Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 6 Part 3

Joon Seo datang ke tempat Paman Yong yang bertanya apakah Joon Seo sudah menerima uangnya. Joon Seo mengiyakannya. Joon Seo lalu berkata bahwa akhir-akhir ini dia menerima dua foto dan menunjukkan pada Paman Yong.


Yang pertama adalah foto Jung Hye dan ayahnya, dan yang satu lagi adalah foto Ja Kyung dan Tae Sub. Joon Seo bilang ingin tahu siapa yang mengirimkan foto itu padanya. Paman Yong menyarankan agar Joon Seo memeriksa nomornya, tapi Joon Seo bilang nomor itu tidak terdaftar.


Joon Seo bilang pengirimnya adalah orang yang ingin menunjukkan bahwa Jung Hye mendekatinya dengan maksud tersembunyi dan memancingnya ke Bukcheon untuk menggali kasus itu. “Orang itu juga seseorang yang berharap aku datang ke Bukcheon untuk mewarisi ayahku. Dan untuk foto kedua, itu dikirimkan padaku supaya aku menyelidiki Mantan Presiden Goo Yong Chan. Itu dikirimkan oleh seseorang yang ingin memanipulasiku dari belakang,” kata Joon Seo.


Paman Yong bilang informasi sebanyak itu seharusnya bisa membantu Joon Seo menemukan siapa orang itu. Paman Yong lalu bertanya apakah Joon Seo sudah menemukan orang yang akan bekerja dibawahnya, karena dia ingin merekemondasikan seseorang dan ia yakin Joon Seo akan menyukai orang itu.


Kemudian Tae Sub muncul dan menyapa Joon Seo, menundukkan kepalanya dan memperkanalkan dirinya. Paman Yong berkata, “Jika kau mengenalnya, dia adalah pria yang baik. Dia seseorang yang tahu banyak.”


Tae Sub berjalan mendekat dan berkata bahwa Jung Hye mengunjunginya beberapa kali di penjara dan membuat permohonan yang agak sulit.
Flashback


Jung Hye: “Kumohon bantu aku.”
Tae Sub: “Kumohon, berhentilah datang kemari. Pergilah. Tidak ada yang bisa kukatakan.”
Jung Hye: “Wanita yang kau bunuh, aku tahu bahwa dia terkait dengan Goo Yong Chan. Dia menyuruhmu membunuhnya kan? Seorang wanita bernama Ahn Jin Gyeong yang bekerja untuk kampanya Goo Yong Chan. Karena dia mengira bahwa hubungannya dengan wanita itu terungkap. Goo Yong Chan memerintahkanmu untuk membunuh wanita itu, kan? Tidak, Goo Yong Chan tidak memperintahkanmu, taoi orang itu yang bekerja sama dengan Goo Yong Chan...”
Tae Sub: “Jangan mencari tahu lagi. Kita akan mati. Aku dan kau.”


“Aku menyesal. Aku seharusnya membantunya waktu itu,” sesal Tae Sub. Joon Seo lalu mendekati Paman Yong.


“Jika kau menemukan orang yang mengirimkan foto itu padaku, katakan padanya bahwa aku tidak akan pernah memaafkan orang yang membunuh istriku,” kata Joon Seo lalu pergi dan berbisik pada Tae Sub bahwa ia akan menghubunginya.


Ja Kyung masuk ke dalam mobil. Ki Seo memuji Ja Kyung yang tampil cantik dan berkata kalau hari ini mereka akan banyak berfoto dengan mereka saling berpegangan tangan dan Ki Seo juga akan sering merangkulnya. Ki Seo lalu mengajak Ja Kyung berlatih agar tidak terlalu canggung. “Aku sudah banyak berlatih sebagai putri presiden. Jangan khawatir,” kata Ja Kyung.s


Ki Seo: “Ke Hotel Bukcheon.”
Ja Kyung: “Bukankah kita pergi ke Rumah Sakit?”
Ki Seo: “Ada seseorang yang harus kubawa.”


Di Rumah Sakit Se Mi terlihat banyak orang berkumpul. Ada juga yang membagikan telur kepada teman-temannya.


Paman yang sudah berada di dalam rumah sakit diberitahu kalau di luar sana bukan hanya ada wartawan dari Bukcheon, melainkan juga dari Seoul.


“Wajah tampan dari keponakan tertuaku yang terkena telur akan muncul di halaman depan surat kabar besok pagi,” kata paman senang.


Di Kantor Polisi, Kasat Park meminta maaf kepada Joon Seo atas apa yang terjadi terakhir kali dan sebagai gantinya ia akan membawakan Joon Seo pelaku pembunuh Moon Shik yang sebenarnya. Joon Seo berterima kasih jika Kasat Park benar-benar melakukan itu.


“Ada pria yang mengejar Kang Moon Shik sejak lama. Dia adalah mantan detektif. Penampilannya terlihat seperti detektif, tapi dia sepenuhnya preman,” kata Kasat Park.


Di lokasi berbeda, terlihat seorang pria bertubuh agak besar yang sedang menghajar seorang pria lainnya. Pria agak gemuk itu berkata bahwa hukuman penjara tidak cukup untuk pria yang sedang dihajarnya itu.


Detektif bawahan Kasat Park lalu membawa pria agak gemuk itu pergi.


Detektif bernama Lee Sung Gyun itu kemudian dipecat, karena mengejar penjahat dengan terlalu kasar.


Lee Sung Gyun terlihat sangat kesal, ketika Moon Shik berhasil dibebaskan.


Joon Seo lalu ingat bahwa dia pernah bertemu Sung Gyun yang saat itu berkata, “Menjadi anjing Keluarga Jang. Lalu apa yang kalian semua harus lakukan adalah mengigit majikan kalian.”


Kasat Park berjanji pada Joon Seo bahwa dia akan menangkap Sung Gyun. Joon Seo bilang ia juga ingin menangkapnya.


Baru saja Ki Seo dan Ja Kyung turun dari mobil para reporter sudah mengerumini mereka. Salah satu reporter bertanya bagaimana pendapat Ki Seo tentang perlakuan tidak adil yang diterima oleh karyawan kontrak di perusahaannya. Ki Seo merangkul istrinya dan tersenyum.


Sementara itu, sesama karyawan kontrak sudah bersiap untuk melempari Ki Seo dengan telur. Paman juga sudah tidak sabar melihat hal tersebut terjadi.


Tapi kemudian satu orang lagi turun dari mobil Ki Seo. Orang itu memperkenalkan dirinya sebagai Kim Hyun Joon dari tim baseball LA Dodgers. Ia berkata bahwa ia datang untuk menengok ayah dari juniornya di SMA Bukcheon yaitu Woo Sang Chul.


Seseorang sudah bersiap untuk melemparkan telurnya, tapi rekannya menahannya. Rekannya itu mengatakan bahwa Kim Hyun Joon adalah pahlawan Bukcheon, jadi tidak mungkin melempar ke arahnya.


Selain para karyawan kontrak, paman juga terlihat sangat kecewa. Karena yang terjadi sangat jauh berbeda dari apa yang dia rencanakan.


Sung Gyun tertawa sinis ketika mendengar bahwa ia tidak akan dibawa ke Kantor Polisi. Ia menebak kalau kasat Park-lah yang memberikan perintah itu. Ia lalu menyerang detektif yang ada di sampingnya, kemudian detektif yang menyetir.


Mobil terpaksa berhenti dan Sung Gyun melarikan diri. Kedua detektif tersebut berlari mengejarnya. Dari jalan raya, mereka terus mengajarnya sampai ke pemukiman penduduk. Sung Gyun kemudian bersembunyi di dalam sebuah rumah. Kedua detektif melawati rumah tersebut.


Merasa keadaan sudah aman, Sung Gyun lalu keluar dan pergi ke arah yang berlawanan dengan kedua detektif yang mengejarnya. Tiba-tiba ia diserang oleh Joon Seo. “Kau, apakah kau ingin menjadi detektif yang sebenarnya?” tanya Joon Seo sambil memojokkan Sung Gyun ke dinding.


Paman menonton televisi yang sedang menyiarkan wawancara atlet Hyun Joon yang mengatakan bahwa dirinya bisa sampai seperti ini karena dukungan dan sponsor dari Ki Seo dan mendiang Tuan Jang. Ia juga mengatakan kalau Sang Chul, yang ayahnya sedang dirawat di rumah sakit, menerima dukungan yang sama, maka ia yakin kalau Sang Chul akan menjadi atlet yang lebih baik dibanding dirinya.


Paman mematikan televisinya. Tak lama kemudian Gyu Ho datang dan bertanya apakah ayahnya itu sudah membaca koran. Paman merasa tidak perlu melihatnya, karena isinya paling hanya ada Ki Seo dan Hyun Joon.


Gyu Ho lalu membacakan berita yang ia maksud. “Walikota Jang Bum Sik dari Bukcheon. Bagaimana dia menjalankan masa jabatannya itu penting. Apakah fenomena bebek lumpuh akan terjadi pada akhir masa jabatannya? Kecurigaan bahwa dia memberikan bantuan ilegal kepada anaknya sekaligus Direktur Pembangunan Bukcheon, Jang Gyu Ho, semakin dalam.”


Paman merebut koran itu dan membacanya. Ia lalu membanting koran itu dan menggerutu, “Direktur Im itu...” Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Direktur Im. Gyu Ho berkata bahwa dia bertaruh dengan seluruh warisannya bahwa Direktur Im tidak akan mengangkatnya.


Gyu Ho menertawakan ayahnya. Paman lalu menggunakan telepon kantor dan minta disambungkan dengan Direktur Park dari bagian PR. “Apa?! Kemana dia pergi saat jam kerja?!” tanya paman marah. Gyu Ho menggoda ayahnya kalau Direktur Park mungkin saja pergi untuk menyambut pimpinan barunya.


Gyu Ho bilang kalau Ki Seo sudah mengambil alih semua itu. Ia bertanya kenapa ayahnya terus saja melempar telur ke tembok. Paman mengatakan bahwa dia adalah putra dari Jang Sung Joo, adik dari Jang Bum Ho, dan paman dari Jang Ki Seo, jadi setengahd ari Bukcheon adalah miliknya. Paman lalu terburu-buru pergi.


Gyu Ho lalu duduk di kursi ayahnya dan menggerutu, “Kenapa orang tua begitu gelisah? Apa itu karena mereka tidak punya banyak hari lagi untuk hidup? Aish, aku masih punya banyak.”


Paman lalu turun ke lantai bawah. Ia melihat orang-orang sedang berkumpul dan tertawa. Paman berteriak menyuruh mereka kembali bekerja. Mereka mendadak diam.


Ternyata Ki Seo ada di antara mereka. Ki Seo berkata kalau dia akan menemui paman sebentar lagi. Paman bertanya kenapa Ki Seo datang kesana dan mengingatkan bahwa orang-orang itu masih karyawannya. Paman menyuruh para karyawannya kembali ke tempat kerjanya, namun tidak ada satupun yang pergi. Paman bilang kalau dialah yang menggaji mereka.


Ki Seo lalu mengatakan bahwa dia memang tidak pernah menggaji mereka, tapi ia menganggap mereka keluarga. Paman bertanya kapan Ki Seo pernah bertemu dengan karyawannya. Ki Seo lalu menyebutkan satu persatu nama orang yang disana termasuk informasi pribadi mengenai mereka. Ketika Ki Seo menyuruh mereka kembali bekerja, barulah mereka pergi.


Ki Seo berkata bahwa mereka tidak pernah mengkhianatinya, tapi orang yang berhubungan darah dengannya malah menusuknya dari belakang. Ki Seo bilang ia tidak akan mengampuni paman jika mengkhianatinya lagi. Kemudian ia pergi.


Setelah menutup ponselnya, Detektif Choi mengucapkan terima kasih kepada Joon Seo karena apartemennya tidak jadi dilelang. Joon Seo bertanya apakah istrinya juga kembali. “Apa kau gila? Aku akan mengubah semua wallpapernya dan membawa istri baru juga,” kata Detektif Choi. 


Terlihat sudah ada Sung Gyun diantara mereka. Detektif Goo lalu bertanya berapa harga apartemen, ia menduga gajinya selama 10 tahun juga tidak akan cukup untuk membelinya. Detektif Choi menganggukkan kepalanya.


Det.Goo: “Aku tidak punya sisa gaji lagi.Ini menyedihkan bagaimana aku akan membeli apartemen?”
Joon Seo: “Saat pekerjaan kita selesai.”
Det. Goo: “Kapan akan selesai. 10 atau 100 tahun?”
Joon Seo: “Semakin lama, semakin besar apartemennya.”
Det. Goo: “Ukurannya? Nyawaku adalah milikmu. Miliki aku.”


Saat ditanya apa yang ia inginkan, Sung Gyun berkata bahwa dia hanya ingin menangkap Kasat Park. Joon Seo berkata bahwa itu adalah hal pertama yang harus mereka lakukan.


Mereka lalu dikejutkan dengan ke datangan Detektif Go. Detektif Go bertanya kenapa ia harus digabungkan dengan tim urakan seperti itu. Joon Seo bertanya apakah mereka bisa membuka kembali kasus Detektif Yoon, ayah Jung Hye. Detektif Goo bilang itu mungkin saja dilakukan, tapi jika terungkap maka keluarga Joon Seo akan terluka.


“Orang-orang yang perlu dihukum, harus dihukum. Itulah tujuanku,” kata Joon Seo yakin.


Di rumah, Ki Seo memberikan Joon Seo kartu kredit. Tapi Joon Seo bilang ia tidak membutuhkannya. Ki Seo meletakkan kartunya di tangan Joon Seo dan menyuruhnya membeli mobil dan pakaian baru. Ia tidak mau orang berpikir kalau ia mengambil semua warisan ayahnya dan membuat adiknya menjadi pengemis.


Joon Seo akhirnya menerima kartu itu. Ia tersenyum saat mendengar kakaknya menyuruhnya mencari istri ambisius yang bisa membuat kaka iparnya stres.


Ki Seo bilang Yi Ra cocok dengan dengan kriteria itu. Menurutnya, rumah mereka memerlukan orang sepertinya untuk menaikkan tekanan darah dan menghidupkan suasana. “Atmosfer di rumah kita terlalu berat. Bukankah itu buruk?” tanya Ki Seo dan Joon Seo menganggukkan kepalanya. Lalu terdengar ketukan di pintu.


Ibu datang dan berkata bahwa dia menemukan sesuatu saat membereskan barang-barang suaminya. “Ini adalah sesuatu yang ayahmu ingin berikan saat kau masuk universitas,” kata ibu pada Joon Seo. “Dia ingin pergi ke upacara penerimaanmu, taou dia ragu dan tidak jadi pergi. Bagaimanapun ini adalah hadiahmu, jadi simpanlah.”


Ibu menyerahkan hadianya, tapi Joon Seo diam saja. Ki Seo memukul kaki Joon Seo menyuruhnya menerima hadiah itu. Akhirnya Joon Seo membukanya. Ki Seo penasaran dan menyuruh Joon Seo membukanya.


Isinya adalah sebuah pulpen dengan ukiran nama Jang Sung Ju dan Jang Bum Ho.


Ki Seo lalu pergi ke ruang kerjanya. Ia mengambil buku biografi kakeknya, Jang Sung Jo. Ia melihat pulpen yang sama dengan yang diberikan kepada Joon Seo, sedang digunakan kakeknya dalam salah satu foto di buku tersebut.


Ki Seo lalu melihat foto ayahnya yang ada di atas meja. Ia juga menyadari kalau ayahnya juga menggunakan pulpen yang sama.


Ki Seo terlihat sangat frustasi.


Ia kemudian pindah lokasi duduk dan terlihat menahan kekecewaannya. Ia seperti terlihat akan menandatangani sesuatu, tapi tanpa pulpen di tangannya.
Flashback..


“Ki Seo..” ucap ayahnya lalu menggelengkan kepalanya.


Ki Seo lalu melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya “Kenapa?! Kenapa bukan aku? Kenapa?”