Seo.


“Apa?” tanya Joon Seo terkejut sekaligus tidak percaya. Yi Ra berkata akan memberikan riwayat panggilannya dan meminta Joon Seo melihatnya sendiri.


Joon Seo lalu menerima foto di ponselnya, yaitu foto ketika Ja Kyung bertemu dengan Tae Sub.


Joon Seo sudah pulang ke rumah dan memperhatikan Ja Kyung dari belakang, ia kemudian lanjut berjalan lagi. “Kau sudah kembali?” tanya Ja Kyung menghentikan langkahnya. Joon Seo menjawab lalu berjalan lagi.


Ja Kyung: “Apa Seo Yi Ra mengatakan sesuatu tentangku?”
Joon Seo:”Tidak.”
Ja Kyung: “Benarkah? Dia tidak mengatakan apapun?”
Joon Seo: “Iya.”


Joon Seo mendapat informasi bahwa orang yang ada di foto bersama Ja Kyung adalah Tae Sub yang dipenjara 8 tahun atas kasus pembunuhan dan baru saja dibebaskan. Joon Seo meminta orang yang bicara dengannya di telepon itu agar terus mengawasi Tae Sub dan melapor padanya.


“Joo Tae Sub.. Joo Tae Sub..” gumam Joon Seo sambil membaca data pribadi Tae Sub.


Paman menemui Tuan Goo dan mengeluh kalau Ki Seo berbuat sesuka hatinya. Paman berkata bahwa Ki Seo berpikir kalau dirinya adalah ayahnya. “Dia mencoba menghancurkan Konstruksi Bukcheon, perusahaan dimana anakku yang bertanggung jawab. Jika KI Seo menjadi walikota, dia akan menelan seluruh kota,” kata Paman.


Tuan Goo: “Ki Seo belum menjadi walikota.”
Paman: “Kau lihat bagaimana reaksi orang saat dia mengumumkan untuk meninggalkan partai. Masyarakat, politisi, dan presiden bahkan berpihak padanya.”
Tuan Goo: “Tidak ada yang tahu hasilnya, sampai pengambilan suara diungkapkan.”


Paman lalu berkata bahwa dia mendapat informasi tentang Joo Seo, dan jika dia berhasil mengungkapkannya, maka dia bisa menghancurkan Ki Seo. “Joon Seo? Apa kita sungguh harus menyeret Joon Seo ke dalam masalah ini?” tanya Tuan Goo. Paman bilang mereka harus menghentikan Ki Seo sekarang juga, jika tidak mereka berdua akan menjadi pihak yang tidak berguna.


Tuan Goo lalu menerima telepon dari Ja Kyung yang memberitahu kalau Yi Ra tidak berpihak pada mereka. Tuan Goo bertanya seberapa penting itu.


Ja Kyung lalu memberitahu ayahnya bahwa Joon Seo sudah tahu kalau di menemui Jung Hye dan mendapatkan informasi itu dari Yi Ra. Ja Kyung juga berkata, maka nantinya mereka akan tahu alasannya menemui Jung Hye.


Joon Seo masih  sibuk di depan laptopnya. Dia mendengar rekaman suara yang berbunyi, “Halo, sudah lama tidak bertemu.”
Flashback..


Ternyata itu adalah ucapan Tuan Goo saat bertemu Joon Seo lagi. Joon Seo meminta maaf dan berkata kalau akhir-akhir ini dia sibuk.


Setelah Joon Seo pergi, Tuan Goo berkata pada temannya bahwa ayah Joon Seo memiliki lebih banyak kasih sayang daripada dia. “Meskipun begitu, dia adalah orang yang tinggal di rumahku selama 3 tahun.”


Kepala Jaksa: “Apa yang harus kita lakukan dengan masalah Joo Tae Sub?”
Tuan Goo: “Jika masa hukumannya tidak bisa diperpanjang, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain menunggu dia dibebaskan. Tetap saja, teruslah awasi pria itu. Jika Tae Sub membuka mulutnya,kita akan berada di situasi yang sulit.”


Sepertinya Joon Seo menyimpan alat penyadapnya di dalam sepatu.


Tuan Goo bertanya informasi apa yang paman miliki.tentang Joon Seo.


Di area pelabuhan, Gyu Ho memberikan banyak uang kepada Detektif Goo. Gyu Ho bilang ia menemukan tas itu di jalan dan mengambilnya untuk diberikan kepada Polisi agar memberikannya kepada pemiliknya.


Gyu Ho bilang di dalam tas itu ada kartu naa atas nama Goo Do Soo dan pasti itulah pemiliknya. Mereka lalu tertawa bersama. Tapi kemudian Detektif Goo bilang kalau Gyu Ho salah paham dan ia ingin tetap bersih. Tapi kemudian ia bertanya, “Apa yang bisa aku lakukan untukmu? Dan mereka kembali tertawa.


Malam harinya, Detektif Goo terlihat menocoba mencongkel kunci pintu ruangan Kasat Park.Dan dia berhasil masuk.


Tuan Goo diberitahu kalau mereka sudah mendapatkan bukti atas pembunuhan Moon Shik yan dilakukan oleh Joon Seo. Kepala Jaksa bertanya apakah mereka harus meminta jaksa untuk mengambil alih. “Tidak. Ki Seo mungkin akan memberikan tekanan melalui koneksi Bukcheon-nya, Serahkan pada Jaksa Seo.” kata Tuan Goo.


Kartu memori yang diambil Joon Seo dari ponsel Moon Shik sedang diperiksa oleh Detektif Choi, rekan Joon Seo. Ia menduga ada alasan khusus mengapa Moon Shik menghapus data ponselnya.


Di layar monitor terlihat foto Jung Hye dengan keterangan dibawahnya ‘ciri khusus: tato di bahu’. Di sana juga tertera alamat rumah Joon Seo dan alamat rumah atap yang digunakan Jung Hye. Detektif Choi menjelaskan kalau tato aksara China ‘Kematian’ yang ada di bahunya adalah pesan yang biasa digunakan oleh pembunuh bayaran.


Joon Seo lalu bertanya apakah rekannya itu sudah menemukan catatan tentang Joo Tae Sub. Detektif Choi memberikan catatan itu dan Joon Seo langsung membacanya. Tiba-tiba seorang rekan detektif lain memanggil Detektif Choi dan mengajaknya bicara.


Det. Choi menghampiri Joon Seo dan bertanya, “Hyung, apa kau membunuh Kang Moon Shik?”


Joon Seo lalu dibawa ke ruang interogasi.


Tuan Goo datang dan melihat Joon Seo di ruang pengawas.


Detektif Choi memperlihatkan rekaman CCTV ketika Joon Seo menghajar Moon Shik sampai ambruk. “Bagaimana kau menjelaskan ini?” tanya Detektif Choi. Joon Seo lalu melihat ke ruang pengawas, walaupun sebenarnya dia tidak bisa melihat siapa yang ada disana.


Joon Seo lalu tersenyum.