Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Untouchable Episode 7 Part 3

Paman pemilik kedai   agar bisa minum bersama Joon Seo dan Yi Ra. Dia kemudian bertanya apakah joon Seo punya kisah dengan kedainya itu, karena sering datang kesana. Joon Seo bilang itu karena makanan disana enak.


Pemilik kedai berkata dia tahu kalau makanan di kedainya tidak cocok dengan selera anak muda zaman sekarang. “Menurutku, ini ada hubungannya dengan ayah dan anak yang pernah tinggal disini,” ujarnya. Pemilik kedai bilang ia tahu kalau tetangganya itu meninggal, tapi ia penasaran tentang apa yang terjadi dengan putrinya.


Yi Ra berkata, “Dia juga meninggal.” Pemilik kedai merasa sedih karena kedua ayah dan anak tiu sangat dekat. Ia bercerita saat dulu Jung Hye diajarkan naik sepeda oleh ayahnya.
Flashback..


Tapi Jung Hye kecil malah terjatuh. Detektif Yoon yang khawatir terhadap putrinya, melarang untuk mencobanya lagi. Detektif Yoon bilang kalau Jung Hye tidak berbakat naik sepeda dan menyuruhnya berjalan kaki saja. Detektif Yoon malah terlihat lebih mengkhawatirkan sepeda pinjamannya yang rusak karena jatuh. Pemilik kedai tertawa.


Det. Yoon: “Saat kau punya pacar nanti, minta dia mengajarkannya untukmu. Ayah menyerah.”
Jung Hye: “Baiklah kalau begitu! Nanti, aku akan menikahi pria yang akan mengajarkan cara menaiki sepeda.”
Det. Yoon: “Sana cepat pulang.”


Saat mendengar pemilik kedai bertanya apakah Jung Hye sudah sempat menikah, Joon Seo malah berterima kasih untuk makanannya dan memilih pergi. Yi Ra juga melakukan hal yang sama.


Di depan kedai, Joon Seo menyuruh Yi Ra masuk ke mobil lebih dulu. Sedangkan ia sendiri menyusuri jalan di depan kedai. Joon Seo lalu mendengar suara bel sepeda di belakangnya.
Flashback


Ia mengingat saat dulu Jung Hye memintanya untuk mengajarkannya naik sepeda.


Joon Seo tersenyum dan kembali berjalan.


Di kamarnya, Yi Ra membaca pesan di media sosial Jung Hye. Mereka menunggu balasan pesan dari Jung Hye. Yi Ra lalu memutuskan untuk memberitahukan perihal kematian Jung Hye.


“Aku memberitahu semua orang yang mencintai Jung Hye. Unnie sudah pergi ke surga. Tolong doakan agar dia damai,” tulis Yi Ra di media sosial Jung Hye. Ia lalu menutup laptopnya.


Tim Joon Seo datang ke area pelabuhan bersama seorang petugas ambulance yang membunuh Moon Shik. Joon Seo bertanya apakah Sung Gyun perlu ditemani, tapi Sung Gyun menolak. Ia bilang ia lebih nyaman saat bekerja sendirian.


Setelah Sung Gyun pergi sambil membawa penjahatnya, Detektif Go berkata pada Joon Seo bahwa jika dia terus bekerja seperti ini maka akan timbul masalah. Ia menyarankan agar penjahat itu diinterogasi secara resmi di Kantor Polisi.


“Ketika Jung Hye meminta bantuan dari Polisi, apa yang sebenarnya Poliis lakukan untuknya? Jika hukum tidak dapat melindungi orang lain, apa ada gunanya mematuhi hukum tersebut?” kata Joon Seo lalu kembali masuk ke mobil.


Dari termos yang dibawanya, Sung Gyun mengeluarkan sebotol soju dan sebuah pisau. Penjahat itu ketakutan. Sung Gyun tersenyum licik dan berkata kalau dia punya ikan yang sangat berharga untuknya.


Sung Gyun mengeluarkan ikan buntal yang terkenal beracun. Penjahat itu semakin ketakutan. Sung Gyun lalu memotong-motong ikan itu. Sung Gyun bilang untuk memakan ikan itu, harus dibersihkan dulu racun di dalam perutnya.


Sung Gyun meminumkan soju padanya secara paksa sambil menarik rambutnya. Penjahat itu berusaha melepaskan diri sampai terjatuh dari kursinya. Sung Gyun lalu mengambil potongan ikan buntalnya.


Sung Gyun memegangi penjahat itu dan memaksa menyuapinya ikan buntal. “Apa yang kau inginkan dariku?” tanya penjahat itu. Sung Gyun mengendurkan pegangannya, tapi matanya tetap melotot.


Seorang kawan Yi Ra dan juga Jung Hye yang berprofesi sebagai dokter memanggil Yi Ra menemuinya, karena ia sangat terkejut atas postingan Yi Ra tentang kematian Jung Hye. Saat mendengar kalau kematian Jung Hye tidak wajar, dokter berkata kalau perasaannya memang tidak enak saat terakhir kali bertemu Jung Hye.


“Apa kau tidak ingat? Saat kau mendapatkan pekerjaan pertamamu sebagai jaksa di Seoul, aku pernah meneleponmu,” kata dokter. Yi Ra mencoba mengingatnya.
Flasback


Saat menerima telepon dari dokter dulu, Yi Ra mengatakan kalau dia baru saja menjadi jaksa dan tidak bisa menerima permintaan kasus, dan lagi tidak akan ada yang mendengarkannya. Yi Ra terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya, karena akan ke pengadilan. Dia lalu meminta maaf, karena harus menutup ponselnya.


Kemudian Yi Ra malah menggerutu, “Apa-apaan ini? Aku sangat sibuk disini. Kau hanya harus mengikuti hukum. Mengaapa dia berusaha menyelesaikannya melalui jaksa yang dia kenal? Menyebalkan sekali.”


Dokter yang saat itu sedang bersama Jung Hye mengatakan sepertinya tidak akan bisa melalui Yi Ra. Dokter menyarankan agar Jung Hye menemui Yi Ra secara langsung.


Jung Hye yang terlihat sedih, tapi ia tidak mau melakukannya karena merasa tidak enak pada Yi Ra. Jung Hye berbohong dengan mengatakan kalau dia baik-baik saja. Ia kemudian pamit pergi.


Yi Ra bertanya apakah dokter tahu apa masalah Jung Hye. Dokter bilang ia tidak tahu, tapi menurutnya Ju ng Hye terlihat sangat putus asa. Yi Ra berkata kalau Jung Hye harusnya datang langsung menemuinya. Dokter lalu pamit pergi dan mengajak kapan-kapan pergi bersama membawakan bunga untuk Jung Hye.


Yi Ra masih merasa menyesal, karena dulu dia tidak membantu Jung Hye. Ia terlihat menahan air matanya sambil minum. Pimpinan Jung baru pulang dan bertanya apa yang putrinya itu sedang lakukan. Yi Ra menangis, “Ibu…”


Pimpinan Jung duduk di depannya dan bertanya apa yang terjadi. “Aku.. aku tidak melakukan kesalahan, tapi kenapa ini begitu sulit bagiku? Kenapa aku merasa begitu   jahat? Aku tidak melakukan kesalahan, kenapa…” tanya Yi Ra sambil menangis.


Di markas, Sung Gyun mengatakan bahwa penjahat yang diinterogasinya secara ilegal tadi tidak mau mengatakan tentang Moon Shik, tapi dia mengakui tentang pengedaran narkoba yang dilakukan Kasat Park dan akan ada pengiriman malam ini di pelabuhan.


Joon Seo mengajak timnya untuk menangkap Kasat Parkmdan membawanya langsung ke Kantro Kejaksaan untuk penyelidikan, bukan ke Kantor Polisi. Detektif Goo mengatakan ia tidak ingin ikut terlibat kali ini.


“Aku setuju untuk menangkap Park Tae Jin, tapi aku tidak bisa setuju dengan cara penyelidikanmu, Ketua Tim Jang,” kata Detektif Go lalu langsung pergi meninggalkan markas.


Dua petugas ambulance yang mencekik Moon Shik, yaitu Oh Jae Sung dan Kim Seung Ho terlihat memberikan sebuah tas berisi narkoba kepada Kasat Park. Tim Joon Seo berada di sana dan sedang mengawasi mereka.


Setelah memastikan isi narkobanya, Kasat Park mengajak mereka pergi. Namun kedua orang itu malah berlari ke arah yang berlawanan. Kasat Park bingung, apalagi kemudian Tim Joon Seo 


Joon Seo menodongkan pistol ke kepala Kasat Park. Lalu Detektif Goo mengecek keaslian narkoba tersebut. Joon Seo lalu menunjukkan rekaman CCTV rumah sakit saat Moon Shik dibawa bolak/balik ke dalam ambulance. Joon Seo bertanya siapa orang yang menjebaknya sebagai pembunuh.


Joon Seo: “Apakah orang yang sama dengan yang menyuruhmu untuk membunuh Kang Moon Shik?”
Kasat Park: “Kau mendapatkan terlalu banyak perintah.”
Joon Seo: “Dengan narkoba sebanyak ini, kau mungkin harus membusuk di penjara sedikitnya sepuluh tahun.”
Kasat Park: “Kita buat kesepakatan.”
Joon Seo: “Selama persyaratannya sesuai.”


Tiba-tiba terdengar suara sirine Polisi. Detektif Go turun dari mobil dan menangkap Ksat Park secara resmi. Ia juga membacakan hak-haknya. Detektif Choi, Goo dan Sung Gyun terlihat kecewa. Kasat Park lalu dibawa masuk ke mobil bersama Detektif Go, sedangkan barang bukti narkobanya disimpan di dalam bagasi.


Tim Joon Seo ikut mengawal Kasat Park sampai di depan Kantor Polisi. Setelah memastikan kalau tidak ada masalah, mereka memutuskan akan mempercayakan kasus itu kepada Detektif Go. Joon Seo lalu membawa mobilnya pergi.


Kasat Park dibawa ke hadapan Pimpinan Jung yang sudah menunggunya. Ketika tahu kalau barang buktinya ada di bagasi, Pimpinan Jung menyuruh agar bawahannya mengambil barang bukti itu karena hanya bisa tenang jika melihatnya dengan matanya sendiri.


Kedua detektif, yang semula mendampingi Pimpinan Jung, membuka bagasi untuk mengambil barang buktinya. Tapi ia bilang tidak ada apapun disana. Semua orang sangat terkejut.


Detektif Go kemudian berlari ke arah mobil untuk mengeceknya sendiri, namun benar tidak ada apa-apa disana. Ia menanyai detektif yang sebelumnya menyimpan barang bukti narkoba itu, tapi menurutnya ia sudah meletakkan narkoba itu dengan benar di bagasi.


Dengan angkuh, Kasat Park menyindir Detektif Go dan meminta agar borgolnya dibuka. Detektif Go dan Pimpinan Jung tidak bisa melakukan apa-apa.


Setelah kejadian memalukan itu, Pimpinan Jung meminta Detektif Go untuk segera memeriksa siapa diantara para detektif itu yang terlibat dalam penghilangan barang buktinya. “Aku akan memecat mereka yang bekerja dengan Park Tae Jin kali ini,” kata Pimpinan Jung. Detektif Go mengatakan bahwa jika Pimpinan Jung ingin memecat detektif korup maka nantinya hanya akan ada dirinya dan Pimpinan Jung saja yang tersisa.


Pimp. Jung: “Lalu sampai kapan kita akan membiarkan orang seperti Park Tae Jin. Sampah itu sekarang sudah mengedarkan narkoba!”
Det. Go: “Kurasa mungkin cara yang dilakukan Ketua Tim Jang Joon Seo itu benar.”
Pimp. Jung: “Jang Joon Seo melakukan apa yang akan dilakukan oleh sekelompok penjahat.”
Det. Go: “Pimpinan, aku sudah mengejar Park Tae Jin selama 3 tahun, tapi orang yang menemukan pengedarannya adalah Ketua Jang yang bahkan belum satu bulan berada disini. Alasan Jung Hye mninggal bukan karena sampah seperti, tapi karena aku. Aku yang tidak bisa berbuat apa-apa.”


Joon Seo menerima telepon dari Detektif Go yang meminta maaf atas hilangnya barang bukti narkoba milik Kasat Park. Joon Seo bilang kalau dia tidak pelu meminta maaf dan berterima kasih telah memberitahu. Anggota timnya sangat kecewa.


Detektif Goo menebak kalau Kasat Park adalah seorang pesulap, lalu Sung Gyun langsung memukul kepalanya dan menyuruhnya agar tidak bercanda. Detektif Goo tidak terima karena Sung Gyun adalah juniornya, tapi Sung Gyun bilang ia sudah bukan Polisi lagi.  Detektif Goo memukul anu-nya Sung Gyun, Detektif Choi lalu melerai mereka.


Sung Gyun berjalan dengan hati-hati karena selangkangannya masih sakit. Ia membawakan beberapa berkas untuk Joon Seo yang berisi daftar orang yang ditangkap, tapi kemudian dibebaskan oleh Kasat Park. Ia yakin akan menemukan sesuatu disana.


Joon Seo dan Detektif Choi memeriksanya bersamaan. Joon Seo kemudian melihat nama dan foto Joo Tae Sub diantaranya.


Kasat Park terlihat menemui Paman Yong di kantornya. Ia mengatakan bahwa Joon Seo mengincarnya. Paman Yong mengatakan bahwa Kasat park telah melakukan sesuatu yang paling dibenci oleh Tuan Jang Bum Ho, yaitu menjual narkoba.


Kemudian terlihat banyak penjaga yang datang untuk mengepung Kasat Park. Kasat Park panik dan langsung mengeluarkan postolnya. Ia mengatakan agar para penjaga tidak bergerak. “Kenapa kau terus mencari alasan untuk mati?” tanya Paman Yong santai.


Kasat Park memukul beberapa penjaga, lalu menodongkan pistolnya lagi. Ia kemudian berhasil keluar dan menghalangi pintu dengan pel, sehingga para penjaga tidak bisa keluar.