Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Grand Prince Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: OCN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Grand Prince Episode 1 Part 4

Kang mengatakan kalo dia adalah pangeran Joseon. Habis itu dia pergi meninggalkan dayang dan para pelayannya. 


Ratu sedang merawat putra mahkota saat dayang datang. Dayang ngasih tahu kalo pangeran berada di pintu masuk dan minta ijin buat masuk. Ratu ngasih tahu dayangnya buat nyuruh Kang pergi. Dayang mengatakan kalo mereka udah melarangnya selama berhari-hari. Kalo ratu ingin pergi dan tinggal di daetah Daegoong... Ratu memotong dan nyuruh dayang bilang itu saat melihat putera mahkota dalam keadaan gini? Ratu mengatakan kalo belum saatnya, belum. 


Sementara itu Kang di luar istana nyuruh para penjaga buat minggir. Dia ngasih tahu mereka kalo dia adalah pangeran kedua negeri ini, Lee Kang. Penjaga mengatakan kalo mereka nggak dengar kalo pangeran bakal memasuki istana hari ini. Dayang Kang menasehati agar Kang kembali. Setelah dayang menemui ratu, dia akan kembali dengan membawa izin masuk istana. Kang menegaskan kalo dia nggak mau nunggu lagi. Dia harus pergi ke istana sekarang juga. Hari ini! 


Sementara itu Hwi lagi ada di kamarnya. Di luar Gi Teuk minta ijin buat masuk. Hwi menyuruhnya masuk. Hwi nanya apa kakaknya datang? Gi Teuk mengatakan kalo soal itu...


Hwi keluar dari kamarnya. Di luar ada banyak pelayan. Pelayan yang diam-diam ngintip Hwi tempo hari langsung berbalik saat lihat Hwi melintas (mungkin malu). Hwi diikuti oleh beberapa pelayan dan Gi Teuk keluar mendatangi Kang.


Kang mengatakan bahkan kalo dia kepanasan dan mati di depan istana, dia nggak akan kembali. Dia akan menemui ayah dan ibunya. Dayang Kang mengatakan kalo dia nggak bisa melakukannya hari ini. Dayang kenasehati kalo Kang kembali sekarang, maka besok dia bisa dapat persetujuan 


Hwi yang udah sampai langsung berlari dan manggil Hyung-nya. Hwi memeluk Kang. Hwi bersyukur Kang datang. Apa Kang tahu udah betapa lama Hwi nungguin dia? Hwi mengatakan kalo Kang harus masuk. Ibu udah menunggunya. Penjaga mengingatkan kalo pangeran Kang nggak bisa masuk istana hari ini. Dayang Kang menambahkan kalo Kang bisa datang lain waktu. 


Hwi membentak penjaga yang sungguh nggak sopan. Hwi ngasih tahu penjaga dan juga dayang Kang kalo Kang adalah kakaknya. Kalo dia pingin masuk istana, atas perintah siapa mereka berani menghalangi pintu masuk? Dayang memotong, nggak gitu maksudnya...itu adalah perintah dari orang-orang yang lebih tinggi. Hwi menegaskan kalo dialah yang bakal bertanggung jawab atas hal ini. Hwi menatap penjaga dan nyuruh dia buat ngasih jalan. Penjaga itu menurut dan langsung menyingkir. Sesaat Kang tampak iri dengan kekuasaan yang di miliki oleh Hwi. Dari tadi dia nyuruh penjaga buat ngasih jalan, mereka sama sekali nggak mau tapi begitu Hwi yang merintah, mereka langsung menaati perintah. Hwi merangkul hyungnya dan mengajaknya masuk. 


Kang udah ada di depan ratu. Dia bersujud memberi hormat pada ibunya. Ratu menanyakan apa Kang nggak dengar perintah yang melarangnya masuk istana buat sementara waktu? Kang mengaku udah mendengarnya. Ratu mengingatkan kalo para pelayan istana dan penjaga udah nyuruh buat nunggu. Anak muda kayak Kang bersikap keras kepala. Hwi memotong. Dia mengatakan kalo dialah yang membawa Kang kesini. Dia bilang ke ibunya kalo kakaknys nggak melakukan kesalahan. Ratu menatap Kang. Ia mengatakan Kang membawa adiknya ke sini dan nggak menaati orang tuanya. Kang mengatakan kalo dia udah lama nggak ketemu ibu. Setelah nunggu selama bertahun-tahun. Kang pingin lihat ibunya lebih dari apapun. Hati kecilnya nggak punya pilihan lain selain menolak perintah. Dia nanya nggak bisakah ibunya ngerti? Ratu bertanya pada Hwi, apakah dia udah membersihkan kamar kakaknya? Hwi mengatakan pingin menggunakan kesempatan kali ini buat mendekorasi pintu dan dinding kamarnya. Kamarnya di dekorasi dengan baik dan hanya dengan produk-produk terbaik. 


Kang menatap Hwi sinis. Dia menanyakan apa hukum istana menempatkan adik laki-laki di atas kakak laki-laki? Hwi meminta maaf dan pindah tempat duduk di samping Kang. Ratu menasehati Kang agar jangan kesal. Hwi hanya pingin lihat wajahnya. Hwi bilang enggak. Dialah yang nggak memikirkannya. Ratu mengatakan kalo Kang nggak marah pada adiknya. Kang marah pada ibunya. Sebelum Kang jadi anaknya, Kang adalah pangeran bangsa ini. Alasan ibu nggak bisa mempertahankan Kang di sampingnya sampai hari ini dan Kang di besarkan di luar istana  adalah karena buat masa depan negara ini. Tariklah penghinaannya dan sombongkan dirinya. Kang hanya menghela nafasnya. 


Hwi ngambil sesuatu dari lengan bajunya. Membayangkan Kang kembali, ia nulis itu buat Hyung. Kang menatap Hwi dengan tatapan sinis sehingga membuat Hwi jadi menunduk. 


Hwi membuka suratnya dan membacakannya buat kakak dan ibunya. 
"Satu bulan bersinar di dua tempat
Dua orang terpisah ribuan mil
Bersedia mengikuti bayangan bulan ini 
Malam demi malam cahaya menyinari para pria pemberani"
Ibu menanyakan apakah Hwi dan kakaknya yang ada dalam puisi itu? Hwi mengiyakan. Seperti cahaya bulan yang bersinar, jangkauan cinta orang tua meluas jauh. Ia mencapai setiap dan semua tempat. Tapi jarak antara ia dan kakaknya sangatlah jauh. Jadi, Hwi mengungkapkan perasaan pingin ngikutin cahaya bulan ke tempat kakak berada, setiap malam. Ibu mengatakan kalo perasaan kerinduan itu benar-benar tampak dalam puisi Hwi. Hwi tersenyum. Ibu melanjutkan kalo adik Kang punya bakat dalam menulis puisi. Ketika utusan dari Cina tiba, mereka membuat banyak masalah karena pingin membawa tulisannya. Ibu bilang ke Kang kalo puisi Hwi sama dengan hatinya. Sambil nunggu dan terus menunggu, ibu merindukannya. Kang terdiam. Hwi menoleh menatapnya. 


Hwi mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Kang. Ia manggil Kang, hyung-nim. Kang bahkan nggak menoleh dan menghempaskan tangan Hwi. Hwi dan ibu tampak kecewa. Tapi mereka nggak bisa bilang apa-apa. 


Kang dan Hwi bersama-sama meninggalkan kamar ratu. Hwi mengatakan kalo Kang memasuki istana pada hari yang baik, maka nereka bakal mengadakan pesta penyambutan untuknya. Suasana jadi kayak gini karena kondisi putera mahkota. Kang membalas kalo dia hanya kembali ke istana. Dia belum memasukinya. Dia hanya kembali. Kang meyakini kalo dia hanya kembali ke tempat dimana dia seharusnya besada. Hwi tersenyum dan merangkul Kang. Kang nggak tahu udah berapa lama dia menunggunya? Kang dengan kasarnya mendorong Hwi. Anak laki-laki kayak Hwi jangan dekat-dekat sama dia. Habis itu Kang meninggalkan Hwi. Hwi yang masih kangen sama Hyung-nya pun menyusul Kang. 


Yeon Hee mengelap sepatu Hwi. Ia segera bangkit saat Kang dan Hwi keluar. Hwi menatapnya. Begitu juga dengan Kang. Hwi nanya sama Yeon Hee, apa yang dia lakukan? Yeon Hee mengatakan kalo dia pingin membersihkan sepatu Hwi. Hwi mengingatkan kalo dia nyuruh Yeon Hee buat ngurus dirinya sendiri. Kenapa Yeon Hee melakukan itu dengan tangan terluka? Yeon Gee memperlihatkan tangan kirinya dan bilang kalo tangannya yang lain baik-baik aja. Hwi menghela nafas. Dia ngasih tahu Yeon Hee kalo melakukan itu nggak menunjukkan kesetiaannya. Kalo Yeon Hee pingin membuatnya bahagia, jangan bersedih dan jangan sakit. Bukannya Hwi udah menyuruhnya buat ngurus tubuhnya dulu? Jangan banyak gerak dan membuat lukanya tambah parah. Hwi nyuruh Yeon Hee buat pergi da  istirahat. Kalo Yeon Hee udah merasa lebih baik, mereka bisa main petak umpet yang Yeon Hee sukai. Yeon Hee tersenyum. Hwi lalu melihat kakaknya dan bialng mau main sama kakaknya juga. Yeon Hee nanya apa Hwi sungguh-sungguh? Hwi tersenyum. Sementara Kang melihat mereka sinis.


Para dayang minta maaf sama ratu karena mereka nggak menghentikan pangeran Kang. Ratu mengganti kompres putera mahkota. Dia mengatakan kalo Lee Kang seharusnya nggak di bawa kesini lebuh awal. Bukankah demam putera mahkota semakin memburuk? Dayang mengatakan kalo dengan adanya pangeran Kang ada di istana, maka itu bisa aja lebih buruk. Bukankah dia udah dewasa? Ratu mengatakan meski pangeran lainnya harus tumbuh dengan baik, maka putera mahkota harus sehat. Lalu semuanya bakal berjalan dengan baik. Bukankah anak sulung nggak pernah jadi raja sejak Joseon terbentuk? Para dayang menunduk sementara ratu menangis melihat keadaan putera mahkota. 


Kang berlatih tapi anak panahnya nggak ada yang mengenai sasaran. Kang kecewa dan mau mencoba lagi. Tapi belum juga dia melepaskan anak panahnya, tahu-tahu ada anak panah lain yang udah mengenai sasaran. 


Kang melihat ke samping dan ada pamannya. Paman bilang ke Kang kalo dia benar-benar mengganggu. Kang langsung melompat ke pelukan pamannya. Paman memperkirakan kalo makanan istana pasti lezat, Kang bertambah berat. Paman menanyakan apa Kang udah terbiasa sama wajah-wajah orang di istana? Kang mengiyakan. Semua orang memperlakukannya dengan baik. Paman mengatakan kalo emang begitulah seharusnya. Karena keserakahan mereka sendiri, karena Kang adalah anak yang di campakkan, mereka seenggaknya harus bersikap baik pada Kang. Meskipun itu karena mereka merasa menyesal. 


Paman nanya apa Kang tahu kenapa dia di perlakukan kayak gitu? Kang mengatakan kalo dia dengar itu karena ia terlalu lemah, ia harus merawat tubuhnya. Paman menjelaskan, secara historis, bukan kerabat langsung yang menjamin buat mendapatkan suksesi kerajaan Joseon. Kalo Kang nggak berada di istana, tahta jadi lebih nggak stabil buat putera mahkota. Putera mahkota lagi nggak sehat. Mereka menyalahkan Kang dan membuang bayi yang baru lahir seperti itu. Bukankah itu lucu? Kang mengepalkan tangannya seolah menahan amarah. Paman mengatakan kalo dia adalah anak tertua, tapi raja yang naik tahta saat ini sedang berusaha untuk membuat putra sulung jadi putra mahkota dan mengancam Kang. Kang nanya gimana dengan Hwi? Dia adalah adik laki-laki sepertinya. Kenapa mereka cuman mengusir Kang dan membesarkan Hwi di istana? Paman berpikir sebentar lalu mengatakan itu karena Kang yang paling berbahaya. Penampilan Hwi itu indah. Dia di panggil jenius karena puisinya dan tulisannya. Kalo Kang sama seperti pangeran yang lainnya telah menerima pendidikan yang layak di istana, paman yakin Kang pasti akan lebih hebat daripada Hwi dalam puisi. Paman melanjutkan kalo orang yang punya kualifikasi buat jadi raja, yang menimbulkan bahaya bagi putra mahkota adalah Kang. Paman melarang Kang buat mengkhawatirkan hal itu karena Kang memiliki paman di sampingnya. Meski paman berbagi tahta dengan raja saat ini, ia masihlah orang tertua di sini. 


Paman meraih kedua tangan Kang dan menggenggamnya. Ia berpesan agar Kang berlatih dengan semua yang ia miliki. Dengannya, keponakan paman ingin pergi berburu. Kang tersenyum. 


Hwi dan Kang akan main petak umpet bersama dengan para pelayan dan para kasim. Yeon Hee kebagian jadi yang jaga. Dia menghitung sampai 10. Semua orang berlari mencari tempat sembunyi. Begitu juga sama Hwi. Hanya Kang saja yang nggak beranjak. Hwi memanggilnya dan ngajak buat sembunyi sama-sama. 


Yeon Hee udah selesai menghitung. Dia mulai mencari orang-orang. Yeon Hee melewati tempat persembunyian Hwi tapi dia nggak melihat Hwi. Padahal udah deket banget, tuh. Yeon Hee melihat beberapa pelayan dan memutuskan mencari mereka. 


Yeon Hee menemukan Kang yang emang nggak sembunyi. Kang berdiri di dekat jembatan. Yeon Hee yang mengira dia adalah Hwi langsung menangkapnya dan  bilang kalo sekarang giliran Hwi buat nyari. Kang memalingkan wajahnya dan membuat Yeon Hee terkejut. Yeon Hee langsung mundur dan minta maaf karena nggak mengenali Kang. Dia mempersilakan Kang buat sembunyi lagi. Yeon Hee akan menemukan orang lain. Kang tersinggung. Apa Yeon Hee pikir dia nggak bisa main petak umpet? Yeon Hee dengan takut-takut bilang kalo nggak gitu. Kang nggak tahu aturannya dengan baik. Dan Yeon Hee pikir ia harus membiarkan Kang buat pertama kalinya. Kang merasa kalo Yeon Hee hanya ingin menemukan Kang dan bukan dirinya. Yeon Hee ngasih tahu kalo Hwi bersembunyi dengan baik sehingga nggak mudah di temukan. Kang marah dengar Hwi baik dalam ini dan itu. Dia nanya ke Yeon Hee apa Hwi pandai bersembunyi dan mencari juga? Yeon Hee nggak berani menjawab dan hanya bisa menunduk. 


Kang bertanya, dia Yeon Hee, bukan? Kang nyuruh Yeon Hee buat datang ke istananya mulai hari ini. Yeon Hee bilang tapi... Kang nanya kenapa? Apa itu sesuatu yang Yeon Hee nggak bisa lakukan? Yeon Hee mengatakan kalo dia udah punya seseorang yang dia layani. Kang menyombong. Dia mengatakan kalo dia lebih tinggi dari Hwi. Semua yang dimiliki Hwi, nggak peduli apapun, dia juga bisa memilikinya. Yeon Hee mengatakan kalo dia bukanlah barang yang bisa di berikan dan diambil. Kang mengataka  kalo nggak peduli itu barang atau seseorang, selama dia menginginkannya, maka itu akan menjadi miliknya. Yeon Hee berencana buat ngasih tahu kepala kasim dan membawa pelayan muda untuk Kang. 


Kang menatap Yeon Hee tajam. Pelan-pelan Kang melangkah maju yang membuat Yeon Hee mau nggak mau jadi berjalan mundur. Kang nanda apa Yeon Hee nggak menyukainya? Yeon Hee mengelak, nggak gitu maksudnya. Yeon Hee mengaku udah melayani Hwi sejak dia masih muda. Mereka udah memilih tuan. Mereka harus tinggal dengannya. Itulah aturannya. Kang lanjut nanya apa Yeon Hee menyukai Hwi? Yeon Hee nggak bisa menjawab. Dia menundukkan wajahnya. Tanpa mereka sadari Gi Teuk menyaksikan pertengkaran mereka. 


Gi Teuk berlari meninggalkan mereka dan mencari Hwi. Gi Teuk berteriak memanggil yang mulia. Ia meminta Hwi keluar. Hwi muncul dari belajang dan langsung membekap mulut Gi Teuk. Hwi membawanya di tempat yang nggak terlihat. Hwi bertanya apa yang salah sama Gi Teuk. Hwi lagi sembunyi. Kenapa Gi Teuk membuatnya jadi begitu mencolok? Apa Gi Teuk ingin jadi pencari baru? Gi Teuk bilang kalo bukan itu masalahnya. Yeon Hee di serang. Apa?

Bersambung...

Komentar :
Dari kecil Kang sama Hwi emang beda banget ya. Kang orang yang gampang marah, nggak sabaran suka iri. Sedangkan Hwi lebih penyayang, peduli terhadap orang lain, berwibawa. Aku suka waktu Hwi berusaha ngajak Kang masuk istana. Kelihatan banget wibawa-nya. 
Apa mungkin Kang jadi kayak gitu karena di hasut sama pamannya?