Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Grand Prince Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 1 Part 2

Tiga orang jalan di lautan salju. Dua diantaranya adalah laki-laki dan yang satu lagi adalah seorang wanita. Kayaknya mereka udah jalan cukup jauh. Seekor kelinci mengagetkan mereka. Pengawal Hwi langsung ngambil panahnya dan mengarahkannya ke kelinci. Belum juga anak panah di tarik, Hwi udah lebih dulu melemparkan pisaunya dan mengenai kelinci itu. Wanita yang bersama mereka lalu berlari menghampiri kelinci itu. Dia mengangkatnya tinggi-tinggi dan ngasih lihat ke kedua pria itu. 


Nggak lama kemudian mereka udah menjadikan kelinci tadi jadi kelinci bakar. Hwi membagi daging kelinci itu sama temannya. Mereka memakannya dengan lahap. Habis makan, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka. 


Sementara itu di istana para pelayan lagi sibuk keluar masuk kamar raja. Rupanya raja sedang sakit dan  para pelayan tadi membawakan obat untuk raja. Pangeran, ratu dan ibu suri duduk di samping raja. Ratu menyuapkan ramuan obat ke mulut raja, sementara pangeran terus memanggil ayahnya. 


Ibu suri berpesan  agar penyakit raja jangan sampai tersebar. Dia bilang ke dayangnya buat ngasih tahu mereka agar tetap tenang. Ibu suri mengancam kalo sampai para pelayan itu bicara tentang sakitnya aja maka kereka bakal mati. Dayang mengangguk mengerti. Pangeran mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan raja sambil terus manggil ayah. Ratu dan ibu suri tampak sedih melihatnya. Ratu mengatakan kalo raja bisa bertahan selama beberapa tahun ini. Ibu suri sendiri yakin kalo raja bakal siuman. Putra mahkota masih sangat muda. Raja akan siuman. 


Dayang ibu suri keluar dari kamar raja. Dia berjalan dengan cepat dan seakan sedang terburu-buru. Dayang itu menemui seorang pelayan. Dia ngasih sesuatu ke prlayan itu setelah sebelumnya melihat ke sekitar (mencurigakan). Dia bilang ke pelayan itu kalo itu buat istana Myung Rae. Pelayan itu mengerti. Dia lalu membungkuk lalu pergi. 


Tiga orang yang kita lihat sebelumnya sekarang udah sampai di istana. Mereka hendak masuk tapi di hadang sama penjaga pintu. Salah satunya bilang minta di kasih jalan. Mereka lagi buru-buru. Dia ngasih tahu kalo orang yang ada di sampingnya dalah yang mulia pangeran Eun Sung. Tapi rupanya dia nggak di percaya. Penjaga pintu malah memakinya. B*jingan g*la bepergian di hari yang dingin kayak gini. Pria itu nggak terima. Kasar sekali. Dia minta penjaga itu bersikap sopa  kepada yang mulia. Penjaga pintu itu nyuruh mereka buat pergi sebelum ia melaporkan mereka. Atau mereka bisa nunjukin ijin masuk mereka. Bahkan saat diadakan pemakamannya tapi mereka masih berbicara tentang putra mahkota Eun Sung. Pria itu masih bilang kalo Lee Hwi adalah oranv yang sangat penting dan minta di panggilkan pelayan istana segera. 


Lee Hwi mengulurkan tangannya dan menggelengkan kepalanya. Pria itu memanggilnya yang mulia. Dia lalu berbalik. Pria itu mencoba menghentikannya. Mereka mesti manggil kepala kasim atau pelayannya. Begitu mereka keluar dan mengenalinya, ...


Penjaga itu ngasih kode ke beberapa pengawal buat menyerang mereka bertiga. Pengawal-pengawal itu mengarahkan tombaknya ke mereka bertiga. Penjaga tadi merasa nggak bisa membiarkan mereka bertiga pergi kayak gini. Beraninya mereka memintanya buat ngasih jalan. Buat mengetahui rencana b*jingan pengemis dia harus membawa mereka dan mendengarkan apa yang mereka rencanakan. Dia nyuruh para pengawal  buat membawa mereka. 


Mereka nggak mau dan perkelahian pun nggak bisa di hindari lagi. Tapi Lee Hwi dan dua temannya berhasil mengalahkan para pengawal itu. Tapi yang nggak mereka sangka habis itu datang banyak prajurit lagi dari dalam istana. Yaudah mereka akhirnya menghadapi dengan jurus langkah seribu alias lari. 


Seorang pelayan yang keluar bersama para prajurit yang menyerang Lee Hwi masuk istana Myung Rae. Dia adalah pelayan yang di utus oleh dayang ibu suri tadi. Pelayan tadi ngasih surat itu ke pangeran Jin Yang, Lee Kang. Surat itu mengabarkan kalo raja dalam keadaan koma. Ratu menghilang dan keberadaannya nggak di ketahui. 


Wanita yang duduk di samping pangeran Lee Kang, Yoon Na Gyeom ngasih imbalan uang ke pelayan tadi. Kerja bagus. Dia berpesan ke pelayan itu agar hati-hati di jalan. Pelayan itu menerimanya lalu pergi. Pangeran Lee Kang meletakkan surat itu lalu menghela nafas. 


Pelayan itu keluar dengan terburu-buru  berpapasan dengan Ja Hyun dan pelayannya. Pelayan Ja Hyun meninggalkannya untuk pergi bicara sama penjaga pintu istana. 


Pelayan yang membawa surat tadi berhenti setelah berjalan agak jauh. Dia membuka kantung imbalan yang di berikan oleh Yoon Na Gyeom. Tapi belum juga lihat isinya, dia udah di bekap sama seseorang dari belakang. 


Pangeran Lee Kang membakar surat tadi buat menghilangkan jejak. Yoon Na Gyeom mengatakan kalo mereka berada di tingkat yang sama. Setelah dari orang-orang yang ada di pihak raja dan pihak ibunya, dan setengah lainnya ada di pihak mereka. Pria di depan pangeran Lee Kang nanya apa yang akan ia lakukan? Penyakit raja makin parah. Ibu raja nggak bisa ketemu dengannya atau negarawan. Kalo pangeran Lee Kang kehilangan kesempatan ini sebelum raja meninggal... 


Pangeran Lee Kang memotong, sebelum peristiwa buruk itu terjadi, mereka mesti mendapatkan gomyeong (wasiat raja). Yoon Na Gyeom menambahkan sebelum Putra Mahkota Eun Sung nggak ada, kalo pangeran Lee Kang bisa mendapatkan gomyeong, maka tahta akan jadi miliknya. Pangeran Lee Kang mengatakan kalo dia bakal pergi ke istana. Yoon Na Gyeom bilang ke pria di hadapannya (yang rupanya adalah kakaknya) buat menghubungi menteri keuangan dan menteri pengadilan lainnya buat masuk istana. Pria itu mengiyakan. Habis itu dia menatap pangeran Lee Kang. Pangeran mesti ganti baju. 


Pelayan ngasih tahu Yoon  Na Gyeom kalo ada tamu yang datang. Dia lalu bangkit dan melihat siapa yang tamunya. Na Gyeom nampak terkejut melihat siapa yang datang. Nggak lama kemudian Ja Hyeon udah duduk di hadapan pangeran Lee Kang. Dia bilang kalo anggota keluarga kerajaan Weol Yeong telah menawarinya buat nikah sama pangeran Lee Kang. Ia memintanya buat nyerah. Dia udah dengar dari pangeran. Jadi dia minta tolong agar masalah ini di selesaikan. 


Pangeran Lee Kang mengatakan kalo bukannya Ja Hyeon menginginkan pengantin pria lain? Ja Hyeon menanyakan apa maksud pangeran Lee Kang sebenarnya? Kang melanjutkan kalo Ja Hyeon menolak menjadi wanitanya selama 3 tahun. Ia ngasih Ja Hyeon pilihan yang berbeda dengan kemurahan hati. Ja Hyeon menanyakan apa Kang menginginkannya buat jadi penggali emas? Lee Kang menyebut Hwi. Dia bilang kalo Hwi nggak bakal kembali. Anak itu udah meninggal. Ja Hyeon harus bisa menerimanya. Ja hyeon menatap Lee Kang dengan tatapan berapi-api. Orang yang dengan kejam mendorong saudaranya adalah pangeran Lee Kang. Pangeran Lee Kang ngasih tahu kalo Hwi pergi atas keinginannya sendiri. Dia punya rasa tanggung jawab sebagai pangeran bangsa ini. Ja Hyeon udah geram banget. Apa Kang pingin ngancurin hidupnya? Pangeran Lee Kang malah tersenyum. Dia bilang kalo Weol Yeong adalah sepupunya. Menikah dengan seseorang dari keluarga kerajaan berarti hidupnya bakal hancur. Gadis-gadis lain pasti terkejut mendengarnya. Ja Hyeon menegaskan kalo dia nggak mau menikah. Dia nggak pingin jadi mempelai siapapun. Kang nanya apa Ja Hyeon benar-benar nggak suka sama Weol Yeong? Ja Hyeon memalingkan wajahnya. kang menyarankan Ja Hyeon buat datang padanya. Kang bakal menerimanya. Bahkan sekarang. 


Ja Hyeon bangkit. Dia merasa cuman buang-buang waktu dengan percaya bahwa masih ada seorang pria yang baik yang tinggal dalam diri pangeran Lee Kang. Ja Hyun merasa terlalu b*doh. Kang memperingatkan Ja Hyeon buat hati-hati di malam hari. Dia bakal jadi pengantin wanita, segera. 


Ja Hyeon keluar. Pelayannya membantunya memakai sepatu. Yoon Na Gyeom menantinya diluar. Begitu melihat Ja Hyeon keluar ia segera menghampiri Ja Hyeon dan menamparnya. Pelayan Ja Hyeon bertanya apa yang dia lakukan? Na Gyeom nggak peduli dan mendorong pelayan Ja Hyeon sementara Ja Hyun cuman bisa terdiam. Na Gyeom nanya sama Ja Hyun. Apa nggak cukup punya satu pangeran? Apa Ja Hyeon nggak kenal takut? Atau nggak tahu hukum? Atau emang Ja Hyeon nggak tahu apa-apa? Berani-beraninya Ja Hyun menemui seorang pria dari rumah orang lain? 


Ja Hyeon menatap Na Gyeom. Dia nanya apa Na Gyeom khawatir? Apa dia masih belum punya kepercayaan diri? Itukah sebabnya dia pingin nyingkirin Ja Hyeon kayak gini? Na Gyeom maju selangkah. Dia mengatakan kalo seharusnya Ja Hyeon bersyukur. Kalo bukan karena mereka, Ja Hyeon pasti udah mati sebagai hantu perawan. Ja Hyeon bertanya apa Na Gyeom lupa saat-saat ketika mereka bersahabat? Na Gyeom membalas, apa Ja Hyeon nggak tahu kalo dialah yang mengakhiri persahabatan mereka? Saat Ja Hyeon merayu pangeran, mereka bukanlah sahabat lagi. Ja Hyeon mengatakan kalo hidupnya, takdirnya bukan Na Gyeom dan suaminya yang mengatur. Na Gyeom menantang, kalo Ja Hyeon sungguh nggak pingin menikah, kenapa dia nggak bunuh diri aja? Pelayan Ja Hyeon mengajaknya pergi dan anggap aja nggak mendengarnya. Na Gyeom nggak mau berhenti bicara. Kalo Ja Hyeon pingin mati, kenapa nggak meninggal tiga tahun yang lalu? Cinta luar biasa yang dia miliki, kalo dia akan meninggal, dia pasti punya cinta dan pengabdian pada satu orang dan dia pasti di puji. 


Pelayan Ja Hyeon menariknya pergi. Na Gyeom berpesan agar Ja Hyeon bahagia. Menikahlah, punya anak laki-laki dan bahagia. Ja Hyeon udah nggak mau peduli dan melangkah pergi. Na Gyeom masih bicara, kenyataan bahwa Ja Hyeon seperti gadis lain di luar sana, bahwa dia menyedihkan dan matrealistis, tunjukkan pada dunia. 


Pengawal Hwi mencuci wajah wanita yabg bersama mereka di air es. Tapi walaupun udah di cuci beberapa kali wajahnya masih belum bersih juga. Padahal wajahnya udah hampir membeku karena di celupin berkali-kali di air es.


Nggak lama kemudian dia udah ganti baju pakai pakaian pelayan yang pengawal Hwi bekap tadi. Hwi memberinya sesuatu. Pengawal Hwi ragu apa dia bisa melakukannya? Dia bahkan nggak bisa bahasa Korea dengan baik. Wanita itu mengatakan kalo ratu nggak akan masalah kalo dia menemukannya. Pengawal Hwi mengajarinya buat bilang ibu, ibu ratu. 


Hwi mengangkat rok wanita itu dan merobek rok bagian dalamnya. Hwi lalu melukai jarinya sendiri dan menulis namanya pakai darah itu. 


Malam harinya wanita itu datang lagi ke istana. Dia ngasih kartu yang di kasuh sama Hwi pada penjaga pintu tak lupa sambil tersenyum manis. Penjaga pintu mengembalikan kartunya dan mengijinkannya masuk. Hwi dan pengawaknya mengawasi dari jauh. 


Wanita itu bicara pada dirinya sendiri agar jangan memperdulikan apapun dan terus berjalan sambil berlatih memanggil ibu, ibu ratu. 

Bersambung...

Komentar :
Drama saeguk pertamaku, ongoing lagi. Mohon maaf kalo masih ada yang salah-salah disana sini. 
Salah satu kelebihan drama saeguk, isinya nggak melulu soal cinta tapi ada perebutan tahta, persaingan antar saudara, bahkan nggak ragu buat menghabisi saudara sendiri demi bisa jadi raja.
Masih awal juga sih buat ngomong apa-apa. Yang jelas kita barusan udah di kasih lihat 2 pangeran. Kang yang tinggal di istana yang nyaman dan Hwi yang mengembara di luar.

6 komentar

Terimasih di tunggu kelanjutannya ya. Semangat!!

Asyik akhirnya nongol jg saeguk ne terimaksi udh nulis sinopnya

Lanjut ya mba...terimakasih dan semangat...

Makasih mbk... di tunggu lanjutannya. Kalau bisa jgn terlalu di singkat ya mbk bahasanya...

Makasih mbk... di tunggu lanjutannya. Kalau bisa jgn terlalu di singkat ya mbk bahasanya...

@liyanti: setuju bgt, jgn terlalu disingkat. Semakin detail deskripsi jalan cerita seakan2 kita menonton langsung padahal cuma baca sinopsis, maka akan semakin menarik dan penasaran. Semangat ya...