Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Children of a Lesser God
“Mereka tak mengetahui apa-apa, tak mengerti apa-apa sebab matanya tertutup, sehingga tak bisa melihat, dan hati mereka tertutup, sehingga tak bisa memahami.”


Tahun 1994


Beberapa orang tampak sibuk membersihkan suatu tempat ibadah. Di antara mereka ada seorang wanita bersama tiga orang anak. Wanita itu kemudian mencari keberadaan tiga anak lainnya.


Ketiga anak lainnya itu ternyata sedang ada di luar dan menggambar di dinding. Mereka bertepuk tangan karena gambar itu sangat mirip. Anak berbaju hijau berinisiatif untuk memberikan nama di bawah gambar itu.


Wanita yang tadi memanggil mereka dan mengatakan bahwa para tamu akan segera datang. “Oh, itu ibu,” kata si anak perempuan. Lalu mereka bertiga berjalan menghampiri wanita yang mereka panggil ibu itu.


Gambar itu diberi nama Apollo, Byeol (Bintang), dan Popeye. 


Ternyata hari itu adalah hari kedatangan para donator untuk tempat ibadah sekaligus panti asuhan bagi anak-anak itu. Ketika para  donator turun, mereka diberikan kalung bunga dan masyarakat bertepuk tangan. 


Ketika sedang menari dan bernyanyi untuk menyambut para tamu, anak perempuan yang disebut Byeol itu tiba-tiba diam dan mulai berhitung sendiri. Ibu asuhnya menatapnya dengan heran. “31 orang memerah. Ahjushi… Ahjumma… “ gumam Byeol.


Masyarakat yang hadir tampak kebingungan. Tapi yang ada di mata Byeol adalah mereka semua mati berlumuran darah dan mati.


“Ibu juga merah,” gumam Byeol dan itu membuat ibu asuhnya kebingungan.


Malam harinya, Byeol berjongkok sambil menangis. Seorang pemuka agama mengatakan bahwa ada roh jahat yang membuat Tuhan murka. Ia juga menyebut Byeol sebagai hantu dan menyuruh roh jahat agar segera keluar dari tubuhnya.


Masih sambil berderai air mata, Byeol berdiri dan berkata, “Kau akan membunuh 31 orang. Mmebuat mereka yang tak berdosa berlumuran darah. Mencoba menguasai Negara ini dengan mudah!”


Pastor Wang tersebut terkejut mendengarnya.


Kemudian terlihat orang-orang menahan sakit dan berdarah-darah.


Byeol tampak berjalan di antara mayat itu dan wajahnya pun terkena cipratan darah. Ia menyeringai menyeramkan.


Beberapa Polisi masuk ke tempat ibadah itu dan terkejut melihat banyak mayat tergeletak disana.


Seorang reporter menyiarkan bahwa 31 orang tersebut diracuni secara missal. Ketika melihat seorang jaksa datang, reporter itu lalu berlari menghampirinya.


Jaksa bilang harus dilakukan otopsi terlebih dulu, tapi ia menduga itu adalah bunuh diri. Jaksa itu juga sebelumnya tampak hadir ketika acara donasi pagi harinya. Polisi yang sebelumnya menemukan mayat pertama kali, memberikan sesuatu yang katanya harus dilihat oleh jaksa tersebut.


Jaksa: “Catatan?”
Polisi: “Ya, tapi jumlah catatan dan jumlah mayat yang ditemukan tidak sama.”
Jaksa: “Berarti ada satu orang yang hilang?”


“Atau mungkin ada satu orang yang selamat?” duga si Polisi.


Seorang pria bernama Kim Ho Ki membawa Byeol masuk ke dalam hutan. “Jangan lihat ke belakang. Jangan lihat apapun,” kata Ho Ki yang sebelumnya merekam video di acara donasi.


Hari sudah menjelang pagi, tapi Ho Ki terus berjalan sambil menggendong Byeol. “Itu,” tunjuk Byeol. Ho Ki lalu menurunkan Byeol dan memperbolehkannya pergi ke arah yang ia tunjuk.


Byeol menggali tanah dan menemukan sesuatu yang tersimpan rapi. Ho Ki sangat terkejut melihatnya.


Byeol mengambil sebuah lonceng kecil dan mendekatkannya ke telinganya. Ia bilang, “Loncengnya terus berbunyi.” Ia lalu menunjukkan lonceng itu pada Ho Ki.


Lonceng yang sama terlihat ada di tangan seseorang yang sudah dewasa.


Byeol tampak menikmati tteobokki di sebuah kedai tenda. Kemudian terdengar suara orang meminta tolong.


Byeol berusaha menyelamatkan wanita yang sedang membawa bayi. Ia menghalangi pria yang mengejarnya itu, lalu membiarkan si wanita berlari pergi. Pria itu tetap berusaha melawan dan ingin mengejar wanita itu.


Tidak jauh darisana, seorang pria menghentikan wanita pembawa bayi itu.


Byeol berhasil mengalahkan pria itu dan memborgolnya ke tiang kedai, lalu menghampiri wanita pembawa bayi tadi. Terlihat si wanita meminta bayinya kembali, karena pria tadi sedang menggendong bayinya.


Byeol: “Polisi! Tolong berikan anak itu!”
Pria: “Lepaskan dulu pria yang kau borgol itu.”
Byeol: “Kau temannya, ya?”


Pria itu terkejut dan berkata bahwa di dahi pria yang diborgol itu tidak terlihat ada tulisan ‘penculik’, jadi Byeol hanya melihat tampilan luarnya saja. Byeol menghajar perut si pria dan akhirnya berhasil merebut bayi itu.


Saat Byeol ingin memberikan bayi itu kepada si wanita, pria itu menghalanginya. Pria itu bernama siapa nama bayinya. “So Min, So Min,” jawab wanita itu. Si pria menanyakan berapa usianya. “15 bulan.”


Pria itu bilang bayi itu baru punya 4 gigi, beratnya 9 kg, dan tingginya 65 cm, dan itu menunjukkan bahwa bayi itu berusia 11 bulan. Pria itu juga bilang kalau nama bayinya adalah Yuna. Byeol mengeceknya dan melihat gelang bertuliskan nama Yuna di tangan bayi itu.


Byeol terpengarah. Wanita itu berusaha merebut Yuna, tapi Byeol melangkah mundur untuk menyelamatkannya. Tidak lama kemudian, mobil Polisi datang dan membawa wanita penculik itu pergi.


Seorang Polisi memberitahu Byeol bahwa anak wnaita tadi meninggal tahun lalu dan dia kabarnya adalah generasi ke-7 yang anaknya hanya satu. Ia juga bilang kalau wanita itu sedang mendapatkan perawatan dari psikiater dan sudah tiga kali melakukan percobaan penculikan anak.


“Ah, bodoh, bodoh, bodoh,” kata Byul sambil memukuli kepalanya sendiri. Ketika pria penolong tadi datang, Byeol berkata, “Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau Anda juga Polisi.” Pria itu bilang ia sudah melupakan pukulan Byeol sebelumnya, karena itu sama sekali tidak sakit.


Byeol tidak percaya jika itu tidak sakit. Pria itu bertanya dimana Byeol bertugas. “Aku Kim Dan dari Kantor Polisi Hwaju,” jawab Byeol. (Mulai sekarang Byeol dewasa, akan disebut Kim Dan). Pria itu berkata bahwa Kim Dan harus menemukan fakta dengan baik, karena tidak smeua yang dilihat adalah kebenaran.


Saat pria itu pergi dan mengibaskan syal di lehernya, Kim Dan tampak terpesona.

1 komentar:

Ditunggu mbak sinopsis slnjutnya....penasaran dan kyaknya drama ini bgus bwt penggemar misteri.... :) semangat ya mbak