Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 7 PREVIEW

Joon Seo memperdengarkan rekaman pembicaraan Kepala Jaksa dan Tuan Goo yang akan melakukan sesuatu pada Joo Tae Sub setelah dia keluar dari penjara. Kepala Jaksa bertanya apa yang harus ia lakukan agar rekaman itu tidak disebarkan.


Yi Ra sedang mengepak pakaiannya. Ia tampak sedih, karena akan dipindahkan ke Pula Jeju. Pimpinan Jung menyarankan agar menganggapnya seperti liburan, karena disana banyak makanan enak. Yi Ra bilang di Bukcheon juga banyak makanan enak, apalagi di Seoul.


Pimpinan Jung mengatakan kalau putrinya itu keren, karena membuang keberhasilan demi keadilan. Yi Ra bilang dia memang membuang keberhasilannya sebagai jaksa tapi bukan demi keadilan.


“Ibu masih merasa sebagai orang yang paling adil di dunia ini bukan? Kalau saja ibu pura-pura tidak tahu, maka ayah tidak akan masuk penjara. Dan aku tidak akan tumbuh besar sebagai anak tanpa ayah,” kata Yi Ra. Pimpinan Jung terlihat sedih, tapi Yi Ra tidak mau mendengarkan penjelasannya.


Yi Ra berkata dia akan menjalani hidupnya dengan dunia yang lebih berkompromi dan tidak akan berbuat gila demi keadilan. Ia lalu menerima panggilan di ponselnya dari Kapala Jaksa.  Yi Ra mengatakan kalau ia sedang mengemasi barang-barangnya dan mengosongkan kantornya besok.

“Maaf? Apa makudmu? Kembali bekerja?” Yi Ra meminta penjelasan, tapi kemudian ia terlihat sangat senang. “Ah, tentu. Aku lebih suka disini! Ah ya, aku mengerti. Aku akan menemimu di kantor besok. Terima kasih.”


Yi Ra lalu berteriak senang bahwa keadilan itu memang ada. Dia sampai berlutut saking senangnya. Dia tertawa puas. Pimpinan Jung hanya melihat [utrinya saja tanpa berkomentar.


Di tempat memancing favorit Tuan Goo, Kepala Jaksa melaporkan tentang pembatalan mutasi Yi Ra padanya, tapi dia khawatir kalau Joon Seo akan terus menggunakan rekaman itu untuk mengancamnya. Ia juga bilang kalau ia memiliki cara lain untuk menyingkirkan Yi Ra.


Tuan Goo menyuruhnya membiarkannya saja dulu, karena mereka juga memiliki kelemahan Joon Seo sekarang, yaitu Yi Ra. Tuan Goo juga berkata, “Ayahnya  tidak pernah melepaskan apa yang ada di tangannya. Itu adalah perbedaan Jang Bum Ho dengan Joon Seo, itu juga kelemahannya.”


Yi Ra bicara dengan Joon Seo di ruang pertemuan. Yi Ra bertanya apakah kali ini berkat Joon Seo ataukah berkat Ki seo lagi. Joon Seo berpura-pura tidak tahu. “Apa kau mengikuti mode dingin di luar hangat di dalam, sehingga aku akan tersentuh saat mengetahuinya nanti?” goda Yi Ra.


Karena Yi Ra masih mengganggunya, Joon Seo mengancamnya akan melaporkannya atas penyuapan. “Maafkan aku, tapi harganya hanya 49.90 dollar. Aku tidak mungkin tertangkap,” kata Yi Ra sambil tersenyum. Kemudian terlihat Ja Kyung masuk ke ruangan itu.


Setelah memberi salam pada Ja Kyung, Yi Ra memintaa maaf karena menolak kebaikannya. “Apa yang kau bicarakan? Kebaikan apa yang aku tunjukkan padamu?” tanya Ja Kyung seolah tidak tahu. Yi Ra mengerti kalau disana ada Joon Seo, tapi bagaimanapun ia tetap meminta maaf. Yi Ra lalu pamit pergi.


Ja Kyung berkata bahwa ksemakin banyak hal tidak nyaman yang terjadi di antara mereka. “Ini akan menjadi lebih tidak nyaman, Kakak ipar,” kata Joon Seo dingin.


Di markas, Sung Gyun mengatakan bahwa saat mendengar kalau Moon Shik ada di Bukcheon, ia menghabiskan waktunya selama 3 bulan untuk mengintainya.
Flashback..


Tapi ketika Sung Gyun mengecek ke ruang interogasi, Moon Shik sudah tidak ada disana. Dia langsung berlari keluar dan mendapati kalau Moon Shik pergi dengan mobil bersama Kasat Park.


“Jika Kang Moon Shik membunuh seseorang, itu karena perintah dari Park Tae Jin Dia mungkin menginginkan sesuatu sebagai imbalan karena telah membebaskannya. Lalu dia membunuhnya karena khawatir akan tertangkap. Dan dia berusaha memfitnahku sebagai pembunuh Kang Moon Shik,” kata Moon Shik.Sung Gyun.


Joon Seo bertanya sejak kapan Kasat Park mulai sangat berkuasa. Detektif Go bilang Kasat Park selalu sedikit tertinggal dari rekan-rekannya, dan baru setelah Ketua Tim Yoon dan rekan-rekan yang lain menghilang, dia dengan cepat dipromosikan. Ia juga memberitahu kalau Kasat Park dulu ada di kapal yang sama dan menjadi satu-satunya yang selamat.


Joon Seo mengajak mereka semua membaca ulang semua catatan mengenai kasus orang hilang yang tidak terselesaikan dan mencurigakan, serta mencari tahu rencana permainan Kasat Park.


Kemudian Detektif Go melaporkan rencana penangkapan Kasat Park kepada Pimpinan Jung. Pimpinan Jung agak ragu, tapi dia ingin Ksat Park bukan hanya ditangguhkan atau dipecat, melainkan membusuk di penjara selama sisa hidupnya. Tapi Pimpinan Jung tidak yakin kalau Joon Seo ingin menangkap orang yang membantu kejahatan keluarganya. Detektif Go meyakinkannya dengan mengingatkan kalau Joon Seo adalah suami mending Jung Hye. 


Detektif Go bersedia keluar dari tim itu jika Pimpinan Jung memerintahkannya. Tapi Pimpinan Jung mengatakan ia tidak keberatan karena ingin melihat apa maksud Joon Seo sebenarnya.


Para demonstran terlihat mendatangi kantor Ki Seo.


Ki Seo menerima kabar tesebut, lalu bersiap-siap pergi untuk menemui para demonstran. Ia kelihatan agak marah, lalu bersiap pergi. Tapi kemudian Jaksa Park datang menemuinya dengan tergesa-gesa.


Jaksa Park mengatakan bahwa pihaknya baru saja menerima kabar dari Seoul, yaitu tentang Tim Penyidik Khusus Seoul yang telah mengirim seseorang ke Perusahaan Kelautan Bukcheon. Ia juga mengatakan kalau surat perintah pencarian dan penyitaan telah dikeluarkan.


Dua mobil dengan sirine tampak menuju Bukcheon.


Ternyata itu semua rencana paman. Ia berkata dengan seseorang melalui ponsel bahwa ini adalah akhir dari Perusahaan Kelautan Bukcheon dan Ki Seo juga akan hancur. Setelah menutup ponselnya, paman bergumam, “Ki Seo, kau bukan Jang Bum Ho.”


Ki Seo akhirnya pergi ke kantor bersama Jaksa Park. Jaksa Park mengatakan bahwa kemungkinan para penjaga akan membiarkan tim penyidik khusus masuk ke kantor, dan semua rahasia perusahaan akan diserahkan kepada jaksa penuntut. Ki Seo meminta supirnya agar mempercepat laju mobilnya.


Ki Seo mengangkat tinjuannya menahan kemarahannya, karena melihat mobil kejaksaan sudah ada di depan kantornya. Ia buru-buru masuk ke dalam kantor, dan di dalam ternyata sudah ada Paman Yong.


“Kau terlambat. Mereka hanya membawa kulit kerangnya saja,” kata Paman Yong sambil melirik orang-orang kejaksaan yang sudah membawa berkas. Ki Seo menarik napas lega.


Mereka lalu pergi ke gudang dan terlihat para demonstran sudah berada dalam keadaan babak belur. Ki Seo bertanya siapa yang menyuruh mereka dan bersiap mengayunkan pemukul baseball yang dipegangnya. Paman Yong menahannya dan berkata kalau dia sudah mendapatkan jawabannya. 


Ki Seo tertawa sinis saat mengetahui kalau orang di balik itu semua adalah paman. Ia terlihat sangat marah.


Di markas, Joon Seo meminta Detektif Goo untuk mengecek rekaman blackbox ambulance yang kemungkinan disimpan oleh Kasat Park. Detektif Go mengomel, tapi ia tetap pergi untuk mengeceknya. Joon Seo hanya tersenyum.


Detektif Choi kemudian memberitahu Joon Seo kalau ada seorang wanita bernama Yoo Na Na yang melaporkan kasus kekerasan pada Polisi Bukcheon belum lama ini, tapi tidak lama kemudian menarik kembali kasusnya. Detektif Choi merasa ada manipulasi, karena tidak ada kesepakatan damai. Joon Seo tidak terlalu yakin, tapi kemudian Detektif Choi mengatakan kalau pelaku tertuduhnya adalah Ki Seo.


Saat Detektif Choi mengatakan kalau mereka tidak memiliki izin penyelidikan yang sah, Joon Seo menuliskan nama Yi Ra dan memberikannya pada Detektif Choi.


Detektif Choi pergi ke Kantor Kejaksaan. Yi Ra mengerti dan akan menghubungi Yoo Na Na sebagai saksi dan menyelidiki masalahnya. Yi Ra berkata akan memberitahukan hasilnya nanti pada Joon Seo. Ia juga bilang kalau ia tidak pernah melihat Detektif Choi sebelumnya.


Detektif Choi mengatakan kalau ia bekerja bersama Joon Seo selama sekitar lima tahun. Bahkan empat tahun pertama ia merasa gila karenanya. “Suatu hari setelah dia ditusuk, dia melarikan diri dari rumah sakit dan menangkap pelakunya,” kata Detektif Choi.
Flashback


Joon Seo datang ke Kantor Polisi sambil membawa penjahatnya, sedangkan lukanya sendiri masih mengeluarkan darah.


Detektif Choi berkata kalau saat itu Joon Seo terlihat seperti mayat hidup. Joon Seo baru berubah menjadi manusia setelah bertemu istrinya. Sejak itu, Joon Seo lebih banyak tersenyum.
Flashback


Joon Seo mengintai bersama Detektif Choi sambil tersenyum sendiri menatap foto istrinya.


Yi Ra mengakui kalau dia mengenal Jung Hye, istri Joon Seo, dan juga sedikit tahu tentang kasus perubahan identitas yang dilakukannya. Detektif Choi mengatakan bahwa Joon Seo sangat sulit untuk melupakan istrinya. Apalagi ketika akhirnya Joon Seo tahu kalau ada tato aksara China ‘kematian’ yang ada di bahu Jung Hye.


Jaksa Park kembali menemui Ki Seo dan bertanya apakah Ki Seo sudah menemukan siapa pelakunya. Ki Seo mengiyakannya, namun ia berkata kalau ia lebih tertarik pada siapa yang memberikan tip kepada Tim Penyidik Khusus.


Jaksa Park mengatakan bahwa hanya ada satu orang yang bisa menggerakkan Tim Penyidik Khusus. “Kepala Jaksa?” tanya Ki Seo. Jaksa Park menganggukkan kepalanya.


Ki Seo lalu melihat foto pertemuan Joon Seo dan Kepala Jaksa. Sepertinya dia salah paham.


Sementara itu, paman terlihat sedang berusaha melepaskan diri daru dua penjaga yang ada di sampingnya. “Hey, apa kalian tidak tahu siapa aku? Aku adalah Walikota Bukcheon, adik Jang Bum Ho!” kata paman. Mereka tidak peduli. “Baiklah, tapi kalian akan membawaku kemana?” Penjaga kemudian menerima telepon dan memberikannya pada paman.


Paman: “Halo?”
Ki Seo: “Ini aku, Paman.”
Paman: “Ki Seo, kenapa kau melakukan ini padaku?”


Ki seo bertanya dengan siapa paman merencanakannya, tapi paman berpura-pura tidak mengerti. Ki Seo lalu berkata kalau pemannya menjalani masa sulit karena tugas walikota dan menyuruhnya untuk beristirahat di luar negeri.


Yi Ra memanggil Yoo Na Na ke kantornya. Yi Ra bilang tidak ada masalah resmi, ia hanya ingin tahu apakah pihak tertuduh benar melakukan kekerasannya pada Na Na. Na Na menyangkalnya.


Na Na mengingat saat dia kesakitan, karena Ki Seo mentato bahunya.


Na Na terdiam. Yi Ra lalu berjanji kalau dia yang akan bertanggung jawab. Tapi Na Na berusaha tersneyum dan mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa. Dia membuat laporan hanya karena keserakahannya. Dan karena merasa bersalah, ia menarik kembali laporannya. Dia bahkan mengatakan kalau Ki Seo sebenarnya adalah korban.


Yi Ra menganggukkan kepalanya dan memperbolehkan Na Na pergi. Saat Na Na sudah berjalan pergi, Yi Ra berkata, “Jika kau berubah pikiran, silakan hubungi aku.” Tapi Na Na bilang itu tidak akan terjadi.


Paman dibawa ke pelabuhan dan akan dinaikkan ke perahu. Namun kemudian Gyu Ho datang bersama Tim Joon Seo dan menyelamatkannya. Paman berterima kasih pada Joon Seo. Tapi Joon Seo meminta pamannya tidak salah paham, karena dia hanya tidak ingin kakaknya membunuh pamannya sendiri.


Di toilet, Yi Ra kembali bertemu dengan Na Na. Yi Ra kemudian tidak sengaja melihat tato di bahu Na Na. Na Na yang menyadari hal itu, langsung merapikan pakaiannya dan buru-buru pergi. Yi Ra mengingat perkataan Detektif Choi tentang tato yang ada di tubuh Jung Hye.


Joon Seo mengantarkan paman pulang sampai rumahnya. Gyu Ho bertanya apakah ayahnya perlu pergi ke rumah sakit. “Lupakan. Rumahku adalah yang paling aman.” Baru saja paman bicara seperti itu, Ki Seo bersama anak buahnya datang menghampiri mereka.


Ki Seo: “Hei, Jang Joon Seo. Kau piker apa yang kau lakukan?”
Joon Seo: “Gyu Ho, bawa paman masuk.”
Ki Seo: “Aku akan membawa paman.”