Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Grand Prince Episode 1 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 1 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 1 Part 3

Ja Hyeon berdiam diri di kamarnya. Dia memandang sebuah lukisan dan tampak sedih banget. Ja Hyeon mengemasi pakaiannya. Entah apa yang bakal dia lakuin. 


Ibu suri jalan bersama para dayangnya. Dia tampak lunglai. Hampir aja dia jatuh. Dayangnya sigap menangkapnya. Dayang ibu suri menyarankan agar  malam ini ibu suri kembali dan istirahat. Ibu suri bilang nggak papa. Ibu suri bakal ganti pakaian dan menemui raja. Dayang mengatakan kalo ibu suri melakukan itu, ia bakal pingsan. Ibu suri metasa ratu bakal mengalami masa-masa sulit kalo dia sendirian. 


Wanita yang di utus sama Hwi tahu-tahu berdiri di depan ibu suri. Dayang ibu suri marah. Berani-beraninya dia ngalangin jalan ibu suri. Wanita itu nyebut, ibu, ibu suri. Dayang ibu suri nyuruh para pelayan buat nyingkirin wanita itu sekarang juga. 


Para pelayan maju dan menarik wanita itu. Tapi dia langsung melawan para pelayan dan mendorong mereka. Dayang ibu suri panik dan nyuruh pelayan yang lain buat manggil penjaga kerajaan. Wanita itu membekap mulut dayang ibu suri dan ngasih lihat tulisan Hwi yang di tulis pakai darah. Ibu suri mengambilnya dan menatapnya. Itu...itu adalah darah Hwi. Hwi, anaknya? Wanita itu ngangguk membenarkan. 


Hwi dan pengawalnya memasuki istana. Di dalam istana ibu suri udah menunggunya. Ibu suri tampak bahagia bisa ketemu lagi sama anaknya. Hwi langsung bersujud di hadapan ibunya. Semua orang menangis menyaksikannya. Hwi mengatakan kalo anaknya yang nggak layak sekarang udah balik. Dan ngasih salam ke ibu suri. 


Ibu suri berjalan menghampirinya dan memeluknya. Ibu suri menangis sambil mukul punggung Hwi. Dia masih hidup? Ibu suri melepaskan pelukannya dan menatap wajah Hwi. Dia nanya kemana wajah Hwi yang kayak bunga? Betapa sulit, betapa sulitnya hal itu buat Hwi. Hwi menangis dan nggak mampu menjawabnya. Ibu suri ngasih tahu kalo raja lagi sakit.. sekarat. Ibu suri berpikir kalo surga pasti kasihan padanya. Karena itu mereka mengembalikan Hwi padanya. 


Kang dan para pengawalnya juga memasuki istana. Tapi mereka nggak iijinkan buat masuk. Kang mengatakan kalo dia membawakan obat buat yang mulia yang lagi sakit. Kang akan memberikannya pada raja dan nyuruh penjaga buat ngasih tahu mereka kalo dia datang. Kasim mengatakan kalo ibu suri memerintahkannya buat nggak membiarkan siapapun masuk malam ini. Pengawal Kang membentaknya. Apa dia memperlakukan adik laki-laki raja sebagai orang biasa? Kasim meminta maaf dan menyarankan Kang buat datang lagi besok. 


Kang menghampiri kasim itu. Dia berbisik kalo dia bakal ngasih obat ke yang mulia raja. Kalo sesuatu yang buruk terjadi pada yang mulia raja malam ini, apa dia siapa nerima akibatnya di kemudian hari? Kasim tampak takut dan Kang nyuruh dia buat minggir. 


Tiba-tiba dari dalam terdengar suara tangis memanggil-manggil raja. Kang segera masuk. Terlihat ibu suri baru aja meninggalkan kamar raja. Kang memanggil ibunya lalu menanyakan apa yang terjadi? Gimana dengan raja? Ibu suri menatap Kang dan bilang kalo raja udah meninggal. Kang tampak sedih mendengarnya. 


Ibu suri manggil kepala kasim agar mendekat. Kang bertanya gimana itu bisa terjadi? Seharusnya ibu suri manggil pembantu terdekat yang mulia raja. Siapa yang bakal nerima wasiat terakhirnya? Hwi keluar dari kamar raja dan minta Kang buat nggak khawatir. Kang dan orang-orangnya terkejut melihat Hwi. Hwi mengatakan kalo dia menerima surat wasiat. Sampai pangeran mahkota dewasa, ibu suri bakal bertindak sebagai wali dan para pangeran bakal bersumpah buat setia pada putra mahkota. Itu adalah wasiat terakhir raja yang udah wafat. 


Ibu suri dan Hwi menangisi meninggalnya raja. Sementara Kang tampak tegang. Dia malah nanya Hwi udah menerima wasiat terakhirnya? Hwi berjalan memghampiri Kang. Dia menatap kakaknya lalu memeluknya. Hwi mengatakan kalo dia kembali. Dia nggak mati, dia masih hidup. Kang nggak ngomong apa-apa. Tapi sepertinya dia nggak suka Hwi kembali. 


Kepala kasim mengibas-ngibaskan pakaian raja di atas atap sambil berseru, tolong kembali pada kami, raja! Dan akhirnya dia melemparkan pakaian raja dari atas atap. 


Ja Hyeon masih di kamarnya. Dia mengambil gunting dari dalam laci dan menggunakannya buat memotong rambutnya. Ja Hyeon tampak yakin dengan keputusannya itu. 


Kang dan Hwi berganti pakaian dengan di bantu sama kasim dan pelayan. Mereka memakai pakaian berkabung. Kang berkomentar kalo Hwi punya banyak bekas luka. Tanpa menoleh Hwi menjawab itu karena dia sering berperang. Kang bersyukur Hwi masih hidup dan kembali. Hwi mengatakan kalo dia nggak bisa mati karena ada orang yang nungguin dia. Kang mengatakan karena Hwi telah kembali pada hari meninggalnya raja, maka Kang nggak bisa bahagia karena raja meninggal dunia. Pasti sulit buat Hwi. Dia bahkan nggak bisa menemui wanita itu. Kang menasehati agar Hwi jangan wanita yang akan menikah. Maksudnya nona Ja Hyeon. 


Hwi langsung menoleh begitu Kang nyebutin nama Ja Hyeon. Tapi nggak ngomong apa-apa juga. Kang melanjutkan kalo Hwi dan Ja Hyeon udah lama berteman. Kang merasa kalo Ja Hyeon bakal senang lihat Hwi balik dengan selamat. Hwi bertanya Ja Hyeon mau nikah? Kang ngasih tahu kalo Ja Hyeon bakalan nikah sama anggota keluarga kerajaan Weol Yeong. 


Hwi menatap Kang dengan mata berkaca-kaca lalu pergi. Hwi menaiki kudanya menuju kediaman Ja Hyeon. Wajahnya tampak kacau. 


Nggak lama kemudian Hwi sampai di rumah Ja Hyeon. Dia langsung masuk meski sempat di hadang di pintu masuk. Hwi nanya dimana para tetua? Dimana wanita itu? Ayah Ja Hyeon keluar dan nanya ada apa? Kenapa ribut-ribut? Pagi-pagi gini di rumah orang lain apa yang Hwi lakukan? Hwi maju dan memperkenalkan diri. Dia Eun Sung. Ayah Ja Hyeon terkejut lihat Hwi. Dia nanya apa Hwi masih hidup atau apa dia hantu? Hwi ngasih tahu kalo raja udah meninggal dunia. Ibu Ja Hyeon pergi ke kamar Ja Hyeon. 


Seketika semua orang langsung bersujud dan menangis. Hwi ngasih tahu ayah Ja Hyeon kalo dia harus menemui putrinya buat ngasih tahu kalo Hwi udah balik dan masih hidup. Hwi minta tolong padanya. Ayah Ja Hyeon bangkit dan menatap wajah Hwi. Dia bilang ke Hwi kalo itu nggak perlu. 


Ibu Ja Hyeon masuk ke kamar Ja Hyeon. Dia terkejut melihat penampilan Ja Hyeon. Ja Hyeon telah memotong rambutnya. Ibu nanya apa yang Ja Hyeon lakukan? Ja Hyeon mengatakan kalo dia akan pergi ke pegunungan dan jadi seorang biarawati Budha. Ibu nyuruh Ja Hyeon buat mendengarkannya. Ibu duduk di hadapan Ja Hyeon dan bilang kalo pangeran kembali. Dia masih hidup. Dia datang buat nemuin Ja Hyeon. Ja Hyeon menatap wajah ibunya seolah nggak percaya. 


Ayah Ja Hyeon nyuruh Hwi buat menghentikannya. Dia ngasih tahu Hwi kalo Ja Hyeon akan menikahi pria lain. Hwi menatap ayah Ja Hyeon nggak percaya. Dia lalu berjalan menuju kamar Ja Hyeon. Hwi teriak-teriak manggil nama Ja Hyeon. Ayah Ja Hyeon mempersilakan Hwi buat pulang. Hwi harus balik dan melindungi tahtanya. Sementara itu Ja Hyeon di dalam kamar merasa harus nemuin Hwi. 


Ja Hyeon keluar dari kamarnya. Dia melihat Hwi di hadapannya dan memanggilnya yang mulia. Hwi berjalan mendekat, gitu juga sama Ja Hyeon. Mereka berlari saling menghampiri sambil nangis. Hwi memeluk Ja Hyeon. Ja Hyeon tersenyum bisa ketemu lagi sama Hwi sementara Hwi menangis terharu. 


Kang dan Hwi kecil belajar bersama. Mereka membuat puisi. Hwi udah mulai menulis sementara Kang masih menggosok tinta. Hwi menulis dengan hati-hati. Nggak lama kemudian tulisannya selesai.
"Satu bulan bersinar di dua tempat
Dua orang terpisah ribuan mil
Bersedia mengikuti bayang-bayang bulan ini
Malam demi malam bersinar"


Tiba-tiba ada seekor jangkrik yang hinggap di kertas puisi Hwi. Kang mengulurkan tangannya hendak memukul kangjrik itu. Hwi memengang tangan kakaknya lalu menggeleng. Dengan tenangnya Hwi ngambil kertas yang lain dan memindahkan jangkrik itu kesana. Kang hanya menatap Hwi. Nggak ngerti apa yang akan di lakukan sama Hwi. Hwi bangkit lalu mengibas-ngibaskan kertas itu agar jangkriknya terbang. Hwi tersenyum dan bilang ke jangkrik itu agar cepat pergi. 


Jangkriknya akhirnya meloncat ke tanaman di bawahnya. Hwi tersenyum melihatnya. Dan tanpa Hwi sadari, ada seorang gadis kecil yang ngintip Hwi sambil senyum-senyum. 


Kang marah-marah sama dayangnya karena dia nggak di ijinkan buat datang lagi ke istana. Kali ini juga? Mereka menyuruhnya nggak datang. Dayang mengatakan kalo raja subuk sama urusan kerajaan. Jadi raja bilang akan manggil Kang bukan hari ini tapu di hari yang lain. Kang marah-marah. Suatu hari itu selalu hari lain. Kapan itu? Dayang nggak bisa bilang apa-apa dan hanya bisa minta maaf. Kang mengatakan kalo dia mau ke istana hari ini. Wajah ayahnya dan sentuhan ibunya, Kang bahkan nggak bisa mengingatnya lagi. Kang nggak ingin lagi tinggal di tempatnya sekarang. Sendiri. Dayang mencoba ngasih tahu kalo mereka melarang Kang buakn karena mereka nggak sayang, baru-baru ini ada urusan istana... Kang yang udah nggak mau dengar lagi mendorong dayangnya. Dia bilang bakal datang kesana. Kalo ada urusan seperti itu, bukankah seharusnya dia lebih tahu? Kang merasa udah  ggak bisa menunghu lebih lama lagi. Dia adalah pangeran Joseon. 

Bersambung...

Komentar :
Hiks..hiks... ikutan nangis pas lihat pertemuan Hwi sama Ja Hyeon. Nggak tahu juga sih udah berapa lama mereka nggak ketemu. Tapi kenyataan kalo Ja Hyeon bakal nikah pasti bakal bikin Hwi makin terluka. Apalagi nikahnya sama Hyung-nya sendiri TT